
hari ini langit tampak begitu cerah..Una berangkat dengan penuh semangat..meski pekerjaan yang menumpuk sudah menunggu nya..
di lobby Una bertemu dengan Leo..sikap dinginnya masih melekat..Una memberanikan diri untuk memberikan sebuah isyarat, Una meletakkan tangannya di depan wajah nya memberi isyarat agar Leo tersenyum..
benar saja Leo pun tersenyum..bahkan dia berusaha menyapa orang-orang di sekitarnya..
" dia sangat bekerja keras" Una merasa bangga dengan dirinya sendiri..
mereka masuk bersama dalam 1 lift
" selamat pagi pak" sapa Una sambil tersenyum
" pagi" Leo menyambutnya dengan senyuman
" seperti ini lah seharusnya"
Leo tak paham maksud Una
" maksud saya..seperti inilah seharusnya bapak..meski canggung cobalah untuk tetap tersenyum pada mereka yang anda kenal"
" aku merasa sedikit aneh..tapi akan aku coba"
" tidak ada yang aneh..perlu anda tau..anda ganteng saat tersenyum..senyum icikiwir itu bisa bikin cewek-cewek mleyot"
Leo tersipu mendengar ucapan Una
Una berjalan dengan begitu santai nya, seolah tak lagi terlihat canggung..bahkan Leo tersenyum padanya saat hendak menuju ke ruangannya, beberapa orang yang melihat merasa ini adalah kejadian yang sangat luar biasa..untuk ke sekian kalinya Leo tersenyum kepada Una
" dia tersenyum lagi" kata Siska
" bukan kah dia manis saat tersenyum"
" tapi dia tersenyum hanya padamu saja"
" siapa bilang?? dia tersenyum sepanjang perjalanan ke sini..dia tersenyum pada irang-orang yang dia kenal"
" benarkah??!" Siska tak percaya dengan ucapan Una, sampai dia melihat sendiri..Leo menebar senyum pada orang yang dia temui, bahkan dia juga menyapanya dengan ramah
" luar biasa..ini akan menjadi hari yang sangat bersejarah"
" apa dia benar-benar orang yang kaku??sampai kalian menganggap senyumannya itu layak di masukkan museum"
" bukan cuma kaku, tapi juga sangat kasar..dia terkenal dengan sikap dinginnya .menyebut namanya saja seolah bikin aku membeku..bukan kah aneh jika dia tiba-tiba seperti itu??jangan-jangan dia sedang berkencan..atau mungkin sedang jatuh cinta"
" apa itu ada hubungannya??"
" sangat berhubungan..orang yang jatuh cinta akan senantiasa merasa bahagia, dia pasti sangat ingin dekat dengan orang dia sayangi..bagaimana bisa dia bersama dengan seorang wanita jika dia selalu diam tak banyak bicara seperti itu..dia harus belajar untuk lebih lembut dan ramah, agar dia bisa menjalin hubungan dengan baik"
" kau seperti master cinta saja"
" boleh di bilang begitu"
apa memang begitu??apa dia sedang jatuh cinta?? jika memang begitu itu baik, setidaknya jatuh cinta membuat dia menjadi orang yang lebih baik
" akhir pekan ada acara gak un??" Alex menghampiri Una
" kenapa memang?"
" emmm..kalau kamu gak ada acara, aku mau ajak kamu buat melihat pameran photography"
" berdua??"
" jangan salah paham..ini buat belajar kamu juga,,,aku lihat kamu punya bakat dalam pekerjaan ini, terbukti kamu sudah berkembang dengan pesat meski belum lama di sini"
Una menertawakan diri sendiri mendengar ucapan Alex, andai dia tau, dia mendapatkan kontrak karena dia memaksa Maliq membalas Budi
" sebenarnya aku sangat ingin ikut"
" kamu ada acara??"
" iya..setiap Minggu aku harus datang ke suatu tempat..tapi jika acaranya sore..mungkin aku bisa ikut"
" tentu saja sore pun tak apa-apa..acara nya sampai malam..jadi kita bisa pergi setelah kamu menyelesaikan acara mu"
" oke..baiklah kalau begitu"
Edi yang mendengarkan percakapan mereka langsung Nyamber
" aku boleh ikut gak bang??"
