
Regan pulang dengan tangan kosong, keinginannya untuk membawa Una kembali telah gagal..dia sudah berharap banyak, mengingat Una juga sangat mencintai nya, tapi ternyata apa yang dia harapkan tak seperti yang dia inginkan..Una menolaknya dengan tegas, tak ingin kembali bersama Regan, meminta Regan untuk tidak lagi memperdulikannya..
" sebenarnya siapa di sini yang salah??aku juga tak meminta mengalami lupa ingatan, jika aku bisa memilih tentu aku memilih untuk terus mengingat nya..kenapa sekarang justru dia seolah menyalahkan ku??" Regan merasa kalau apa yang di lakukan Una terhadapnya sangatlah tidak adil, bukan maunya untuk menjadi seperti itu, tapi kenapa seolah Una sangat membencinya..meski dalam hatinya protes begitu banyak, Regan tetap tak bisa menyingkirkan Una, tak ada niatan bagi Regan untuk menyerah..jika tak bisa hari ini, berarti besok, jika tak bisa besok maka lusa, dan jika lusa masih belum bisa, maka Regan akan terus berusaha sampai Una mau bersama nya lagi...
setelah sampai di rumahnya, Zein terlihat sudah menunggunya..muka nya terlihat marah, Regan tau pasti karena Regan sudah melanggar apa yang Zein katakan, Regan belum boleh untuk berkendara sendiri tapi dia tetap nekat melakukannya demi Una
" sudah berapa kali aku bilang jangan berkendara sendiri, apa sekarang kamu benar-benar sudah tak mendengarkan ku??kamu sudah tak peduli dengan hidup mu sendiri??"
" iya bang minta maaf aku..aku terpaksa melakukan ini..ini penting bang"
" aku dengar kamu sudah beberapa kali keluar sendiri sejak terakhir kali ku peringatkan..kemana aja sih??apa susah nya menelpon ku dan meminta bantuan ku??"
" aku gak mau terus ngrepoti Abang"
" kamu itu tanggung jawab ku re..apa kamu masih menganggap aku sebagai manager mu??"
" aku gak sampe mikir ke situ bang.."
" sepenting apa sih??memangnya kamu nemuin Una??sampe lupa segalanya??"
Regan terdiam
" beneran??kamu udah nemuin Una??"
Regan mengangguk
" jika memang begitu kenapa kamu gak bilang saja sama aku??kamu tau aku mendukung kalian, tentu saja aku akan membantu mu re..berhenti membahayakan diri sendiri..kamu tau pasti akibat nya jika sampai sesuatu terjadi pada mu..kamu tentunya sudah mengingat kejadian itu kan, dan munculnya amplop hitam?"
Regan terlihat muram, saat kata-kata amplop hitam dia dengar, pikirannya kembali kacau, dia merasa kalau dirinya adalah orang yang paling jahat, penyesalan setiap mendengarnya, mengingatnya tak akan pernah hilang sampai kapan pun
Regan langsung masuk ke dalam, dia tak menoleh ke belakang , tak dihiraukannya Zein yang mengikutinya..Regan masuk ke kamar dan membanting pintu..dia kunci dari dalam..beberapa waktu yang lalu dia masih merasa kalau kepahitannya adalah hanya karena Una, tapi setelah dia kembali mengingat peristiwa itu, kepahitan karena Una seperti tak ada apa-apanya..bagaimana caranya dia bisa keluar dari masalah ini, dia sudah mencoba berbagai cara untuk mencari dalang di balik amplop hitam, bahkan dia sudah mencari keluarga dari pasien itu, tapi sampai detik ini tak ada tanda-tanda yang di temukan..tapi kenapa semua kesalahan ini di limpahkan kepadanya, padahal dari lubuk hatinya dia sangat ingin meminta maaf..
*
Una berbaring memandang ke langit-langit kamar, dia masih teringat akan Regan yang meminta nya untuk kembali, apakah dia benar-benar tulus??jika di lihat dari caranya itu terlihat tulus, hanya saja Una tidak bisa begitu saja menerimanya..akan lebih baik jika Regan merasakan bagaimana jika diperlakukan seperti yang Una alami waktu Regan masih hilang ingatan
" apakah aku memang harus balas dendam??lagipula ini bukan apa2"
meski sebenarnya Una merasa kalau dengan cara menolak Regan adalah bukan niat hatinya, tapi Una tetap ingin memberikan Regan pelajaran, entah ini akan benar atau tidak, dalam pikiran saat ini hanya ingin tenang saja, jika berjodoh pastilah Regan akan melakukan apapun untuk bisa kembali dengannya, hanya mungkin untuk saat ini Una lebih memilih tidak menjalani hubungan apapun, hidupnya terasa lebih santai dan tenang...
**
belum banyak jadwal yang harus Regan lakukan, dia masih fokus untuk kesembuhan dirinya, dia menolak semua tawaran yang masuk..
