
aji masih menggenggam tangan Una..menarik nya dari genggaman tangan Alex..di sana juga ada Leo dan restu..pria-pria ini seolah sedang memperebutkan seorang putri..
tiba-tiba dari arah luar muncul Regan bersama dengan Maliq..melihat pertunjukan itu, Regan seperti langsung hilang kendali..dia tak tau apa yang terjadi tapi langsung berjalan menuju ke arah Una dan meraih tangan Una..tanpa banyak bicara, Regan langsung membawa Una kabur pergi dari kantin...
" kak Una ada apa?" Maliq bingung dengan apa yang terjadi, dia juga tidak mengerti kenapa Regan yang datang dengan nya tiba-tiba langsung membawa Una keluar..
yang lain terlihat kaget dengan hadirnya Regan yang tiba-tiba membawa Una..
" berhenti bersikap seperti itu" ucap aji kepada Maya
" saya gak salah apa-apa pak..justru dia yang sudah menyiram saya" Maya membela diri
" semua tau apa yang coba kamu lakukan..sekali lagi kamu melakukan itu, aku gak akan tinggal diam" aji pun segera pergi
" apa karena itu Una??!" Maya berteriak..dia mencoba mencari kesalahan orang lain..
" aku akan lakukan hal yang kepada siapapun..aku tak suka orang yang suka menindas orang lain"
Maya merasa kecewa dengan apa yang terjadi, dia memang berniat untuk membuat Una malu, tapi sepertinya itu justru berbalik ke dirinya sendiri..
" berhenti menggandeng ku" Una melepaskan genggaman tangan Regan
" tidak bisa kah kamu pergi saja??"
" apa peduli mu dengan masalah ku??"
" sangat peduli..apa kamu masih tidak sadar juga dengan perasaan ku??aku masih sama seperti yang dulu un, tidak berubah sama sekali"
" sudah aku bilang untuk tidak membahas itu lagi..kita berdua sudah tamat, jadi jangan peduli kan aku lagi"
" selama aku hidup, kita masih akan terus berlanjut.."
Una tak mau mendengar apapun, dia segera pergi meninggalkan Regan..Regan berusaha mengejarnya..
" keluar saja dari kantor ini..ayo ikut aku saja"
" terimakasih atas tawaran nya..tapi maaf..aku sudah senang bekerja di sini"
" bagaimana kamu bisa senang..sementara ada orang yang memusuhi mu"
" kamu tidak tau apapun mas..jika yang kamu lihat hanya yang tadi..teman-teman satu tim ku memperlakukan ku dengan sangat baik..dan yang tadi..itu hanyalah kesalahpahaman saja"
" aku memang tidak begitu tau..tapi aku tau jika wanita itu pasti tidak menyukai mu karena suatu sebab"
benar..memang Maya melakukan itu pasti karena aji..tapi Una tidak ada perasaan apapun dengan aji, bukan salah nya jika aji menyukai nya..
" itu bukan urusan mu..tolong jangan buat orang lain semakin berpikir buruk tentang ku..sudah cukup dengan apa yang menjadi takdir ku sekarang..jangan membuat takdir yang lain buat ku"
Una berlalu pergi..saat Regan hendak menyusulnya, aji datang menghalangi nya..
" jangan ganggu dia dulu..biarkan saja dia sendiri"
" apa kamu memang bosnya??kenapa bisa ada pembullyan di tempat kerja seperti ini??"
" aku memang bosnya tapi aku tak bisa mengontrol karakter setiap anak buah ku"
" setidaknya berikan mereka hukuman yang setimpal..kamu sahabatnya, seharusnya kamu lebih membela dia"
" aku sudah melakukan apa yang harus ku lakukan"
Regan pun pergi, entah apa yang sebenarnya akan dia lakukan dengan datang ke kantor,,tapi dengan kejadian yang menimpa Una, akhirnya Regan justru meminta pergi..dia bahkan meninggalkan Maliq sendiri..
Una merasa malu dengan apa yang menimpanya, orang-orang akan berpikir kalau dia adalah biang nya kerusuhan..dia hanya mencoba untuk membela diri..
aji mencari Una, dan dia menemukan Una yang sedang duduk sendirian
aji perlahan duduk di samping Una, tak ada kata yang dia ucapkan, dia hanya diam, menunggu uan memulai pembicaraan lebih dulu..
Una sadar kalau aji berada di sampingnya, dia tau aji pasti berusaha untuk menenangkannya..
