
kebetulan yang mengagetkan..Una, aji dan Leo bertemu dengan tanpa di sengaja..yang awalnya hanya Una dan aji, kini mereka harus banyak mengobrol bertiga..
" ini sangat kebetulan..aku tidak tau kalau ternyata Una tinggal di lingkungan ini juga..apa pak aji juga??" tanya leo
" aku agak jauh..hanya pas aku jalan-jalan kesini bertemu dengan Una"
" jalan-jalan bapak jauh juga ya"
" aku suka jalan-jalan jauh" ini tampak sangat canggung, aji tak ingin Leo tau kalau aji dan Una sudah saling kenal sejak dulu, akan menimbulkan salah paham nantinya
" karena kita bertetangga..mari kita saling berhubungan baik" kata Una
" tentu saja"
" akhir-akhir ini sepertinya pak Leo tampak sangat berbeda..bukan kah begitu un??"
" entahlah..tapi apapun itu, itu tampak lebih baik bukan??" Una tersenyum..ada baiknya juga waktu itu dia bicara banyak dengan Leo..
" tentu saja..itu akan membuat orang-orang lebih merasa nyaman saat dekat dengan mu"
" apa sebelumnya saya semenakutkan itu??"
" bukan cuma menakutkan .aku saja gak berani di samping mu lama-lama..hahaha" aji berusaha untuk melucu, tapi sepertinya ini di tanggapi serius oleh Leo
" tapi sekarang itu tak ada lagi kan??lihatlah senyum itu..anda juga melihatnya kan??itu sangat mempesona" Una berusaha mencairkan suasana dengan memuji Leo, tapi seperti nya pujiannya membuat hati seseorang bergelora, dan yang lainnya merasa cemburu
" aku suka pak Leo yang sekarang"
Leo menoleh ke Una, apakah maksud dari ucapan Una, begitupun aji..kenapa Una mengatakan hal yang sensitif begitu
Una sadar kata-katanya akan menimbulkan pertanyaan
" maksud saya bukan hanya saya..yang lain pun juga..dengan begini, pak Leo akan lebih terlihat ramah, dan tidak kolot"
" apa aku terlihat kolot??"
" ya"
aji tertawa mendengar kejujuran Una, sementara Leo menundukkan kepalanya
" kenapa pak aji ketawa??bapak juga tak lebih baik dari pak Leo"
aji menunjuk ke dirinya sendiri
" aku kenapa??aku bukan orang yang kolot..aku selalu menyapa mereka semua dengan manis, mengajak mereka berdiskusi"
" lalu bapak pikir itu cukup??beberapa orang bilang bapak jarang menghadiri pesta kantor, tidak suka mentraktir karyawan, dan tidak suka pesta penyambutan karyawan baru"
" aku melakukannya saat kamu datang"
" karena itulah mereka menganggap ini aneh..kenapa pas aku masuk??kenapa gak sebelum-sebelumnya juga begitu??"
" itu karena kita.." aji tak jadi melanjutkan ucapannya, dia menoleh ke Leo..
mereka bercengkrama begitu lama
" saya pamit duluan ya pak..besok masih harus bekerja" Una pamit pulang
" kau pikir cuma kamu saja yang bekerja?"
Una tersenyum..
" sebaiknya kita harus segera pulang dan istirahat..tak terasa tiba-tiba sudah begitu larut"
" ayo ku antar kamu pulang Una" Leo menawarkan
Una menoleh pada aji
" ya..kalian sejalan kan..lebih baik jika kalian pulang bersama..wanita harus aman"
" baiklah.."
Una dan Leo pun berjalan menuju rumah, aji masih memandangi mereka dari jauh..
aji adalah orang yang berharap bisa bersama Una tadi, tapi justru Leo yang mengantarkannya pulang
" bukannya besok tim mu ada kegiatan di luar??"
