
Una tak habis pikir bagaimana bisa Regan akhirnya jadi tetangganya...usahanya selama ini untuk melupakan kisah mereka serasa sia-sia..kini Regan justru kembali datang dan semakin mendekat..meski terlihat seperti sama-sama tak saling menginginkan tapi dalam hati kecil mereka masih tersimpan keinginan untuk kembali bersama lagi..terlebih Regan..hanya saja apa yang sudah dia lakukan dengan mengakui gina sebagai kekasihnya adalah sebuah kesalahan yang sangat sulit Regan tangani..entah bagaimana caranya untuk bisa lepas dari gina..
tak banyak yang bisa Regan lakukan untuk bisa kembali dengan Una, keinginan nya saat ini hanyalah bisa melihat Una setiap saat, melihat Una sehat dan baik-baik saja..tanpa Regan sadari sebenarnya itu akan sangat membuat Una sedih..bagaimana tidak, Regan bahkan tidak sebesar apa pengorbanan Una untuk membuat Regan kembali sebagai super star, tak di pungkiri Una adalah orang yang paling berperan penting dalam kesuksesan Regan dan juga terlepas dari skandal yang menimpa mereka berdua..tapi dalam pikiran Regan, Una adalah seorang wanita pengkhianat yang bahkan berusaha menguras apa yang dia miliki..tapi entah kenapa meski begitu Regan seolah tidak yakin kalau Una benar-benar ingin melakukannya..Regan ingin tau kebenarannya..
ini akhir pekan, waktunya istirahat untuk Una setelah berjibaku dengan segala macam pekerjaan..setelah selesai beres-beres Una berniat joging pagi..dia berlari kecil..setelah beberapa saat dia berlari, tak jauh dari tempat dia berdiri, Una melihat seorang nenek yang sedang mendorong gerobak, dia tampak kesulitan mendorong gerobak ya di sebuah tanjakan..tanpa pikir panjang Una pun langsung menghampiri dan menolongnya..dari jauh tampak Regan sedang memperhatikan, hati kecilnya merasa bangga karena sudah mencintai seseorang seperti Una, hatinya pun semakin yakin kalau dia memang tidak bisa lagi menjauh dari Una..Regan pun berlari dan membantu Una..Una yang kaget langsung melepas dorongannya..gerobak pun sempat mundur sedikit
" kenapa kau lepas..ini berat tau" ucap Regan sembari mendorong gerobaknya sekuat tenaga, dia tampak ngotot karena harus mendorong nya seorang diri
segera setelah tersadar Una pun segera membantu mendorongnya lagi
akhirnya dengan susah payah gerobak nenek berhasil keluar dari kesulitan..hehehe
" pasti nenek itu berjuang sangat keras..bayangkan jika tidak ada yang membantu, tak mungkin dia kuat kan" ucap Regan
tanpa menjawab Una pun bergegas pergi
Regan mengejarnya dan berlari di samping Una
" tak ku sangka kamu punya jiwa sosial yang tinggi" Regan mengacungkan jempolnya " tapi bagaiman bisa itu berhasil di atas jika tanpa ada aku yang membantumu"
Una langsung berhenti
" itu akan tetap sampai di atas meskipun tidak ada kamu"
" aku ragu..karena tadi aku lihat kamu bersikeras mendorong tapi hanya jalan sedikit-sedikit saja"
" maksud ku bukan itu..jika bukan kamu pastilah akan ada orang lain yang membantu..kebetulan kamu yang datang..lagipula tenaga mu gak besar-besar amat kok..buktinya saat aku lepaskan kamu bahkan sangat kesulitan mencegah gerobak mundur"
" itu karena aku belum begitu siap..lagian apa yang di bawa nenek itu??kenapa begitu berat sekali"
mereka terus berlari, beriringan..meski Una cuek tapi Regan tetap saja membuntutinya..merasa kesal karena Regan terus mengikuti, Una berusaha untuk mengusirnya tetapi sepertinya Regan orang yang kekeh dan keras kepala
" tidak bisa kah kamu berlari sendiri??kenapa kamu terus mengikuti ku??dan lagi pakaian mu itu benar-benar mencolok"
__ADS_1
Regan melihat ke dirinya sendiri
" aku hanya berusaha untuk menutupi diri biar gak ada yang mengenal ku..bagaimana kalau tiba-tiba ada yang melihat dan mengerumuni ku"
" justru dengan kamu yang seperti ini akan menarik perhatian orang..ini benar-benar mengerikan, kamu lebih terlihat seperti seorang psikopat yang akan beraksi daripada orang yang akan berolahraga"
Regan memakai jaket hitam dengan setelah celana training hitam, memakai topi dan juga masker..seperti yang di katakan Una, dia lebih mirip psikopat yang akan beraksi Darida seseorang yang akan berolahraga
" jika tak ingin menuai perhatian bukan kah sebaiknya kamu olahraga di studio..biasanya artis seperti itu kan??kalian punya studio mewah untuk berolahraga..jangan berolahraga bareng dengan orang-orang biasa seperti kami"
" aku juga orang biasa kok..hanya saja orang lebih banyak yang mengenal ku..tak ada salahnya aku ingin berolahraga dengan tetangga ku"
Una merasa begitu kesal, di hari liburnya satu-satunya yang dia inginkan adalah bersantai dengan tenang, tapi sepertinya masa-masa itu tak akan dia lewati, semua terasa menjengkelkan karena kehadiran Regan..
