Cinta Ku Terhalang Level

Cinta Ku Terhalang Level
episode 25 : masih berjuang


__ADS_3

Regan berjalan perlahan masuk ke dalam binatu, dia bahkan tak mau menyapa meski sudah di sapa aji terlebih dahulu..


Una tau kenapa Regan seperti itu


" ohh mas Regan..silahkan mas..wah tumben ini hanya sedikit"


" tolong cicilan ekspres ya pak"


" siap mas Regan..mau segera di pakai ya?"


" saya mau pindah pak, jadi biar sekalian bersih dan saya bawa"


" lho kok cepat sekali..gak kerasan tinggal di sini"


Una merasa bersalah, Regan pasti sudah benar-benar menyerah sekarang, tapi inilah memang seharusnya, dia menyerah dan memilih hidup yang semestinya..aji melihat wajah Una, terlihat sedih, aji faham dengan perasaan Una, dan sepertinya Una masih sangat mencintai Regan, hanya saja dia tak bisa bersamanya lagi..


" tempat ini enak pak, sebenarnya saya kerasan..tapi saya tetap harus pergi..seseorang gak suka saya ada di lingkungan ini"


" masak ada yang gak suka..mas Regan lho buaik, ganteng, terkenal..saya pamer ke istri saya kalau punya pelanggan artis..hahaha..istri saya belum sempat ketemu mas Regan sudah mau pindah"


" salam buat istri bapak ya dan tolong ini segera di selesaikan"


" siap..siap..mas Regan"


Regan berpamitan


sesampainya di depan, dia bahkan tak mau menengok ke arah Una dan aji,


" sepertinya Regan marah"


" biarin aja lah kak..gak usah di tanggapi"


" kamu baik-baik saja kan un?"


" tentu saja..emang apa yang membuat aku gak baik-baik saja"


" masuk aja sana..nanti di cariin bos mu"


Una pun pamit masuk


aji berlalu pergi, tidak langsung kembali ke rumahnya, aji justru berbelok ke arah rumah Una, dia berhenti tepat di depan rumah Una, melihat sekeliling, dia melihat Regan..


" butuh bantuan??" sapa aji


Regan hanya melambaikan tangan tanda tidak perlu


" kenapa datang kesini??bukankah wanita mu sedang tidak di rumah" ucap Regan


" wanitaku??oohh Una..aku hanya iseng lewat saja..kebetulan melihatmu jadi aku datang untuk menyapa..tapi..apa kamu gak mempersilahkan aku masuk?"

__ADS_1


" rumah ku berantakan karena masih banyak yang aku bereskan..jika tak keberatan kita ngobrol seperti ini saja" balas Regan sembari membereskan barang ke dalam kardus


" bukankah kurang etis jika kita berteriak-teriak seperti ini"


Regan berhenti sejenak, wajahnya tampak datar menanggapi aji


" masuklah"


ajipun masuk ke dalam, dia berniat duduk di kursi


" jangan duduk di situ..kau bisa berdiri saja"


aji pun mengurungkan niat nya duduk sambil setengah heran, ada kursi tapi dia justru gak boleh duduk


" kenapa??gak mau berdiri..kalau begitu pergilah..gak ada yang meminta mu datang"


" gak apa-apa..aku sudah terbiasa berdiri"


" segera katakan apa mau mu..aku sangat sibuk"


" bukankah seharusnya ada staff mu yang membantu??mereka tak datang??"


" bukan urusanmu mereka datang atau tidak..lagipula bukan tanggung jawab mereka mengurusi pindahan ku"


" tapi kamu kan bos..setauku dulu Una melayani mu dalam segala hal"


Regan menghentikan pekerjaannya..dia mulai terlihat kesal


"aaaahh..itu..aku pikir untuk menggantikan mu tinggal di sini..ini sewa kan?"


Regan memperhatikan aji yang berbicara


"aku ingin bisa lebih dekat dengan Una, kau tau kami belum siap untuk tinggal bersama, jadi aku berniat menggantikan mu tinggal di sini biar bisa menjaganya"


" terserah kamu mau menjaganya, tinggal dengannya..itu bukan urusan ku..tapi cari tempat lain saja..jangan di sini"


" kamu mau pergi kan??dan lagi tempat ini akan kosong, pemiliknya pun juga pasti akan segera menyewakannya kembali"


" siapa bilang??gedung ini milikku..dari sini kesana semua milikku"


" tapi Una bilang ini semua sewa..setau ku pemilik gedung ini yang rumahnya ujung jalan, sejak kapan kamu memilikinya?"


" sejak hari ini ..segera.."


