
Una ngobrol seru dengan maliq..
" kenapa kamu tadi datang ke kantor??"
" oh itu..sebenarnya kami ada meeting dengan pak aji, tapi karena hal tadi bang Regan bang Regan malah pergi membawa mu dan meninggalkan ku dengan manager ku"
" jadi kalian gak jadi meeting??"
" tentu saja tidak..kami bahkan pulang naik taksi..dia yang menawarkan untuk ikut tapi dia juga yang meninggalkan kami"
" maaf ya..gara-gara aku kalian jadi kesulitan.."
" tapi kak..aku sangat penasaran sekali..jika kalian hanya sebatas atasan dan bawahan..bukan kah sangat aneh jika bang Regan sangat peduli dengan mu..yakin kalian dulunya tak ada apa-apa?"
" ya tentu saja.." Una mencoba menyembunyikan fakta tentang hubungannya dengan Regan saat itu
" jika memang begitu. sepertinya bang Regan ada sesuatu sama kamu"
" sesuatu??"
" sepertinya dia menyukai mu"
" aahh..itu hanya perasaan mu saja"
" jika benar begitu..artinya aku punya saingan yang sulit..dan juga pria-pria itu..Alex, aji dan siapa lagi itu..mereka juga sepertinya sangat mengkhawatirkan mu..bukan kah ini akan jadi kisah yang sangat rumit..kenapa kamu begitu menawan sampai banyak yang ingin mendapatkan mu"
" kamu ngomong apa sih..mereka semua rekan kerja ku..aku adalah staff nya..wajar kan kalau mereka juga mengkhawatirkan ku"
" wanita jelek tadi juga staff kan .kenapa mereka lebih membela kamu??"
" siapa yang kamu katai jelek??"
" wanita tadi..yang sedang bertengkar dengan mu"
" apa mata mu buta..wanita secantik itu kamu bilang jelek..perlu kamu tau..dia adalah wanita paling beken di kantor ku..dan juga kami tidak bertengkar..jangan menyebar rumor seperti itu..itu hanya kesalahpahaman"
" apa sekarang kak Una sedang membelanya??jelas sekali banyak orang yang bilang kalau mereka sedang berusaha mengerjai mu..tapi sepertinya itu tidak berhasil..lain kali jangan berhubungan dengan orang-orang seperti itu..aku khawatir kamu akan lebih menderita"
" woooo..jadi adik kecil ku ini sedang sangat mengkhawatirkan aku" Una mengelus rambut Maliq...
" jangan lakukan itu..aku bukan adik kecilmu" Maliq menepis tangan Una
" lalu kamu mau ku anggap apa hah?!"
" sudah pernah aku bilang..anggap aku seperti lelaki dewasa..aku ini laki-laki..aku ingin kamu melihat ku sebagai lelaki dewasa"
" kamu itu benar-benar ya..sangat menggemaskan..aahh..aku jadi ingat adik ku di kampung setiap kami melihatmu"
Maliq meraih tangan Una, dan menyeretnya untuk mendekat, wajah mereka saling bertemu..
" aku bilang jangan melihat ku seperti anak kecil..aku pria dewasa yang bisa membuat mu jatuh cinta"
Una menelan ludah, dia merasa kalau apa yang Maliq ucapkan saat ini adalah sesuatu yang menyeramkan..
" oke..oke..aku akan melakukan seperti apa yang kamu mau..tuan Maliq" Una menjauh, berusaha mencairkan suasana yang mulai berubah jadi sedikit canggung
Maliq menghela nafas panjang, dia sedikit grogi dengan apa yang sedang dia lakukan barusan..hanya saja dia ingin menunjukkan dirinya sebagai pria yang ingin di anggap bukan sebagai anak kecil..bahwa Maliq berhak mendapat kan cinta Una sebagai pria dewasa
" jangan meremehkan ku lagi ya"
" iya..iya..baiklah"
mereka mengobrol begitu lama, tertawa, cekikikan..suara mereka terdengar sampai di luar rumah
Regan hendak pergi, tapi suara tawa mereka mengurungkan niatnya..dia mencari darimana sumber suara itu, semakin dia mendekat ke rumah Una, semakin suara terdengar jelas..Regan membuka pintu gerbang pelan-pelan, dan masuk ke dalam..rumah Una masih terlihat gelap, dimana mereka??tidak mungkin kan mereka ngobrol di tempat yang gelap??