Alex kaget karena tiba-tiba Edo muncul di belakangnya dan berbisik
" kamu bisa pergi sendiri jika mau"
" aku mau ikut kalian..biar rame..aku juga sangat tertarik dengan photography..Tapi ngomong-ngomong apa hubungannya dengan pekerjaan kita??"
" kita bekerja di iklan, tentu saja itu akan membantu kita dalam bekerja"
Alex gelagapan dengan pertanyaan Edo, karena memang sebenarnya bukan itu niat Alex mengajak Una
__ADS_1
" heii..ikan kah kita juga harus mengoreksi hasil Poto nya juga, selain harus melihat hasil syuting, kita kan juga harus melihat hasil Poto nya juga..pekerjaan kita bukan cuma buat iklan saja, betul kan??" jawab Una
" nah iya betul..seperti itu maksud ku"
" kalau begitu gak apa-apa lah aku ikut kalian"
" tentu saja..semakin ramai semakin baik"
Alex menarik nafas, dia berharap bisa berduaan saja dengan Una, tapi ternyata ada 1 orang lagi yang harus ikut dengan mereka
bekerja di bidan iklan memang lah baru pertama kali Una jalani, dia harus mengoreksi syuting iklan untuk tivi, juga harus mengoreksi Poto iklan untuk majalah, baliho dan lain-lain
hari Minggu pagi, Una harus bergegas untuk pergi ke panti yang dulu pernah dia tempati saat berpisah dengan Regan, sejak saat itu, Una selalu datang seminggu sekali untuk membantu acara amal yang mereka adakan setiap Minggu..mereka memberikan makanan gratis kepada para lansia dan juga tuna wisma
saat sampai di panti, di sana sudah ramai, Una sedikit terlambat karena jalanan yang lumayan macet sehingga bis nya telat
setalah sampai, Una langsung mengambil celemek dan langsung berbaur dengan yang lain untuk menyiapkan makanan
tak di sangka, ada seseorang yang ternyata dia kenal
" pak restu??"
" Una??"
Una tak menyangka jika bisa bertemu dengan restu di sini
" kamu juga membantu di sini??"
" iya pak..bapak juga??"
" tentu saja..aku juga selalu melakukan ini"
"kalian sudah saling mengenal??" kepala panti datang untuk menyapa mereka
" ini sangat kebetulan sekali pak" ucap restu
" benar ini kebetulan" jawab Una
" nak restu..ini Una, dia adalah relawan yang selalu membantu kami, anak-anak sangat menyukai nya..kamu bisa lihat sendiri kan alasan kenapa pada suka sama dia??"
" tentu saja..Una cantik, ramah, dan juga baik..pasti yang bertemu dengannya akan langsung suka"
" aahh..bapak bisa aja..itu karena memang saya suka dengan anak-anak..dan lagi..panti ini sudah menampung saya saat saya kesulitan"
mereka pun akhirnya menyelesaikan tugas mereka dengan sukses, kali ini semua habis seperti biasanya..perasaan bahagia yang selalu di rasakan saat apa yang mereka lakukan untuk membantu orang lain berjalan dengan baik
sekitar setahunan pak..tapi memang kemarin sempat vakum beberapa bulan karena saya belum bisa..tapi sebelumnya saya belum pernah melihat bapak lho"
" aku memang belum lama..sekitar 2 bulanan"
" tapi Minggu kemarin pak restu juga gak kelihatan"
" Minggu kemarin aku keluar kota..jadi gak bisa ikut kesini..aku hanya datang saat sedang longgar saja"
" oohh begitu.."
" kamu bilang kalau pernah tinggal di sini??"
" iya pak..saat itu saya sangat berterimakasih kepada kepala panti karena mau menerima saya bahkan tanpa bertanya kenapa saya mau tinggal di sini..mereka begitu baik"
" apa kamu juga tak punya keluarga??"
" aku punya ibu dan juga adik..hanya seja keadaan yang memaksaku untuk tinggal di sini..kalau pak restu??"
" aku dulunya penghuni panti ini..sampai akhirnya aku di adopsi dan pindah keluar negeri..jujur aku juga belum lama berada di kota ini"
" apa artinya pak restu juga karyawan baru??"
" benar..kita hanya beda sebulan saja"
" oohh begitu"
" tapi kamu hebat lho.."