__ADS_1
" biarkan saja sekarang kamu seperti ini dulu..tapi kamu tetap harus berlatih agar saat kamu kembali ke drama kamu tidak banyak mengalami perubahan"
" iya bang..Abang tau lah bagaiman kerja ku"
" tentu saja..kamu adalah orang yang sangat profesional..bagaimana dengan Una??dimana dia sekarang tinggal??"
Regan menunjukkan sebuah amplop surat panti asuhan dari kotak surat rumah Una waktu lalu..
" apa yang dia lakukan di sini??bukan kah dia masih punya keluarga??kenapa dia harus datang ke tempat seperti ini??"
" dia punya kenalan di sana, awalnya dia datang hanya ingin menumpang beberapa hari saja..tapi sepertinya dia jadi sangat menyukai tempat itu"
" dia tak mau pulang"
" begitulah..dan dia juga menolak ku" ucap Regan sambil menunduk
" kenapa dia menolak mu??bukankah kalian masih sangat saling mencintai??"
" aku berpikir begitu..tapi sepertinya sakit hati membuat nya tak ingin bersama ku lagi"
" sakit hati??"
" Abang juga tau kan bagaimana aku memperlakukan dia waktu itu..itu pasti sangat menyakitkannya..meski aku pun tak ingin seperti itu jika aku tau"
Regan terdiam, memang kecelakaan itu terjadi saat dia hendak menemui Una, tapi dia juga gak bisa menyalahkan Una karena hal itu..bagaimanapun Regan masih tetap ingin bersama dengan Una
" kamu perlu bantuan ku??"
" apa ada cara?"
" tentu saja..kamu tau aku adalah pendukung kalian nomer satu"
Zein merencanakan sesuatu, yang membuat Regan bisa membawa Una kembali
mendengar usulan Zein, Regan tersenyum, sepertinya itu akan berhasil..
" aku akan menyiapkan semua nya untuk mu. kamu tenang saja"
" tapi sepertinya itu tak bisa di lakukan dalam waktu dekat bang"
" kenapa??"
" bukankah kau bilang aku ada wawancara??"
__ADS_1
" aku sudah menolaknya"
" kenapa??kapan??"
" aku pikir saat ini kamu masih dalam masa penyembuhan..dan kamu juga harus bisa membawa Una kembali lagi"
Regan tersenyum, dia merasa senang karena orang yang dia andalkan olehnya mendukung nya..
**
Zein berlari masuk ke dalam rumah Regan, kemudian mengetuk pintu kamar Regan dengan kencang, Regan yang masih tertidur langsung kaget, dan segera membukakan pintu
" kenapa gak sekalian Abang dobrak aja sih?"
Regan terlihat kesal
" coba lihat ini re"
" apa sih bang??"
Regan melihat nya, sebuah artikel tentang nya, dengan judul yang pasti akan menarik banyak perhatian dari orang-orang
" SEORANG AKTOR TERKENAL MENINGGALKAN KEKASIHNYA YANG SEDANG HAMIL DEMI WANITA YANG PERNAH MENGKHIANATINYA"
meski pun wajah nya di blur, jelas sekali kalau itu adalah Regan, bagaimana bisa ada artikel seperti ini
" gina" Zein sudah menebak itu bahkan sebelum Regan mengungkapkannya, Regan pun pikiran nya tertuju pada Gina
Regan melihat komentar di sana, tak ada satupun komentar baik, semua isinya menghujat
" sepertinya gina sedang berusaha untuk menghancurkan mu..dia pasti tidak terima dengan apa yang sudah kamu lakukan"
" aku sudah bisa menebak itu bang"
" jangan panik..kita pasti bisa menemukan cara untuk mengatasi ini..jika dia bilang hamil, itu benar bukan anak kamu kan??" selidik Zein
" menciumnya pun aku belum pernah bang, bagaimana bisa aku bikin anak sama dia..jika benar dia hamil, sudah pasti itu bukan anak ku..kita bisa tes DNA buat buktikan itu"
" kamu benar..jika dia tidak mencabut artikel itu dan tidak mengklarifikasinya, kita harus buat dia menyesal sudah membuat heboh semuanya
kekhawatiran Regan bukanlah tentang ia, Regan takut jika Una sampai melihatnya, semua benar-benar akan berakhir..
di lain tempat, Una yang melihat artikel itupun syok, dia hampir tidak percaya, tapi itu adalah kenyataannya, waktu regan masih hilang ingatan, mereka sering bersama-sama begitu mesra, ada kemungkinan jika hal itu benar terjadi, mereka sama-sama sudah dewasa
__ADS_1
air mata Una menetes begitu deras, seakan tak percaya, jika memang ini takdirnya maka Una tak bisa lagi mengelak, mungkin memang dia harus berpisah dan melupakan semua nya tentang Regan..