Cinta Ku Terhalang Level

Cinta Ku Terhalang Level
episode 13 : kenangan yang ingin di lupakan


__ADS_3

Una menghela nafas " huft"


berkali-kali dia lakukan untuk menenangkan dirinya, wajahnya memerah dan dadanya seperti tak mau berhenti berdegup..


tatapan Regan seperti tak bisa di lupakan, Una seperti sedang hilang fokus.


proses awal syuting berjalan dengan baik, Una menghampiri Regan dan memberikan dia minum..Una segera berlari untuk membuka pintu mobil Van, sesaat Regan masuk dan Una akan menutup pintu, tangannya di tarik kedalam oleh Regan, seketika Regan menutup pintu mobil dan hanya ada mereka berdua di dalam..Una yang terkejut tak mampu menolaknya, dia terduduk di pangkuan Regan..sejenak mereka terdiam, Una yang masih berada di pangkuan Regan seperti jantungnya mau lepas..


" mau seperti ini terus?" Regan memecah lamunan Una


Una langsung melompat menjauh dari Regan


" maaf " ucapnya


Una tak tau kenapa Regan justru membawanya masuk, jangan-jangan dia ingin melakukan hal-hal aneh..pikiran Una sudah kemana-mana..


" tetap disini..orang akan berpikir kita bukan pasangan jika kamu keluyuran sendiri..tetap disini bersama ku"


Una menghela nafas kecewa, jadi untuk itu..


Regan seolah tau kekecewaan Una


" apa kau kecewa??"


nah kan sekali lagi Regan bisa tau apa yan dia rasakan, apa terlalu terlihat...


Una menggelemg-geleng


" sepertinya kecewa sih"


" enggak lah kecewa apaan"


" para wanita di luar sana banyak yang mengharap posisi mu, jadi jangan terlalu rewel.."


"atau aku akan di ganti??" Una menyela ucapan Regan " dengan senang hati!" tegasnya


Regan tersenyum


" nah..nah..kamu udah melanggar perjanjian..sudah ku bilang jangan tersenyum seperti itu"


" lalu aku harus gimana??coba deh aku pengen tau dengan jelas mau mu seperti apa?"


" ya pokok nya jangan tersenyum seperti itu"


" iya..alasannya apa??kenapa aku gak boleh??"


" ya..karena..itu.." Una tergagap


Regan menunggu jawaban Una


" itu akan membuat ku gila" Una memerah..wajah nya tersipu malu


Regan tersenyum sambil menutup wajahnya..dia tau maksud Una, tiba-tiba Regan mendekatkan wajahnya ke Una


" apa kita buat aja kisah kita nyata"


Una tak kuasa menahan senyuman Regan


" apaan sih" Una menjauh


" wah ini AC nya apa gak fungsi ya, kok panas banget sih" ucap Una sambil mengibas-ngibaskan tangannya" aku keluar sebentar, butuh angin nih kayaknya"


Una langsung melompat keluar


" jangan jauh-jauh" teriak Regan" aahh...kenapa dia imut sekali"


Regan kembali menghadap naskah..terlihat dia sedikit gelisah...seperti ada sesuatu yang dia sembunyikan..


di luar Una benar-benar seperti sedang kepanasan, angin berhembus pun tak mampu menghentikannya..

__ADS_1


" Una sakit?" tanya Zein yang tiba-tiba muncul dari arah belakang


" enggak mas"


" muka mu memerah begitu..kamu gak panas kan??" Zein memegang kening Una untuk memeriksa " enggak kok..tapi kenapa muka mu jadi merah begitu"


Una memegang pipinya


" sepertinya karna cuaca panas mas..hehe" jawab Una


" pakai topi sana, kayak nya kulit mu sensitif deh itu..makanya pakai skincare yang bagus biar gak kayak gitu"


Una tersenyum..nih cowok ya pake ngerti masalah skincare segala..


Una memikirkan perkataan Regan tadi saat di dalam mobil, aahh..seperti nya itu hanya usaha Regan untuk meledeknya..jika benar maka Una lah yang ge'er...


setelah kegiatan syuting selesai, mereka pun langsung kembali kerumah Regan, Zein hanya mengantar sampai depan saja, karena hari sudah larut dan langsung pulang..


sementara Regan dan Una masuk kerumah dan menuju kamar mereka masing-masing..masih juga terngiang-ngiang ucapan Regan..Una seperti ya sudah benar-benar gila, pikirannya hanya terlintas soal Regan..


Una keluar dan menuju dapur, wajahnya terus terasa panas sedari tadi, dia berusaha mencari air di gin di kulkas, dan saat kulkas terbuka tiba-tiba Regan sudah ada di belakangnya..Regan memegang pundak Una dan merapatkan badannya ke arah Una lalu mengambil sebotol air mineral..Una terdiam terpaku.


" terimakasih" bisik Regan tepat ke telinga Una


Una bergidik, nafas Regan masih sangat terasa di telinga Una..Una berlari masuk ke kamarnya, niatnya mengambil air di gin malah urung...


" un..makan malam yok" teriak Regan dari luar


benar saja mereka memang belum sempat makan malam, mereka bergegas pulang karena Regan ingin segera sampai rumah.


