
awal yang baru buat hubungan Regan dan Una, mereka sepakat untuk tidak lagi mengungkit masalah kemarin, benar-benar kembali ke 0..
Una sadar kalau saat ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakannya dengan siapapun, tapi Una tetap berpikir kalau aji harus mengetahui ini, Una gak mau jika aji terus berharap padanya..sudah sangat lama aji menyimpan rasa dan bersabar tapi selalu saja Una tidak bisa membuka hati untuk aji..
**
Una sudah berjanji akan berkunjung ke rumah baru aji, dan hari ini Una menepatinya..dia datang dengan membawa sekeranjang buah
aji membukakan pintu dengan wajah yang sumringah, wajah yang selalu bersinar..
" ayo masuk.."
" ini kak ada buah" Una menyerahkan buah yang sudah dia bawa
" kenapa kamu repot-repot bawa sih un..kamu datang aja aku dah seneng banget"
" gak apa-apa kak..untuk menyambut tetangga baru..hehehe"
" duduk" aji mempersilahkan
Una menengok ke kanan kiri, rumah nya begitu bersih dan rapi untuk ukuran pria lajang
" aku gak nyangka banget kalau kakak pindah di sini..bukannya kakak udah ada apartemen ya"
" di sana terlalu bising buat ku, sepertinya pemukiman seperti ini lebih cocok..kau tau pekerjaan ku adalah berinteraksi dengan banyak orang..akan lebih baik jika aku juga bisa berinteraksi dengan tetangga-tetangga"
" iya benar..di apartemen kebanyakan tidak kenal dengan sekitarnya"
aji menyuguhkan sebuah cake
" ini makanlah..aku buat sendiri..kamu suka kan cake??"
"uwaahh..suka banget kak..ini kelihatan enak..aku makan ya"
" makanlah"
Una menyuap cake yang ada di hadapannya, dia menikmatinya, cake nya begitu lembut dan meleleh di mulut Una
" ini enak banget"
" makan yang banyak...masih ada lagi jika kamu mau"
Una memakannya dengan lahap, dia sadar apa tujuannya dia datang ke rumah aji..dan menghentikan makannya
" ini sudah cukup kak..aku sudah kenyang..aku cukup akan menghabiskan ini..hehehe"
aji menatap Una yang sedang asyik makan
Una bingung harus mengawali dari mana, sedikit canggung memang, tapi dia tetap harus mengatakan ini kepada aji, aji berhak untuk mendapatkan wanita lain yang lebih baik dan menyukai nya
" kak..emmm.."
" kamu mau ngomong apa??"
" begini..sebelumnya aku minta maaf banget ya kak..tapi please jangan marah atau benci sama aku setelahnya"
" iya kamu mau ngomong apa??bagaimana aku bisa memutuskan aku akan marah atau tidak kalau aku bahkan belum mendengar apapun"
Una terdiam, dia merasa ragu dan takut untuk mengatakannya
" bicara saja..dana akan ku pertimbangkan apakah kamu kayak di marahi atau tidak"
" kak aji"
aji tertawa
" apakah sangat fatal sampai kamu begitu ketakutan??sepertinya aku gak akan bisa marah deh kalau kamu seimut itu"
Una terdiam, kenapa pujian ini serasa tak begitu menyenangkan disaat hatinya sedang galau antara mengatakannya atau tidak
" aku balikan sama Regan" ucap Una sambil memejamkan matanya, dia kerahkan seluruh kekuatannya untuk berani mengatakan itu pada aji
aji terdiam, terlihat raut mukanya berubah..apa dia marah, apa sekarang dia marah??
" maaf kak..bukan maksudku untuk membuat mu terluka lagi karena aku, tapi aku berpikir kalau kakak harus tau..aku gak mau kakak banyak berharap terhadap ku..dan kakak pun juga berhak bahagia dengan wanita yang kakak sukai"
" tapi aku menyukai mu??tidak bisakah aku mencoba untuk juga bahagia dengan mu??"
