Cinta Ku Terhalang Level

Cinta Ku Terhalang Level
episode 35 : siapa???


__ADS_3

Una berlari begitu kencang, tak ada bis ataupun taksi yang lewat, dia sangat panik dan ingin segera pergi menemui Regan..pikiran nya kalut, takut terjadi hal-hal yang lebih buruk lagi, akhirnya dia memutuskan untuk berlari saja, tak masalah seberapa jauhnya, tak ada waktu untuk menunggu, dia harus segera menemui kekasihnya itu..


Una berlari terengah-engah, menuju UGD..serasa ada kekuatan yang keluar, dia bahkan seolah tak merasa lelah, di pikirannya hanya lah Regan..Una mencari-cari keberadaan Regan, dan dia menemukan Zein sudah di sana lebih dulu, Una berlari menghampiri Zein..Zein yang melihatnya terkejut, dia tak menyangka jika kabar ini sudah sampai ke telinga Una, padahal tak ada seorang pun yang tau selain dia..


" bagaimana kamu tau Regan ada di sini??"


" tadi ada yang menelpon ku, mengatakan kalau sesuatu terjadi pada nya..sekarang giman keadaannya kak??" tanya Una panik, air matanya terus mengalir


" dia sedang di bawa ruang operasi, lengannya ada yg patah, dan sepertinya kepalanya terbentur keras..dia bahkan belum sadar sampai saat ini" ucap Zein sedih


Una tiba-tiba merasa seluruh tubuhnya lemas, dia jatuh terduduk..Zein berusaha menangkapnya..Una pun menangis histeris..dia menyalahkan diri nya sendiri, seharusnya dia tak meminta Regan untuk datang, seharusnya dia tak menawarkan makan malam bersama, seharusnya dia membiarkan Regan istirahat..Una terus menangis, Zein berusaha untuk menenangkannya


" tenang lah un..kita hanya harus banyak berdoa, semoga Regan baik-baik saja dan sadar kembali"


" ini semua salahku kak..salah ku.." ucap Una sambil menangis


Zein yang kebingungan dengan ucapan Una, apakah semua terjadi karena Una


" seharusnya aku tak meminta dia untuk datang..semua tak akan terjadi jika aku membiarkan dia istirahat saja di rumah"


Zein mengerti situasinya..dia terdiam..


" kamu harus tenang..tidak ada yang harus di salah-salahkan..terimakasih karena sudah memberikan perhatian kepada Regan..tapi kamu juga harus bisa mengendalikan diri mu..jangan seperti ini.."


setelah beberapa j lamanya, dokter pun keluar dari ruang operasi


Una dan Zein langsung buru-buru menghampiri dokter untuk menanyakan hasilnya


" gimana dok??" tanya Zein


" syukurlah semu berjalan dengan lancar..kita hanya harus menunggu dia sadar"


"terimakasih banyak dok"


Zein merasa lega mendengarnya, begitupun Una, dia sedikit lega setelah mendengar kalau operasinya berjalan lancar..Hanaya saja dia masih sangat khawatir ketika Regan belum juga sadar..


Regan di bawa ke ruang perawatan..sebuah kamar VVIP...Una duduk di samping Regan yang sedang berbaring, dia terus meratapi..


" maafin aku mas..seharusnya aku tak meminta mu datang" ucapnya lirih " kamu harus segera sadar mas..kamu kuat, kamu sudah pernah mengalami hal yang lebih dari ini"


Zein masuk setelah mengurus semua administrasi nya, dia mendekat


" sebaiknya kamu pulang saja un..biar aku yang menunggu nya di sini..aku akan mengabari mu jika ada perkembangan"


" enggak kak..biar aku di sini saja..aku gak akan bisa tenang kalau belum melihat mas Regan sadar"


" aku tau yang kamu rasain..tapi maaf banget..kamu juga harus tau situasinya..saat ini Regan butuh suasana yang tenang..kamu tau dia siapa, dan pasti akan banyak wartawan yang datang nanti..kamu tau kan apa yang akan terjadi jika kamu ada di sini?"


Una terdiam, dia memikirkan apa yang di katakan Zein, benar juga..akan menjadi ramai jika ketahuan dia ada di sini..akan menjadi masalah jika ada wartawan yang tau mereka masih berhubungan..

__ADS_1


dengan perasaan sedih Una pun terpaksa meng iya kan perkataan Zein..dia menatap Regan yang terbaring lemah, berharap keajaiban segera ada dan juga kabar baik


Una melangkah keluar dari rumah sakit, benar saja..wartawan mulai berdatangan, kabar mengenai Regan kecelakaan sudah tersebar luas, sebaiknya dia segera pergi dari sini..


Una merasakan sakit di kakinya, pantas saja karena dia tadi berlari tanpa henti, rasa lelah dan sesak mulai terasa, dia bersandar di kursi taksi, berusaha meluruskan kakinya sedikit..ada beberapa luka lecet..


sesampainya di rumah, Una terus memandangi ponselnya berharap akan ada berita dari Zein, semakin larut belum juga ada tanda-tanda..tanpa terasa, Una pun tertidur..karena terlalu lelah dia bahkan tak sadar tertidur dalam posisi duduk...


triitt..triit..triiitt..