pikiran Regan mulai traveling kemana-mana..pikiran kotor membuat dia semakin tidak terkendali..tidak mungkin Una melakukan hal-hal aneh dengan pria lain..
Regan berjalan berkeliling .benar saja, dia melihat Una yang sedang bercengkrama dengan Maliq di samping rumah..
__ADS_1
" apa yang kalian lakukan??!"
" kaget aku!!" Una dan Maliq menoleh ke arah Regan yang tiba-tiba berteriak..mereka tidak menyangka jika Regan menerobos masuk ke rumah Una
" bang"
Regan berjalan cepat dan langsung saja berdiri dengan tangan di pinggang
" sudah jam berapa ini??apa pantas kalian berduaan di tempat seorang gadis di jam begini??"
" aku hanya sedang main di sini"
" apa kamu gak punya teman lain??yang punya wujud sama seperti mu??kenapa kamu main di tempat gadis yang tinggal sendiri..kamu tau akibatnya jika ada yang melihat mu dan menyebarkannya di internet"
" kamu jangan memarahinya..aku yang mengijinkan dia untuk datang"
" kamu senang karena ada pria yang memperhatikannya?? "
" kenapa kamu datang kesini jika hanya untuk marah-marah??lagi pula apa salah jika dia datang dan menghiburku??apa salah jika dia datang dan mengunjungi ku??apa kamu tau siapa teman-teman dua??"
" bang aku akan pulang..tapi tolong jangan marah sama kak Una..aku yang tiba-tiba datang kemari"
" aku sudah pernah mengatakan pada mu untuk lebih mengerti dengan artis mu..kamu tidak tau kan kalau dia itu tak punya teman lain selain aku??jika kamu melarang dia untuk menemui ku,,sama saja kamu melarang dia untuk bergaul..aku masih percaya kamu akan punya hati nurani..tapi sepertinya kamu sekarang sudah sama dengan kak Zein..yang di pikirkan hanyalah keuntungan dan ambisi"
Regan terdiam mendengar ocehan Una..kenapa dia jadi tersulut emosi hanya karena melihat Una sedang bersama dengan Maliq..cemburunya tak beralasan jika dia menganggap Maliq akan merebut Una...
" maafkan aku..aku memang keterlaluan.."
Maliq sepertinya sudah tak tahan..tanpa kata-kata dia langsung saja pergi..dia sudah muak dengan sikap Regan yang seolah plin plan dan tak berpendirian..
Una melihat ke arah Maliq yang keluar dari rumahnya..
" jika kamu masih punya hati nurani, cobalah untuk berada di posisi Maliq..dia butuh orang untuk bersandar dan mendengar keluh kesahnya"
Regan segera pergi dan menyusul Maliq..dia merasa bersalah dengan apa yang sudah dia lakukan..
" tunggu Maliq..Ayo pulang bersama ku"
" aku minta maaf..seharusnya aku lebih tau keadaan mu daripada orang lain"
" nyatanya Abang tidak mengerti sama sekali..Abang tau kenapa aku sering bertemu dengan kak Una??karena hanya dia yang bisa membuat ku merasa di hargai dan di anggap sebagai manusia..hanya dia yang bersedia mendengarkan keluh kesah ku dan memberiku semangat..awalnya aku senang karena berpikir bang rega akan berubah..dan bisa mengerti aku meski cuma sedikit saja..tapi ternyata itu semua bukan lah seperti yang aku harapkan..."