"maaf.." ucap Una memelas
Una merasa sangat bersalah, Una yang dulu sangat berharap aji bisa dia miliki, tapi sekarang bahkan terus menolak nya
" aku baik-baik saja un" ucap aji sambil tersenyum tipis" kau pikir dengan seperti itu aku akan marah dan membenci mu??jika seperti itu bukankah harusnya aku sudah menjauhi mu dari dulu saat kamu bilang kalau kamu bersama Regan"
benar..aji bahkan bilang akan terus menunggu Una sampai Una mau membuka hatinya..tapi Una tetap merasa itu adalah sebuah beban
__ADS_1
" aku sudah bilang kalau aku akan menunggu mu sampai kapan pun kamu mau buka hati mu untukku"
" kak...aku tidak mau kak aji terus menunggu ku, kakak juga berhak bahagia, ada banyak wanita yang lebih baik dari aku yang pastinya mau sama kakak..aku sangat mencintai Regan..aku tidak bisa membiarkan kakak terus menunggu, karena akan menjadi beban buat ku..aku tidak enak sama kakak"
" kalau kamu merasa gak enak justru itu bagus"
Una bertanya-tanya kenapa itu bagus
" semakin kamu tidak enak dengan ku, semakin kamu akan memikirkan ku"
" aku sudah memberi tau mu..jadi jangan salahin aku ya kalau seumpama aku tidak bisa lepas dari Regan..ayo lah kak buka hati untuk orang lain..aku janji akan menghilang dan gak muncul di hadapan kakak, biar kakak cepat lupa ma aku"
" kalau begitu aku yang akan mendatangi mu"
" kak aji"
" jangan terlalu khawatir dengan ku..aku baik-baik saja..dengan melihat mu bahagia saja itu sudah cukup membuat ku bahagia"
Una terkesima dengan bahasa aji, bagaimana bisa di saat Una sedang berusaha menyakitinya tapi dia justru menanggapi nya dengan sangat tulus
" semakin kamu baik padaku..aku semakin khawatir kak"
Una melangkah keluar dari rumah aji, tak terlihat aji mengantar, Una berbalik untuk melihat ke arah rumah aji.."maafin aku kak" ucapnya dalam hati
Una melangkah pelan menuju rumahnya, saat melihat ke depan terlihat Regan yang sudah menunggunya di depan rumah, regan mengayunkan ponselnya memberi tanda kepada Una untuk membuka ponselnya, ada 9 kali panggilan dan 5 pesan, Una memakai mode diam di ponselnya, sengaja dia tak ingin ada yang mengganggu saat bicara dengan aji
Una berlari kecil dan segera memeluk Regan
" dari tempat aji?"
Una mengangguk
" gimana katanya??"
" tentu saja dia harus menerima"
Una tak mau banyak membicarakannya dengan Regan hasil pertemuannya dengan aji, dia gak mau Regan jadi kepikiran karena aji yang gak mau nglepasin Una
" mau makan ice cream??"
Una mengangguk
" bagaimana kau tau aku sangat ingin makan ice cream?"
" benarkah??dimana??di jidatku?" tanya Una sambil menunjuk jidat nya
mereka berjalan sambil berpegangan tangan, sesekali terlepas saat ada orang yang melintas, beberapa orang yang lewat tak akn mengenali Regan karena dia sedang menggunakan masker
mereka menuju ke sebuah toko ice cream yang dekat dengan rumah Una
" apa tak masalah jika kita makan di sini??bagaimana kalau kita bawa pulang saja??kita makan di rumah ku??"Una menawarkan
" apa gak apa-apa kalau di makan di rumah??"
" gak apa-apa dong"
akhirnya mereka memutuskan untuk membawanya pulang saja
sesampainya di rumah, anu langsung menyiapkan beberapa makanan tambahan serta cemilan
" kalau di sana kita harus beli, kalau di rumah gak usah beli,hehehe"
" kenapa harus sengirit itu?aku bisa belikan mu bahan setoko-tokonya"
" kita tetap harus berhemat. bagaimana jika nanti kita ketahuan??karirmu hancur dan jadi miskin??"
" seburuk itukah yang kamu bayangin??"