Una kaget, suara dering alarm jam membangunkannya, langsung dia meraih ponselnya dan memeriksanya..tetap tak ada apapun, belum ada berita apapun..


Una pun memberanikan diri untuk menanyakan itu pada Zein


" apakah mas Regan belum sadar kak??"


tidak ada balasan, sepertinya Zein masih sibuk, ini masih sangat pagi..una pun beranjak, tak ada gairah, bahkan melihat nasi pun dia seperti mau muntah..pikirannya yang kalut terlalu menguasai nya, rasanya seperti tak ada nafsu makan...


2 jam berlalu, ada telpon masuk


" iya kak??"


" Regan sudah sadar un"


Una pun sangat senang mendengarnya, dia langsung bergegas pergi ke rumah sakit, dia ingin memastikan sendiri kalau Regan baik-baik saja..tak ada hal yang lebih membuat nya bahagia pagi ini, selain mendengar kabar tentang Regan yang sudah sadar lagi...


Una berniat masuk ke dalam, tapi tiba-tiba tangannya di tarik oleh Zein


" ada apa kak??"


" ayo kita keluar aja"


Zein mengajak Una keluar, entah mau mengatakan apa, tapi ini terlihat begitu serius.


mereka duduk di cafetaria rumah sakit, dengan segelas kopi di depan ya Zein pun berusaha berbicara dengan tenang


" apa kamu balikan lagi sama Regan??"


Una terdiam, seperti ya Zein sudah bisa membaca situasinya, dia pasti sudah menduga kalau kami balikan


Una mengangguk


" sejak kapan?"


" sudah 2 bulanan kak"


" dan itu kalian lakuin diam-diam??"


Una kembali terdiam

__ADS_1


" kamu tau kan un apa yang akan terjadi kalau sampe media tau hubungan kalian..apalagi status Regan saat ini masih pacaran sama gina..itu yang semua orang tau"


" aku tau kak..dan mas Regan atau pun mbak gina juga sudah saling tau semuanya"


" gina tau??"


" iya kak"


Zein terbengong dengan pengakuan Una


" aku sendiri belum melihat kondisi Regan setelah sadar, aku di kabari tadi saat sedang di rumah mengambil beberapa keperluan Regan..tapi un, tidak bisakah kamu pertimbangkan lagi hubungan kalian??ini semua demi kebaikan mu dan juga Regan..kamu tau apa yang akan terjadi nantinya kan??"


" maaf kak..aku tau aku sudah salah, aku tau aku bukan orang yang pantas buat mas Regan..tapi aku menyayangi dia, begitu pun dia juga sama,,aku menyesal karena sudah pernah melukai nya..karena itu aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk gak lagi buat dia sakit"


" aku sudah mengingatkan mu un..kamu tau sendiri akibat dari yang kamu putuskan"


" aku akan menerima apapun itu kak..bahkan jika aku harus sakit sekalipun, aku akan hadapi..aku bukan cuma sekali berada dalam kondisi itu..hidup ku sudah lebih pahit dari hanya sekedar di benci, di hujat, di hina"


Zein tak bisa berkata-kata lagi, sepertinya Una sudah tidak bisa lagi di yakinkan..


" pesan ku..jaga Regan baik-baik..jika nanti ada apa-apa lagi, mungkin aku tidak lagi bisa membantu mu"


Zein segera beranjak pergi, Una mengikutinya dari belakang..


Zein dan Una masuk ke ruangan, terlihat Regan yang sedang berbaring, bukankah tadi katanya sudah sadar, kenapa ini masih memejamkan mata..apakah dia kembali Idak sadar??


seorang dokter tiba-tiba kembali masuk, menemui Zein dan juga Una


" bukankah tadi katanya sudah sadar dok??kenapa sekarang seperti ini lagi??"


" benar tadi sudah sadar..tanda-tanda vitalnya juga sudah bagus, sepertinya efek obat membuat nya tertidur"


" apakah ada hal lain yang belum kami ketahui dok??"


" sejauh ini semua baik, hanya saja tadi mas Regan belum bisa bicara, semua butuh proses..mengingat dia baru saja sadar"


" baik dok"


" jadi begitu ya..kalau ada apa-apa bisa segera di beritahukan kepada suster yang ada di depan"


" baik dok terimakasih"


dokter pun pergi, Una mendekat ke Regan, di tatapnya wajah pria yang dia sayangi dalam-dalam, beberapa luka di wajahnya,,,dia pasti kesakitan...Una memegang tangan Regan dengan lembut, mencium tangannya..tiba-tiba jari Regan mulai bergerak-gerak..matanya terbuka..


" mas Regan??"ucap Una dengan bahagia, dia merasa senang karena Regan kembali terbangun..Zein pun ikut mendekat..terlihat Regan seolah kebingungan..dia meringis seperti menahan sakit..


Regan menatap wajah Zein dan Una satu persatu, melihat sekelilingnya


" kalian siapa??" kata pertama setelah sadar yang di ucapkan Regan

__ADS_1


Una dan Zein kaget mendengarnya, kenapa Regan menanyakan itu..apakah dia tak mengingat Una dan Zein..apakah ingatan nya hilang??


__ADS_2