
suasana kantor benar-benar ruwet..semua staff bahkan tak ada yang diam..semua sibuk dengan telepon nya masing-masing
bagaimana bisa ada berita seperti ini..
Regan..bagaimana keadaan dia sekarang..Una langsung berlari ke ruangan Regan, ada rasa khawatir..
tok..tok..tok...
Una masuk ke ruangan Regan dan di situ sudah ada Regan, Zein dan juga mbak defi..
Una melihat masing-masing dari mereka..tampak raut muka yang tidak baik-baik saja..terutama Regan..dia yang awalnya tertunduk tiba-tiba berubah saat tau Una datang..wajah nya menyiratkan kemarahan..yang luar biasa seketika dia berdiri
" kamu yang lakukan ini kan?" tuduh Regan sambil menunjuk ke arah Una
Una kaget dengan ucapan Regan yang tiba-tiba menuduhnya..dia tak mampu berkata-kata..bagaimana bisa Regan menuduh una tanpa bertanya dulu..
" tenang Regan..kamu gak bisa menuduh seperti itu"
" siapa lagi kalau bukan dia bang..cuma dia yang saat itu ada di sana bersama ku..dan disini dia korbannya kan??sudah jelas dia melakukan ini karena sakit hati dan ingin balas dendam..ngaku kamu!!"
una yang masih tak percaya, mencoba untuk lebih tenang, ini gak bisa di lawan dengan emosi juga..
" duduk dulu un" mbak defi menimpali
Una mengangguk dan segera mengambil kursi
" kamu tau kejadiannya seperti apa?" tanya Mbak defi
Una mengangguk
" kamu bukan di balik laporan ini kan??" tanya Mbak defi..Una yang awalnya menunduk langsung mengangkat kepalanya..apakah mbak defi juga menuduh dia??apa semua orang berpikir dia yang melakukan??
" gak ada saya tau menahu tentang masalah ini mbak..benar jika kejadian itu melibatkan saya dan mas Regan..benar jika setelah itu saya merasa jengkel..tapi tak ada niatan sedikit pun saya melakukan itu" ucap Una tegas
semua terdiam..terlihat Regan yang seolah masih belum percaya dengan ucapan Una..
" apa di luar masih banyak telpon masuk?"
" masih terus-terusan mbak" jawab Zein
" sementara biarkan tim humas menangani para wartawan dan para sponsor..Zein segera hubungi pengacara kita..telusuri siapa pemilik akun anonim itu.."
" baik mb"
" datangi cafe itu dan tanyakan siapa yang sudah meminta rekaman pada tanggal kejadian..seharusnya kita bisa mendapatkan jejak dari situ, karena itu terlihat seperti kamera cctv"
" aku saja yang mendatangi cafe itu" ucap Zein mengajukan diri " Una..sementara kamu jangan kemana-mana dan jangan melakukan apapun..kami percaya padamu..jadi jangan panik ya" ucap Zein menenangkan
" baik kak"
__ADS_1
Zein dan mbak defi pun beranjak pergi, hanya tinggal Regan dan Una yang ada di ruangan itu..terlihat wajah Regan yang masih sangat geram dan seolah tak ingin berada seruangan dengan Una
" sebaiknya kamu terus terang aja..itu kamu kan yang lakuin" ucap Regan terus menuduh
" harus dengan bukti apa lagi saya meyakinkan mas Regan??sehebat apa saya sampai mau melakukan itu??"
" Halah alasan..mana ada penjahat ngaku..puas kamu melihat aku seperti sekarang. sakit hati mu sudah terobati kah??atau masih kurang??"