" tentu saja lebih hebat pak restu..meski baru beberapa bulan bapak sudah bisa berada di posisi sekarang"
" aku yakin kamu pun bisa seperti itu"
" benarkah?? sepertinya saya gak yakin"
Una berkata lirih, jika mengingat bagaiman dia masuk kesana, dia akn sangat malu jika orang-orang tau..
" aku mampu..selalu percaya diri saja..semua pun butuh proses"
" iya benar" Una mengucapkannya dengan menunduk, seolah dia pasrah dengan apa yanga kan terjadi nanti
" kamu mau pulang??"
Una melihat jam, dia harus segera pulang, dia ada janji untung menghadiri acara photography bersama Alex
__ADS_1
" aah..iya..saya harus segera pulang..saya ada janji"
" ketemu pacar??"
" bukan..itu mas Alex dan mas Edo"
" mau nongkrong nih ceritanya??"
" kami akan menghadiri acara potograpi"
" wah sepertinya seru tu"
" bapak mau ikut??yuk bareng..biar tambah rame"
" lain kali saja..tidak nyaman nantinya jika kita pergi bersama kan"
" kenapa tidak..kita bekerja di tempat yang sama dan saling kenal"
" tapi kita dari tim yang berbeda"
" apa itu akan berpengaruh??"
" meski kita hanya nongkrong, tapi orang lain akan berpikir lain..tim 1 dan tim 2 itu rival..jangan bersama dengan rival mu"
" tapi saya juga dari tim 1"
" aku akan mengecualikan untuk kamu"
" kenapa?"
" karena aku ingin saja" restu tersenyum
apa maksudnya ingin??bukankah sama saja, Una juga dari tim yang berbeda
mereka menuju ke tempat yang sudah di janjikan..setelah sampai, Una turun dan segera mengucapkan terimaksih, Una berlari menyeberang, restu yang masih memperhatikannya..
dari jauh Alex melihat Una yang turun dari mobil, dia hapal itu adalah mobil restu
" bukan kah itu tadi mobil restu??" tanya Alex
" oo..mas Alex tau??"
" jadi benar..kamu habis pergi dengan restu??"
" itu hanya kebetulan saja..aku gak sengaja ketemu dan akhirnya bareng karena kami sejalan"
" kamu gak kencan dengan restu kan un??" Edo nyeletuk
" tentu saja tidak..kami hanya kebetulan ketemu..ke-be-tul-lan"
" iya..iya..percaya..yok buruan masuk yuk"
mereka bertiga berjalan bersama, meski bertiga, Alex tak mau menyia-nyiakan kesempatan, dia terus berada di dekat Una, berpura-pura mengajarkan banyak hal, padahal aslinya ingin lebih banyak waktu berdua...
" apa kalian tidak muak melihat ku lagi di hari libur??" tanya Una
" tentu saja tidak" jawab Edo
" kenapa kamu bertanya begitu??kita datang untuk belajar. tidak setiap hari juga kan??" jawab alex..dalam hatinya berkata, gak apa-apa tiap hari juga dia mau
setelah selesai melihat pameran, mereka kelaparan dan memutuskan untuk makan
" kamu mau apa un??" tanya Alex
" jangan tanya dia..pasti jawabnya terserah..wanita kan gitu" kata Edo
" aku mau makan steak"
Edo langsung menoleh
" apa kamu perempuan??"
" tentu saja aku perempuan"
" tidak mungkin..kebanyakan wanita akan bilang terserah saat di tanya makan apa"
" aku wanita spesial"
" sudahlah ayo kita makan steik..aku juga mau" Alex tidak ingin mendengar obrolan konyol Edo
mereka masuk ke restoran steik terdekat, bau harum daging semakin tercium, membuat perut Una semakin tidak karuan
sambil menunggu makanan datang mereka mengobrol..banyak hal yang di obrolin, ngalor ngidul apa aja..
" aku ke toilet bentar ya" Una pamit ke toilet
saat hendak menuju ke toilet, ada sebuah ruangan yang tidak terlalu terlihat, Una melewatinya, dia hanya sekedar melirik, tapi dia kenal siapa yang duduk di sana
Regan sedang bersama dengan seorang wanita, Una tanpa sadar berdiri mematung, dia tidak menyangka melihat Regan di sini bersama dengan wanita lain mereka tampak begitu dekat, bahkan duduknya pun sangat dekat, terlihat tangan wanita itu melingkar di tangan Regan...begitupun Regan yang terlihat kaget saat melihat Una juga berada di sana
__ADS_1