
semua kembali tenang, nama baik Regan sudah kembali, dia kembali menjadi bintang yang di puja-puja..setelah kejadian itu Regan semakin di nantikan, sementara gina, setelah terbukti berbohong karirnya benar-benar hancur, Regan menepati janji nya untuk tidak membawa ke jalur hukum selama dia tak menggangu Una lagi..
sedangkan Una, dia jadi gadis pekerja keras lagi, yang harus berjuang untuk uang, menghidupi keluarga nya..setelah dia berpindah kota, dia memulai lagi semuanya dari awal, bekerja paruh waktu dari satu tepat ke tempat lain, beruntung dia masih begitu di terima, tidak ada yang tau dengan apa yang pernah menimpa nya, meski itu sudah sangat sering di munculkan di berita..Una bukan lah seorang artis, dia hanyalah seorang figuran yang tidak sengaja masuk ke dalam drama kehidupan seorang artis, meski begitu, dia tetaplah pemeran utama dalam kisahnya sendiri...
*
6 bulan kemudian...
hati yang cerah untuk memulai aktifitas, ini adalah hari pertama Una bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang iklan..atas rekomendasi aji, akhirnya Una bisa bekerja layak seperti yang dia harapkan..ya..lagi lagi aji yang berperan dalam pekerjaannya..aji adalah direktur di perusahaan itu, wajar saja jika dia sering keluar negeri, melihat dari pengalaman Una, pekerjaan ini cocok untuknya..
suasana baru, orang-orang baru, pekerjaan baru, Una berharap ini adalah pekerjaan yang akan membawa dia ke arah yang lebih baik
Una masuk dan sudah di sambut dengan senyuman hangat dari para staff di sana
" selamat datang.."
semua orang terlihat begitu ramah
" oh Una..kamu sudah datang" aji menyapanya " ayo masuk..aku tunjukkan di mana kursi mu"
aji membawa Una menuju ke kursinya, terlihat semua mata mengarah ke mereka..entah kenapa, apa kah terlihat aneh??
" nah..ini kursi mu..silahkan duduk dan selamat bekerja..aahh..kamu juga harus memperkenalkan diri kepada staff yang lain"
" ah iya"
semua menantikan Una berbicara
" hallo semua..aku Una..mohon kerja sama dan bimbingannya selama di sini"
semu bertepuk tangan, seolah antusias
" ku dengar sebelumnya kamu bekerja di manajemen artis ya??"
" ah iya betul"
" waahh..itu sangat membantu sekali..karena kita bekerja juga berhubungan dengan mereka"
" betulkah??" Una menatap ke arah aji
" benar sekali..kita bekerja di bidang iklan, jadi tentu saja kita butuh model untuk iklan yang kita kerjakan, di situ lah nanti tugas kalian yang ada di divisi ini untuk mempersiapkan model iklannya .selebihnya akan di jelaskan nanti sama pak Leo,. apa pak Leo belum datang??"
" belum pak..sepertinya beliau langsung ke lapangan"
" oh.begitu..pak Leo adalah manager divisi ini..kamu akan segera menemuinya nanti..jangan merasa canggung, kita di sini semua saudara" pantas saja banyak yang menyukainya, aji adalah orang yang hangat, dia seorang direktur, tapi dia tak segan berbicara langsung dengan bawahannya dan mengesampingkan jabatannya..
Una mulai mengerjakan beberapa hal dari yang termudah, dia masih harus banyak belajar, tidak banyak yang bisa dia lakukan dalam masa kerja yang baru saja dia jalani..
dreet.dreett...ponsel Una bergetar..ada pesan masuk
" sudah waktunya makan siang..mau makan siang bareng??" aji menawarkan
" sepertinya aku tidak bisa..yang lain mengajak ku makan siang bersama sebagai bentuk sambutan untuk ku..lagipula akan tidak nyaman jika kita berdua pergi makan hanya berdua saja.."