" iya pak..karena kami harus segera menyelesaikan proses iklan Maliq"
" kalian sangat bekerja keras"
__ADS_1
" tentu saja kami harus bekerja keras" Una tersenyum
" terimaksih Una..karena mu aku bisa banyak berubah.."
" bukan karena saya..tapi karena bapak sendiri..meski saya bicara panjang lebar menasehati anda, jika anda tak ingin maka ini tak akn terjadi..tapi meski pun saya hanya bicara sedikit, jika anda punya niat..pasti ini tetap akn terjadi..benar kan??"
" kamu benar..selama ini aku menganggap kalau semua baik-baik saja..aku tidak tau jika sikap ku membuat orang-orang di sekitarku menjadi tidak nyaman..mungkin karena aku memang di besarkan di lingkungan yang tidak banyak bicara..ayah ku orang yang jarang bergaul kecuali dengan teman kerja nya..sementara ibu ku, dia lebih suka di rumah, meski kami sering kumpul bersama tapi tak banyak yang kami obrolkan..sepertinya itu terbawa sampai aku dewasa"
" tapi bapak hebat lho, meski itu sudah jadi kebiasaan tapi bapak bisa merubah nya dengan lebih cepat..tidak semua orang seperti itu..biasanya mereka yang bisa berubah dengan cepat karena adanya pemicu..apa bapak sedang jatuh cinta??"
Leo terbatuk, dia tidak menyangka jika Una menanyakan itu...
" atau jangan-jangan sekarang anda sedang berkencan dengan seseorang??"
" kenapa kamu menanyakan itu?"
" maaf..apa saya terlalu banyak tanya??hehehe..hanya saja saya merasa senang dengan perubahan anda sekarang..teman-teman banyak yang memuji anda juga"
" benarkah??"
" tentu saja..seharusnya anda seperti ini dari dulu...anda harus sering-sering berkaca dan melihat betapa manisnya senyum Anda"
mendengar pujian-pujian Una, Leo seperti sedang melambung..jika jatuh cinta, mungkin memang benar sekarang Leo sedang jatuh cinta..tepatnya jatuh cinta lagi..
" saya masih ingat seperti anda dulu.."
" seperti apa??"
" seperti sebelumnya..anda tidak banyak bicara, meski badan mu emmmm.." Una memperagakan tubuh yang gendut " tapi bapak adalah pria yang hangat,,,bapak juga nak yang cerdas..meski bapak tak banyak bicara tapi saat itu aku menyukainya.."
" lalu sekarang??"
Una menoleh, menghentikan langkahnya..dia harus menjawab apa dengan pertanyaan Leo..
" tentu saja saya juga suka bapak yang sekarang..tadi saya sudah bilang kan..semua orang seperti ya juga menyukainya"
" oohh.suka yang sama seperti yang lain ternyata"
" ya??"
" aku senang kamu memberikan kesan positif dengan perubahan ku sekarang..aku juga sangat berterimakasih dengan apa yang sudah kamu lakukan..aku berharap kita bisa menjadi seperti dulu lagi..bukan seperti orang-orang..tapi seperti aku dan kamu"
Una tidak mengerti dengan perkataan Leo
" iya..bapak juga hati-hati pulangnya"
Leo melambaikan tangannya dan pergi berlalu..Una memasuki rumahnya, menghempaskan badannya di kasur..2 orang itu, mereka adalah atasan Una, tapi tadi mereka lebih terlihat seperti teman..Una tak bisa membayangkan jika dia bisa sedekat itu dengan orang - orang hebat itu...
una keluar rumah dan hendak menuju ke halte bis, tapi saat keluar Leo sudah menunggu nya di depan
" pak Leo??"
" ayo berangkat bareng"
" tapi pak"
" tak usah takut dengan tanggapan orang lain..kita bertetangga..dan tujuan kita sama..sudah sepatutnya sebagai atasan yang baik aku memberikan tumpangan kepada bawahan ku"
" tetap saja saya tidak enak pak"
" gak enak buang aja..kasih ke kucing"
dia sudah mulai bisa melucu rupanya..
