Cinta Ku Terhalang Level

Cinta Ku Terhalang Level
episode 68 : ingin mengulang cinta monyet


__ADS_3

Una berjalan menuju kantor dengan lemas..semalam dia tidak bisa tidur..memikirkan apa yang Regan katakan..


hatinya tak bisa berbohong jika sebenarnya Una masih berharap untuk bisa kembali bersama Regan, hatinya masih sangat mencintai Regan..tapi rasa trauma tentang kejadian dulu seolah menghantui pikirannya...


Una menghentikan langkah kakinya..menatap ke atas..di sana..di atas sana kantor dia bekerja..dan hari ini adalah hari dimana dia akan kembali bertemu dengan Regan..


seperti tak ingin kerja saja untuk hari ini, tapi tanggung jawab dengan pekerjaannya tidak bisa dia hindari..


" ayo masuk" tiba-tiba Maliq datang dan menggandengnya masuk gedung, seperti awal mereka berjumpa..Una hanya mengikutinya..seperti tak bisa berbuat apa-apa karena Maliq yang datang tiba-tiba...


semu orang melihat..Una berusaha melepaskan tangan Maliq, tapi Maliq menggenggamnya dengan erat..


" lepasin Maliq" bisik Una " orang-orang terus melihat kita"


" biarin aja..memang kenapa??"


Regan dari jauh melihat mereka dan langsung berjalan cepat ke arah Una dan Maliq..dia cemburu dengan perlakuan Maliq...


" apa yang kamu lakukan" Regan melepaskan tangan Maliq dari Una


Una kaget dengan hadirnya Regan yang tiba-tiba..kenapa semua pria ini tiba-tiba ada..Una bahkan tak menyadarinya..


" aku hanya sedang mengajak nya masuk bang"


" tidak dengan berpegangan tangan seperti ini"


" jangan salah paham dulu mas.."


Regan memberi isyarat pada Una untuk diam


" jika orang-orang itu sampai memotret mu dan ada artikel yang tidak benar..itu akan merugikan mu..kamu harus lebih hati-hati"


" maka aku akan menuntut mereka yang sengaja membuat berita hoax"


" tidak semudah yang kamu katakan..Una silahkan pergi lebih dulu..dan kamu..tetap bersama ku" Regan menunjuk Maliq..


Una buru-buru pergi...ini sangat memalukan..dia bahkan tak bisa menolak saat Maliq menggandengnya..Regan terlihat marah karena itu..


saat ini Una tak ingin melukai siapapun..tidak Regan ataupun Maliq..


Una duduk di kursinya..dia melihat kanan kiri..belum ada siapapun..kenapa pada datang terlambat..apa ini masih terlalu pagi??


ponselnya berbunyi..


pesan dari pak Ferdi


" segera datang ke ruang meeting"


Una langsung berlari menuju ruang meeting


Una membuka pintu pelan-pelan, kepalnya nongol sedikit untuk melihat situasi di dalam..semua sudah ada di sana..ternyata semua sudah datang, Una lah yang datang lebih siang...


Una berjalan pelan, menunduk lebih rendah agar tidak menyita perhatian..Alex yang melihatnya segera memberikan kursi kosong di sampingnya..agar Una duduk di samping Alex


" apa sudah dari tadi??" tanya Una pada Alex


" sudah 15 menit yang lalu..kemana saja kamu sampai datang terlambat??"


gara-gara Maliq dan Regan Una jadi datang telat, padahal dia sudah berusaha untuk tepat waktu..dan Una tak menyadari itu dan menganggap kalau dia datang lebih pagi dari biasanya..


" ada sesuatu tadi "


" apa an??"


" panjang ceritanya"


kali ini meeting di pimpin langsung oleh aji..wajar jika semua hadir di sana..ini tentang proyek iklan yang di tangani tim 1..


beberapa saat kemudian..Maliq beserta managernya dan juga Regan memasuki ruang meeting..mereka duduk di samping aji..


Una menunduk agar tak terlihat..tapi sepertinya Maliq sudah melihatnya lebih dulu, dia melambaikan tangan ke arah Una..yang lain langsung menoleh..Una pura-pura untuk tidak peduli...pandangan Una tiba-tiba berhenti pada Regan..Regan yang terus menatapnya, tersenyum tipis..awalnya Una berpikir kalau Regan akan marah atau cemburu dengan sikap Maliq, tapi sepertinya itu salah..