Una menoleh ke arah aji, aji menyambutnya dengan senyuman
" kenapa kesini??" tanya Una
" hanya ingin menemani mu saja"
" aku tak apa-apa..pergilah..kamu pasti banyak pekerjaan..jangan gara-gara aku pekerjaan mu jadi banyak yang tertunda"
" kamu lupa ya??aku direktur di sini..aku bisa melakukan apapun sesuka hati ku..bahkan menunda waktu kerja ku"
Una tersenyum..
" terimaksih karena sudah membela ku..tapi jika lain kali ada hal yang sama pada ku, kamu pura-pura saja tak tau..itu akan lebih baik"
" aku bukan membela mu..aku hanya berusaha menjadi atasan yang baik..mereka yang salah harus di salahkan..bagaimana bisa aku hanya diam saat melihat karyawan ku bersitegang..padahal aku tau pasti siapa yang salah"
Una terdiam..
" ada masalah apa sebenarnya??" tanya aji
Una tak bisa mengatakan kalau semua karena Maya yang cemburu karena aji dekat dengannya
" gak ada masalah apa-apa..seperti yang terlihat..aku kesandung dan menumpahkan air ke muka nya"
" jangan berbohong..meski aku tak di sana waktu kejadian..aku tau pasti apa yang terjadi.."
Una kembali terdiam, dia takut salah bicara yang akan membuat semua menjadi runyam
" apa karena aku??"
Una menoleh..bagaimana aji bisa menebaknya??tadi waktu kejadian jelas Una tak melihat aji di sana, dan tidak ada pembahasan mengenai aji sama sekali
" jadi itu benar??melihat dari ekspresi mu tampaknya tebakan ku tidak salah"
Una menunduk, dia hanya berusaha untuk tidak banyak bicara kali ini
" kamu tenang saja..aku sangat paham dengan karakter mu..kamu bukan orang yang gampang meledak hanya karena suatu tekanan seperti itu .tapi kamu juga akan tetap bertahan demi harga diri mu"
" apa maksud mu??"
__ADS_1
" ya itu kamu..kamu wanita yang sangat mengagumkan..melihat badan mu yang kecil ini..siapa sangka kamu tipe orang yang pemberani.."
" aku bukan kecil..aku mungil"
" apa sebutan itu penting??"
" tentu saja"
aji tertawa..inilah Una yang dia kenal selama ini .wanita yang tegas meski terlihat santai, selalu berusaha mempertahankan harga diri jika di rasa benar, berani dan pekerja keras..
Una masuk ke ruangan bersamaan dengan aji..yang lain melihat ke arahnya, mengacungkan jempol ke arah Una..Una tidak paham apa maksud dari teman-temannya itu
" kamu hebat un..baru kali ini ada yang berani melawan Maya" kata Edo
" aku gak seberani itu..kebetulan saja tadi aku kesandung dan menumpahkan air ke wajahnya"
" heii..kamu pikir kami gak tau..dia sedang berusaha untuk membuat mu celaka..tapi kamu berhasil membuat itu berbalik padanya..aku benar-benar puas melihatnya"
" dia pasti kepanasan saat melihat pak aji lebih memihak mu"
" dia pasti akan melakukan hal yang sama ke siapapun..bukan cuma aku"
" api itu sangat berbeda..pak aji selama ini tidak terlalu peduli meski Maya banyak membully orang lain..tapi saat itu kamu, dia dengan sigap langsung menanganinya..kamu tau gimana wajah Maya tadi??dia tampak kesal sekali" kata Siska
" aku tidak bermaksud mempermalukan dia seperti itu..aahh..dia seharusnya tidak seperti itu di tempat umum" Una menyesali apa yang sedang terjadi
" Una..aku iri pada mu" ucap besti
" aku??kenapa??"
" ketika wanita yang katanya paling cantik di kantor ini sedang bermasalah hanya beberapa teman-temannya yang peduli..tapi saat kamu sedang bermasalah..waahhh..semua pria hebat datang melindungi mu..Alex juga kan tadi??"
semua mengarah kepada Alex,,,Alex pura-pura tak mendengar apapun, padahal dia sedang menguping pembicaraan semuanya
benar, tadi Alex adalah orang yang pertama memegang tangannya, hendak membawa nya pergi tapi di tahan oleh aji dan kemudian di rebut oleh Regan..Una melihat ke arah Alex, tapi Alex lebih sibuk dengan pekerjaannya..
Alex sedang duduk minum kopi di sudut ruang istirahat, Una datang dan menghampirinya, duduk di sebelah Alex .
