Cinta Ku Terhalang Level

Cinta Ku Terhalang Level
episode 28 : ya ayo!!


__ADS_3

Una tertegun mendengar ucapan Regan, bagaimana dia bisa sepercaya diri itu mengatakan untuk kembali...


" kamu ngomong apa sih??ini sudah malam kenapa berteriak di tengah pemukiman padat seperti ini..kamu bisa membangunkan semua orang" Una memukul pelan tubuh Regan


" aku hanya ingin kamu benar-benar mendengarnya"


" aku bisa mendengarnya meski kamu bicara pelan"


Regan menatap sinis ke arah aji, dia terlihat sangat tidak suka saat melihat aji pulang bersama dengan Una


" jadi kau sudah pindah ke area ini?"


tanya Regan pada aji.aji mengangguk


Una bingung dengan pertanyaan Regan


" kak aji pindah daerah sini?"


aji mengangguk


" sejak kapan??kok aku gak tau sih"


" surpriseee"


" dimana sih?? jadi tadi itu buka kebetulan ya kita ketemu di depan??"


" aku sengaja nungguin kamu, biar kamu bisa pulang ke rumah dengan selamat..karena sekarang banyak orang gila yang suka teriak-teriak saat malam"


Regan merasa tersinggung dengan ucapan aji


" maksud mu aku?"


" aku tidak mengatakan itu kamu..tapi jika kamu merasa ya baguslah"


" kak aji tinggal di sebelah mana?"


" di ujung jalan ini..dekat kan..ayo main ke rumah ku lain kali..aku akan masak enak buat mu"


" siap bos..aku pasti akan datang..jangan lupa janji mu ya..kakak tau aku doyan makan"


" apa maksud nya kamu mau datang ke rumah nya..kamu gak malu datang ke rumah pria??"


" aku bahkan pernah menginap di rumah mu"


" tapi itu beda cerita..saat itu kita sedang berpacaran"


" hanya pura-pura"


" waahh..hey Una..apa kamu masih menganggap hubungan kita kemarin semua pura-pura??perasaan mu pada ku semua itu pura-pura??lalu kenapa kamu mencium ku saat di rumah sakit??"


Una yang mendengar itu jadi langsung melotot ke arah Regan, segera dia menutup mulut Regan agar Regan tak lagi melanjutkan omongannya


" apa maksud mu aku menciummu??"


Regan berusaha berbicara tapi mulut nya terus di tutupi Una dengan tangannya


" kak sepertinya kita harus ngobrol lain kali dulu ya..aku akan berkunjung lain kali"


Regan akhirnya bisa membuka mulutnya


" apa maksud mu akan berkunjung..tidak boleh"


Una pun segera menyeret Regan masuk ke rumah nya, Una yang bertanya-tanya dengan ucapan Regan juga ada perasaan kesal karena Regan terus menyela perkataannya


" kenapa terus menutup mulutku??"

__ADS_1


" apa maksud mu mengatakan aku menciummu??"


" apa kamu gak ingat??di rumah sakit??kamu yang mencium ku duluan"


bukankah waktu itu hanya mimpi..bagaimana bisa Regan tau kalau dia bermimpi menciumnya..tapi saat itu mimpi itu terasa begitu nyata, bahkan hangat bibir Regan sangat dia rasakan..apakah mungkin sebenarnya itu nyata dan bukan mimpi


" apa saat itu kamu datang ke rumah sakit?"


" ya" Regan meng iya kan


" kau yakin datang ke rumah sakit??"


" tentu saja..kau pikir aku mengada-ngada??"


" tapi saat itu Ranti bilang tak ada siapapun yang datang"


" saat itu bahkan tak ada seorang pun yang datang, hanya aku"


Una menutup mulutnya..dia tersadar kalau ternyata saat itu adalah nyata, Una pun segera masuk ke dala rumah dan mengunci pintu rumahnya rapat-rapat


" un..buka pintu nya"


" kamu pulang aja mas"


" kita bicara dulu"


" kita bicara lain kali aja" teriak Una dari dalam rumah


Una merasa begitu malu, dia seperti tak sanggup untuk menemui Regan, bagaimana bisa tanpa sadar dia sudah mencium dan mengakui semua nya, seolah semua yang dia lakukan untuk menjauhi Regan adalah hal yang sia-sia..jadi karena alasan itu Regan terus mengejarnya dan tak mau menyerah..


Una masih terus kepikiran, bagaimana nanti dia berhadapan dengan Regan, pria itu pasti tak akan mau menyerah, dia akan terus mencari Una dan meminta penjelasan...


