
Regan menuju mobil dengan perasaan heran, bagaiman mungkin Una meminta nya untuk tau sementara dia sendiri tak mau mengatakan apa maunya..keputusannya untuk pergi sudah benar menurut Regan, karena dengan begitu dia akan menghindari perang dunia hanya karena sesuatu yang bahkan tidak dia pahami..
baru akan menyalakan mobil, tiba-tiba kaca mobil nya di ketuk seseorang, Regan membuka kaca dan terlihat gina yang menghampirinya
Regan kaget dan terkejut dengan kehadiran gina yang tiba-tiba, kenapa dia bisa tau Regan ada di sini..Regan pun sedikit risau, jangan-jangan Regan melihat dia bersama Una
" masuk" ucap Regan
gina langsung masuk,,beberapa saat mereka terdiam, dan gina pun memulai percakapan
" jadi karena itu??"
tanya gina
Regan menoleh." karena gadis itu kamu bersikap seperti ini ke aku??bukan kah kalian sudah putus??dan bukankah dia udah menyakiti mu dan yang membuat karir mu sempat hancur??"
Regan terdiam
" kenapa cuma diam re??kalau kamu memang masih ada rasa sama perempuan itu, seharusnya kamu gak memulai nya dengan aku..seharusnya aku sadar sejak awal kalau kamu memang gak ada perasaan ke aku"
" kenapa kamu bertahan jika kamu sudah tau?? bukan kah seharusnya kamu pergi??"
Una menatap tajam ke arah Regan, dia tidak menyangka kalau Regan bisa berbicara sekejam itu padanya
" kok bisa ya kamu ngomong gitu??padahal semua berawal dari kamu..kamu yang mengumumkan hubungan kita, Bahkan tanpa ada diskusi dengan ku"
" Gin..dengerin aku..okey..aku salah..aku minta maaf banget karena sudah membawa mu masuk ke skenario ku..karena kamu sudah melihat nya..sekarang gini..aku memang sekarang sudah balikan sama Una, dan memang benar jika waktu itu aku hanya sedan spontan mengatakan itu karena untuk membuat Una cemburu"
gina mendengar ucapan Regan merasa sangat terpukul, kenapa Regan Setega itu memanfaatkannya, padahal dia tulis sayang sama Regan, gina menangis, tak sanggup mengatakan apapun
" aku minta maaf gin..aku udah salah banget..ya aku pikir tujuan kita sama, kamu pun dapat keuntungan kan dari ini??drama kita rating nya bagus, dan film kita juga banyak yang menunggu.."
" terus mau mu apa sekarang??terus begini??berharap aku tetap bersama mu untuk sebuah kesuksesan??kamu jahat re!!"
" iya aku memang sejahat itu gin..kau bisa menolak nya jika tak mau..dan aku akan segera membuat pernyataan kalau kita sudah putus"
" bagaiman bisa kamu berbuat seperti ini pada ku..kamu tau film ini sangat penting buat ku kan??"
" karena aku tau itu..makanya aku tak ingin memutuskan mu sekarang..karena aku masih mikirin kamu, setidaknya kau memikirkan mu sebagai teman ku..memikirkan karir mu..aku akan merasa sangat bersalah jika karena aku, karir mu jadi tidak baik"
" apa kamu pikir karir mu akan tetap baik??popularitas mu kembali naik karena mereka juga menyukai ku .bayangkan jika mereka tau ini hanya akal-akalan mu saja??dan bayangkan kalau sampe mereka, fans mu tau kalau idolanya ternyata kembali menjalin hubungan dengan orang yang sudah merusak karirnya..bayangkan seperti apa kecewa nya mereka"
" tidak bisa kah kamu bertahan dulu sebentar..ayo kita pertahankan semuanya demi karir kita masing-masing..kita hanya perlu bersikap biasa saja"
" waahh..bisa kamu ya berpikir begitu re??kamu bahkan gak mikirin perasaan ku, kamu tau benar aku suka sama kamu, dan sekarang kamu ngomong seperti itu..kamu tau udah nikam aku, terus kamu cabik-cabik..sakit re"
" maafin aku gin..aku akan mengikuti mau mu gimana sekarang..mau lanjut atau putus kan untuk mengakhiri??semua tergantung pada mu..tolong jangan mendesak ku untuk mengerti..pikiran ku pun lagi kacau sekarang"
" bukan cuma kamu yang kacau..aku lebih kacau..bagaiman bisa aku menyukai pria breng*ek seperti mu"
gina pun segera beranjak keluar, dia membanting pintu mobil dengan sangat keras, hatinya hancur sehancur-hancurnya, orang yang dia sayang, yang dia pertahankan meski dia tau tidak menyukai nya, yang dia yakini suatu saat akan menyukai nya, ternyata malah membuat dia sesakit ini dan juga memanfaatkannya..
Regan semakin galau, jika memang gina memutuskan untuk mengakhiri maka biarlah berakhir, mungkin dengan begini Una akan bisa memaafkannya, tapi di lain sisi dia juga khawatir dengan apa yang akan terjadi nanti, akan kah penggemarnya akan menerima??Regan teringat akan janjinya kepada Una, bahwa seperti apapun nanti yang terjadi, dia akan tetap memilih Una, mungkin memang ini lah saat nya dia jujur kepada semua...
__ADS_1
**
sepagi ini Regan sudah berada di depan rumah Una, dia berharap Una segera keluar dan melihatnya, biasanya dia sudah bangun untuk olahraga, tapi ini masih sepi, lampu rumahnya juga masih mati..