" ya Tuhan mas Regan..harus seperti apa lagi kecurigaan mas Regan ke saya??" ucap Una sembari beranjak pergi
" gak punya jawaban lagi..berusaha menghindar??"
una hanya melengos .dia ga mau keadaan ini menjadi semakin keruh karena tuduhan-tuduhan Regan kepadanya..kenapa dia selalu menyudutkan Una, kemarin Una sudah berpikir baik tentang Regan, dan kali ini pikiran itu kembali buyar..rasa simpati yang dia berikan ke Regan tak seharusnya dia rasakan..tuduhannya yang kejam, padahal dia adalah korban juga..
waktu berlalu, semakin siang, semakin sore bukannya mereda, suasana menjadi semakin panas, banyak wartawan yang menunggu di depan gedung hanya untuk mewawancarai Regan..padahal sudah di beritahukan bahwa saat ini Regan sedang tidak bisa di wawancarai tapi para wartawan itu tetap saja ngeyel..dan bukan cuma Regan tapi gadis di Vidio yang tak Alain adalah Una jadi bahan pencarian..dengan cepat biodata Una tersebar..bahkan sebutan "BOS AROGAN" adalah pencarian paling populer..mengingat ini adalah berita skandal pertama bagi Regan..karena memang Regan adalah artis yang terkenal baik dan penyayang..tentu sangat mengejutkan jika tiba-tiba ada berita dia bersikap kasar ke bawahannya..berita yang selalu di lebih-lebihkan...
Zein masuk ke ruangan Regan..dia sudah dapat informasi dari pegawai cafe, bahwa benar ada yang sengaja meminta rekaman cctv di hari kejadian..informasinya seorang pria, dia mengaku sebagai orang dekat Regan, dia bahkan meminta salinan rekaman dan lalu meminta untuk menghapus nya, dengan alasan takut akan ada yang menyalahgunakan...
" sepertinya ada yang sengaja melakukan ini untuk menghancurkanmu" ucap Zein pada Regan
" bukan kah sebaik nya kau minta maaf ke Una? kau keterlaluan sekali tadi..dia itu juga korban, bahkan sekarang dia tak bisa apa-apa dan kemana-mana"
Regan terdiam..benar dia memang menyesal..tak seharusnya dia menuruti emosinya..
" dia sampai kesulitan makan.."
Regan mendongak
kata-kata Zein membuat Regan semakin merasa bersalah..separah itukah ucapannya??baru kemarin dia meminta maaf dan meminta Una untuk kembali, dan hari ini dia sudah membuat satu kesalahan lagi yang pasti akan membuat Una tak memaafkannya
" kamu yang membawa dia kemari dengan susah payah ke tempat ini,,jadi pertahankan dia jika kamu masih ingin melihat dia bekerja untuk mu" ucap Zein sembari pergi
Una terdiam, dia merasa kalau dunia nya seperti tidak cocok untuk nya, pekerjaan ini begitu sulit, bahkan untuk sekelas asisten..dia bukan artis tapi saat ini namanya justru menjadi trending di pencarian
Una meletakkan kepalanya di atas meja, kruuuuuukkkkk....perutnya berbunyi..dia lapar..baru kerasa padahal dia sudah seharian berada di kantor..orang-orang masih berkerumun..sementara staff yang lain sudah bergantian untuk makan..sementara dia bahkan tak ada kesempatan untuk memesan makanan sekalipun...lapar membuat emosi Una meninggi..dia jadi sangat kesal..
bruk..sebungkus sandwich mendarat di depan nya..Una pun mengangkat kepalanya dan menoleh..Regan??
" makan lah itu..kau belum makan kan??"
una hanya melihat nya saja
" aku tadi juga sudah makan..tadi kelebihan jadi aku bagi dengan mu" ucap Regan sambil clingukan..terlihat sekali kalau dia merasa bersalah dan ingin minta maaf tapi gengsi..
" gak ada racunnya kok" ucapnya menegaskan
Una pun tertawa..bagaiman bisa dia berpikir kalau itu akan ada racun..basa basi yang basi, pikir una
"sini duduk" ucap Una sambil menyeret kursi meminta Regan duduk di samping nya
__ADS_1
Regan pun manut aja ngikuti permintaan Una
" mas Regan yang ganteng, sang super star, idola para wanita sejagad raya..kalau mau minta maaf gak apa-apa kok ngomong aja" ucap Una sembari tersenyum tipis
Regan terlihat malu-malu..dan seperti nya memang kali ini Regan adalah orang yang paling merasa bersalah
" ya gitu.."
