Cinta Ku Terhalang Level

Cinta Ku Terhalang Level
episode 49 : kecurigaan


__ADS_3

Regan dan Una saling menatap, wajah mereka semakin mendekat, tubuh Regan yang mencoba untuk semakin merapat, membuat dada Una terasa sesak,...Una takut suara detak jantungnya bisa sampai terdengar oleh Regan


seolah tersadar, Una langsung beranjak berdiri, menghindari daya tarik kuat yang terus menerus Regan berikan padanya..


" jika pembicaraan selesai..sebaiknya aku pergi"


" bagaimana bisa selesai..kita bahkan belum memulainya" jawab Regan


" jika ini belum mulai..maka jangan melakukan hal yang aneh-aneh..itu mengerikan"


" apa nya yang aneh??"


Una menjauh ke kursi yang lain dan segera duduk


" apa yang akan kita bahas sekarang, segera kita katakan saja..jangan mengulur apapun"


" oke..kali ini bantu aku untuk membongkar kebohongan gina"


" jadi itu benar sebuah kebohongan??"


" apa menurut mu aku benar-benar menghamilinya???menciumnya pun aku belum pernah..hanya kamu satu-satunya wanita yang pernah aku tiduri"


Una langsung melompat dan membungkam mulut Regan


" kenapa kamu terus mengungkit itu"


" memang kenapa??tak ada orang lain di sini"


" tetap saja itu memalukan"


" kenapa bisa melakukan??kita sama-sama menyukai nya waktu itu" Regan mengatakan ya dengan imut sambil mencolek tangan Una


Una berpikir, jika benar itu kebohongan, lalu siapa ayahnya, jika benar begitu maka selam ini dia sudah banyak salah sangka kepada Regan..tapi itu bukan berarti Una akan langsung percaya, demi mengembalikan harga dirinya..sementara ini ayo berdamai dengan Regan, janji kepada diri sendiri jangan terpancing ataupun tergoda dengan rayuannya


" lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?"


" saat ini aku harus bertemu dulu dengan gina..hanya saja dia sangat sulit di temui..rumahnya juga kosong, ponselnya di matikan..apa dia sengaja melarikan diri..atau mungkin dia kabur keluar negeri??"


" ahh..tidak mungkin...kemarin dia baru saja menemui ku"


" benarkah??di panti??"


Una mengangguk


" tapi darimana dia bisa tau kalau kamu ada di sana??"


" bukankah kamu yang memberitahunya??"


" omong kosong apa itu??aku bahkan sudah mencarinya kemana-mana, tapi aku bahkan tak melihat batang hidungnya..bagaiman bisa aku memberitahukan keberadaan mu, jika aku tau pasti itu hanya akan membuat mu menderita"


" tapi hanya kamu yang tau keberadaan ku"


awalnya mereka terdiam,,tidak..masih ada satu lagi yang tau..Zein..


tapi jika benar Zein yang memberitahukannya, kenapa??bukankah selama ini Zein berusaha untuk menjauh kan gina dari Regan, dia juga sedang berusaha untuk menyatukan kembali Regan dan Una

__ADS_1


" jika benar itu ulang kak Zein, lalu apa tujuannya??" ucap Una lirih


" itu yang harus kita cari tau..aku akan tanyakan langsung padanya" Regan mengambil ponselnya


" jangan" Una mencegahnya " lebih baik sekarang kita pura-pura saja tidak tau..bukan berarti aku mencurigai dia tidak baik, tapi akan lebih baik sekarang kita lebih waspada lagi"


Regan paham dengan maksud Una, iya benar..sepertinya memang masalah ini cukup mereka saja yang tau


" tapi dia tau kalau aku bersama mu sekarang"


" dia tau??"


" tentu saja..kamu pikir aku tau dari mana kamu ada di sini, dan mana mungkin aku bisa dengan leluasa menemui mu jika bukan karena bantuannya"


" semakin aneh..apa sebenarnya yang sedang dia rencanakan??ini tidak terlihat jahat, hanya saja kenap harus memberi tau gina tentang mu?"


" entah lah..awalnya aku juga berpikir ini bukan sesuatu yang aneh, tapi semakin ku pikirkan ini semakin membuat ku berpikir kalau itu benar-benar aneh"


" kenapa Gina menemui mu??"


" dia memohon"


" memohon??"


" memohon agar aku meninggalkan mu..itu sangat dramatis sekali..membuat ku yakin kalau anak itu pasti anak mu"


" kamu lupa kalau dia aktris??dia bisa saja ber acting apapun untuk menarik simpati mu"


" kamu juga harus ingat, kalau kamu juga seorang aktor .bisa saja kamu ber acting di hadapan ku untuk menarik simpati ku"


" entahlah..saat ini aku sedang berada di sekeliling orang-orang yang pandai ber acting..mungkin cuma aku yang bodoh dan gampang di kibuli"


Regan menatap sedih ke arah Una, benar saja..Una adalah korban yang paling besar saat ini, dia tak seharusnya di perlakukan seperti ini..dia yang selalu di sangkut pautkan dengan apa yang terjadi padahal dia tidak melakukan apapun..kesalahannya adalah karena Regan mencintai nya..