" baiklah kalau begitu..akun akan ikut bergabung dengan kalian saja"
di sini aji bisa leluasa untuk mendekat dengan Una, ikan yang sekarang jomblo, memberikan peluang kepada aji untuk mulai kembali mendekati nya..apalagi sekarang mereka bekerja satu kantor..
sudah waktunya makan siang, mereka memilih menu yang bisa di makan beramai-ramai...mereka terlihat sangat kompak, saat mereka hendak keluar, aji menghadang mereka..
" apa kalian akan pergi tanpa aku??"
" ohh..bapak juga mau ikut??saya pikir bapak tidak biasa makan di tempat yang biasa kami makan"
" apakah menurut kalian aku orang seperti itu??aku bisa makan di mana saja..lagipula ini adalah makan siang untuk menyambut staff baru, bukan kah aku juga harus hadir"
aji berjalan di depan, semua merasa heran, karena memang sebelumnya aji tak pernah ikut dalam acara-acara seperti ini, dia selalu makan sendiri dan tak begitu suka acara-acara makan bersama, makanya tak ada yang mengajaknya, dia tau karena Una mengatakannya tadi..
__ADS_1
" bukan kah ini aneh" kata salah satu dari mereka
mereka terlihat agak canggung
" makanlah dengan baik..jangan hiraukan aku, kita adalah tim, bukan kah sudah seharusnya kita sering-sering kumpul dan makan seperti ini..makan lah yang banyak aku yang akn traktir kalian"
" jika begitu bukan kah lebih baik kita memilih restoran yang mahal saja...hahaha" Edo menyeletuk, Edo si pria berbadan tambun yang hobi nyeletuk..niatnya ingin bercanda tapi sepertinya yang lain tidak menanggapi seperti itu
" boleh..malam ini ayo kita lakukan pesta kedua..pilih di restoran mana kita akan makan malam, pilih yang paling bagus dan mahal..aku akan mentraktir untuk kalian"
" benarkah pak direktur??wah ini hebat sekali.."
" tentu saja..aku tak pernah melanggar janji ku"
" kenapa baru sekarang bapak seperti ini..kenapa gak dari dulu-dulu"
" kalian tak pernah mengajak ku"
" itu karena kami takut bapak akan menolak lagi"
" lagi??apa aku pernah menolak??"
" tentu saja..kami gak akan melakukannya tanpa adanya bukti, bapak sudah sering di ajak tapi tak satupun yang bapak hadiri..tapi sekarang sepertinya kedatangan Una membawa keberuntungan buat kita semua karena bapak mau menghadirinya bahkan mentraktir kami makan di restoran mahal"
" mulai sekarang ayo kita sering kumpul-kumpul"
" siaaapp pak!!!" jawab mereka serempak
meski aji berhati hangat sepertinya hal itu tidak terlalu terlihat di mata para staff nya, dan saat itu muncul pada akhirnya mereka semua tau kalau aji tidak lah seburuk yang mereka kira..
semua menikmati makan siang, mereka kembali ke kantor dengan perasaan bahagia
" perasaan bahagia dan senang akan membuat pekerjaan kalian lebih mudah..selamat bekerja kembali"
aji menatap ke arah Una sambil tersenyum..dan kemudian pergi menuju ke ruangannya
Una tak mengerti dengan ucapannya
" sebelumnya sangat sulit untuk mengajak pak aji makan bersama, bahkan saat ada beberapa staff baru pun dia tidak pernah mau hadir..tapi lihat saat kamu datang, dia bahkan datang sendiri menawarkan diri" ucap nya sambil terkikis
" aahh..itu hanya kebetulan saja"
" sepertinya pak aji menyukai mu..dia bahkan membawa mu sendiri ke meja kerja mu..tak ada yang lebih spesial"
" aaahhh..itu hanya kebetulan saja..jika di anggap keberuntungan, mungkin memang aku sedang beruntung, hehehe"
Una bekerja di situ karena ada nya rekomendasi dari aji memang lah suatu rahasia, dia tak ingin teman-temannya tau kalau itu adalah sebuah nepotisme, meski itu memang sesuatu yang salah, tapi tak ada yang bisa di lakukan oleh Una, dia pun meminta tetap melakukan tes selayaknya para pelamar batu, dan dengan pertimbangan akhirnya dia di terima dengan nilai yang baik, mempertimbangkan dari riwayat kerja sebelumnya juga..
pesta kembali di mulai, mereka berangkat bersama menuju ke restoran, mereka masuk dengan wajah yang terkagum-kagum..ini benar-benar restoran mewah..mereka tampak begitu senang
mereka menuju meja yang sudah mereka reservasi, di sana sudah menunggu aji
" apa aku datang terlalu cepat?"
