Cinta Ku Terhalang Level

Cinta Ku Terhalang Level
episode 40 : jangan terlalu membenci ku


__ADS_3

Regan terbangun saat dia bermimpi tentang ingatannya, buru-buru dia mengambil ponsel dan masuk ke pencarian..benar saja di situ ada berita tentang dia dan Una, meski wajah Una di blur tapi terlihat jelas buat Regan kalau itu adalah Una, bahkan sebutan asisten pribadi juga tersemat di situ


Regan keluar kamarnya dengan wajah marah, dia ingin tau kenapa Una melakukan itu padanya


Regan mengetuk pintu kamar Una dengan kencang, Una yang masih belum tidur merasa kaget, ada apa ini..tumben Regan mengetuk pintu nya, apakah ada masalah..


" mas Regan..ada apa mas??ada yang perlu saya bantu??"


" siapa kamu sebenarnya??"


Una bingung dengan pertanyaan Regan, bukan kah seharusnya tau sejak awal dengannya, apakah ada masalah lagi dengan kepalanya


" aku Una mas"


" siapa kamu!!!apa tujuan mu mendekati ku lagi!!!" Regan berteriak keras, Una yang mendengar itu pun terperanjat kaget, apa maksud dari ucapan Regan


" apa maksud mas Regan??"


" kamu tak tau maksud ku??apa memang kamu sengaja pura-pura tak tau??"


" aku gak paham apa maksud mas Regan..tiba-tiba mas Regan datang dan marah-marah"


" apa benar kita dulu adalah pasangan??!!"


Una kaget mendengar pertanyaan itu, apakah itu artinya Regan sudah mengingat sesuatu..


" apa mas Regan sudah mengingat nya??"


" jawab pertanyaan ku!!jangan mengalihkan pembicaraan"


" ya..dulu kita memang pasangan mas"


Una berpikir kalau Regan sudah mengingat tentang nya


" jadi benar..apa yang sudah aku ingat dan juga berita itu" Regan merasa kecewa setelah mendengar jawaban Una


" ayo duduk dulu mas"


Regan menolak tangan Una dengan kasar


" lalu kenapa kau ada di sini lagi, jika hubungan kita sebenarnya sudah berakhir??bukankah saat itu kau bilang tak lagi menyukai ku, kau melukai ku sebegitu dalam dan tiba-tiba kembali lagi??apa kamu sekarang memanfaatkan ku yang hilang ingatan dan ingin menguras harta ku lagi??"


" bukan seperti itu mas" Una mulai paham, sepertinya Regan hanya mengingat sebagian saja, dan kebetulan yang di ingatnya adalah hal menyakitkan saat bersama dengan Una, saat dimana waktu Una meninggalkannya, dengan maksud untuk melindungi Regan, tapi Regan menganggap itu adalah hal yang benar..


" jangan merengek..jika itu cara mu untuk menjerat ku..itu tak akan pernah bisa..aku memang belum mengingat semuanya, tapi sedikit ingatan itu saja sudah cukup membuat ku muak dengan mu..jangan pernah muncul di hadapan ku lagi..tinggalkan rumah ini dan pergi sejauh-jauhnya, jangan Samapi aku melihat mu lagi"


Una berdiri mematung, dia tak mampu lagi berkata-kata, matanya berkaca-kaca menahan tangis, saking sakitnya dia bahkan tak bisa menangis..hatinya begitu terluka, dia tak punya kesempatan untuk menjelaskannya kepada Regan karena tak ada bukti tentang mereka berdua, Vidio tentang Una yang berkhianat sudah cukup membuat Regan membencinya..


Una tak punya pilihan lain, tuannya telah mengusirnya, dia pun harus pergi, beruntung kondisi Regan saat ini sudah lebih baik..meski berat Una tetap harus pergi, dia menarik kopernya dan berjalan ke luar, di lihat nya Regan yang sedang duduk di sofa, sama sekali tak peduli apalagi menoleh, seolah Regan tak melihat siapapun..