" jika gina bisa menemui mu kemarin..bukankah artinya dia bisa menemui mu lagi??"


" mungkin bisa..asal kak Zein tidak mengetahuinya..aahh..kenapa sekarang aku malah berpikir jahat kepada kak Zein"


" bagaimana caranya agar dia tidak tau??kalau kamu menghubungi nya pastilah dia akan bertanya kepada Zein"


mereka berpikir keras, bagaimana caranya agar mereka tidak harus melibatkan Zein dalam rencana mereka


Zein datang setelah Regan menelponnya


" ada masalah apa??"


Regan dan Una terdiam, mereka duduk saling berjauhan, seolah tak ingin saling melihat


" apa kalian bertengkar lagi?? dan kenapa koper mu berada di luar un??"


" aku gak bisa di sini lagi kak, seperti ya salah aku meminta kembali ke sini"


" terus??"


" mas Regan terus mencela ku, menghina ku, tapi saat aku akn pergi dia bersikeras dan marah- marah agar aku tetap tinggal..dia pikir aku datang ke sini karena mau ku?? sudah cukup bagi ku untuk menerima hinaan ini..dan aku cuma mau berhenti untuk tidak masuk dalam drama kehidupan dia"

__ADS_1


" re..kamu sendiri kenapa seperti itu..bukan kah kamu yang selalu ingin Una kembali??"


Regan hanya terdiam, dia tak ingin bicara apapun, dan justru pergi masuk ke kamarnya


" biar aku yang bicara dengan Regan, kamu tetap di sini dulu"


" gak perlu kak..meski dia marah-marah aku gak mau urusan lagi..yang penting kak Zein tau, kalau aku akan pergi dari tempat ini"


" lalu Giman dengan rencana mu??"


" aku gak peduli lagi kak..biarlah saja..toh memang dari dulu nama ku sudah jelek, di mata orang-orang aku wanita yang jahat.."


Una pun bergegas pergi meninggalkan kamar hotel, Zein bingung harus mengambil sikap apa..kenapa dia harus menghadapi dua orang yang labil begini..


Una pun pergi meninggalkan hotel, dia naik bis hendak menuju ke panti, sepertinya memang di sanalah tempat yang paling cocok untuknya..


gina sampai di panti lebih cepat dari apa yang Una kira, dia datang tanpa di temani siapapun,


" apa mbak gina datang sendiri??" tanya Una


" kenapa??apa aku harus datang bersama Regan??bukankah seharusnya kamu sekarang bersama nya??ku dengar kamu kembali "


" apa kak Zein yang memberi taunya??"


" tak perlu tau darimana aku tau..aku sudah meminta nya dengan baik-baik waktu itu..seharusnya kamu bisa lebih mengerti karena kita sama-sama wanita"


" justru karena aku merasa sama-sama wanita, aku ingin memperjelas semuanya..kenapa harus ada aku dalam masalah kalian??padahal aku sudah tak ada urusan lagi dengan kalian"


" kamu sebenarnya pura-pura tak tau atau memang kamu yang bo*oh hah??!jangan berlagak sombong karena Regan selalu memihak mu, selam dia sakit kamu merawatnya karena kamu itu di bayar, sementara aku yang selalu menemaninya hanya karena aku sayang, tapi tak pernah di anggap olehnya..bukan kah wajar jika sekarang aku seperti ini??"


" mbak gina yakin kalau itu anak mas Regan??"


mendengar pertanyaan Una, gina sangat marah


" kau pikir aku bohong??kau pikir aku wanita seperti apa hah?!"


" aku hanya bertanya mbak..jika itu salah gak harus juga marah-marah kan?"


" siapapun akan marah jika di beri pertanyaan seperti itu"


" daripada mendatangi ku dan meminta untuk menjauhinya, bukankah lebih baik mbak gina ketemu sama mas Regan dan membicarakannya berdua"


" menurutmu aku tak akan menemuinya??tentu aku harus menemuinya, karena dia ayah dari anak yang ku kandung"


" aku dengar sangat sulit untuk menemui mbak gina"


" sebenarnya niatmu menyuruhku datang menemui mu untuk apa sih??untuk meng interogasi ku atau apa??"


" bukankah mbak gina ingin kan jawaban ku atas apa yang mbak gina minta waktu itu??bukan kah wajar jika aku ingin kan kebenarannya sebelum aku memutuskan??"


" sudah jelas aku sekarang hamil dan itu anak Regan..kurang apa lagi??"


" kurang bukti!!!" tiba-tiba Regan menyahut dari jauh..terlihat Regan sedang berjalan bersama dengan Zein menuju ke arah Una dan gina


gina yang melihat nya seperti kebingungan, dia tak menyangka jika sekarang dia sedang dalam posisi ini...

__ADS_1


"


__ADS_2