" terimakasih karena sudah mau membela ku"
" aahh .itu..tentu saja aku akan melakukannya..kamu teman ku.."
" benar..seperti hal nya yang lain..kamu juga pasti akan membela ku"
" lain kali jangan berurusan lagi dengan Maya..meski aku yakin dia tak akan melepaskan mu begitu mudah..kamu harus lebih hati-hati..bisa saja dia akn melakukan hal yang tidak terduga"
" aku tidak paham kenapa dia sampai seperti itu padaku"
" aku sangat yakin karena dia cemburu..apa kamu benar ada hubungan dengan pak aji??"
" tentu saja tidak..kami tidak punya hubungan spesial seperti yang dipikirkan Maya"
" bisa saja itu karena kalian terlihat begitu dekat"
" bukankah hal wajar jika atasan dan bawahan dekat??kita juga dekat..aku juga dekat dengan yang lainnya"
" apakah begitu??"
" jika kamu memang tidak punya perasaan pada nya..cobalah untuk tidak terlalu dekat.."
mana mungkin bisa seperti itu, Una pun juga berharap aji bisa lebih menjaga sikap, tapi aji sepertinya tidak mau peduli dengan ucapan Una..Una sudah menebak jika itu akan menjadi masalah untuk nya..
" dan juga yang lain??kenapa mereka sangat peduli pada mu??"
" siapa??"
" pak Leo, restu, bahkan Regan juga sepertinya sangat mengkhawatirkan mu"
" ya itu karena kebetulan aja sepertinya..kalau mas Regan, kamu tau kan aku memang sudah kenal sama dia waktu itu.."
Alex mulai curiga dengan sikap orang-orang itu..jika itu hanya sebuah bentuk keadilan atasan kepada bawahannya, tak mungkin mereka turun semua..
Una juga merasa tidak nyaman dengan sikap mereka..selama ini Una hanya berusaha untuk bersikap baik kepada semuanya..
restu menghampiri Una yang sedang berjalan keluar dari lobby..
" mau pulang??" tanya restu
" iya pak"
" Una..maaf ya atas kejadian tadi??kamu pasti kaget"
" sepertinya mbak Maya juga lebih kaget pak..dia pasti merasa sangat malu karena ulah saya"
" terimaksih karena bisa memaklumi apa yang terjadi"
" iya pak"
" ayo ku antar pulang"
" tidak usah pak..saya naik bis saja"
" baiklah kalau begitu"
restu pun segera pergi, setelah agak jauh, restu menoleh dan melihat ke arah Una, dia berbalik, mengikuti ke arah Una pergi..dia berjalan di belakang Una dengan jarak yang tak begitu jauh..berjalan pelan sehingga Una tak menyadari jika ada yang mengikutinya ..restu sepertinya mengkhawatirkan Una, dia tau kalau Una pasti merasa sedih dengan kejadian tadi, di lain sisi dia merasa tidak senang dengan perlakuan Maya, di lain sisi dia juga tidak bisa berbuat banyak karena Maya adalah bagian dari timnya..
setelah memastikan Una masuk ke dalam bis, restu pun kembali untuk mengambil mobilnya..
Una menyandarkan kepalanya di jendela, hari ini lebih melelahkan daripada haru-hari sebelumnya..mungkin karena hari ini banyak kejadian yang membuat Una frustasi..
ponsel Una bergetar
" aku tunggu di minimarket dekat rumah..ayo kita ngobrol"
pesan dari Leo
Leo juga pasti tau apa yang dia rasakan saat ini, aagghh..dia semakin tidak bisa menahan malunya, bahkan Leo juga berusaha untuk menghiburnya..mereka semua pasti berpikir Una adalah gadis yang gampang baper hingga butuh penghiburan..
Leo sudah menunggunya, dia duduk di depan minimarket dengan beberapa minuman kaleng dan cemilan di depan nya
__ADS_1
dia langsung berdiri saat melihat Una datang
" sudah datang??"
" maaf pak..pasti sudah menunggu lama ya"
" gak apa-apa..lagian ini dekat dengan rumah dan aku juga butuh udara segar..duduklah"
Una duduk..Leo memberikan sebotol minuman padanya
" minum ini..kamu pasti sangat lelah kan hari ini"
" saya lelah setiap hari" ucap Una sambil meletakkan kepalanya di meja
" berhenti bicara formal saat sedang berdua"
" tapi tetap saja saya tidak bisa pak..ini sudah jadi kebiasaan"
Leo menatap Una..