Una keluar dan mendapati Regan sudah menata meja makan dengan beberapa makanan


" kamu yang masak??" tanya Una


" tentu bukan..hahaha" jawab Regan sambil tertawa" aku pesan dari pesan antar makanan..kalau aku masak rasanya gak bisa jamin" bisiknya


mereka menikmati makan malam bersama, duduk berhadapan


" ini aku bantuin" Regan menawarkan jasanya membantu Una mencuci piring


" gak usah mas..kamu duduk aja biar aku bersihin..kan tadi mas yang traktir beli makan" ucap Una sambil tersenyum


" aku juga melarang kamu tersenyum seperti itu" Regan bicara pelan


Una terlihat salah tingkah dengan ucapan Regan


" emang kenapa kalau aku tersenyum? ini berbeda dengan senyuman yang kamu beri ke aku lho..aku tuh senyumnya tulus"


" aku juga tulus lho..kamu aja yang selalu berpikir jelek ke aku"


Una terdiam


" kalau kau tersenyum seperti itu aku juga bisa gila seperti mu"


mereka sama-sama terdiam, Una jadi gemetar dan gugup..kata-kata Regan tuh selalu sukses bikin Una gemetar katan saking tersanjung ya


kripyak..air menyemprot ke arah Una, baju Una jadi basah sebagian karna


Regan buru-buru membersihkan baju Una dengan tisu..


" gak apa-apa mas, nanti bisa ganti baju lagi"


"tetap aja nanti kamu bisa masuk angin"


Regan terlihat begitu perhatian ke Una, uan merasa senang tapi juga sedih..andai saja ini adalah momen yang bisa mereka nikmati tanpa harus di Bayangi kata-kata tamat..


" udah kamu kesana aja..ini juga tinggal dikit kok" ucap Una


Regan langsung pergi tanpa menjawab, tapi kemudian dia kembali dengan membawa celemek dan memasangkannya ke Una

__ADS_1


" pakai ini biar gak basah lagi"


" biar kupakai sendiri mas" tolak Una .


tapi Regan tetap memasangkannya sendiri..


setelah semua selesai Una berniat masuk ke kamar dan istirahat, tapi Regan memanggilnya untuk bergabung dengannya


" sini dulu..bulannya lagi bagus banget lho"


Una pun mengurungkan niatnya dan berbalik ke arah Regan


benar saja di luar bulan terlihat sangat indah..mereka duduk bersebelahan, memandang ke atas, langit seolah mewakili perasaan Una saat ini, cerah dan indah...


" mas aku boleh nanya gak??"


"apa?"


" aku cuma penasaran aja sih..kalau mas gak mau jawab juga gak apa-apa"


" apa emangnya??"


" itu..kenapa mas gak suka kalau pas lagi ganti baju ada yang lihat??dan luka di dada itu??aku gak sengaja aja lihatnya pas waktu itu" jelas Una


Regan sedikit kaget dengan pertanyaan Una, meski begitu dia tetap mau menjawab, awalnya Una ragu karena takut Regan marah, tapi ternyata di luar dugaan, Regan justru mau menjawabnya


" oh luka ini" ucap Regan sambil membuka satu kancing bajunya


" gak usah mas..gak usah di buka" Una melarang


" aku cuma gerah..siapa yang mau buka"


Regan melihat genit ke arah Una..


" ini luka aku dapat karena operasi"


" operasi??"


" dulu aku pernah kecelakaan parah, batang besi sampai tertancap di dadaku, dan sampai melukai hati..organ hatiku sampai rusak, dan aku harus menjalani cangkok hati"


Una mendengarkan


" syukurlah aku bisa mendapatkan donor tepat waktu.." kenangnya


" syukurlah mas.."


" tapi ada orang lain yang harus di korbankan dan nyawanya tak tertolong" ucap Regan menunduk, dia terlihat menyesal dan merasa bersalah..


" tapi itu kan bukan salah kamu mas, dia aja yang kurang beruntung"


Regan terdiam, mulutnya seperti kelu


" harusnya hati itu untuknya..tapi ibu ku membayar besar ke rumah sakit sehingga akhirnya hati itu diberikan untukku..bukankah seharusnya aku yang mati??"


Regan menangis saat bercerita, terlihat penyesalan di matanya


Una tidak bisa bicara apapun, Una mengeluh punggung Regan berusaha nenenangkannya


" awalnya aku tak tau, tapi pihak keluarga dari pasien yang meninggal datang ke ruangan ku dan mengamuk..setelah kejadian itu aku jadi sangat membenci ibu ku"


" dia pasti sangat ingin menyelamatkanmu " Una takut salah bicara


" dia bahkan sudah tak perduli padaku sejak aku umur 15 tahun, bukankah sebaiknya dia tak lakukan apapun"


entah apa yang membuat Regan jadi begitu membenci ibunya..sepertinya tidak hanya soal itu, Una tidak berani untuk bertanya..Una memeluk badan Regan dan menenangkannya


" pasti sulit untuk mu mengingat itu..maaf karena sudah bertanya" ucap Una lirih


" seandainya bisa aku ingin membuang kenangan itu dan melupakannya..tapi tak bisa.aku bahkan berusaha untuk mencari keluarganya, tapi tak bisa ku temukan" Regan mendekap tubuh Una, dia menangis..

__ADS_1


pasti berat untuk Regan, dia sedang berjuang sendiri untuk mendapatkan maaf..tapi nyatanya usaha nya sia-sia...


Una merasa kasihan, andai dia bisa membantu sedikit saja beban yang Regan tanggung...pria ini yang selalu terlihat ceria, ramah di layar kaca dan di depan orang-orang..tapi faktanya dia menyimpan beban yang tak bisa dia bagi dengan siapapun...


__ADS_2