" aarrgghh" Una mendengus, melemparkan selimut ke mukanya, seakan putus asa dan ingin pergi keluar angkasa saja..Una benar-benar merasa sangat malu


**


" temui aku di taman setelah pulang kerja"


Regan meminta Una untuk menemuinya, tapi Una masih belum siap karena terus merasa malu, haruskah dia membuat alasan, Una masih belum siap untuk bertemu Regan


" hari ini aku ada janji sama Ranti mau menginap di rumahnya, maaf aku gak bisa"


tak ada balasan lagi, sepertinya Regan percaya


Una berjalan menuju rumahnya, hari ini terasa begitu melelahkan, banyak sekali pekerjaan yang harus dia kerjakan..seketika langkahnya terhenti saat melihat Regan sudah berdiri di depan rumahnya, Una celingak celinguk untuk melihat sekeliling, mencari celah untuk melarikan diri, dia segera berbalik dan berniat kabur tapi ternyata Regan sudah melihatnya lebih dulu..


" aku sudah melihat mu..berhenti di situ atau aku akan teriak lagi biar semua orang bangun"


Una pun berhenti, mengurungkan niatnya untuk lari, dia tersenyum ke arah Regan


" aku bukan mau lari, hanya ingin melihat di sekitar saja, takut ada yang melihat kita..nanti jadi masalah lagi"


" begitu kah??"


"ya" ucap Una sambil tersenyum hambar


" kamu gak jadi menginap di rumah Ranti?"


" ohh..itu..Ranti harus lembur..jadi aku batal menginap di rumahnya..begitu"


" bukan karena ingin menghindari ku??"


" enggak lah..kenapa juga menghindari mas Regan"


Regan menatap Una, sementara Una bahkan tak berani menatap Regan, sikapnya terlihat begitu gelisah

__ADS_1


" kamu gak ngajak aku masuk??"


" kita bicara di luar saja mas, ayo ke taman saja"


Una pun langsung ngibrit duluan menuju taman


"soal masalah di rumah sakit..aku minta maaf..dan tolong mas Regan lupakan itu..anggap saja kita gak pernah melakukan itu"


" kenapa harus di lupakan..aku merasa sangat senang mengingatnya"


"ya?"


" jadi kamu masih mau berbohong terus??"


" aku bukan bermaksud untuk berbohong..aku pikir itu semua hanya mimpi"


" kamu masih sangat mencintai ku Una"


" kalau itu.."


Regan meraih tangan Una, menggenggamnya dengan lembut


" ayo kita pacaran lagi"


Una menatap mata Regan, terlihat ketulusan di matanya..


" haruskah kita pacaran lagi??" tanya Una pelan


" tentu saja..harus!"


" tapi mas Regan sedang dalam status berkencan dengan gina, bagaimana bisa aku masuk dan jadi perusak dalam hubungan kalian"


" kau tau sejak awal bagaimana kisah kami, semua hanya lah spontanitas ku karena ingin melihat mu cemburu"


" bagaiman bisa kamu menggunakan hal seperti cuma untuk membuat ku cemburu..kamu sangat keterlaluan" Una memukul tubuh Regan


" aku tau ini sangat salah un..tapi percayalah, perasaan ku gak pernah berubah padamu"


" akan banyak hal menakutkan yang akan kamu hadapi jika kembali dengan ku mas"


" lebih menakutkan bagiku adalah saat aku berpisah dengan mu"


" kamu dalam bahaya jika terus bersama ku"


" maka ayo kita lewati bersama, selama kamu bahagia aku akan ikut bahagia..aku tidak peduli meski pun apa yang kau lakukan pada ku adalah benar, aku tidak peduli meski kamu benar mendekati ku karena uang, aku akn berikan segalanya, asal kamu mau tetap bersama ku"


" karir mu akan kembali hancur karena ku"


" jika memang itu yang terjadi biarkan saja..memang apa yang salah dengan cinta?? aku berhak memilih dengan siapa aku akan hidup"


"mereka akan kecewa dengan mu"


" penggemar setia yang sebenarnya hanya akan mendukung apa yang membuat idolanya bahagia..apa lagi??apalagi yang kamu takutkan un??"


" ayo kita pacaran lagi!!" Una menjawab dengan tegas" Ayi kita hadang semua rintangan itu bersama"


" tunggulah sebentar saja dan tetaplah bersama ku, urusan ku dengan gina akan segera selesai, jadi bersabarlah"


Regan memeluk Una, mereka memutuskan untuk kembali bersama, dengan segala kendala yang akan terjadi nantinya, mereka siap untuk itu..


" mas..bukankah sebaiknya ini kita sembunyikan dulu..aku takut nanti akan menjadi Maslah lagi jika kita buru-buru"


" haruskah seperti itu??"


Una mengangguk

__ADS_1


" kak Zein pun jangan di kasih tau..biarkan ini jadi rahasia kita saja..bukankah hubungan diam-diam terasa lebih menantang" ucap Una sambil menggoda


Regan pun mengangguk..jika ini yang harus mereka jalani maka akan di jalani, tidak ada lagi yang bisa memisahkan mereka lagi, apapun itu akan mereka hadapi ,sepahit apapun nanti..


__ADS_2