Cinta Ku Terhalang Level

Cinta Ku Terhalang Level
episode 45 : di tolak


__ADS_3

Regan dan Una duduk berdampingan di taman, mereka terlihat canggung untuk saling menyapa, tapi di dalam lubuk hati masing-masing ada kerinduan yang sangat..


" kamu baik-baik saja??" tanya Regan mengawali


" Seperti yang mas lihat..mas Regan juga seperti nya sangat baik..di lihat dari cara mas Regan datang ke sini..sepertinya sudah tak ada lagi masalah"


" tentu saja..aku bukan orang yang gampang trauma"


" oh ya??" Una setengah meledek


Regan tau maksud Una, dia sadar kalau ada hal yang memang menjadi trauma besar dan tak bisa dia lupakan


" aahh.kalau yang itu beda kasusnya"


" mas Regan sudah ingat semuanya??"


" tentu saja..karena itu aku di sini"


Una tak mengerti kenapa panti asuhan ini di sangkut pautkan dengan ingatannya yang kembali??


" karena ingatan ku sudah kembali semua, tanpa terkecuali..makanya aku bisa menemukan mu di sini dan datang kesini"


Regan melihat ke arah Una, Una yang terdiam seolah tak ingin mengungkit lagi hubungan mereka


" jadi sekarang mas Regan sudah menemukan apa yang mas Regan cari??"


" ya..hanya saja aku tak tau apakah itu bisa ku bawa kembali atau tidak"


" sepertinya mas Regan kali ini harus pulang dengan tangan kosong"


" kenapa??"


" karena yang mas Regan cari sudah merasa nyaman di sini"


" jadi kamu benar-benar tak ingin kembali??"


Una mengangguk " aku akan terus berada di sini"


" bagaimana bisa kamu akan terus di sini??ini panti asuhan lho"


" aku tau..karena itu aku akan bekerja di sini"


" kamu yakin dengan pilihan mu??"


" tentu saja"


" tapi di sini kamu ga kan dapat apapun un..aku tau gaji di sini sangat kecil"

__ADS_1


" siapa bilang aku gak dapat apapun mas??justru berada di sini aku dapat segala yang aku mau, perhatian, kepercayaan, kasih sayang..meski materi sangat kurang tapi di sini lah aku merasa lebih nyaman..semua orang saling menyayangi"


Regan terdiam, pastilah sangat sulit bagi Una memutuskan semua ini, selama ini dia bekerja keras dengan banyak tekanan, tekanan yang datang karena Regan


" lalu bagaimana dengan ku?" ucap Regan lirih


" mas Regan akan tetap bahagia meski tanpa aku"


" menurut mu begitu?"


" tentu saja..sebelum ada aku pun mas Regan adalah orang yang hebat, begitu pun saat aku gak ada..mas Regan akan tetap jadi orang yang hebat"


" masalah hati tidak bisa semudah itu un"


" benar..masalah hati memang tidak bisa semudah itu..terutama untuk rasa sakit"


kena lagi Regan, setiap kata yang dia lontarkan sepertinya menjadi Boomerang buatnya..kata-katanya selalu Una kembalikan lagi pada Regan.


" tidak bisakah kamu ikut dengan ku pulang??"


" tidak ada tujuan buat ku mas..bagi ku semua sudah berakhir..begitu pun hubungan kita..aku tau maksud mu berada di sini..aku faham sekali..jadi aku mohon , jangan lagi datang ke sini..jika niat mas Regan untuk menjadi donatur, aku tak bisa melarangnya, itu hak mas Regan, tapi jika mas Regan datang untuk meminta ku kembali..maaf aku gak bisa melakukan itu"


" aku minta maaf un..aku tau aku salah..aku sudah sangat keterlaluan..aku egois.."


" tidak ada guna nya menyalahkan diri sendiri mas..saat itu mas Regan aku anggap sedang sakit..hanya saja untuk bisa melupakan semua yang telah terjadi itu sangat sulit buat ku..jadi berhenti menemui ku..jangan pernah membahas apapun tentang kita"


Una berdiri dan pergi meninggalkan Regan, Regan berlari berusaha untuk menghentikan Una dan meyakinkannya


" jangan bilang gak bisa kalau mas Regan belum mencoba..saat ini mas Regan hanya harus berusaha..gak semua manusia itu lahir langsung bisa berjalan mas, kita semua butuh belajar dulu, begitupun mas Regan..kalau harus langsung lupa mungkin itu akan sulit, tapi mas Regan pasti bisa melakukannya."