" pasti berat hari ini buat mu"
" maaf karena membuat gaduh"
" kenapa harus minta maaf..jika kamu di bully maka jangan sungkan untuk melawan..selama kamu tidak bersalah jangan takut untuk melawan"
" kenapa bapak bicara begitu??"
" Maya itu berprestasi..sebagai pria ku akui dia juga cantik..banyak yang menyukai nya..hanya saja dia memang punya sifat yang lain dari yang lain..jadi harap kamu memaklumi itu..dan jika dia berusaha mengganggu mu..langsung menghindar saja"
andai Leo tau apa yang sebenarnya terjadi..Una pun tak ingin berada di posisi ini, tapi apalah daya, dia memang adalah teman aji, dan kenyataan aji menyukai nya adalah hal utama penyebab Maya tidak menyukainya..
" ada yang ingin kamu makan??aku denah kamu sangat suka makan, emosi mu bisa mereda jika kamu makan makanan enak"
" darimana bapak mendengar itu??"
" Edo ya g mengatakannya"
dasar bocah itu..kenapa dia mengatakan hal-hal aneh seperti itu..benar-benar memalukan
" mau makan apa??"
" tidak usah pak..ini sudah cukup kok"
" kamu sudah makan malam?"
" belum sih"
" kalau begitu ayo kita pergi nyari makanan enak"
Una merasa tidak enak dengan perlakuan Leo yang begitu perhatian padanya..
Una bingung..haruskah menolaknya atau menerimanya..dia takut jika ada yang melihat akan membuat orang salah paham
tiba-tiba ponsel Una berdering
ada panggilan masuk..kesempatan bagi Una untuk mengangkatnya dan memikirkan alasan untuk menolak ajakan Leo
" maaf pak..saya angkat telpon dulu"
Leo mempersilahkan
" hallo"
" kakak dimana??"
" ada apa Maliq??"
" sudah pulang belum??aku di depan rumah mu tapi masih pada gelap"
" aku masih di luar??"
kesempatan bagi Una untuk mencari alasan..lebih nyaman ngobrol dengan Maliq daripada dengan Leo..karena saat dengan Leo, Una merasa begitu canggung
" tunggu di situ ya..kamu naik aja ke atas, aku akan segera sampai"
Una mematikan ponselnya
" maaf pak..sepertinya saya tidak bisa ikut dengan bapak"
" temanmu datang??"
" iya pak.."
" ya udah gak apa-apa..mungkin akan lebih baik jika kamu dengan teman mu..dengan ku pasti membuatmu tertekan kan??"
Leo sepertinya mengerti apa yang dia rasakan...
" saya pamit pak"
Leo melihat Una yang semakin menjauh..Leo menarik nafas panjang..pasti tidak nyaman bagi Una berada di sampingnya..
saat Una sampai di rumah, Maliq sudah duduk di depan dengan beberapa makanan di atas meja
" apa yang kamu bawa??"
" semua yang kamu butuhkan"
Una membukanya..disitu sudah ada berbagai makanan kesukaan Una
" Maliq..kamu memang yang terbaik"
Una mengacungkan jempol..Maliq sepertinya sangat memahami Una..Maliq terlihat senang saat melihat Una menyukai apa yang dia bawa..Una tersenyum riang..Maliq menatapnya dengan lembut, terlihat sekali kalau Maliq sudah merasakan percikan-percikan cinta di hatinya, sehingga membuat nya ingin terus melihat Una tersenyum seperti sekarang ini..
di saat Una dan Maliq sedang tertawa di dalam..seseorang sedang memperhatikan rumah Una..dia yang saat ini sedang ingin berada di samping Una..Regan yang hanya bisa melihat rumah Una tanpa bisa masuk ke dalamnya..dia sangat rindu dengan Una..dia cemas dengan keadaan Una, akan kah dia sedang sedih, apakah Una sudah makan, dan apakah dia bisa tidur malam ini..Regan tidak tau jika saat ini Una justru sedang bersenang-senang dengan Maliq di dalam rumahnya
Maliq yang menyukai Una, meski umur mereka terpaut banyak, lebih tua Una ..tapi Maliq merasa kalau dirinya sudah menemukan seseorang yang tepat..sementara Una sendiri hanya menganggap Maliq sebagai pria kecil yang mirip dengan adiknya
pria-pria itu..semua peduli kepada Una..entah ini cerita cinta segi berapa..para pria hebat yang menyukai satu wanita hebat..
__ADS_1