
aktifitas yang sama setelah libur..kembali ke rutinitas biasanya..Una berusaha untuk menikmati semuanya..
tiinn...tiinn...
suara klakson mobil, Una menoleh..dilihatnya restu yang ada di mobil itu
" ayo masuk..kita berangkat bareng"
" gak usah pak..terimaksih" Una menolaknya, bukan apa-apa hanya saja akan tidak nyaman jika ada yang melihat mereka datang bersama..terlebih mereka dari tim yang berbeda
" tidak apa-apa..masuk saja.." restu memaksanya, dan akhirnya Una pun mau ikut juga
" nanti saya turun agak jauh saja dari kantor pak"
" kenapa?? kamu takut bertemu dengan yang lain??"
" jujur..iya..saya gak mau ada kesalahpahaman dari yang lain"
" okey..aku paham"
mereka melaju menuju kantor...
" apa kemarin menyenangkan??"
" apa??"
" potograpi??"
" oowh..iya..saya jadi banyak belajar untuk melihat titik yang baik dari sebuah Poto..dulu saya menganggap kalau semua Poto itu sama saja, bergaya, di jebret, jadi..ternyata meski dengan gaya yang hampir sama ada makna berbeda dari setiap jenisnya"
" tentu saja..kita bekerja untuk melihat hasil dari sebuah gambar..tentu kita juga harus belajar untuk itu, meski itu bukan spesifikasi tugas kita"
" saya berharap bisa lebih banyak belajar lagi.."
" pasti bisa..tekad yang kuat akan mengalahkan segalanya..ngomong-ngomong hari ini bukannya kamu ada tugas di luar??"
" iya .saya harus mengikuti Maliq hari ini"
" tugas di luar itu menyenangkan..jadi nikmati lah"
" apakah begitu??"
" saat di luar kantor..pandangan kamu tak hanya tertuju pada hal yang sama, tentu itu akan membuat mu lebih fresh dengan melihat hal lain, pepohonan, orang-orang..bekerja di ruangan itu lebih membuat capek karena hal monoton yang kita kerjakan"
" aahh..apa karena itu saya lebih merasa capek padahal saya duduk saja"
Una turun di persimpangan sebelum kantornya, dia tak mau ada yang tau kalau dia datang bersama dengan restu..
__ADS_1
ponselnya bergetar
" hallo..iya mas?"
restu menelponnya
" kamu dimana?"
" aku udah mau Samapi kantor nih mas"
" gak usah masuk..tunggu aku di depan .kita langsung berangkat"
Una menunggu Alex, tak berapa lama Alex sudah muncul dan Una segera naik ke mobil, di dalam sudah ada Edo dan juga besti
" maaf karena aku datang terlambat" Una merasa gak enak karena yang lain datang lebih dulu
" gak apa-apa...semua sudah beres kok, tinggal berangkat saja .dan bawaan juga gak banyak"
" kita hanya akn melihat saja jadi tak perlu banyak berpikir..tugas kita menciptakan iklan, kita hanya akan melihat apakah sesuai dengan konsep yang kita buat dan mengoreksinya"
mereka melaju menuju ke lokasi syuting Maliq..
sesampainya di lokasi, semua sudah ramai
Una yang merasa tidak asing dengan ini,,
Una tak melihat ada Maliq..apa dia sedang istirahat..
Una berjalan berkeliling, yang lain sedang menemui sutradara, karena itu memang tugas Alex..una di minta untuk bertemu Maliq, tapi dia bahkan tak menemukannya
Una berkeliling, berharap bisa menemukannya..saat melewati sebuah ruangan kosong, Una mendengar ada suara dari dalam, seperti suara orang menangis..
" apa ada anak-anak di dalam?" Una membatin, dia mendekati ruangan itu pelan-pelan, berusaha meyakinkan telinganya, mendengar dengan seksama. tempat ini agak jauh dari lokasi, karena itu tak banyak yang melewatinya..Una berusaha mendorong pintu perlahan, berharap dia menemukan sesuatu di dalam, Una melongok..alangkah kagetnya dia saat dia melihat Maliq duduk menelungkup di sana
" Maliq??!"
Maliq yang mendengar ada suara langsung mendongakkan kepalanya, dia menatap nanar ke arah Una, semakin dia yakin dan tangisnya semakin pecah..Una mendekatinya
" kenapa??"
semakin Una berusaha bertanya, semakin air mata Maliq jatuh..Una memeluknya, berusaha menenangkannya, memberinya tepukan di punggungnya.
