
Una menatap keluar jendela bis..dia membuka jendela sedikit untuk merasakan hembusan angin malam..pikirannya terus saja tak bisa memahami..apa yang membuat Maya jadi seperti itu .mereka berdua tidaklah kenal dengan baik..mereka hanya Aling sapa saja..apa yang membuat nya bersikap seperti itu..apa karena memang dia sangat menyukai aji??bukankah seharusnya dia mengatakannya langsung saja..
" dia pikir aku siapa??" Una mendengus
esoknya Una bertemu aji di depan lift..
Una pura-pura tak melihatnya..
" pagiii""
Una hanya menoleh sesaat dan langsung menghadap depan lagi
" apa ini??kamu mengabaikan ku??"
" berhenti sok dekat dengan ku..aku tak mau ada yang salah paham dengan hubungan kita??" Una masuk ke lift
" apa ada yang seperti itu?? Regan??"
" ini tak ada hubungannya dengan dia..kenapa malah mengaitkan ini dengannya"
" setau ku hanya dia yang begitu terobsesi pada mu"
" ada juga yang terobsesi dengan mu"
" benarkah??"
" kamu bangga??"
" tentu saja..aku tak menyangka jika aku juga populer kan"
" kamu menyombongkan diri sekarang??lihat diri mu...apa kamu sedang berusaha merendah atau gimana??jika ada yang tak terpikat oleh mu bukankah dia gadis yang bodoh??"
" apa artinya kamu termasuk gadis bodoh itu??"
" ya??"
" kamu menolak ku dan tak tertarik pada ku..artinya kamu bodoh juga kan??kamu sendiri lho yang ngomong"
" ya..anggap saja begitu"
" kamu lebih milih jadi orang bodoh dari pada mengakui kalau kamu menyukai ku"
Una merasa terjebak dengan kata-katanya sendiri..
" siapa dia??"
" apa??"
" yang kamu bilang terobsesi pada ku..aku akan mempertimbangkannya jika dia memang cantik dan menarik"
" apa cantik dan menarik saja yang kamu butuhkan??"
" itu lah laki-laki"
" sepertinya aku harus hati-hati dengan mu"
" kenapa??"
" semoga hari mu menyenangkan" bukannya menjawab, Una malah mengucapkan salam pada aji sambil menundukkan kepalanya..mereka sudah berada di dalam kantor, akan tampak canggung jika orang lain melihat mereka dengan keakraban yang seperti itu..
Una duduk di kursinya..beberapa tumpukan kertas sudah berjajar rapi menantikan nya untuk segera membuka nya...
" aaarrhgggh.." Una mendengus..merasa kalau hari ini membuat nya tidak nyaman..kenapa dia harus berada di situasi seperti ini
" apa kamu kurang enak badan??" Alex tiba-tiba mendekat..menempelkan tangannya di dahi Una
" enggak panas tu"
Una pun mengikuti menempelkan tangan nya sendiri ke dahinya
" memang.."
" lalu kenapa kamu banyak menghela nafas??kamu tidak sedang sakit asma kan?"
__ADS_1
" aku tidak punya riwayat seperti itu"
Alex menatap Una dengan mata jernihnya, tersenyum tipis..
" apa kamu kenal baik dengan Maya??"
" Tim sebelah??"
Una mengangguk
" tidak terlalu banget sih..hanya saja kami para lelaki pasti tau dia siapa"
" begitu kah??wajar sih..dia cantik..pasti jadi idaman banyak pria"
Una kembali menghela nafas
" apa itu mengganggu mu??"
" bukan karena dia cantik..bukan kah dia bisa mendapatkan siapa saja dengan wajah nya itu..kenapa dia harus seperti itu pada ku" Una menundukkan wajahnya..
" apa dia yang mengganggu mu?"
" entahlah..ini membuat ku frustasi"
Alex tidak melanjutkan lagi, dia tau Una tak ingin membicarakannya..
" gak usah khawatir...kamu tidak sendirian di sini..kami semua adalah orang yang akan membela mu jika ada yang mengganggu mu"
Una menoleh, melihat Alex..menatapnya seperti tak berkedip, Alex jadi merasa takut dengan sikap Una
" kenapa melihat ku seperti itu??"
" apa memang dia seperti itu??"
" siapa??
" Maya"
" seperti itu gimana maksudnya??"
" aku tidak tau pasti nya sih..hanya saja dia punya kuasa dominan meski sebenarnya kami ada dalam posisi yang sama"
" kenapa begitu??apa dia punya backing di sini??"
" bukan backing sih..lebih tepatnya dia dekat dengan atasan"
" oh ya?? siapa??" Una mulai kepo
" pak aji" Alex berbisik
Una menutup mulutnya agar tidak berteriak..Una kaget dong..benarkah Maya dekat dengan aji??setau Una aji bahan tidak bisa berpaling darinya..apakah selam ini aji sedang membodohi ya, pura-pura tak bisa lepas..jika memang benar mereka dekat, maka itu akan sangat baik..
" benarkah??"
" dia selalu mengatakan itu.."
" maksud nya??"
