
Una terduduk lemas di atas kursi, kakinya seolah lemas dan tak sanggup menopang tubuh mungilnya, dada nya terasa begitu berat dan sesak, air mata terus mengalir menunjukkan betapa hancurnya hati Una saat ini..baru saja dia berpikir untuk memaafkan Regan, tapi seperti ya semua itu Taka bisa lagi, tak ada ruang lagi bagi Regan, meski ini masih begitu berat, tapi Una harus bisa melepaskan Regan dengan lapang hati..sudah tak ada harapan lagi baginya..jika berita itu benar, maka Una tak akan pernah lagi bisa untuk bersama Regan lagi..
di lain tempat Regan yang kaget dengan adanya artikel yang muncul, membuat Regan marah, dia tau benar siapa dalang di balik ini semua
Regan beranjak dari tempat duduknya, berusaha untuk pergi keluar namun Zein mencegahnya
" kamu mau kemana re??"
" aku harus menemui gina bang..dia harus jelasin semua ini..ini gak benar bang!!" suara Regan keras
" kau yakin ini tidak benar??dan jika gina beneran hamil, kamu yakin itu bukan anak mu??"
Regan merasa sangat kecewa dengan pertanyaan dari Zein, sepertinya Zein mulai tak percaya padanya
" apa sekarang Abang gak percaya lagi sama aku??"
" masalahnya kita semua tau re, bagaiman kalian kemarin..bisa saja kan kamu lupa..mengingat yang terjadi dengan mu kemarin"
" aku memang lupa ingatan bang..tapi aku gak lupa dengan apa yang sudah ku lakukan selama aku sakit kemarin..lagipula aku bukan orang yang gampang memperlakukan wanita sesuka ku, apalagi jika perasaan ku tidak lah benar"
" oke..aku akan percaya kamu..lalu sekarang seandainya pun kamu ketemu gina, kamu mau ngapain??"
" aku mau minta dia buat ngomong yang sebenarnya bang..dia gak bisa kayak gini ke aku"
" kamu yakin gina akan menemui mu??"
" aku akan melakukan apapun untuk membuat dia klarifikasi semuanya dan mengatakan kalau semua ini bohong"
" re..cobalah kamu ingat-ingat lagi, jangan Sampai karena emosi malah akan jadi Boomerang buat mu"
" aahh..jadi sekarang Abang udah meragukan kata-kata ku??oke gak apa-apa bang..akan ku buktiin sendiri, siapa di sini yang benar dan siapa yang salah"
" bukan begitu re"
" sudah jelas Abang itu gak percaya sama aku, dari tadi kata-kata Abang seolah gak yakin dengan jawabanku"
" hanya saja Abang heran re, bagaimana bisa gina mempertaruhkan harga dirinya seperti itu, hanya untuk balas dendam sama kamu..bukankah ini terlalu beresiko..tentunya dia punya alasan kan.."
" Dan menurut pikiran Abang..masuk akal jika itu adalah hamil karena aku??sementara aku merasa tidak pernah tidur dengan nya"
Regan segera pergi, tak ada guna nya berdebat dengan Zein, seperti ya Zein justru tidak mempercayai nya, Regan harus bisa bertemu dengan gina, dia akan bertanya sendiri pada gina dengan pernyataan yang sudah gina buat
Regan melaju kencang dengan mobilnya, tak di hiraukan lagi peringatan dari Zein, di benak Regan saat ini hanyalah bagaimana bisa ketemu sama gina secepatnya..sesampainya di rumah gina, seperti tak berpenghuni, begitu sepi, berulang kali Regan memencet bel tapi tak satupun orang yang keluar, Regan berusaha menghubungi gina, tapi ponselnya pun mati
Regan merasa putus asa, pikirannya kacau, dia merasa begitu marah dan emosi, di tendangnya mobil dengan kakinya, tapi dia sendiri juga yang merasakan sakit nya..pikirannya kembali memikirkan Una, dia harus segera menjelaskan kepada Una, bahwa ini tidak seperti yang ada di berita..Una harus tau kebenarannya darinya..
Regan pun segera memutar arah, dia menuju ke panti asuhan untuk segera bertemu dengan Una, tetapi setelah sampai di panti, Una justru tak mau menemui nya, Regan memohon kepada kepala panti untuk menolongnya, kali ini Regan gak bisa membiarkan Una semakin salah paham..
