
Una membereskan semua pakaiannya dan memasukkannya kembali ke dalam koper, baru kemarin dia berbenah dan sekarang harus kembali memasukkannya ke dalam koper, hati Una merasa begitu sakit..Regan kembali ke sifat awalnya saat pertama bertemu Una, tapi sepertinya sekarang lebih parah..tapi setelah di pikir lagi, Una menghentikan aktifitasnya, dia sudah berjanji pada Zein untuk bertahan selama seminggu, bahkan gaji nya pun sudah di bayarkan di awal..Una merasa begitu stress..kenapa ini semua terjadi padanya..
Una keluar dari kamar, tangannya masih terasa begitu sakit, tapi sakit hatinya terasa lebih sangat sakit, seolah tak ada rasa bersalah, Regan melewatinya begitu saja..
Una melihat ke arah meja makan, tak satupun makanan yang dia masak Regan sentuh, dengan susah payah dia memasak sampai tangannya melepuh tapi Regan justru hanya melewatinya begitu saja..
" terserah lah..kalau lapar juga dia sendiri yang ngrasain..aku sudah melakukan apa yang seharusnya aku kerjakan..jika dia tak mau, itu urusan dia" gumam Una
Zein tidak bisa selalu datang berkunjung, karena masih ada artis lain yang harus dia urusi, Una merasa lebih aman saat ada Zein, ini hanya seminggu, setelah itu biarkan tangan Tuhan yang mengatur..
Regan sedang duduk di meja kerja nya, sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu, benar saja, masalah amplop hitam masih sangat membuatnya penasaran..siapa dan apa alasannya..bahkan Zein yang selalu tau tentang nya pun tak mengerti dengan amplop hitam itu..semakin dia berusaha mengingat, semakin membuat kepalanya sakit..
" sedang apa?" pesan masuk dari gina
" tidak apa-apa Hanaya sedang duduk saja"
" aku ke sana ya"
" kenapa harus bertanya, datang saja jika kau ingin"
Regan selalu berusaha bersikap baik kepada gina, mengingat gina adalah kekasihnya dan selalu berusaha untuk membuat Regan sembuh, itu yang ada di pikiran Regan..tapi entah kenapa, setiap bersama gina, Regan seperti merasa kosong, seperti tak ada perasaan, meski dia sudah berusaha untuk mengembangkan perasaannya terhadap gina, tapi sepertinya itu tak berhasil
Una melihat Regan dan gina yang sedang duduk bersama di teras
" iya..lakukan saja semua kalian..jika memang itu yang kalian mau..aku hanya mengerjakan pekerjaan ku"
gumamnya
seperti sudah menyerah, Una tak ingin lagi berpikir untuk membuat Regan kembali padanya, perasaan itu harus berakhir, hanya seminggu saja dan dia akn pergi jauh meninggalkan Regan
" kamu baik-baik aja re?" tanya gina, dia memperhatikan Regan yang lebih banyak diam sejak dia datang, tak banyak yang dia katakan
Regan mengangguk
" apa gadis itu mengganggu mu?"
" tidak..hanya saja..gin..aku sudah mengingat sesuatu"
mendengar itu gina sedikit panik
__ADS_1
" semuanya??"
" tidak..belum..aku mengingat tentang ku dan juga Una"
gina semakin panik, bagaimana jika dia akhirnya mengingat kalau gina bukan lah kekasihnya, dan bagaimana kalau usahanya selama ini untuk meyakinkan Regan jadi tidak ada artinya lagi"
" tentang apa??"
" aku sudah mengeceknya di pencarian, sepertinya memang apa yang aku ingat itu benar, dan aku juga memastikan pada nya dan dia mengakuinya"
gina hanya diam, dia tak mau salah bicara
" bagaimana bisa ada wanita seperti itu..dia memanfaatkan ku demi uang, dan meninggalkan ku begitu saja"
gina merasa lega mendengarnya, seperti ya Regan hanya mengingat saat dia dan Una berpisah, skandal yang membuat marah hampir seluruh negeri
" ya begitu lah..itu lah kenapa aku tidak menyukainya..dia wanita mata duitan dan juga suka menggaet pria-pria..bukankah aneh jika dia tetap di pekerjakan di sini..jangan-jangan dia pun menggoda Zein"
Regan jadi ikut berpikir begitu, pantas saja Zein begitu membelanya, apakah karena mereka ada hubungan, lalu kenapa dia tetap berada di sini bersama nya??bukan kah sebaiknya dia kerja dekat dengan Zein
" sepertinya tidak seperti itu..aku takut dia datang untuk mendekati ku lagi"
" tenang saja..aku sendiri yang akan membuat nya pergi sebelum waktu yang di janjikan"
" waktu??"
" Zein meminta waktu seminggu untuk melihat dia bisa membantu ku kembali mengingat semua nya..meski aku ingat pun, itu gak akan membuat nya bertahan di sini"
" apa itu artinya kamu ingin dia pergi?"