una kembali ke rumahnya, dia masuk dengan membanting pintu..sejak kapan Regan menjadi pria yang begitu menyebalkan..
" tenang Una..mulai sekarang kamu harus lebih hati-hati agar dia tidak lagi muncul di hadapan mu" Una menyemangati dirinya sendiri
Regan yang sedang mempelajari naskahnya langsung melompat keluar, dia mencari darimana sumber bau masakan itu..setelah dia yakin itu dari rumah Una, dia bergegas masuk dan mengambil mangkok berisi daging, segera dia berlari ke rumah Una
pintu terbuka, di dapati nya Regan sudah berada di depan pintu, dia menyodorkan daging yang dia bawa, tanpa permisi Regan langsung saja masuk ke dalam
" kenapa masuk?" Una merasa kalau Regan sudah sangat keterlaluan
" aku sudah bawa daging, jadi ayo kita sarapan bareng"
" ini ambil lagi .dan sana pulang" usir Una
"waaah..kamu tega sekali ya..aku berniat baik datang ke sini dengan tanpa tangan kosong lho..kok malah di usir sih..itu sangat menyakiti perasaan ku"
" gak ada yang ngundang kamu, dan aku juga gak nyuruh kamu buat bawa-bawa...udah sana bawa pulang ini dan keluar dari rumah ku"
bukan malah pergi, Regan malah santai duduk di sofa, semakin membuat Una jengkel..
__ADS_1
" kamu masak apa sih??baunya enak banget lho..pasti rasanya juga enak"
" aku gak haus pujian dan juga masakan ku itu gak enak..jadi sana pulang..kamu kalau mau sarapan ya sarapan aja di rumah mu..atau kamu panggil Zein atau pacar mu buat nemenin kamu makan"
" tapi aku maunya makan sama kamu"
" aku enggak"
Una mendorong Regan keluar, kemudian menutup pintu dengan keras
" orang nyebelin"
Una sudah selesai makan, diapun melanjutkan aktifitasnya mencuci baju, setelah selesai dia pun menjemurnya di luar rumah, tapi dia kembali terkejut karena Regan masih ada di depan rumahnya, dia menikmati makanan yang entah dari mana dia dapat, dia menghidangkan beberapa makanan untuk sarapan di depan rumah Una, dia duduk dengan santai di atas kursi dan menata setiap makanan di atas meja..Una tertegun dan heran, kenapa orang ini malah asyik makan di tempat orang lain..
" mau??" Regan menawarkan sembari mengangkat sendoknya
" apa maksudnya ini??aku sudah bilang pergi ya pergi..kamu kan sudah punya rumah sendiri..kenapa makan di tempat orang!!" suara Una keras
"aku lebih suka makan di sini..di rumah sepi sendirian"
" kamu punya pacar, punya banyak teman, punya manager, punya staff..panggil mereka dan rumahmu akan ramai"
" ini hari libur mereka sudah punya acara sendiri"
" ya Tuhan..kamu pindah kesini apa memang cuma untuk mengacau hidup ku??aku salah apa sih??"
" salahmu??okey ayo kita perjelas..karena kamu sudah bertanya"
" tanya apaan sih..udah sana bawa semua makanan ini ke rumah mu..jangan datang-datang lagi..jangan ganggu aku lagi"
" salah mu membuat aku tak bisa melepaskan mu" Regan berbicara serius..
kenapa dia berubah begitu cepat, kini Regan justru terlihat begitu serius...kenapa ini jadi salah Una???
__ADS_1