" dia itu cantik..dia juga pintar dan juga berprestasi karena banyak mendapatkan kontrak dengan para artis ataupun klien..dia selalu mengatakan kalau selama ini dia selalu di dukung oleh pak aji, dan kabar kalau mereka dekat langsung menyebar kemana-mana..makanya meski dia cantik dan banyak yang kagum..tidak ada yang berani mendekatinya karena dia milik pak direktur"
" maksud mas Alex..hanya dia saja yang mengatakan itu?? terus pak aji?"
" jika itu tidak benar tentu pak aji akan membantahnya..tapi buktinya sampai sekarang tetap diam saja..artinya rumor itu benar..rumor kalau mereka ada hubungan spesial"
Una menelaah Setipa ucapan Alex..jika benar mereka ada hubungan, bukan kah seharusnya aji tau siapa yang di maksud Una tadi
" aahh..sudahlah..aku tak ingin memikirkan itu"
" kenapa kamu terlihat begitu memikirkannya??apa kamu naksir pak aji??"
" apaan sih..tentu saja tidak.."
" ku akui kamu juga cantik..tapi lebih baik mundur saja..kamu cocok nya dengan orang seperti ku..pak aji terlalu tinggi buat mu" Alex mengatakan itu sambil tertawa, seolah sedang meledek, padahal di hati kecilnya memang itulah harapannya
__ADS_1
" aku juga ingin jadi Cinderella.."
" ohh..kamu benar naksir pak aji?? cukup aku yang tau..jika ada orang lain tau..kamu bisa habis..bisa-bisa kamu akan di usir dari kantor ini" Alex berbisik
" itu tak akan terjadi..karena aku tidak seperti itu"
" syukurlah..aku belum siap kehilangan orang unik seperti mu"
" ee..unik??"
" segera bekerja..jangan mikirin apapun..cukup pikirkan aku saja"
" NO!! aahhh..kenapa tugas hari ini banyak sekali" Una mengalihkan pembicaraan nya..Alex tersenyum kemudian kembali ke meja nya
siang ini Una bergabung dengan yang lain untuk makan di kantin..
" kamu gak masak hari ini??" tanya Alex
" aku bangun kesiangan.."
" minum mu mana?"
" ah iya.."
Una meletakkan makanannya dan hendak mengambil air minum..segelas air sudah dia bawa dan hendak kembali ke kursi nya bersama dengan yang lain
Una melihat ke arah maya..dia malas sekali karena harus melewati Maya dan juga teman-temannya..
seperti biasa si cantik itu terlihat begitu elegan, beberapa kali terlihat dia melihat ke arah Una, berbisik-bisik kemudian beberapa dari yang lain juga melihatnya
" apa mereka sedang membicarakan ku" batin Una
Una berjalan santai, dan pas saat dia hendak melewati Maya, tiba-tiba kaki panjang berusaha menghalangi jalannya..Una reflek dan langsung melompat, dia sempat akan jatuh tapi masih selamat, tapi air di tangannya langsung tumpah ke wajah Maya..
" maaf mbak..tadi aku kesandung ..ada kaki liar yang tiba-tiba nongol"
si pemilik kaki merasa tidak terima saat kakinya di bilang kaki liar
" apa maksud mu kaki liar??jelas-jelas kamu yang jalan gak pake mata"
" jika bukan liar kenapa kaki mu keluar jalur??kamu tau ini tempat buat orang jalan kan?"
Maya merasa tidak terima dengan apa yang sudah di lakukan Una
" kamu sengaja kan melakukan ini!!!" dia berteriak
" apa aku terlihat sengaja?? kaki teman mu yang menghalangi ku"
" jangan mencari alasan hanya agar kamu terlihat tidak bersalah"
" jangan merasa menjadi korban hanya untuk membuat orang lain bersalah..padahal itu adalah niat mu sejak awal"
" berani kamu jawab aku ya" Una menangkis tangan maya yang hendak memukulnya .dia tidak tau saja Sejago apa Una kalau soal mukul memukul..bahkan sekelas gina saja dia buat tersungkur..
" jika ingin membully .bukan disini tempat nya..ini tempat orang bekerja..mbak Maya salah orang jika menganggap ku sebagai musuh.."
yang melihat mereka merasa khawatir, terutama tim Una..
Alex segera menghampiri Una..
pas saat aji akan membawa Una pergi..tiba-tiba restu, Leo dan juga aji sudah mendekat ke mereka
" kamu kenapa un??" tanya restu
Maya kecewa dengan sikap restu, restu adalah kepala tim Maya, tapi dia malah lebih peduli pada Una
" kamu gak apa-apa??" tanya leo
aji mendekat dan langsung meraih tangan Una yang saat itu sedang di pegang Alex..
" kamu tak apa-apa?" tanya aji, pandangan aji tak bisa di lukiskan lagi...dia terlihat begitu khawatir..
Alex,aji, restu dan Leo yang saat itu mereka semua ada di situ, mereka semua mengkhawatirkan Una
__ADS_1
sementara yang lain terutama Maya..mereka terbengong..karena yang sedang menjadi korban paling parah adalah Maya yang tersiram air, tapi semua malah mengkhawatirkan Una..ada apa dengan mereka semua...