Regan hendak menelpon Una, tapi belum sampai dia memanggil, Una malah sudah berada di sampingnya
" mas Regan??"
Regan menoleh
"kenapa pagi-pagi sudah di sini??apa kamu gak tidur semalaman dan menunggu di sini?tapi aku tadi gak lihat mobilmu deh kayak nya"
" aku baru datang kok un..aku sengaja datang pagi buat ketemu kamu lebih awal" ucapnya basa basi
" mau ngapain..masih banyak waktu kan??apa mas Regan niat mau ngajakin putus??jadi pengen cepet-cepet ketemu?"
Una sudah berpikir macam-macam
" enggak lah..bagaimana mungkin kita putus..kita akan sesama selamanya..sampai maut memisahkan"
"cckkk..apa itu cara buaya merayu wanita??"
" siap yang kamu panggil buaya??aku??"
" bagaimana kalau ada paparazi, mereka akan kembali menyebarkan rumor, kamu harus lebih waspada lagi, jangan buat kak Zein bekerja terlalu berat..kamu itu bener-bener udah keterlaluan"
" seperti ya memang begitu kan??aku sangat keterlaluan" jawab Regan lirih
" masalah??tentu saja..masalah nya adalah kamu yang marah dan tak memaafkan ku.."
" datang kesini pagi-pagi hanya untuk minta maaf??"
" ini penting buat ku..apa gak penting buat mu??"
" enggak tuh..aku terlalu malas Sam pria yang gak peka"
" gina sudah tau" ucap Regan
Una yang mendengarnya pun seketika terdiam
" kamu memberi taunya??"
tanya Una
" dia yang tau sendiri"
" bagaimana bisa??"
" dia memergoki kita semalam, tapi sepertinya dia sudah menguntitku sejak awal, dan dia muncul setelah aku mau pergi"
" terus giman dong??" Una mulai merasa khawatir
" tidak bisa kah kamu ajak aku masuk dulu??di sini dingin banget nih" ucap Regan sambil mengusap-usap tangannya
__ADS_1
" kita ke tempat lain aja, jangan ke rumah ku"
Una pun berbalik arah, membawa Regan ke taman bermain
" kenapa kita ke sini??bukan kah di rumah mu akan lebih aman??"
" tidak aman buat ku" jawab Una
Regan mengerti maksud Una, dia menggaruk-garuk kepalanya
" aku sudah bilang kan, kalau aku akan tetap bersamamu apapun yang terjadi" Regan memulai " jadi gak khawatir dengan apapun, aku akn tangani ini, aku mungkin memang jahat sudah memanfaatkannya seperti itu, tapi ini juga bukan cuma buat ku, dia juga mendapat ketenaran berkat aku"
" tidak bisakah kamu tidak menyombongkan diri terus??"
" aku tidak sombong, ini fakta lho"
" meski begitu, seharusnya kamu lebih punya perasaan, jika dari awal kamu tau gak akn menyukai nya, bukankah seharusnya kamu mengakhirinya dari awal, setelah dia terjerat oleh rayuanmu dengan gampang kamu meninggalkannya..kamu pikir dengan hanya minta maaf semua selesai??"
" kenapa kamu malah membelanya sih un??"
" aku kasian aja lihatnya"
" jadi kamu mau aku terus sama dia gitu??"
" ya enggak juga..cuma cara kamu itu yang aku gak suka"
Una berdiam, kenapa setelah mendengar cerita Regan dia menjadi lebih jengkel lagi
" bukankah seharusnya sekarang kamu lebih seneng karena akhirnya gina tau??"
" iya aku seneng..tapi aku juga kasian sama dia..aku ngrasa ini gak adil banget buatnya"
" aku kudu gimana sih??!" Regan mulai putus asa, kenapa sekarang malah jadi di salah-salahin terus
" mau kamu sebenarnya apa sih un??dari semalam lho aku tu gak tau mau kamu apa..aku sudah berusaha untuk mengalah"Regan mulai bicara keras
" kok kamu malah jadi ikutan marah sih mas??ikannya tadi kamu niat nya mau minta maaf??"
" aku sudah lakuin itu dari semalam un, tapi aku gak ada benarnya di mata kamu"
" itu karena kamu nya yang gak peka mas"
" gak peka gimana sih??"
" harusnya kamu itu tau mau aku tu gimana..dengan sikap kamu, cara kamu memperlakukan gina kemarin, harusnya kamu itu bisa lebih membawa diri dan tau maksud aku tu gimana"
" aku manusia biasa un bukan dukun, bukaan ahli nujum..gimana bisa tau mau kamu apa kalau kamu nya gak ngomong ke aku"
" udahlah mas..seperti ya kita memang belum bisa bicara saat ini..yang ada kita akan terus bertengkar dan bertengkar..setidak nya selesaikan dulu masalahmu sama gina, minta maaf lah dulu ke dia, dia adalah korban yang paling berat di sini, bukan aku atau pun kamu..setelah itu baru kita bicara lagi"
Una langsung berlari pergi meninggalkan Regan yang masih heran dan bertanya-tanya dengan kemauan Una, Regan tak habis pikir kenap para wanita ini begitu sulit, mereka menuntut pria mengerti tapi mereka sendiri bahkan tak mau mengatakan apa maksud dan kemauannya..
apa benar jika Regan tidak peka?? si pria jahat ini, bertarung dengan emosi wanita yang di sayangi nya ternyata lebih sulit dari apapun..
__ADS_1