" itu tidak seperti yang kamu pikirkan Maliq..tadi aku hanya merasa sedikit.."
" Abang cemburu karena aku bersama.kak Una??"
Regan terdiam..pertanyaan Maliq adalah pertanyaan yang sebenarnya susah untuk dia jawab
" jika Abang merasa cemburu..Abang tidak perlu khawatir dengan dia akan melihat ku..dia hanya menganggap ku sebagai pria kecil seperti adiknya..meski aku berharap dua bisa melihat ku sebagai pria dewasa"
Regan melihat wajah Maliq yang kecewa..
" aku tau kalau sebenarnya kalian ada perasaan yang sama..hanya saja sepertinya kak Una tidak ingin menyakiti ku..dia terus menghindar dan membohongi dirinya sendiri dengan perasaanya..tapi bang..aku mohon jangan bersikap keras kepada nya..jika Abang memang bisa membuat dia bahagia aku rela bang mengikhlaskan hati ku..tapi jika Abang tidak bisa menjaga hati ya .maaf aja bang aku tak akn memberikan dia pada Abang apapun yang terjadi"
Maliq tak sekecil itu pikirannya..untuk masalah hati dia adalah pria yang dewasa...Regan bahkan tercengang dengan cara bicara nya..sepertinya Maliq tidak lah main-main dengan perasaanya..
" kamu tak perlu banyak mengajari ku..tapi terimaksih karena sudah banyak memberitahu ku"
" aku mengatakan ini bukan untuk membuat mu kasian pada ku..aku hanya berharap Abang bisa benar-benar menjaga nya.."
mereka pulang bersama,.setelah mengantar Maliq..Regan kembali ke rumah Una..dia melihat rumah Una lampunya masih menyala..dia menelpon Una..
" ada apa??"
" kamu belum tidur?? aku di depan rumah mu sekarang"
" mau ngapain lagi??"
" ayo kita bicara sebentar"
__ADS_1
" ini sudah larut..besok saja..tidak baik jika seorang pria lajang datang ke rumah gadis yang tinggal sendiri"
Regan paham dengan kata-kata Una, kata-kata yang tak asing..jelas sekali Una mengembalikan apa yang pernah di katakan oleh Regan tadi..itulah keahlian Una..membalikkan kata-kata
" aku tunggu kamu di depan..ayo jalan-jalan sebentar"
Una melihat ke jendela..Regan masih berada di depan rumahnya..jika dia tidak keluar, Regan pasti tidak akan pergi..akan mengundang perhatian jika ada yang melihat..Regan bukan lah orang sembarangan..kejadian lama akn terulang lagi jika Una tetap bersikeras untuk tidak keluar
Una keluar menemui Regan, Regan berdiri dan tersenyum ke arah Una
" mau bicara apa??"
" ayo kita bicara sambil jalan-jalan"
" ini sudah sangat larut..dan besok aku masih harus bekerja"
" ayo kita berputar sekali saja..aku hanya takut orang akan berpikir buruk jika kita terus berdiri di sini"
merekapun berjalan bersama, menyusuri jalanan komplek..
" bukankah ini lebih menyenangkan..berjalan bersama di bawah bulan..udara malam juga terasa menyegarkan"
" katakan apa yang ingin kamu katakan" Una masih saja bersikap keras, padahal Regan sedang berusaha untuk membuat suasana menjadi baik
" tidak bisakah kita berbaikan saja??"
Una menghentikan langkahnya, kali ini Una yang merasa kaget dengan sikap Regan..baru beberapa saat lalu dia yang seolah mengajak perang dunia, dan sekarang dia juga yang meminta untuk bisa berdamai
" aku pikir tidak ada guna nya kita terus bersitegang karena kesalahpahaman kan?"
" bukankah mas Regan yang selalu salah paham dengan ku??"
" iya..ku akui..semua karena aku terlalu cemburu"
" bukan kah itu artinya mas Regan tidak percaya pada ku??"