"apa?" tanya Una sedikit mengejek
" aku..minta maaf sudah menuduh kamu kayak tadi"
" ya okey..aku maafin..jujur sih aku tuh kesel banget sama mas" Regan menatap Una Doong.. seperti mulai sedikit dekat tapi tetap merasa canggung..
" aku nih ya..korban juga..dan lagi aku ini masih butuh kerjaan lho..mas Regan itu yang gaji aku gede..masak iya aku sempet buat hal kayak gitu..hidup ku aja udah sibuk..udah pusing..gak sempat mikirin kayak gitu"
" oh jadi itu yang kamu rasain selama kerja sama aku?" Regan bertanya sambil mengernyitkan kening nya
Una menoleh" gitu giman maksudnya?"
" ya gitu, merasa pusing, capek, gak bisa melakukan hal lain, cuma ngurusi aku doang"
" ya kan emang gitu faktanya, hehehe..tapi gak apa-apa sih kan mas gaji aku besar..aku bisa bantu ibuku, bisa buat kebutuhan sehari-hari dan aku bisa nabung juga..namanya juga kerja ya emang gitu kan, sibuk..hehe..kalau santai ya dikit nanti gaji nya, hehehe"
Regan terdiam sejenak, menatap Una..
" maaf mas..aku bukan bermaksud sok akrab" ucap una tiba-tiba..Una takut kalau nanti ini jadi masalah lagi, Regan tidak suka staff yang sok dekat dengannya
" gak apa-apa sih aku juga gak ada masalah..kita kan rekan kerja..bos dan bawahan..memang seharusnya dekat kan?"
Una kaget dong ya..ini beneran Regan ya? yang tadi marah-marah, nuduh-nuduh kayak mau nerkam..ini beneran Regan bukan sih..yang tiba-tiba ngasih sandwich, terus mau di ajak ngobrol dan dengerin curhatan Una, yakin uan setengah gak percaya
" maaf ya kamu jadi ikut-ikutan kena masalah, gara-gara aku" ucap Regan lirih
" kita berdua korbannya mas, jadi gak ada yang harus minta maaf dan memaafkan..karena posisi kita sama dalam masalah ini"
seketika Regan menatap mata una, terpesona..kenapa cewek ini jadi begitu sabar, sepertinya selama ini sikap Regan lah yang membuat Una jadi terkesan bar-bar..setelah sedikit dekat Regan tau bahwa wanita di depannya ternyata istimewa..bahkan di saat dia yang bukan seorang artis tapi harus ikut menanggung masalah, dia tetap bisa memberi semangat kepada korban lain, yaitu dirinya...
Una menoleh sambil tersenyum ke arah Regan, dengan Regan yang masih menatap Una,
" aku makan ya??ikhlas kan??" tanya Una sambil menggigit sandwich pemberian Regan
Regan mengangguk
tahap baru saling memahami dari seorang Regan si singa buas dan una si kelinci mungil..
kesalahpahaman ini, masalah yang saat ini mereka hadapi menjadi jembatan untuk mereka saling mendekatkan diri..
Regan, Una, Zein dan mbak defi berkumpul di ruangan Regan..mereka berdiskusi tentang siapa orang yang mengaku dekat dengan Regan tapi justru memanfaatkannya untuk menjelekkan nama baik Regan, bukan kah hal ini hanya Regan dan una yang tau..meski saat itu banyak orang di sana tapi seperti nya tidak banyak yang sadar bahwa itu adalah Regan..
__ADS_1
seperti ada musuh dalam selimut..
seseorang yang berusaha menghancurkan karir sang idola ...