Una sendiri merasa gelisah, kedatangan Regan seolah semakin membuat perasaannya terombang ambing, dia sudah berpesan kepada kepala panti, apapun yang terjadi Una tak ingin menemuinya
tetapi ternyata Regan tak mau berhenti dan menyerah, dengan tekad dia tetap menunggu Una, dia berdiri di depan panti, suasana malam yang semakin dingin, tapi Regan tak peduli dengan itu, dia berharap Una melihat ya dan mau menemuinya...
Una tak bisa membiarkan seseorang sakit karena nya, cuaca malam yang semakin di gin bisa membuat Regan sakit, pertahanan Una pun akhirnya runtuh, dia pun akhirnya mau keluar dan menemui Regan
Una berlari dengan membawa selimut, Regan yang melihat Una dari jauh, merasa kalau kekuatannya kembali hadir, badannya yang sudah lemas seolah kembali mendapatkan tenaga, Regan tersenyum..dan lalu jatuh dan pingsan..
Regan membuka matanya, samar-samar dia melihat ke sekeliling..ini sudah di dalam kamar, tapi ini bukan kamar rumah sakit, dia ingat tadi Una menghampirinya, dan setelah itu sepertinya dia pingsan dan tak ingat apa-apa lagi
" kamu sudah bangun mas?"suara Una lirih
Regan berusaha untuk bangun
" tidur saja..badan mu sedang demam"
__ADS_1
"gak apa-apa"
" minum dulu obat ini..sepertinya kamu mau flu..minum juga teh melati ini biar sedikit lebih hangat..kemudian kembalilah istirahat biar besok bisa lebih segar lagi saat kembali pulang"
Una berniat pergi meninggalkan Regan, tapi Regan mencegahnya, tangan Regan menarik Una untuk kembali duduk
" ayo kita bicara"
" mau bicara apa mas??"
" tentang artikel itu..apa kamu sudah membacanya??"
Una terdiam, pasti yang Regan maksud adalah artikel skandal kehamilan gina
" sekarang mas istirahat saja dulu, jangan memikirkan apapun, mari bicara besok"
" tidak..ayo bicara sekarang saja"
" masih banyak waktu untuk bicara, sekarang mas Regan istirahat saja"
" kamu akan terus menghindar jika tidak bicara sekarang"
" aku akan menepati janji ku..kita akan bicara besok..ada hal yang juga harus ku katakan kepada mas Regan"
" apa?"
" kita bicara besok ya..sekarang mas Regan istirahat, biar besok kembali sehat lagi"
Una mendorong tubuh Regan untuk berbaring, kemudian menutupkan selimut ke tubuh Regan, dan langsung segera keluar
Una tak kuasa menahan air matanya, pasti Regan sangat tertekan saat ini, bagaimanapun Regan adalah orang yang pernah mengisi hatinya, tentu tak tega untuk Una membiarkan dia seperti ini..
paginya setelah sarapan, Una sudah menunggu Regan di taman, Regan datang dengan senyuman, begitupun Una menyambut Regan dengan senyum termanisnya
" aku dulu aja ya mas"
" oke..baiklah..katakan saja..aku akan mendengarnya"
Una menghela nafas panjang
" aku bahagia mas, karena kamu udah begitu sangat menyayangi ku, tulus ke aku..aku kemarin telpon ibu ku, katanya mas Regan datang ke rumah"
" iya"
" terimaksih karena tidak memberitahukan keadaan ku yang sebenarnya"
" aku datang memang untuk mencari mu, tapi aku gak bisa mengatakan bahwa kamu kabur kan"
" karena itu lah kenapa aku sangat menyukai mas Regan..meski dari luar mas Regan itu tampak galak, tapi aslinya kalau udah kenal mas Regan itu orang nya baik banget"
Regan merasa tersanjung dengan pujian Una
" mas Regan ingat gak, dulu pas awal-awal ketemu, mas Regan tu galak banget ke aku, aku pikir mas Regan itu membenci aku gitu."
" itu cuma perasaan mu saja..aku cum ngetes gimana kamu..apa kah masih sama Una yang dulu dengan uan yang sekarang, Una yang seorang pahlawan"
" ternyata??"
" ternyata tetap sama.." jawab Regan sambil menatap Una, sekali lagi jantung Una berdegup kencang, tatapan Regan seakan menghipnotisnya, pria ini lah yang sudah membuat dunia nya begitu bahagia, meski mungkin sekarang banyak hal yang membuat Una merasa itu hanyalah sebuah mimpi..