" jadi kau pun juga seperti itu??kamu benar-benar ingin melupakan semuanya yang sudah kita lakuin bersama??"


" ya..aku akan melupakannya"


" kamu sanggup"


" aku sanggup..aku harus sanggup"


" apa kamu begitu membenci ku un??sampai tak bisa menerima ku lagi??"


" cobalah menerima kenyataan mas..kita gak bisa bersama lagi"


Una pergi, tapi tangan Regan tak mau melepaskannya, Regan menangis, meraung-raung seperti anak kecil, Una merasa kalau ini sangat berlebihan, bagaimana kalau sampai ada yang melihat mereka, ini akan sangat memalukan


Regan tiba-tiba saja duduk dan memeluk kaki Una, Una tak bisa bergerak .sikap Regan kali ini benar-benar seperti anak kecil...tak ada pilihan lain selain harus menenangkannya dulu


" berdiri mas..jangan seperti ini..nanti di lihat orang"

__ADS_1


" biar saja..sekalian di lihat semua orang"


" mas..kamu gak bisa kayak gini..tolong lepasin dulu"


" gak akan aku lepasin sebelum kamu janji akan maafin aku"


" kamu tau udah kayak kecil tau gak sih mas!!" nada Una mulai meninggi


" biarin..aku gak bisa nglepasin kamu begitu aja..aku bilang aku gak bisa hidup tanpa kamu"


" oke...Ayi kita bicara baik-baik dulu..gak enak kalau anak-anak sampai melihat..ini akan menjadi hal yang gak boleh mereka lihat"


" kamu janji jangan kabur"


" iya aku gak kabur..ayo bangun"


Regan berdiri, Una tak habis pikir dengan ulah Regan yang seperti ini, bagaimana bisa dia berpikiran melakukan itu..


Una berjalan duluan


" kamu sudah janji untuk gak kabur"


" aku gak kabur..kita cari tempat yang lebih aman, ini sudah mulai gelap..ayo bicara di tempat yang gak banyak orang lihat"


mereka berjalan menuju sebuah taman lain yang tak terlalu jauh dari panti tapi berada di luar panti, Una takut kegaduhan yang Regan buat akan menarik perhatian yang lain, terutama anak-anak, mereka tidak boleh melihat adegan memalukan itu..


" sekarang katakan..apa sebenarnya mau mas Regan??"


" kamu sudah mendengarnya tadi..tolong maafin aku"


" iya aku udah maafin..sudah??itu aja kan??sekarang mas Regan bisa kembali pulang"


" tega sekali sih kamu un"


" mau apa lagi??aku udah menerima permintaan maaf mas Regan..sudah gak ada masalah lagi kan??"


Regan terlihat begitu kasian, harapannya untuk bertemu dan membawa Una kembali di tolak mentah-mentah


" jika mas Regan ingin membawa aku kembali, sudah ku katakan itu gak bisa mas..tolong hargai keputusan ku..jika itu memaafkan mu, iya aku udah maafin..tapi tolong jangan paksa aku untuk kembali..biarkan aku tenang di sini"


" apa kita pun benar-benar tak bisa kembali bersama??"


Una terdiam, dia merasa berat untuk mengatakannya, tapi dia tetap harus mengatakannya, keyakinan hati ya tidak boleh berubah, jangan Samapi karena terlalu lunak akan merubah semua rencana yang dia buat


" maaf mas..hubungan kita sudah berakhir sejak mas Regan tak mengingat apapun waktu itu..kita tidak bisa melanjutkan semuanya..tolong hargai keputusan ku"


Regan sangat kecewa, matanya berkaca-kaca, perasaannya begitu hancur, Una yang dia sayangi, orang yang selalu membuat dia bahagia, karena sakit hatinya menjadi seorang wanita yang berhati dingin

__ADS_1


" mas Regan akan menemukan wanita yang lebih baik lagi..bukan wanita mata duitan seperti ku, bukan wanita murahan seperti ku, dan bukan wanita rendahan yang tak punya didikan orang tua seperti ku..jadi mas Regan jangan pernah mengingat apapun tentang ku, buang jauh-jauh"


Una pun pergi, kali ini Regan tak mengejarnya, karena akan percuma, Una seperti ya sudah bulat tekat nya untuk tak ingin bersama Regan lagi, Regan sudah di tolak..


__ADS_2