" itu karena kamu selalu saja menolak ku.."
" jadi sekarang semua salahku??"
" bukan begitu maksud ku..hanya saja.."
Regan tak tau harus melanjutkan kata-katanya seperti apa..sangat sulit berbicara dengan wanita, salah sedikit bukan nya menjadi baik malah akan menjadi semakin buruk
" aku minta maaf..aku tau aku yang terlalu banyak emosi..Amuntai bagaiman perasaan ku un..dan aku yakin kamu tau pasti bagaiman perasaan mu..ayo kita coba untuk kembali bersama saja"
" apa menurut mu dengan seperti itu akan membuat semua kembali baik-baik saja??"
" aku tidak mengatakan semua akan baik..tapi aku akan menjamin untuk melindungi mu semampu aku bisa"
" kenapa mas Regan tidak berusaha untuk melindungi diri mas Regan sendiri??"
" aku merasa lebih aman saat kita bersama..kamu tau seberapa beratnya hari-hati ku tanpa mu selama ini??aku berusaha untuk bertahan dan bangkit..mungkin kamu melihat ku terlihat baik-baik saja..tapi aku adalah satu-satunya orang yang selalu hancur dan merindukan mu setiap saat, sendirian...betapa bahagianya aku saat aku tau kalau yang bekerjasama dengan Maliq adalah kamu.."
" ini sudah sangat lama..bukan kah seharusnya kita sudah sama-sama lupa dengan perasaan kita??"
" tidak ada yang berubah bagi ku un..kamu tetap jadi prioritas utama ku..aku masih bisa bertahan saat ada teror di hidupku, tapi saat jauh dari mu, dunia ku seperti hancur.."
Una melihat ke mata Regan, matanya yang berbinar-binar...Una pun sama tak bisa melupakan apa yang selama inis udah dia lalui bersama Regan, hanya saja keraguan besar Masi saja selalu menghantuinya..takut jika kejadian lalu akan terulang lagi..dan juga saat ini Zein yang biasanya sangat mendukung kisah mereka sudah benar-benar berubah..pasti Zein akan menentang hubungan mereka..bukan karena takut dengan adanya penentangan, tapi Una takut jika mereka kembali bersama itu akan semakin membuat Regan tersakiti...
" biarkan aku memikirkan nya dulu"
" apa itu artinya semuanya masih seperti dulu..hati mu??"
" aku hanya tak bisa memutuskan apapun saat ini..ini seperti sebuah tekanan berat buat ku"
" aku meminta mu bukan untuk membebani mu. tapi untuk bersama-sama membawa beban itu..aku Taka akn memaksamu untuk menjawab nya saat ini .aku akan menunggu mu..sampai kamu benar-benar siap..tapi aku mohon untuk tidak lagi menghindari ku .ayo tetap saling bertemu dan berbincang seperti biasanya.."
Regan mendekati Una, dia mengecup kening Una..Una merasakan kehangatan di hati ya. sepertinya memang dia tidak bisa melepas Regan, dia masih ingin bisa kembali bersama Regan..hanya saja keadaan tidak bisa membuat Una mengambil keputusan dengan cepat
__ADS_1
Leo mengepalkan tangannya, dia melihat Regan dan Una..harapannya untuk kembali mendapatkan uan sepertinya tidak seperti yang dia mau..uan yang begitu baik, dan juga selalu membuat Leo tersenyum, dua bahkan bisa berubah karena bantuan Una yang selalu memberi semangat..Leo berpikir kalau Una masih menyimpan perasaan untuknya, tapi sepetinya leo hanya keGRan saja...Una memang gadis yang baik, dia ramah dan sangat supel..wajar jika banyak pria yang ingin mendekatinya ..
dan Leo hanya bisa melihat Una dan Regan yang sedang berusaha untuk menata hati mereka lagi..semakin Leo melihat, hatinya semakin terasa sakit..