Cinta Ku Terhalang Level

Cinta Ku Terhalang Level
episode 37 : rindu yang tak tergapai


__ADS_3

gina menyeret Zein keluar


" kenapa kamu membawa-bawa dia dalam kehidupan Regan?? bukankah kau sudah tau apa yang sudah dia lakukan selama ini??"


" akan lebih baik jika Una berada di sampingnya..bukankah itu akan bisa membantu dia mengingat semuanya..kamu juga tau kan bagaimana perasaan dia"


"apa maksudmu??"


" aku sudah tau hubungan mu dan Regan hanyalah sebuah hubungan palsu..jadi berhenti bersikap seolah kamu adalah kekasihnya"


" aku tak akan membiarkan kamu melakukan seperti mau mu..saat ini Regan sudah sangat menyukai ku..aku tak akan membuat nya kembali seperti dulu lagi"


" dia akan segera kembali mengingat semuanya!"


" ada apa dengan mu Zein..bukan kah kamu tau imbas jika dia terus bersama ku??dengan keadaan sekarang bukan kah itu akan membuat karir nya semakin baik..kamu harus berkaca dengan apa yang menimpa dia saat bersama Una dulu"


" aku tidak peduli seperti apa nantinya..karena satu-satunya keinginan ku adalah dia harus mengingat semuanya...tanpa mu dia bisa menjadi lebih dari sekarang..jangan berpikir semua terjadi karena adanya kamu"


Zein yang terobsesi dengan ingatan Regan, sementara gina yang terobsesi dengan Regan..membuat mereka bersaing dan berada di kubu yang berbeda


Una masih berdiri, terpaku menatap Regan..terlintas keinginan untuk mengakui semuanya, tapi sepertinya itu tak akan bisa, tak ada bukti yang menunjukkan bahwa dia dan Regan adalah pasangan..jika saat ini Regan lebih percaya hubungannya dengan gina, wajar saja karena banyak bukti yang mengarah tentang mereka..


Regan awalnya biasa saja, tapi semakin lama dia merasa penasaran dengan gadis yang ada di depannya itu


" duduk lah"


Una tersentak..beberapa saat lalu dia masih memikirkan bagaimana caranya menghadapi Regan , dan kini Regan telah membuka suara untuk meminta dia duduk


Una mengangguk


" jadi kamu asisten pribadi ku??"


Una masih belum bisa menjawabnya, dia masih bingung, dia takut salah saat menjawabnya


" tadi bang Zein mengatakan itu"


Zein masuk bersama dengan gina, gina merasa tidak suka dengan hadirnya Una, tapi dia tidak bisa berkata apa-apa karena ada dukungan Zein kepada Una,,seperti sebuah pertarungan mempertaruhkan kepercayaan..


" Una akan terus bersama mu di sini"


" kenapa dia harus di sini??aku yang akan menjaga mu" gina menimpali


" bukankah kau bilang sedang sibuk..lakukan saja pekerjaan mu, karena Regan sudah ada aku dan juga Una"


gina menatap tajam ke arah Zein, gina takut Zein akan berusaha mencuci otak Regan saat dia tak ada, gina tak mau membiarkan itu terjadi..


" aku bisa melakukannya lain kali..Regan sekarang lebih penting..iya kan sayang"


" pergilah..aku gak apa-apa..jangan karena aku pekerjaan mu jadi tertunda-tunda"


" tapi aku mau nemenin kamu terus"

__ADS_1


gina berucap manja


serasa risih mendengarnya, Regan saja terlihat tak nyaman dengan sikap gina..


" pergilah"


Zein tiba-tiba meraih tangan guna,


" ayo keluar..manager mu sudah menunggu"


" kenapa kamu memaksa aku pergi..Regan ingin aku bersama nya"gina memberontak


" apa kamu tuli..dia meminta mu untuk pergi"


Gina di dorong keluar oleh Zein, dia berusaha untuk masuk kembali tapi pintu sudah terkunci rapat


" lihat aja Zein, kamu akan dapet balesannya dari aku..jangan main-main kamu ya" teriak gina


tapi akhirnya Gina pun terpaksa diam, beberapa orang terlihat melihat ke arah dia, dia gak mau image nya sebagai seorang artis jadi tidak baik karena menyebabkan keributan di rumah sakit, dia pun akhirnya pergi dengan perasaan kesal


sementara di dalam, Zein kembali memperkenalkan Una kepada Regan


" dia adalah asisten pribadi mu, jadi kamu gak usah sungkan untuk meminta bantuannya..dia akan selalu berada di sisi mu"


" benarkah..itu lebih baik..aku jadi tidak perlu khawatir jika menginginkan sesuatu..tapi bang, apa tidak apa-apa jika aku terus meminta bantuannya?"


