Cinta Ku Terhalang Level

Cinta Ku Terhalang Level
episode 22 : bukan Pinokio


__ADS_3

Una berjalan menuju halte bis..dua masih teringat dengan mimpi nya kemarin, dan dia selalu tersipu jika mengingatnya..


hari ini Una sampai di tempat kerja lebih awal..dia sengaja berangkat awal untuk menyiapkan apa yang dia lewatkan selama dua hari dia tidak masuk..


setelah semua berkumpul kegiatan syuting pun di mulai


" sudah sehat un?" tiba-tiba Zein menyapa


" sudah kak..sudah lebih baik"


saat Una melihat Regan, terlintas kembali mimpi indah itu..aahh..ini mimpi kenapa terus dia ingat..tak seharusnya dia seperti itu..mereka sudah selesai dan Una harus bisa melupakan semua..dia yang mencampakkannya jadi dia harus bisa menjaga harga dirinya..


dari kejauhan tampak Regan memperhatikannya, Una pura-pura tidak peduli, meski dalam hatinya dia sangat ingin juga menatap Regan, tapi dia menahannya..


beberapa orang bergabung bersama Una untuk makan siang, seorang pria akan duduk di kursi di samping Una, tapi Regan justru nyelonong dan mendudukinya, yang melihat itu Una merasa kaget, kenapa dia duduk di sini


" kenapa kamu duduk di sini?" tanya Una menyelidik


" emang kenapa kalau aku duduk di sini?"


" enggak sih cuma kan tadi ini mau di tempati orang, harusnya kamu duduk di tempat lain "


" orang nya aja gak marah, kenapa justru kamu yang sewot"


" hanya saja.."


" hanya saja kenapa?tidak ada aturan aku harus duduk dimana kan?"


percuma berdebat, biarkan saja suka-suka Regan, Una pun tak menghiraukan lagi dan langsung melahap makan siang nya


" Regan!!" gina berteriak


Regan menoleh


" sini..kenapa di situ??aku udah nyiapin kursi buat mu?"


Regan hanya menoleh kemudian berbalik dan mulai makan lagi


" pasangan lebih baik duduk bersama kan!!" teriak gina lagi


Regan merasa tidak nyaman, guna akan terus berteriak jika dia tak juga menuruti maunya, Regan pun memilih pindah


Una hanya terdiam melihatnya, gina pacarnya, wajar jika Regan lebih memilih untuk pindah dan duduk bersamanya


gina pun tersenyum melihat Regan mengarah padanya, matanya yang licik seolah meremehkan Una


" apa benar mereka pacaran?" tanya salah seorang pria yang duduk di samping Una


" bukankah beritanya begitu" jawab yang satunya


" tapi aneh sih ya"


" aneh apanya??"


" aneh aja..kayaknya si wanita cenderung lebih agresif gitu..lihat aja Regan kayak ogah-ogahan gitu kan"


mereka semua melihat ke arah Regan dan gina, hanya Una yang tidak berani untuk menoleh..sikap Regan memanglah dingin, terlihat sekali di dalam hubungan itu gina lah yang lebih aktif menunjukkan hubungan itu..


setelah syuting selesai, gina pun ijin untuk pulang, bis binatu tadi mengirim pesan untuk mengambilkan pesanan pewangi di tempat biasanya..karena hari ini lebih cepat selesai Una memutuskan untuk bekerja di tempat binatu..


" bos ini pesanannya tadi, dan ini kwitansinya" ucap Una menyerahkan beberapa kwitansi kepada bosnya


dia melihat-lihat sepertinya hari ini begitu banyak pakaian kotor yang datang, tidak seperti biasanya

__ADS_1


" sepertinya hari ini lebih banyak pekerjaan bos?".


" sepertinya ada yang baru pindahan..dia bahkan menaruh cucian begitu banyak, karena itu aku memanggilmu..ini sangat berat kalau sendiri..untungnya kamu bisa..hehehe"


Una mulai memilah-milah beberapa cucian, ini lah cara Una menghadapi kesedihan, dengan bekerja..


pekerjaan di binatu selesai begitu larut, setelah pulang Una mampir ke warung ayam goreng langganannya dan memesan beberapa untuk di bawa pulang, dia sudah membayangkan bisa makan malam dengan enak dan segera tidur untuk memulihkan tenaganya..


belum sampai rumah, terkejutnya dia karena sudah di hadang oleh Regan, entah datang dari mana tiba-tiba Regan muncul


" ya Tuhan!!"


" maaf..maaf..kamu kaget ya"


" kenapa tiba-tiba muncul seperti itu..tidak bisa kah kau menyapa seperti biasa saja" ucap Una dengan nada sedikit kencang, sambil memegang dadanya yang masih berdegup kencang karena kaget


" iya aku minta maaf..udah baikan kan?"


Una melengos, dan berlalu pergi, terlihat raut wajahnya yang kesal


" kenapa ngikuti terus sih"


" ini makanan?" Regan meraih kresek yang di pegang Una, dia tak peduli dengan apa yang sudah Una tanyakan


Una menarik tas kresek miliknya


" aku lapar" kata Regan sambil memegang perutnya


" lapar ya makan..kenapa malah ngikuti aku"


" ayo makan bareng "


" aku sudah beli makanan, jadi silahkan makan sendiri"


" itu maksud ku..karena kamu sudah beli makanan..ayo makan bareng di rumah mu"


" jauh-jauh datang kesini cuma mau minta makan??duit mu banyak kenapa minta makan sama orang miskin"


" emang apa salahnya??"