" tentu saja..kamu pikir aku Sudi bekerja dengan wanita seperti itu"
gina tersenyum tipis, hatinya merasa puas dan senang, sepertinya cara dia mencuci otak Regan sudah berhasil..
meski begitu, Regan merasa aneh dengan dirinya sendiri, meski mulutnya terus mengatakan ingin membuat Una pergi, kenapa saat mengatakan itu hatinya menjadi sakit, pikirannya pun tak bisa lepas dari rasa ingin tau tentang kondisi tangan Una, dia ingin bertanya, tapi rasa gengsinya seolah lebih tinggi dari gunung Everest
Regan sedang membaca beberapa naskah drama di ruang kerjanya, tak ada yang bisa dia kerjakan dan itu sangat membosankan jika hanya tidur-tiduran saja, di sela-sela membaca tiba-tiba kepalanya terasa begitu sakit, dia tak bisa menahannya, tiba-tiba sebuah ingatan kembali muncul, ingatan saat Regan bersama dengan Una, memadu kasih dan saling mencintai...seketika Regan tak bisa berpikir lagi, ada apa dengan dirinya..ingatan yang sebelumnya dan ingatan yang sekarang, kenapa begitu berbeda..kenapa hanya tentang Una, siapa sebenarnya dia, apakah mungkin apa yang di katakan Zein kemarin adalah benar, jika memang begitu kenapa Una tak mengatakan apapun..
dengan tertatih-tatih dan menahan sakit di kepalanya, dia berusaha mencari Una, tapi tak juga di temukan di mana-mana,..Regan sepertinya sudah tak mampu lagi menahan, dan dia pun terjatuh, terkapar di lantai..
__ADS_1
Regan membuka matanya, dia melihat atap kamarnya, menoleh sekelilingnya, dia melihat Una yang tidur bersandar meja di samping Regan
Regan menatap wajah Una, dia yang berusaha untuk mengingat lagi, jika benar Una adalah kekasihnya, lalu bagaimana dengan gina, selama ini yang dia yakini adalah gina kekasihnya, meski hatinya sebenarnya hampa
Una terbangun
" mas Regan..gimana keadaannya sekarang?apa masih sakit?"
gadis ini, apa benar dia mengkhawatirkan Regan atau hanya tipu muslihatnya saja, tapi sejauh yang Regan lihat, Una tidak pernah menunjukkan sifat seperti yang gina ataupun berita katakan, selama ini dia mengurus Regan dengan sangat baik, bahkan di saat dia sedang terluka, tapi tetap berusaha untuk merawat Regan..
" katakan yang sebenarnya"
" apa?" Una bingung
" apa kita benar-benar pasangan??"
Una terdiam, dia tak tau harus menjawab apa
" kenapa mas Regan bertanya seperti itu??"
" katakan saja apa itu benar!!"Regan berteriak
" apa mas Regan mulai mengingat sesuatu lagi"
Regan terdiam, pikirannya kalut dan bingung dengan ingatan dia sendiri
" jika mas Regan tidak ingin meyakini nya maka lakukan seperti apa yang mas Regan inginkan..aku hanya bertugas di sini selama seminggu saja, entah ingatan apa yang akan kamu ingat lagi, jika kamu tidak yakin maka jangan di yakini"
" apa maksud mu bicara begitu??"
" bukan kah mas Regan lebih percaya dengan apa yang gina katakan dan juga mesin pencarian??bukan kah tidak ada tentang kita??jadi jangan meyakininya..anggap ingatan itu tidak ada"
dalam hati Una merasa senang dengan kemajuan Regan, sepertinya Regan sudah mulai mengenal dan mengingatnya, tapi Una sendiri seperti sudah tidak bisa lagi menerima, ini memang kemauan Regan menjadi seperti ini, dan Regan seperti ini memang di sebabkan olehnya, tapi Una sudah memutuskan untuk tak berurusan dengan Regan lagi, biar saja dia menyerah dan pergi..
Regan yang di tinggal keluar oleh Una, hanya terdiam, apakah itu artinya Una memang benar adalah kekasihnya??Regan tidak bisa lagi terus seperti ini, dia merasa putus asa karena merasa di permainkan oleh ingatan nya sendiri..ada banyak penyesalan jika memang Una adalah kekasih yang sebenarnya, apakah karena itu Regan merasa lebih tenang saat bersama Una, meski di merasa sakit dan kadang seperti benci tapi saat bersama Una, Regan lebih merasa nyaman..
Regan keluar kamar, dia berjalan menuju ke arah Una yang sedang duduk di teras rumah
" bantu aku untuk mengingat semuanya"
__ADS_1
Una terdiam mendengar permintaan Regan, apa yang harus dia lakukan sekarang, haruskah dia membantunya???tugas nya hanya membantu kegiatan Regan, bukan untuk membantu ingatannya pulih..