" tentu saja tak apa-apa..kita sudah membayarnya..benar kan un"


Una mengangguk


Una tidak mengerti dengan maksud Zein, selama ini dia adalah orang yang mentang hubungannya dengan Regan, tapi saat ini dia adalah satu-satunya orang yang berusaha membuat Regan dekat dengannya..Una melihat ke arah Zein, mengisyaratkan bahwa dia tidak mengerti


" kami tinggal bersama??" Regan penasaran


" tentu saja..asisten pribadi harus tinggal dengan tuan nya..karena dia yang akan melayani semua kebutuhan mu, mengatur jadwal mu..kenapa??"


" aku hanya kaget aja bang..bukan kah itu tidak seharusnya..kita bahkan biakan suami istri..bagaimana bisa tinggal bersama"


" itulah yang sudah kamu jalani selama ini..Una akan membantu mu mengingat semua nya..kamu harus kembali menjadi Regan yang dulu"


muka Zein terlihat begitu mengerikan, kepolosan Regan membuat nya menjadi begitu tertekan..


Una masih belum percaya dengan apa yang sudah dia dengar, dalam sekejap dia menjadi asisten Regan dan kembali tinggal dengan ya..padahal kemarin dia masih sangat takut kalau saja hubungan mereka akan terbongkar..apakah ini akan baik-baik saja??


Una memberikan beberapa makanan kepada Regan, Una bahkan tak berani menatapnya, dia sangat ingin memeluknya, ingin menyemangatinya, tapi hal itu tak akan mungkin pernah dia lakukan, saat ini dalam ingatan Regan ada gina sebagai kekasihnya..


" apa gina sudah menghubungi ku?? bisa kah kau bawakan ponsel ku kemari??"


" iya mas"


Una pun mengambilkan ponsel untuk Regan..dia tersenyum saat melihat ponselnya, seperti ya sesuatu yang menyenangkan sedang terjadi

__ADS_1


" aku bersyukur karena memiliki kekasih seperti gina..bukan kah menurut mu begitu?"


Una mengangguk


" dia cantik dan juga sangat menyayangi ku"


dengan bangga Regan mengatakan itu kepada Una, andai Regan tau seberapa sakit nya hati Una mendengar itu


" apa kamu sudah punya pacar un??"


"ya?"


" kalau kamu punya, aku ingin meminta maaf kepada nya karena sudah melibatkan mu, sehingga tak bisa membuat kalian menikmati masa pacaran kalian karena kamu harus merawat ku"


Una menggeleng


" tidak punya??oh maaf..kamu cantik dan juga sangat baik..sayang sekali kalau belum ada yang kamu kencani...orang yang mendapatkan mu pastilah orang paling beruntung"


Una tersenyum pahit, kekasihnya Bahakan tak mengingatnya sama sekali, bagaimana bisa dia menyebutnya ada..


" maaf ya un karena harus merepotkan mu"


" gak apa-apa mas..sekarang yang terpenting mas Regan sehat dan kembali pulih lagi"


Regan tersenyum..begitu dekat mereka saat ini, tapi perasaan rindu Una kepada Regan begitu dalam..bagaimana mungkin sedekat ini tapi Una tak bisa meluapkannya, dia harus menahan kerinduan nya..menahan rasa sakit karena Regan terus mengatakan kalau dia menyukai gina...


akhirnya Regan bisa kembali pulang setelah beberapa hari di rawat, Zein memapahnya masuk ke rumah, Una menyiapkan semuanya..sementara gina yang selalu nempel kepada Regan, seakan tak ingin terlepas, tak kesempatan buat Una mendekat


" sayang duduk lah"


" makasih ya"


mereka saling mengumbar senyum..seperti dua orang yang sedang kasmaran..


Zein melihat ke arah Una, Zein mengerti kalau Una pasti merasa itu sangat sakit


"aku harus syuting dulu sebentar..gak apa-apa kan kalau aku pergi??aku akan segera balik..aku janji" ucap gina manja


Regan mengangguk


Zein merasa muak dengan tingkah gina yang sok perhatian dan paling mencintai Regan, sekarang dia terlihat menang, karena bisa menguasai Regan


" re..apa belum ada yang kamu bisa ingat setelah kembali ke rumah??""


Regan menggeleng


ada kekecewaan di mata Zein, begitu pun Una


" kamu istirahat lah..kamu harus segera pulih re..beruntung tidak ada jadwal syuting atau pun iklan, jadi kamu bisa istirahat..aku akan menolak tawaran yang masuk sampai kamu benar-benar pulih"


Una sudah selesai menyiapkan kamar Regan, dia menatap ranjang itu, ranjang saat mereka memadu kasih, dan kini itu hanyalah kenangan indah yang hanya Una yang bisa mengingatnya..

__ADS_1


Una memapah Regan untuk masuk ke kamar, menempatkannya di atas kasur


tapi setelah Regan hendak naik ke kasur, tiba-tiba kakinya terpeleset dan menarik lengan Una hingga mereka berdua terjatuh di atas kasur, tubuh Regan menindih Una..mereka saling menatap, Regan merasakan sesuatu yang berbeda, seperti sesuatu yang gak asing untuknya...


__ADS_2