" kamu bisa beli sendiri..makan sana sama pacar mu"


Una mempercepat langkahnya, berharap Regan tak lagi mengikutinya, tapi tetap saja Regan justru terus berjalan di belakang nya


Una semakin kesal dan tiba-tiba menghentikan langkahnya, Regan yang belum siap pun hampir menabraknya


" kenapa tiba-tiba berhenti".


Una berbalik


" jalan besar kenapa berjalan tepat di belakang ku..pulang aja sana. aku gak akan makan bareng kamu"


" iya aku memang mau pulang"


" kenapa ke arah sini..rumah mu ke arah sana" ucap Una sambil menunjuk ke arah rumah Regan


" tidak kok..rumah ku arah sini..sana rumah yang dulu..tapi sekarang aku sudah pindah di sini"


" kamu pindah?"


Regan mengangguk " aku pindah di sini" ucap Regan sembari menunjuk rumah barunya " kita sekarang bertetangga" ucapnya lagi sambil tersenyum


Una pun segera berlari masuk ke rumahnya, bagaimana bisa dia tiba-tiba pindah kesini, sepertinya dia sedang tidak bangkrut, tapi kenapa dia malah memilih rumah biasa padahal dia punya rumah yang begitu megah sebelumnya..

__ADS_1


Una pun keluar lagi, terlihat Regan yang masih berada di depan rumahnya, Una berjalan menghampiri Regan


" apa tujuan mu pindah kesini?"


" gak ada tujuan apa-apa..aku hanya suka dengan suasana tempat ini"


" gak mungkin deh kayaknya..ini sangat gak masuk akal banget..kamu sudah punya rumah yang begitu besar dan bagus, tapi sekarang kamu pindah kesini dengan rumah yang beda jauh dengan rumah mu sebelumnya"


" emang kenapa??"


" kamu gak sedang bangkrut kan??"


" mana mungkin seorang Regan tiba-tiba bangkrut, aku masih sangat terkenal bahkan lebih terkenal..aku hanya ingin merubah suasana saja..aku bosan tinggal di rumah besar"


Una terdiam, dia masih berpikir kalau Regan pasti ada maksud lain, tidak mungkin hanya dengan alasan itu, dia bisa memilih rumah lain yang lebih dari ini


" tunggu .apa kau pikir aku pindah kesini karena ingin dekat sama kamu??"


Una merasa salah tingkah, memang seperti itulah yang saat ini ada di pikiran Una


" tentu saja tidak..kenapa aku harus berpikir seperti itu" Una menyangkal


" syukurlah kalau bukan seperti itu"


" awas aja kalau bikin keributan"


" bukannya kamu yang dari tadi ribut-ribut terus..aduuhh..aku lapar banget dah"


Una pun pergi dan pura-pura tak dengar apapun..


saat Una mulai makan, dia merasa bersalah dengan ucapannya, sepertinya Regan benar-benar lapar, dia artis top tentu gak bisa sembarangan pergi kemanapun, dan pasti nya enggan buat nya meminta tolong ke managernya malam-malam begini, haruskan dia memberinya makan??aahh sudahlah, bukan urusannya, nanti di kira Una cari perhatian..


Una mulai memasak beberapa lauk, bagaimanapun Una merasa tidak tega, dia mengetuk pintu rumah Regan


saat Regan membuka pintu nya, Una menyodorkan beberapa mangkok berisi makanan


" apa ini?"


" bukankah kamu bilang tadi lapar..ambil dan makanlah, itu rendah kalori jadi gak akan membuatmu gemuk meski makan malam-malam begini"


Regan tersenyum " ternyata kamu masih sangat mengerti keinginanku..terimakasih ya" ucap Regan sembari membuka pintu lebih lebar, berniat meminta Una untuk masuk, tapi Una malah pergi..


Regan mengejar Una


" tunggu un"


Una yang mendengar Regan memanggilnya pun segera berhenti


" maaf karena sudah membuat mu terkejut..aku gak ada maksud untuk menyulitkan mu..aku hanya ingin bisa dekat dan sering melihatmu"


pengakuan Regan yang to the point'' bikin Una melongo


" berhenti membicarakan hal itu lagi..kamu harus jaga perasaan guna mas..sekarang kamu sudah punya guna, jadi tolong berhenti bersikap seperti ini"


" un..ini tak seperti yang kamu pikirkan.."


" aku gak mikir apapun mas..dan aku juga gak peduli dengan kehidupan percintaan mu..jadi berhenti berpikir aku masih peduli..jangan buat wanita lain sakit hati..aku gak mau di nilai sebagai orang jahat lagi"


ucap Una sambil berlalu pergi


" berhenti bohongi diri sendiri un"


" aku tidak berbohong untuk apapun"

__ADS_1


" tidak ada yang tau..karena kamu bukan Pinokio yang hidungnya bisa memanjang saat kamu berbohong"


Una hanya terdiam, mereka berdua terdiam, raut wajah Regan yang masih begitu berharap, tapi Una tetap tak bisa bicara atau berharap apapun karena Regan sudah ada gina..


__ADS_2