Una berhenti sejenak, berniat untuk berpamitan


" aku pamit mas..terimakasih karena sudah menerima ku dengan baik selama di sini"


tak ada tanggapan dari Regan, dia tetap fokus melihat ke layar tivi


dengan perasaan sedih Una melangkah keluar, dia berbalik dan melihat ke arah rumah yang sempat dia tinggali itu..kemudian terus berjalan keluar, baru beberapa meter keluar dari rumah Regan, tiba-tiba Zein memanggilnya


" kamu mau kemana un??" tanya Zein sambil terengah-rengah karena dia harus berlari agar Una tak keburu pergi


" aku gak bisa tinggal dengan mas Regan lagi kak"


" kenapa??apa terjadi sesuatu??"


" sepertinya mas Regan sudah mulai mengingat sesuatu..tapi seperti ya ingatan itu tentang kami yang putus dan membuat heboh waktu itu..dia terlihat sangat marah dan membenci ku, dia bahkan tak ingin melihat ku lagi"


" ikut dengan ku" Zein menarik tangan Una

__ADS_1


" mau kemana kak?" Una berusaha menolak


" kembali ke rumah Regan"


" aku gak bisa balik kesana..dia bisa lebih marah kalau melihat ku kembali..itu akan bahaya untuk nya, dia bisa sakit kepala lagi"


" dia harus tau yang sebenarnya..dia sudah salah faham, dan kamu masih membelanya??bukankah kamu sakit hati dengan apa yang dia lakukan??"


" iya..tapi itu bisa aku tahan kak, selam itu tak menyakitinya"


" sadarlah Una..jika kamu ingin dia kembali padamu lagi, maka kamu harus kembali..kamu bisa lihat kan kalau dia sudah mulai mengingat lagi?"


" aku tau kak..tapi dengan adanya aku itu akan mempengaruhi emosinya..dokter menyarankan agar mas Regan lebih tenang untuk pemulihannya"


" percaya dan serahkan semua pada ku, kau tidak boleh pergi meninggalkan Regan..atau gina akan menguasai semuanya"


Una mulai berpikir, tapi apakah benar jika dia kembali, akankah Regan akan menerimanya, bagaimana jika nanti semakin membuat dia marah


Zein tak sabar dan segera mengambil koper una, Una belum memberi jawaban tapi dia harus mengikuti Zein..


Zein masuk kedalam beserta koper una, Una yang masih ragu belum berani untuk masuk, dia berdiri di depan pintu, Zein pun kembali keluar dan menarik tangan Una, saat mereka masuk, Regan terlihat marah


" kenapa kamu kembali lagi??bukan kah tadi sudah jelas apa yang aku katakan pada mu..ohh apa kamu minta uang kompensasi karena sudah di pecat paksa?? okey..akan aku kasih..tapi segera pergi dari sini" Regan mengambil ponselnya hendak mentransfer sejumlah uang, tapi Zein keburu mengambil ponselnya


" bang"


" hentikan re.."


" Abang juga tau kan??seperti apa dia??Abang tau kan semua ceritanya??"


" iya..Abang tau"


" kenapa Abang membiarkan dia tetap di sini??dia bukan wanita baik..aku gak mau melihat dia"


" itu gak seperti yang kamu pikirkan re..dengerin dulu"


" maksud Abang ingatan ku salah..aku sudah tanya padanya dan dia juga mengakuinya"


" Abang bisa bayangin gimana rasanya gina bang, dia juga pasti gak suka tapi dia tetap diam..seharusnya aku tak membuat dia seperti itu"


" ingatan mu hanya sebagian saja re, ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan, aku bukan tak ingin mengatakannya pada mu, aku sudah berusaha membuat mu ingat tapi sepertinya itu tak berhasil"


" aku gak mau tau lagi..suruh dia pergi dari sini, aku gak butuh wanita murahan yang kerjanya cuma morotin pria kaya..sepertinya judul artikel itu sangat cocok buat nya,,wanita mata duitan" Regan menyeringai ke arah Una, terlihat begitu mengejek..


rasa sakit yang sempat dia tahan , sepertinya tak bisa lagi dia bendung, kata-kata yang dulu Regan bilang kalau itu bukan seharusnya untuknya, tapi ternyata kata-kata itu keluar sendiri dari mulut Regan..Una pun berlari keluar, dia menarik kopernya, dengan tekat tak ingin kembali lagi..sudah cukup seperti ini..


