Cinta Ku Terhalang Level

Cinta Ku Terhalang Level
episode 12 : kembali ke mode awal


__ADS_3

Una masuk ke rumah Regan dengan perasaan kacau..dia yang sudah malu semakin merasa malu..apa dia sedang mengutarakan perasaannya??apa yang sebenarnya sudah dia lakukan tadi??Una membanting badannya ke sofa, mengibas-ngibaskan kaki nya..dia benar-benar sudah merasa malu..haruskah dia pergi saja..benar sebaiknya begitu, kabur saja dari sini, dia cukup mengembalikan 50 juta itu..harga dirinya lebih penting


Una segera beranjak, dia berlari menuju ke kamar dan mengambil buku rekening yang dia simpan..dia berniat menarik uang pemberian Regan dan mengembalikannya..


belum Una keluar rumah, ponselnya bergetar ada pesan dari ibunya


" nak, maaf kalau ibu merepotkan mu lagi..kamu punya uang tidak??adikmu ada acara wisata, ibu sedang tidak pegang uang sekarang karena hasil panen belum ada"


seketika Una lemas, dia terduduk di depan pintu dan meraung-raung..kenapa ada saja alasan dia tak bisa lari..


Una meratapi nasibnya, dia mikir bagaimana ke depannya menghadapi Regan..untuk pergi sudah tak ada harapan, uang sudah berkurang...


ceklek..pintu terbuka..Una terbengong melihat Regan masuk..dia yang terduduk seketika langsung berdiri..Regan melihat buku rekening di tangan Una..


" kau berniat mengembalikan uang ku??"


Una bergidik, bagaimana bisa dia tau..apa dia punya ilmu nujum


" sini ku kasih nomer rekening ku..gak masalah sih kalau kamu memang mau mundur..yang rugi bukan cuma aku "


mendengar itu Una langsung mendekati Regan


" orang sudah mengenalmu..jika sampai kamu berkeliaran, tau kan resiko nya..the power of Regan" ucap Regan sambil merentangkan tangannya" fans ku itu banyak yang bar-bar lho"


" enggak kok, tadi aku cuma mau masukin ke tas aja, takut ilang..lagian siapa juga yang mau kabur" Una berlari kecil masuk ke kamarnya, dan langsung mengunci kamarnya rapat-rapat


sepertinya Regan sudah gak marah, dia bahkan memberi kesempatan buat Una, haruskah dia membicarakan lagi masalah ini,


Una keluar kamar, secarik kertas sudah di tangannya, dia menyodorkan ke arah Rega


" syarat?"


" ayo kita perjelas..setidaknya aku gak minta banyak kok..aku akan profesional"


" tidak ada skinship kecuali darurat, diperbolehkan keluar minimal seminggu sekali, di larang memprovokasi, di larang marah-marah" Regan tertawa melihat syarat yang di ajukan Una " hanya ini??"


" apa masih ada??..oh ya akan ku tambahi"


" sudah cukup..oke setuju!"


Una kaget dengan keputusan Regan yang tanpa perlawanan, segampang ini kah..


" kenapa??"


" sudah yakin dengan keputusanmu??"


" apa mau aku berpikir dulu?"


" tidak..tidak..langsung tanda tangan saja"


buru-buru Una memberikan bolpoin kepada regan


" ah..mengenai itu..boleh aku bertanya?"


" iya silahkan"


" point' ketiga aku kurang paham deh"


" kalau kurang kenapa langsung setuju?" Una melihat ke arah kertas

__ADS_1


" aku tak peduli dengan syarat itu, aku hanya penasaran saja apa maksud dari jangan memprovokasi? "


" ah itu.." Una menggaruk kepalanya " jangan bersikap seolah kau suka, padahal itu cuma menipu..dan juga jangan terlalu manis..jadi lah Regan biasanya"


" padahal aku suka seperti itu lho" ucap Regan sambil mengelus bibir nya..


" nah itu juga, jangan suka memegang-megang bibir atau bersikap imut"


" lalu bagaimana aku harus bersikap??kau bahkan tidak memperbolehkan aku marah"


" ya biasa saja..orang yang berkencan kan gak selalu harus manis-manis..dan juga kita gak harus selalu bersama kan?"


" jika kamu mau kembali ke rumah mu, aku belum bisa mengabulkan..gak apa-apa sih kalau mau balik, tapi perjanjian ini batal.."


" oke setuju... kita setuju yang ini"


Una buru-buru pergi ke kamar


" dia imut sekali" ucap Regan lirih


tiba-tiba Una tersadar, apa yang dia pikirkan..sepertinya dia butuh refreshing nih..


akhirnya Una bisa keluar juga tanpa harus terikat dengan Regan, dia benar-benar menikmati waktu nya, dia pergi bersama teman-temannya..menghabiskan waktu untuk mengunjungi tempat makan...


seperti inilah hidup, pikir Una ..


" un..gimana rasanya punya pacar selebritis??"


" rasanya apa??ya biasa aja lah kayak yang lain"


" ih masak kamu gak ngrasa gimana gitu..secara Regan itu ganteng, tinggi, ****..uuuggh, bayangin aja udah bikin aku seneng"


" heyy..masak iya dia begitu sih..kelihatan banget lho di tivi dia tau sayang banget ke kamu"


Una hanya mencibir, pantas dia jadi artis top, acting nya tak di ragukan lagi, bukan cuma Una, tapi semua orang pun seperti sudah terhipnotis..


Una menghela nafas panjang..


" oh iya gimana kabar si aji?? denger-denger dia balik ke Singapura lagi ya?"