" gak apa-apa..menangislah jika memang ingin menangis..tak apa-apa..aku akan menemanimu"
Maliq menangis semakin menjadi, seperti ada yang memperhatikannya, Maliq merasa nyaman dengan hadirnya Una
setelah beberapa waktu akhirnya Maliq tenang juga, tak banyak yang dia ucapkan, begitupun Una tak berani untuk bertanya lebih..
__ADS_1
" terimaksih karena sudah mau melihat ku kak"
" gak apa-apa..sekarang sudah lebih baik??"
Maliq mengangguk
" pasti ini berat buat mu kan??"
" aku seperti tak kuat lagi..mereka menuntut ku untuk selalu mengikuti kemauan mereka, tanpa memperhatikan bagaimana keinginanku..mereka selalu menekan ku alih-alih untuk membuat ku sukses..tapi aku juga ingin seperti yang lain, menikmati hidupku sesuka ku..apa salah jika aku jadi artis yang apa adanya??tanpa harus menutupi apapun,,,jika sakit aku akan bicara sakit, jika sedih aku akan menangis..tapi itu semua seperti tak bisa aku lakukan" Maliq mengatakannya dengan mata yang berkaca-kaca, terlihat sekali kalau dia sedan frustasi, orang yang kelihatan begitu ceria, ternyata menyimpan uneg-uneg dalam hatinya..apa yang dia kerjakan seolah berbeda jauh dengan apa yang dia inginkan
" apa agensi mu menuntut seperti itu??apa semua artis di sana di perlakukan seperti itu??"
" aku tak tau dengan yang lain, karena aku bahkan belum pernah saling menyapa dengan mereka selama debut ku..mereka hanya membuat ku bekerja dan bekerja"
separah inikah..apa ini agensi baru yang di buat Regan, memeras daging para artisnya tapi tak peduli dengan psikologi mereka..bukankah seharusnya Regan juga paham situasi seperti ini, karena dia orang yang juga berada di bidang ini jauh sebelum Maliq..
" jika ada apa-apa jangan ragu untuk bicara dengan ku..mungkin aku tak bisa banyak membantu. tapi aku akan membuat mu bertahan dan kembali ceria lagi"
" terimaksih karena mau mendengar cerita ku..selama ini tak ada yang bisa ku ajak bicara, meski hanya sekedar berkeluh kesah, mereka akn terus mengatakan aku cengeng"
dasar orang-orang itu..apa seperti ini mereka memperlakukan artisnya..
" jika sudah lebih baik..ayo kembali ke lokasi syuting .semua orang sedang mencari mu"
Maliq merasa lebih baik, Una bahkan menyeka air matanya, Una terlihat begitu memperhatikan Maliq, Maliq merasa kalau Una adalah orang yang sangat penyayang, hati nya bergetar, selama ini dia selau mengatakan kalau dia menyukai Una, awalnya itu hanyalah sebuah becandaan, tapi sepetinya perlakuan Una membuat hati Maliq bergetar..apa yang dia katakan sepertinya bukan hanya ucapan mulut saja..seseorang seperti una lah yang dia butuhkan, seorang wanita yang berhati hangat dan selalu bisa menenangkan nya..
mereka berjalan beriringan, sesekali Una melempar senyuman kepada Maliq, Maliq yang semakin terpesona,,,
" hari ini aku akan bersama mu..karena hari ini adalah jadwal syuting jadi aku akan selalu di sini..katakan saja jika kamu lelah..dan jika mereka memaksa, aku yang akan memarahi mereka"
Maliq tertawa..akhirnya anak ini tertawa juga
" kakak tak perlu melakukan itu..aku masih bisa bertahan kok"
" syukurlah kamu sudah tersenyum lagi.."
" terimaksih karena sudah membuat ku lebih tenang"
" sudah berapa banyak kamu bilang terimaksih pagi ini??"
" ya??"
" kamu terus bilang terimaksih..terimaksih..wah sepertinya kamu patut jadi duta terimakasih nih"
Maliq memulai syutingnya, seperti tak ada beban lagi, Una melihatnya dan Maliq terlihat lebih enjoy sekarang..
setiap orang memang lah unik, tidak ada yang tau seperti apa isi hatinya, mereka yang terlihat begitu cerah dan ceria, seolah hidupnya tak ada beban ternyata menyimpan sesuatu yang bahkan tak ada yang menyadarinya..Una merasa bersyukur dengan dirinya, karena sudah kuat dan mampu bertahan dalam gempuran ujian hidup..setidaknya dia masih bisa memberikan semangat untuk orang lain meskipun dia sendiri adalah orang yang juga butuh itu..
__ADS_1