Zein berusaha untuk mencegah Una, tapi sepetinya sudah tak terjangkau, Una sudah menghilang..


Una yang menangis sesenggukan di dalam taksi, dia tak tahan dengan ucapan Regan yang seperti itu, dia paham jika sekarang Regan sedang tidak baik-baik saja, tapi dia juga berhak untuk tidak mendengar kata-kata yang seharusnya bukan untuk dirinya


" kamu akan menyesal karena sudah bersikap seperti ini ke Una re"


" dia pantas mendapat itu bang..dia gak pantas ada di sini"


" aku tak ingin memberi tau mu, tapi sepertinya kamu harus tau.."


Regan merasa penasaran tapi dia merasa kalau sepertinya Zein sedang berusaha membuat sebuah alasan agar Una kembali di terima di rumahnya


" gak usah bang, gak perlu memberi tau apapun pada ku..aku gak tertarik jika itu tentang Una"


" pacar mu yang sebenarnya bukan gina re..tapi Una"


Regan merasa kalau Zein sepertinya sedang membuat-buat cerita


" jangan menciptakan cerita baru jika itu untuk membuat dia kembali bang..kami memang pasangan dulu, tapi dia meninggalkan aku setelah menghancurkan hidup ku..begitu kan??"


" tidak..tidak seperti itu"

__ADS_1


" bang..tolong jangan mengada-ada..tak ada satu pun berita tentang hubungan kami, kalaupun ada itu hanya tentang pengkhianatan yang dia lakukan, setelah nya bahkan tak ada sama sekali..apa kah itu masuk akal??orang-orang pasti akan mencari tau tentang ku..bukan kah Abang bilang aku artis terkenal"


" itu karena kalian merahasiakan hubungan kalian"


" maksud Abang gina bohong dengan mengaku jadi pacar ku??"


" bukan berarti aku bilang gina bohong..yang sebenarnya adalah.."


" maksud Abang aku pacaran dengan dua wanita??apa aku orang seperti itu??"


" bukan seperti itu juga re"


" lalu seperti apa bang..selama ini gina selalu ada buat ku, dia menghiburku dan setia mendampingi ku..itu jelas ada di berita seperti apa hubungan kami..bagaiman bisa Abang bilang gina itu berbohong dan aku salah"


" aku juga bingung re harus menjelaskan seperti apa sama kamu, karena semua kamu yang memutuskan..tapi setidak nya dengerin Abang..biarkan Una kembali..jika kamu memang ingin tau seperti apa yang sebenarnya."


" bagaimana bisa aku tinggal dengan orang yang berusaha memanfaatkan ku"


" Una tidak seperti yang kamu pikirkan..percaya sama aku..aku pastikan kamu gak akan menyesal membiarkan dia kembali ke rumah ini, berikan kesempatan sekali ini saja, beri waktu seminggu dan jika dalam seminggu semua tidak ada perubahan maka aku akan mengikuti apa mau mu"


Regan berpikir sejenak, apakah dia harus mengikuti Zein, tapi entah kenapa hatinya begitu sakit, jika benar Una adalah kekasihnya, tapi kenapa hatinya begitu tersakiti begitu dalam..


" okey..aku akan kasih waktu seminggu, jika ternyata tidak ada perubahan ,aku gak akan membiarkan dia muncul lagi"


Zein mengangguk


**


Una kembali ke rumah Regan, tapi dia justru seperti sedang berada di neraka saja, tak ada sapaan, tak ada senyuman, seolah Regan begitu jijik melihatnya..tapi Una berusaha untuk menahan seberat apapun keadaannya, dia ingin kembali melihat Regan baik-baik saja, dia juga ingin kembali mendapatkan cinta Regan..