Regan mengeluarkan ponselnya, terlihat dia sedang menelepon seseorang


" bang Zein..segera hubungi pak Yudi untuk mengurus pembelian gedung yang aku tinggali sekarang, aku kirim alamat nya segera, beli berapapun harganya..asal orangnya mau menjual"


" kenapa..." Zein belum selesai menjawab ponsel sudah Regan matikan, dia menatap aji dengan penuh kesombongan

__ADS_1


aji terheran-heran dengan sikap Regan yang semakin kekanak-kanakan


" kau tidak perlu membeli semua gedung dan menghabiskan uang mu..aku bisa menyewa tempat lain"


" urusan ku mau membeli yang mana aja, uang ku banyak jadi tak masalah buatku..lagipula ini bisa jadi investasi jangka panjang"


" tapi kamu baru mau membelinya..kau bahkan belum bertemu pemiliknya..belum tentu Pemilik gedung mau menjualnya"


" kita lihat saja nanti"


Regan tipe orang yang spontan mengambil keputusan, entah karena cemburu atau takut jika Una semakin dekat dengan aji yang membuatnya membeli semua gedung di situ..


hati dan mulut sangatlah berbeda jauh, hatinya masih tak rela melihat Una dengan pria lain, tapi mulutnya terus mengatakan kalau dia tidak peduli...


Zein segera menyusul Regan, dia masih protes dengan ide Regan yang akan membeli gedung itu, tapi Regan berhasil meyakinkan Zein dan akhirnya Zein pun menyetujui..Zein adalah penyedia kebutuhan Regan, selama ini Regan hanya hidup seorang diri dan Zein lah yang selalu bersamanya...sebagai manager utama Zein bertugas menyaring semua pemasukan dan pengeluaran Regan, Zein pun harus tau alasan apa yang mendasari keputusan Regan..


selama Regan pindah ke rumah itu, Zein bahkan belum sekalipun datang karena Regan selalu meminta untuk membawa mobil sendiri, karena itu dia sedikit kaget ketika Regan memutuskan untuk membeli semua gedung tersebut


Una menatap rumah di sampingnya, terlihat gelap, pasti Regan sudah pergi..tak ada lagi suara-suara berisik..meski Una sering merasa jengkel dan kesal, tapi kini Una malah merasa rindu dengan kegaduhan yang selalu Regan buat, entah sikap Regan yang bikin Una pusing karena selalu mengganggunya..sepertinya Regan sangat kecewa sehingga memutuskan untuk pergi..


hari ini jadwal pemandu wisata untuk anak-anak, beberapa persiapan Una bawa agar anak-anak merasa nyama saat bersamanya..setelah sampai di tempat kerja, terlihat dari jauh kru film sedang melaksanakan syuting, Una berdiri menatap, belum tampak Regan di sana..


" kau ingin kembali kesana??"sebuah hembusan tiba-tiba muncul, Regan tepat berada di belakangnya, berbicara tepat di samping telinga ya


Una kaget dan mau jatuh sangking kagetnya, tapi Regan meraihnya dan memeluknya, dada Una berdegup kencang


" dada mu berdegup begitu kencang..aku sampai mendengarnya" ucap Regan menggoda


Una buru-buru melepaskan diri dari pelukan Regan


" itu karena aku kaget..tidak sopan mengagetkan orang seperti itu"


" aku sudah menyapa mu tadi tapi seperti nya kamu sedang asyik memikirkan sesuatu..jadi aku sengaja buat kamu kaget..aku takut kamu kesurupan kalau melamunkan sesuatu dan berpikiran kosong"


" aku tidak melamun..aku hanya sedang melihat.."


" melihat ke sana?" Regan menunjuk ke tempat syuting " kau ingin kembali ke sana??"


" kenapa aku harus kembali kesana" Ucap Una sambil berlalu pergi


Regan mengikutinya dari belakang


" benarkah??kau tak mau kembali ke sana??kembali saja..kau akan semakin merindukan ku jika sama sekali tak bisa melihatku..kau tadi sedang mencari ku kan?"


" kenapa kepedean banget sih"


Una berlari masuk, Regan melihatnya dengan senyum-senyum..awalnya Regan berniat untuk menjauh, keputusannya untuk pindah sudah tepat, dengan begitu Una tidak perlu melihatnya setiap hari, dan Regan yakin itu akan membuatnya rindu dengan Regan..dan sepertinya prediksi Regan benar...


perjuangan ini masih harus di teruskan, berjuang untuk melawan keinginan hati, berjuang untuk bisa terus bertahan..

__ADS_1


Una menoleh ke belakang, dia pun terus merasa gelisah dengan perasaannya sendiri..semakin ke sini bukan ingin melupakan tapi justru perasaan itu semakin kuat..


__ADS_2