Cinta Ku Terhalang Level

Cinta Ku Terhalang Level
episode 39 : sedikit ingatan


__ADS_3

Zein buru-buru masuk ke rumah Regan, setalah di dalam sudah di dapati nya Regan yang sedang membawa sebuah amplop hitam di tangannya, terlihat Regan yang kebingungan, dia tidak tau kenap bisa ada surat seperti ini..


Una pun tak mengerti dan kenapa bisa muncul surat seperti itu


" kapan surat ini datang?" tanya Zein


" aku menemukannya tadi pagi kak, sepertinya petugas pos mengirimkannya kemarin..soalnya kemarin pagi belum ada surat seperti ini..sayang nya di situ tidak tertulis siapa pengirimnya"


" apa kamu ingat sesuatu Regan??" tanya Zein melihat ke Regan


Regan menggeleng " apakah hal seperti ini sering terjadi bang??kemarin waktu masih di rumah sakit pun Abang menyinggung soal ini"


" ini sudah sangat lama dan kamu sudah mengumpulkan begitu banyak jenis surat yang sama..dimana kamu meletakkannya??"


" aku tak ingat" ucap Regan tertunduk


" biar aku Carikan" Una menawarkan diri" mungkin dengan melihat semuanya mas Regan bisa sedikit ingat dan ada petunjuk"


Una segera bergegas menuju kamar Regan, dia menggeledah beberapa laci dan juga kemari, tapi menemukan apapun, jika tak ada di kamar berarti di tempat lain, tapi Una tetap tak mendapatkan apa-apa


" hanya mas Regan yang tau dimana semua surat itu berada..aku tak menemukan apapun meski sudah ku geledah semuanya"


Regan hanya terdiam, seolah merasa syok dengan apa yang sudah dia lihat, sebuah surat yang berisi keluhan dari keluarga korban, Regan sudah berusaha sebisa mungkin untuk mengingatnya, tapi itu tak berhasil, semakin dia berusaha, semakin itu membuat kepalanya sakit


" sudah cukup mas..jangan di paksa lagi..mas Regan bisa sakit terus kepalanya..mas Regan istirahat saja ya..aku akan bawa dia ke dalam kak"


Una pun memapah Regan masuk ke kamarnya


" aku pamit dulu ya" Zein berpamitan


setelah sampai di dalam, Regan menangis, sepertinya keadaan ini membuat dia tersiksa, hal yang buruk dia lupakan tapi menyisakan sakit pada orang yang dia celakai


" apa dulu aku jahat??"


" mas Regan tidak seperti itu..mas Regan adalah bintang, jika ada yang tidak suka itu adalah wajar"


" tapi ini sepertinya bukan hal yang wajar,,,aku melihat diri ku seperti seorang kriminal"


Una hanya terdiam, meski dia tau tentang masalah itu, Una tak ingin mengatakannya kepada Regan, biarkan Regan mengingatnya sendiri..yang Una takutkan hanyalah kekhawatiran Regan yang berlebihan..


" mas Regan istirahat saja dulu ya..besok kita bicarakan lagi, aku akan berusaha untuk mencari tau"


Una meninggalkan Regan yang sedang tertidur, dia kasian melihat Regan yang seperti itu..apa yang bisa dia lakukan, sementara dia sendiri tidak bisa tau itu surat datang dari mana..


**


meski sedang dalam keadaan kalut, Regan sepertinya masih sangat bersemangat


" un..bisakah hari kamu membantu ku??"


" tentu saja..mas Regan mau aku bantu apa?" Una sangat senang karena Regan meminta bantuannya..syukurlah Regan tidak larut dalam kesedihan

__ADS_1


" aku ingin membuat kejutan buat gina...akhir-akhir ini aku kurang perhatian padanya karena terlalu sedih..bisa kah kamu membantu ku menyiapkan makan malam untuk kami?? dan jangan lupa belikan aku buket bunga mawar merah" ucap Regan dengan sumringah


Una yang mendengarnya serasa terpotek hatinya, dia harus menyiapkan sebuah pesta romantis dari orang yang dia sayangi, bukan dengannya tapi dengan wanita lain


" baik mas" jawab nya pelan


Regan sedang lupa saat ini, di pikirannya hanya ada gina sebagai pasangannya, tidak ada Una di dalam pikiran Regan, Una hanyalah asisten pribadi yang membantu Regan..


dengan segenap kemampuannya, Una menyiapkan hidangan sebaik mungkin, mendekor kursi seindah mungkin, seperti pesan Regan, itu harus terlihat romantis..


Regan keluar dan merasa kagum dengan hasil kerja Una


" wah ini keren banget un..terimakasih banyak ya sudah bekerja keras..kamu seharusnya hanya membantu ku dalam pemulihan, tapi aku malah meminta mu untuk ini"


" gak apa-apa mas..lagipula aku juga gak ada hal lain yang harus di kerjakan"


hatinya tercabik-cabik, ingin rasanya Una menangis ,tapi dia harus menahannya, tak ada gunanya dia mengatakan semua kepada Regan, karena tak ada bukti apapun tentang hubungan mereka


gina merasa begitu senang dengan kejutan yang Regan berikan, terlihat wajahnya yang sumringah dan merasa bangga


" Regan...ya ampun..ini.."