Una masih terdiam, merasa aneh saj dengan perubahan Leo yang seperti ini
" apa itu gak lucu??"
Una pun segera masuk ke mobil, Leo tersenyum karena dia berhasil membawa Una di mobilnya
" kamu akan kerja di luar kan??"
" iya"
" saat bekerja di luar..kamu harus datang lebih awal..karena banyak hal yang harus dipersiapkan"
iya benar..waktu itu dia bahkan sudah terlambat, yang lain sudah siap dan dia baru datang
" jika kamu naik bis jam segini...kamu bisa di tinggal sama yang lain"
" iya pak"
__ADS_1
" mulai sekarang ayo selalu berangkat bersama".
" ya??"
" kenapa??tidak mau??"
" bukan begitu pak..hanya saja ini akan sangat merepotkan bapak..dan lagi saya bukan karyawan yang spesial"
" kamu karyawan yang spesial"
Una terdiam
" spesial buat ku..karena kita adalah teman"
" oowhh..iya" Una tertawa garing
" kenapa??apa yang kamu pikirkan??"
" tidak..hehehe"
Una ingin turun d persimpangan sebelum kantor, tapi leo terus melaju dan membawanya ke tempat parkir kantor
Una tengak tengok ke sekeliling sebelum keluar
" kamu takut orang-orang akan mengunjungi mu karena kita berangkat bersama??"
" itu.."
" sudah ku bilang jangan khawatir..aku sedang berusaha menjadi atasan yang baik."
mereka berjalan bareng menuju lift, saat masuk tak ada siapapun, setelah sampai lantai 1 pintu lift terbuka, udah bersiap masuk beberapa orang di sana, ada Alex, Edo, Siska dan besti, kemudian menyusul pak Ferdi..mereka semua timnya Una
" kok bapak sama Una barengan??" celetuk Edo
semua yang di dalam lift sedang menunggu jawaban Una dan Leo
" kamu kebetulan ketemu tadi Edo" jawab Una
" rumah kami berdekatan..jadi kami berangkat bersama" Leo menjawabnya tanpa ragu, Una berharap dia menjawab dengan alasan yang tidak terlalu mencolok, atau mungkin diam saja karena Una sudah menjawabnya
" kalian tetanggaan??"
" ya".
" waahh.."
Una tak mau banyak bicara lagi..mereka pasti berpikir macam-macam ini
benar saja saat keluar dari lift mereka semua langsung menggempur Una dengan banyak pertanyaan
" kamu yakin gak apa-apa kan un??kamu gak sedang memendam sakit hati kan sekarang??" Siska mulai bertanya
" kenapa begitu??"
" pak Leo kan orang nya seperti itu"
" dia sudah berubah sekarang..kalian lihat kan??dia mulai lebih ramah"
" kalian tidak sedang ada hubungan kan??"
" hubungan??tentu saja..hubungan atasan dan bawahan"
" aku lihat kalian seperti dekat sejak awal..pas kamu baru masuk juga dia langsung tersenyum padamu"
" itu karena aku sangat cantiiikkk" Una berusaha mengalihkan pembicaraan. dan mulai bercanda..dia tak mau bicara apapun tentang hubungannya dengan Leo, akan semakin membuat yang lain salah paham
Alex terlihat cemburu, dia merasa kalau saat ini dia sedang banyak saingan, sepertinya banyak yang menyukai Una, terlebih mereka adalah orang-orang hebat
" apakah aku masih ada harapan??" gumam Alex
" tentu saja" tiba-tiba Una muncul
Alex yang kaget dengan hadirnya Una
" kapan kamu di sini??"
" sudah dari tadi"
" tadi masih sama Siska"
" mas Alex sedang banyak pikiran kah??Bahakan tak melihat saat aku sudah duduk di sini sejak tadi..apa yang membuat mu begitu kepikiran??"
__ADS_1
Alex menatap Una..andai dia tau apa yang sedang dia pikirkan
" kamu"