Una sedang memasak di dapur, tiba-tiba saja dia terpeleset dan tangannya menyentuh panci yang panas, Una menjerit sehingga membuat Regan berlari keluar


" tidak bisa kah kamu tenang??"


" maaf mas , tangan saya terluka"


" aku tak peduli apa kamu terluka atau apapun, jangan membuat ku mengulang kata-kata ku, jika itu sakit tahan sendiri, jangan melibatkan orang lain dengan mendengar jeritan mu"


Una hanya terdiam, dia masih memegang tangannya, itu melepuh


Regan pun sempat melihatnya, tanpa sadar Regan merasa sedikit kasian, tapi rasa gengsinya sepertinya begitu besar, dia bersikap seolah tidak peduli


Una menyiram tangannya dengan menggunakan air mengalir, bagaimana bisa Regan berubah hanya karena satu ingatan saja, bukankah kata-katanya terlalu kasar dan berlebihan..jika dia tak bisa mengucapkan kata empati setidaknya jangan menyakiti dengan kata-kata kasar


Regan merasa bersalah dengan ucapannya, tapi dia berusaha untuk menolak pikirannya, baru kemarin dia merasakan benci yang dalam kepada Una, bagaiman bisa hanya karena sebuah luka rasa itu bisa berubah jadi lunak..tidak bisa seperti ini..


Regan keluar kamarnya lagi, dia menuju ke kamar mandi, tapi ternyata di dalam sedang ada Una yang sedang mengobati lukanya, Regan sempat kaget tapi dia menutupi dengan sikap arogannya


" kenapa ada di sini?"


" saya sedang mengobati tangan sebentar mas"


" maksud ku kenapa kamu menggunakan kamar mandi ini?"


Una sedikit bingung, bukankah memang sebelumnya dia juga menggunakan kamar mandi ini


" aku gak mau lagi melihatmu memakai kamar mandi ini, gunakan kamar mandi yang di belakang"


" tapi itu masih kotor mas"


" ya di bersihkan lah..kamu pikir aku mau berbagi dengan mu..kamu harus tau diri..jangan mentang-mentang Zein melindungi kamu, terus kamu berpikir aku juga akan lunak..kamu masih ingat dengan kata-kata ku kemari kan?? buat ku kamu hanya sampah..Akuan ku pastikan kamu keluar dari rumah ini segera, tanpa harus menunggu seminggu lagi"


Una berusaha untuk menahan air matanya, mulut nya kelu, tak tahan dengan semua ucapan Regan yang semakin keterlaluan


" aku tau mas Regan sakit hati, aku tau kalau aku memang bukan orang yang pantas berada di sini..tapi aku juga bukan seperti yang mas Regan katakan..bukan mau ku untuk tetap berada di sini"


" apa itu cara kamu untuk merayu setiap pria??sudah berapa banyak pria yang kamu jerat??apa orang tua mu tidak mengajarkan hal yang baik untuk menjadi wanita yang terhormat??atau jangan-jangan memang orang tuamu sama seperti mu juga..suka morotin??jangan hidup dengan cara yang menyedihkan seperti itu"

__ADS_1


Una merasa kalau Regan sudah sangat keterlaluan, dia masih bisa tahan dengan apa yang dia lontarkan tentang Una, tapi tidak jika itu sudah menyebut orang tuanya


" aku hanya wanita yang di didik untuk bisa menghargai diri sendiri dan juga punya harga diri, kami memang hidup dalam kemiskinan, tapi orang tua ku tak pernah mengajarkan anak-anak nya untuk merugikan orang lain, bukankah seharusnya mas Regan lebih melihat diri mas Regan sendiri..jika ada orang yang lebih menyedihkan..maka itu adalah mas Regan" Una bergegas pergi dengan menangis meninggalkan Regan yang berdiri mematung, sepertinya kata-kata Una sudah membuat dia sadar kalau dia sudah keterlaluan..


__ADS_2