" maaf ya karena sudah mengabaikan mu akhir-akhir ini"


gina memeluk Regan, Una yang berdiri di sisi dapur melihatnya dengan wajah yang sedih, gina melihat ke arah Una, semakin dia memeluk Regan dengan erat, seperti sudah jadi pemenang, gina sengaja pamer kemesraan di depan Una


" kapan kamu nyiapin ini??ini keren banget"


" kamu suka??"


" sebenarnya ini Una yang nata, aku meminta bantuannya"


seketika wajah gina berubah, sepertinya dia tidak suka dengan jawaban itu


" tapi..bukankah lebih baik kalau kita makan di luar..itu akan jadi kejutan yang sangat dramatis"


" bukankah kamu bilang tadi suka dengan ini"


" suka dong suka..bagaimana aku gak suka kalau ini kamu siapin cuma untuk aku..hanya saja kalau di luar kita gak perlu ragu untuk membicarakan banyak hal, karena gak akan ada yang menguping" gina melirik ke arah Una


Una sadar yang di maksud gina adalah dia, Una pun pamit untuk keluar


" ini sudah saya siapkan, kalian bisa mengambilnya di sini jika sudah siap untuk makan..aku pamit keluar dulu"


Regan merasa tak enak dengan Una, padahal niatnya untuk meminta Una menyiapkan makanan ke atas meja saat semua sudah siap, arena Regan masih ingin makan makanan pembuka dulu..


" iya makasih ya un.."


Una pun pamit pergi, entah apa yang akan mereka lakukan, harusnya Una tak perlu peduli, berada di dalam hanya akan membuat dia sakit hati..


Regan dan gina menikmati makan malam romantis mereka, gina sangat menyukai bunga mawar merah yang di berikan padanya, suasana hatinya benar-benar sangat baik, dia merasa puas karena sudah berhasil membuat Una kalah dan menang atas hati Regan

__ADS_1


dalam balutan lagu romantis,.gina menyender pada Regan, menikmati udara malam yang begitu syahdu..sepertinya suasana itu membuat mereka terbuai, Regan menatap wajah gina..


" terimakasih karena sudah sabar terhadap ku"


" tentu saja aku harus sabar..aku gak mau lagi jauh dari mu re"


Regan hendak mencium gina, jantung gina berdegup kencang, ini lah saat yang dinantikan olehnya..selama ini Regan selalu bersikap dingin, dan ini adalah saat nya gina menerima kehangatan yang dia impikan


gina memejamkan matanya


gubraakkk...tiba-tiba Regan terjatuh, kepalanya sakit, dia terus memegang kepalanya..samar-samar ada ingatan yang terlihat..


dia melihat Una yang pergi meninggalkannya, dia mengingat saat Regan putus dengan Una, dia mengingat kata-kata menyakitkan yang Una ucapkan untuknya, egan juga mengingat tentang berita nya dengan Una..


" kamu kenapa re??kamu baik-baik saja kan? kamu gak apa-apa?"


Regan masih terlihat kesakitan, gina memapahnya untuk duduk di kursi, kemudian gina menghubungi Una untuk segera pulang


Una berlari, di lihatnya Regan yang masih menahan sakit sambil terus memegang kepalanya, Una segera mengambil obat pereda rasa sakit dan meminumkannya pada Regan, beberapa saat kemudian Regan pun mulai tenang, Una membawanya masuk ke kamar dan membantu Regan yang masih lemas..sampai akhirnya Regan tertidur


Una keluar dari kamar Regan, dia mendapati gina yang masih duduk di sofa


" apa yang terjadi??kenapa mas Regan bisa seperti itu??" tanya Una


" aku juga gak tau..tiba-tiba saja dia jatuh dan kesakitan"


Una menatap gina dengan tajam


" jangan menatap ku seperti itu .kamu pikir aku yang membuatnya seperti itu??kami sedang bersenang-senang tadi, kamu juga bisa lihat itu kan"


" tidak..aku gak melihatnya..kamu meminta ku untuk keluar dan tidak mengganggu"


" apa aku mengatakan itu??kamu yang mau keluar sendiri..padahal aku berharap kamu tetap di dalam untuk melihat kemesraan kami"


" ternyata orang seperti itu kamu..pintar memutar balikkan kata-kata"


" sudahlah..yang penting sekarang sudah baik..aku akan pulang, tolong rawat dia,,dan jangan coba-coba menggoda dia..ingat itu"


gina melenggang pergi..


" bagaimana bisa dia bilang itu cinta, dia bahkan tak peduli dengan keadaan mas Regan" gumam Una


Regan terbangun, ingatan tentang una kembali hadir di mimpinya, rasa sakit itu kian terasa, rasa sakit saat di tinggalkan oleh Una


Regan pun beranjak bangun, dia keluar dan menuju ke kamar Una, dia ketuk pintunya beberapa kali


"mas Regan..ada apa mas??apa mas ada sakit lagi??ada yang harus aku bantu??"


" siapa kamu sebenarnya??"


Una bingung dengar pertanyaan Regan

__ADS_1


" aku Una mas.."


" siapa kamu dan apa tujuanmu mendekatiku!!!!" Regan berteriak


__ADS_2