" wah sepertinya bapak terlalu semangat..kamu jadi tidak enak karena datang telat"
" bukan kalian yang telat tapi akulah yang datang terlalu cepat"
" terimakasih karena sudah mengundang kami pak"
" silahkan duduk..sebentar lagi makanan nya datang"
mereka berada di dalam ruangan yang begitu luas, mereka sangat menikmati perjamuan ini..
setelah selesai mereka pamit untuk pulang, begitupun Una, mereka berhenti di depan restoran berniat untuk mencari taksi
tiba-tiba ponsel Una bergetar
__ADS_1
" jangan pulang dulu, aku akan mengantar mu, tunggulah sebentar sampai mereka semua pergi"
Una merasa tak enak
" tidak apa-apa, aku akan naik bis saja..akan tidak nyaman jika ada yang melihat"
Una pun langsung menuju halte
bis nya ternyata lama, ketika tiba-tiba sebuah mobil berhenti di hadapannya
" ayo masuk" itu aji
Una menoleh kiri kanan
" tak usah khawatir semua sudah pergi"
akhirnya Una pun masuk ke dalam mobil
" terimakasih karena sudah menyambut ku dengan baik"
" tentu saja aku harus menyambut mu"
" tapi pak..bukan kah ini akan terlihat berlebihan??"
" kenapa berlebihan??dan kenapa dengan panggilan itu??pak??"
" lalu aku harus memanggil mu kakak??di depan semua orang??"
" itu hanya terdengar aneh saja .aku tak biasa dengan sebutan itu darimu"
" mulai sekarang anda harus membiasakannya..dan juga jangan terlalu memperlihatkan kedekatan kita..itu akan memicu kecemburuan kepada yang lain"
" cemburu kenapa??aku hanya bertindak sebagai atasan mereka"
" sebelumnya anda bahkan tak pernah mau hadir..dan sekarang anda adalah yang paling semangat..itu akan menimbulkan banyak kecurigaan"
" tenang saja..itu tak akan terjadi..aku tak akan membuat masalah seperti itu terjadi..memang sudah saat nya aku dekat dengan bawahan ku"
" tapi jangan terlalu men spesialkan aku"
" kamu memang spesial bagiku"
" sudahlah jangan bahas itu lagi" Una merengek
aji tertawa melihat tingkah Una, dia.paham pasti akan sangat tidak nyaman jika bekerja dengan keadaan seperti itu.
" aku akn berusaha. untuk membuat mu setara dengan yang lain..jadi jangan khawatir lagi..okey"
esoknya Una harus mulai melakukan hal yang sama dengan yang lain, sudah habis masa belajarnya, sudah waktunya dia untuk ikut terjun ke lapangan dan bekerja dengan semestinya...
" Una..ayo ke ruang rapat"
mereka semua tampak terburu-buru dan berlari
Una pun mengikuti mereka
" kenapa kak, ada apa??"
" hari ini pak Leo meminta kita untuk rapat, ingat jangan sampai telat saat rapat dengan dia..atau kamu akan diperlakukan dengan sangat kejam..di gak suka staff yang suka telat dan tak tepat waktu"
pasti dia sangat menakutkan, terbukti semua staff akut padanya
semua orang berdiri, terlihat Leo masuk ke ruangan, una melihatnya..seperti mengenalnya..Una berusaha melihatnya dengan jelas, mungkin karena masih terlihat dari samping, jadi tak begitu terlihat
saat Leo menghadap ke depan, dan semuanya pun mulai duduk, alangkah kagetnya Una..benar itu Leo..Leo yang dia kenal..tak salah lagi..
semua orang menatap ke arahnya, melihat dia yang berdiri sendiri sementara yang lain sudah duduk..tak luput Leo pun menatapnya dengan tajam..
__ADS_1