Leo melihat Regan dan Una yang saling pandang..apa yang semalam dia lihat sepertinya bukanlah imajinasinya..mereka pasti ada hubungan spesial...rasa cemburu muncul..


hanya Leo lah yang menyadari sikap Una dan Regan..


setelah meeting selesai, semua kembali ke meja masing-masing


" ayo ikut" Alex mengajak Una


" kemana mas?"


" kita harus ikut rapat di ruang pak aji"


" hanya kita berdua??"

__ADS_1


" tentu yang lain juga..mereka akan menyusul"


Una menjadi lemas..kenapa harus rapat lagi,,dia belum siap untuk melihat Regan lebih dekat..


Una masuk ke ruangan aji, berdiri di belakang Alex, tak berani menunjukkan diri..aji yang bingung dengan sikap Una..


" kenapa kamu terus berjalan di belakang ku??"


" tidak apa-apa"


Regan, Maliq, aji, Leo..mereka berusaha untuk melihat Una yang terus sembunyi di belakang Alex..kemudian yang lain menyusul di belakang mereka..yang lain terhenti di pintu karena sikap aneh Una, mereka tak bisa masuk karena terhalang tubuh Alex dan Una..sementara Alex sedang berusaha untuk masuk tapi terus di tarik oleh Una..tiba-tiba Siska masuk dan menggandeng tangan Una, membawa Una masuk dan duduk di sofa...Una jadi salah tingkah


" apa kamu sedang sakit Una?" tanya aji


" tidak pak" Una menjawab..wajahnya menunduk..entah kenapa Una jadi salah tingkah seperti ini..Regan yang melihat tingkah aneh Una, merasa geli sendiri..antara senang dan lucu, itu yang Regan rasakan


Leo melihat ke arah Regan..dia tau apa yang sedang di rasakan Regan..dan dia merasa tak suka dengan itu...


semua keluar dari ruangan aji..Una pun buru-buru pergi dan menuju ke meja nya .ini memalukan sekali..


" ada apa dengan mu??kenapa kamu tak banyak seperti biasanya?" tanya besti


" gak ada..karena memang tidak ada yang harus aku katakan kan..hehe"


padahal sebenarnya bukan karena itu..Una sudah pernah menjalin hubungan yang dalam dengan Regan, tapi kali ini seperti kembali kepada masa saat mereka masih saling naksir...


" kamu gak kenapa-kenapa kan??" pesan dari Regan


" iya "


" syukurlah..aku pikir kamu sakit atau apa..karena tingkah mu aneh sekali tadi"


benar kan..pasti terlihat sekali


" enggak ah..aku hanya sedikit sakit perut saja."


" sekarang masih sakit??"


" sudah enggak"


" kalau masih sakit jangan di tahan..aku akan membelikan mu obat nanti"


" gak usah mas..sudah gak apa-apa kok"


" mau aku jemput??"


" naik bis atau ada yang jemput??"


" naik bis kok"


una merasa senang dengan percakapan ini meski itu seperti sebuah interogasi..


tanpa di sadari oleh Una, Leo sudah berada di depannya..melihat dia yang sedang senyum-senyum sendiri melihat ponselnya..yang lain berusah memperingatkan Una, tapi sepertinya Una tak mendengarnya..ketika Una menutup ponselnya dan melihat ke depan..Leo sudah berdiri tegak di depannya..Leo mengambil ponsel Una


" jika sedang bekerja, jangan main ponsel" sikap arogan nya telah kembali..ponsel Una di situ oleh nya..


" 30 menit lagi waktu pulang..ambil ponsel mu di ruangan ku"


sikap dingin itu, dia pergi seperti tak mengindahkan sikap uan yang ingin meminta maaf..


" aku sudah memberi mu isyarat..tapi kamu bahkan tak mendengarnya" kata besti


" aku benar-benar tak tau"


" dia terkenal tidak suka melihat staffnya terus bermain ponsel saat bekerja.."


" Gimana nih?? apa aku akan di marahi??"


" berdoa saja hanya di marahi..daripada kamu di pecat"


" hah??! apakah bisa separah itu??"


" kamu sudah paham kan sifatnya"


Una merasa gelisah..dia juga jadi tidak fokus kerja..takut akan hal apa yang akan di lakukan Leo padanya..apa dia tidak memberikan sedikit saja kesempatan...