" sepertinya begitu..aku bahkan belum tau kabar dia lagi"Una menjawab lirih


sejak peristiwa dia jalan dengan aji dan langsung jadi berita, sejak itu pula aji menghilang bak di telan bumi, Una bahkan juga tak sempat untuk menghubungi..dari dulu Una selalu penasaran dengan kabar aji, tapi setelah dia dekat dengan Regan, seperti nya aji perlahan menghilang dari pikiran Una...


" hey..bukannya itu Regan ya?"


Una menoleh..kaget dong, gimana bisa Regan ada di sana..Una mengusap matanya, berharap itu hanya orang lain yang mirip Regan..semakin dekat, tapi itu beneran Regan..


temen-temen Una histeris, mereka sangat senang Regan hadir di antara mereka, sementara Una justru sebaliknya, hari bahagianya seakan berubah jadi penderitaan


" hallo" sapa Regan ramah


" hallo Regan"


" senang banget bisa ketemu sama kalian..sering-sering lah kumpul gini"


Una melengos mendengar ucapan Regan, sok Deket banget sih


" sayang. aku tadi telpon kamu lho, tapi ponsel kamu gak aktif deh kayak nya, aku khawatir banget lho..takut kamu kenapa-kenapa"

__ADS_1


Feli banget Una mendengar ucapan Regan, apa-apaan orang ini, bukankah kemarin mereka baru buat perjanjian, kenapa sudah di langgar


" ya ampun romantis banget sih" teman-teman Una terlihat begitu kagum " beruntung banget sih kamu un"


" beruntung ta* ayam"


" kalian sudah makan belum? kalau belum kebetulan banget aku juga belum..ayok aku traktir makan"


seketika semua setuju kecuali Una


" ini jalan-jalannya cewek lho, kamu pulang aja deh" usir Una


" gak apa-apa kali un, kan dia pacar kamu"


mereka pun pergi bersama, Regan terlihat langsung akrab dengan teman-teman Una, Una yang semakin kesal


setelah selesai mereka pun berpisah, Una pergi bersama Regan


" gimana??hari ini menyenangkan kan?"tanya Regan


" awalnya sangat menyenangkan, sebelum kamu Dateng"


" tapi temen-temen mu happy semua lho aku lihat"


Una diam dan terlihat kesal, Regan mengerti kenapa Una seperti ini


" lagian ngapain sih kamu Dateng? tau darimana coba aku disitu?"


" kamu pikir aku ngikuti kamu?ih ge'er" ucap Regan sambil meledek


mendengar itu Una semakin kesal


" terus ngapain coba tiba-tiba muncul??kali bukan nguntit..jangan emang hobi mu menguntit ya"


" kebetulan aja aku lewat, aku juga lagi belanja..tuh..tuh..lihat..pas itu aku lihat kamu..aku coba telfon tapi ponsel mu mati..ya aku samperin"


" bukannya kamu sangat benci keramaian??biasanya juga kalau butuh apa-apa kamu nyuruh aku, kalau gak kak Zein"


" bang Zein lagi sibuk..dan kamu, ponsel pun kamu matikan, bagaimana minta tolongnya"


sampai tiba di rumah Una masih belum bisa meredakan rasa jengkelnya, dia mengomel bahkan mengumpat. Regan yang mendengarnya hanya tersenyum saja..


Regan pun tak mengerti, selalu ada kekhawatiran setiap dia membiarkan Una pergi sendirian, seperti rasa tak bisa jauh..takut kalau dia bertemu dengan pria lain..tapi selalu saja Regan beralasan itu hanya untuk menjaga rahasia pacar pura-pura mereka..Regan masih memikirkan ucapan Una waktu di atas gedung, dia paham maksud Una, haruskah dia menuruti mau Una??ataukah membiarkan semua mengalir seperti kemauan hati mereka masing-masing...Idak bisa kah Una membiarkan saja dia bersikap manis padanya..


pagi-pagi sekali Regan harus segera berangkat, ini hari pertama Regan ada syuting drama..Una bukan hanya sebagai kekasih pura-pura tapi juga asisten pribadi Regan, jadi dia pun harus siap siaga mengikuti kemana Regan pergi..


riuh lokasi syuting, beberapa perlengkapan syuting sudah terpasang..semua staff sudah mulai berkumpul dan mengerjakan pekerjaannya mading-masing


Una sedang sibuk menyiapkan baju untuk Regan, kali ini dia benar-benar bekerja dengan sangat baik, dia menyiapkan ruangan khusus untuk Regan berganti pakaian..


Regan keluar, beberapa tatarias rambut mulai merapikan rambutnya..Una mendekat untuk memasangkan pin di baju Regan, Regan memang terlalu tinggi untuk ukuran semungil Una, Regan merentangkan kakinya biar lebih pendekan..wajah mereka berhadapan, Una memasang pin dengan hati-hati, Una tidak berani menatap Regan, Regan yang terus menatap Una seakan tak ingin melepaskan pandangannya..dada Una berdegup kencang sekali, takut jika Regan sampai mendengarnya..


" tidak bisakah kau menatapku sekali saja" bisik Regan


Una terdiam..Regan pun berusaha mendapatkan mata Una, tapi Una terus menghindari tatapan Regan, lana-lama Una jadi kesal sendiri dan membalas tatapan Regan dengan tajam..


Regan tersenyum lembut..deg..jantung Una berpacu semakin kencang


" tidak bisa kah kita kembali ke mode awal saja??" ucap Una pelan " jangan membuatku lebih salah paham lagi"

__ADS_1


Regan dan Una saling menatap, mata mereka seolah saling bicara, hanya mereka yang tau..


__ADS_2