" karena mas Regan begitu baik..akan sangat berat bagi ku untuk bersama dengan mas Regan"
Regan mulai merasa khawatir dengan ucapan Una
__ADS_1
" kenapa harus khawatir un, selama kita saling mencintai, bukankah semua akan baik-baik saja?? kita sudah pernah berjanji untuk menghadapinya bersama"
" aku terlalu pengecut mas..maafkan aku.."
" sudah un..cukup..aku tak ingin mendengar apapun lagi saat ini..aku tau arah dan tujuan dari ucapan mu..kamu tau apa yang aku mau kan??"
" berhenti lah mas..cobalah kembali hidup tanpa aku"
" apa karna gosip itu??kamu pun berpikir itu benar??"
Una terdiam
" bang Zein pun tak percaya pada ku, aku berharap kamu masih bisa mendengar kan penjelasan ku dan mempercayai ku..tapi sepertinya itu salah..kamu pun percaya kalau aku melakukannya"
Regan mulai tersulut emosi, kata-katanya mulai meninggi
" aku akan buktikan sendiri kalau itu gak benar un..aku gak akan memaksa mu untuk percaya, oke..aku terima jika sekarang kamu minta aku buat menjauh..tapi saat semua kebenaran terbongkar, berjanjilah untuk kembali pada ku.."
" mas.."
" katakan kamu kembali padaku un!!" Regan histeris, seolah beban ini begitu berat untuknya..
" kalau begitu buktikan pada ku, jika memang bukan kamu ayah dari anak yang di kandung gina"
" aku pasti akan membuktikan kebenarannya"
tanpa basa basi lagi, Regan pun pergi meninggalkan Una, semakin jauh dan jauh, Una hanya bisa melihat punggung Regan yang semakin jauh dan hilang tertutup pohon..Una terduduk lemas, niat nya adalah untuk membuat Regan tak lagi mendekatinya lagi dan menyerah, nyatanya yang keluar dari bibirnya adalah menunggu pembuktian dari Regan..sebegitu besarnya rasa cinta Una untuk Regan, sampai-sampai antara hati dan juga mulut tidak bisa saling kerja sama
sementara Regan terus berusaha untuk menghubungi gina, tapi tetap tak ada hasil..setelah keluarnya artikel skandal itu, gina tak bisa di cari keberadaanya
ponsel Regan berbunyi
" jangan pulang ke rumah dulu re..jangan juga datang ke rumah ku..aku sudah memesan hotel untuk mu, kamu sementara menginap di sana dulu" itu Zein
sepertinya wartawan sudah mulai memburunya, tentu ini akan menjadi berita yang sangat besar
**
sore ini Una sedang bermain bersama dengan anak-anak panti, ketika tiba-tiba gina datang dan mendekat padanya, Una merasa kaget
" ayo kita bicara" ajak gina
tanpa panjang lebar, Una pun mengikuti Kemana gina mengajaknya
" bagaimana bisa mbak gina tau aku ada di sini??"
" menurut mu??"
" apa mas Regan memberi tau mu??"
" apa ada orang lain yang tau??"
Una pun merasa kecewa dengan itu, baru tadi Regan berjanji untuk membawakan bukti untuknya, tapi sepertinya itu hanya permainan kata dari Regan, bagaiman bisa gina tau dia di panti, padahal yang tau hanyalah Regan saja
" aku akn berbicara langsung saja ke intinya" ucap gina, tiba-tiba gina berlutut di depan Una, Una merasa kaget dengan sikap gina yang seperti itu, Una berusaha untuk membuat gina berdiri, tapi gina malah menangis
" mbak ..berdiri mbak..kenapa mbak begini??"
" aku mohon un..tinggalkan Regan"
Una langsung terdiam, karena seorang Regan , gina sampai rela berlutut pada Una
" tolong jangan ganggu hubungan kami lagi..kamu pasti sudah melihat artikel itu kan??jadi tolong..jangan biarkan anak kami lahir tanpa di akui oleh ayahnya"
__ADS_1
Una hanya terdiam tak bisa berkata apa-apa lagi..melihat tingkah gina yang seperti ini, membuat pikiran Una menjadi sangat kacau .apa yang sebaiknya Una harus lakukan...