Una menarik nafas panjang, berusaha untuk menenangkan diri..dia mengetuk pintu ruangan Leo..


membuka pintu pelan dan masuk ke dalam, dilihatnya Leo yang masih sibuk dengan banyak kertas di di meja nya


" maaf pak"


Leo mendongak, melihat ke arah Una


" apa hari ini kamu ada acara??"

__ADS_1


" tidak pak"


" dengan teman atau pacar mu mungkin"


" tidak pak"


" kamu tidak punya pacar??"


" tidak pak"


Una tidak tau apa hubungan pertanyaan Leo dengan pekerjaannya, tapi dia tetap menjawabnya karena takut salah lagi


" kalau begitu kamu harus lembur"


" ya??!"


" sebagai hukuman mu..kamu harus lembur hari ini"


" baik pak"


Una menjawabnya dengan lemas, gak apa-apa lah lembur daripada dia dipecat


" sebaliknya ayo kita makan malam dulu saja"


" baik pak..saya keluar dulu kalau begitu"


" mau kemana??"


" kata bapak mau makan malam dulu..saya akn masuk lagi saat bapak sudah selesai makan malamnya"


" makan bersama ku di sini"


Una tak punya pilihan lain, dia makan malam bersama dengan Leo di ruangannya, Leo bahkan masih tetap bekerja meski sedang makan


" apa ada yang bisa saya bantu pak, akan saya kerjakan sambil makan juga bisa"


" nikmati saja makananmu"


Una memakan makanannya dengan pelan, dia tak mau suara nya mengganggu Leo yang sedang sibuk antara makan dan melihat beberapa laporan...


" kamu sudah selesai??ayo ku antar pulang"


gimana ini maksudnya??bukan kah tadi dia minta Una untuk lembur, kenapa sekarang dia malah mau antar Una pulang


" tapi pak..bukankah tadi bapak bilang mau lembur??"


" kenapa harus lembur jika semua sudah selesai"


Una pun bergegas mengikuti Leo keluar


" saya bisa naik bis saja pak"


" kenapa harus pergi terpisah jika kita berada di arah yang sama"


" tidak apa-apa pak.."


Leo berhenti, Una hampir menabraknya..Leo tiba-tiba saja berhenti tanpa memberi aba-aba


" apa kamu takut kalau Regan marah karena melihat kita bersama??"


bagaimana Leo tau tentang hubungannya dengan Regan, tentu Una kaget..


" kenapa anda menanyakan itu??"


" jika kamu bisa memberinya waktu..maka lakukan juga untuk ku..aku juga menyukai mu..jadi kamu harus juga mempertimbangkan ku"


Leo mengatakannya seolah itu sangat gampang, tanpa jeda dan langsung ke intinya..Una masih tertegun, merasa tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Leo..


tiba-tiba Leo berbalik dan kembali mendekat ke Una


" jika kamu memang mau naik bis..silahkan"


dan dian langsung saja ngibrit pergi meninggalkan Una sendiri..Una tak habis pikir dengan apa yang dipikirkan Leo, dia baru saja nembak Una, tapi dia malah menyuruh Una untuk pergi naik bis saja, padahal dia tadi yang menawarkan untuk ikut bersama nya...


Leo masuk ke mobilnya, nafasnya cepat dan dadanya berdebar kencang..apa yang tadi dia katakan pada Una seperti sebuah tantangan besar..sepertinya Una tidak mengikutinya...Leo merasa lega karena sudah mengatakan isi hatinya pada Una..tak apa jika pada akhirnya Una menolaknya, setidaknya sekarang Una tau apa yang sedang dia rasakan dan harapkan...


Una kembali di buat resah oleh sikap Leo yang tiba-tiba nembak dia..urusan dengan Regan bahkan belum selesai..dan kini harus di tambahi dengan Leo...


ponselnya bergetar, ada pesan


" jangan buru-buru memberi jawaban..aku tidak memaksa mu untuk menerimaku..setidaknya kamu sudah tau apa yanga aku rasakan untuk mu..terimakasih"


terlihat sekali ini bahasa.orangbyangbjarang berinteraksi dengan orang lain..


" baik" jawab Una

__ADS_1


Una tak tau harus menjawab bagaimana..setidaknya satu kata itu mewakili semuanya...


__ADS_2