" kita harus memikirkan pahitnya..lagi pula lebih baik seperti ini kan, jika gak dimakan ini akan jadi basi dan berakhir di buang"
Regan merasa kalau sudah benar dia memutuskan untuk kembali dengan una, Regan menatap Una dengan penuh kasih
" kenapa terus menatapku??ice cream mu bisa meleleh kalau gak di makan-makan"
" aku bilang juga apa..akan bahaya kalau kita makan di rumah"
" bahaya??" uan celingukan melihat kanan kiri, bahaya apa yang di maksud Regan
" aku tidak tahan saat melihat mu makan ice cream, itu...bibir mu menggoda ku"
Una segera menggigit bibir nya..kenapa Regan mengatakan hal seperti itu, bahaya yang dia maksud apakah ini..
" aahh..kenapa jadi panas sekali" ucap Regan sambil mengibaskan bajunya
Una segera meraih remot AC dan membuatnya jadi lebih dingin
__ADS_1
" apa ini cukup??"
Una berlagak tak tau, dia hanya merasa gugup karena Regan
tiba-tiba Regan menarik Una mendekat, wajah mereka berhadapan begitu dekat, degup jantung mereka terdengar begitu kencang, sudah lama sejak mereka berpisah, dan ini seperti batu memulai kembali..Regan mendekatkan wajahnya, memiringkan kepalanya, bibir mereka akan segera bertemu..Una sudah mulai membayangkan hal-hal yang tak seharusnya..namun semua jadi buyar ketika pintu rumah Una tiba-tiba di gedor-gedor dari luar..
" un..bukain pintu dong"
Regan dan Una terdiam sesaat, tersadar mereka akan segera ketahuan, mereka meloncat berusaha untuk sembunyi
" siapa itu??" tanya Regan berbisik
" sepertinya suara ranti"
" semalam ini??"
Una menggelengkan kepalanya
Una menarik Regan ke kamar, memintanya untuk segera sembunyi
" diam di sini dan jangan ribut..aku akan membuatnya segera pergi"
Una menutup pintu kamar, dan segera membuka pintunya untuk Ranti, berakting seperti baru bangun dari tidur..
" maaf mengganggu" ucap Ranti nyelonong masuk
"kenapa malam-malam begini datang??"
" aku nginep di sini ya??"
" nginep??"
waduh bagaimana ini,..kalau Ranti nginep di sini bagaiman Regan akan keluar
" aku lagi bertengkar sama ibu ku..aku gak mau pulang"
Una pun berusaha meyakinkan Ranti untuk pulang dan berbaikan lagi dengan ibunya, tapi Ranti justru kekeh tak mau pulang dan akan menginap, tak ada cara lain selain memperbolehkannya tinggal, tapi bagaimana caranya mengeluarkan Regan??
Ranti melihat 2 gelas ice cream di meja
"ice cream??"
Una terlihat panik
" itu aku yang makan semua..kamu tau kan aku pemakan segala..hehehe..kamu mau??makan lah"
Ranti segera mengambil satu gelas ice Crema, tanpa pikir panjang dia langsung memakannya
" aku beresin kamar dulu ya..kamu makan aja dan tetap di situ ya"
Una segera masuk dan mengunci pintu kamarnya, Una memberi tau Regan kalau Ranti akan menginap di sini, Una akan mencari jalan keluar buat Regan
" kamu mandi dulu sana ran, pasti badan kamu gerah kan?"
" aku gak mandi ah"
" mandi aja..airnya seger lho..atau cuci muka dulu aja..make up mu kalau gak di bersihin bisa bikin jerawat lho"
" oh iya bener"
Ranti beranjak masuk kamar mandi, Una memanggil Regan keluar dan memastikan kalau aman untuk keluar
" aku akan menghubungi mu nanti" ucap Regan, dia pun segera berlari keluar dan masuk ke mobilnya
**
" sudah tidur?"
" belum..sudah sampai rumah??"
" sudah baru saja sampai"
" syukurlah..lain kali ayo lebih hati-hati..gak bisa bayangin kalau Ranti Sampai tau"
" ku pikir di rumah adalah tempat yang paling aman"
" bukan kah ini sangat menyenangkan??pacaran diam-diam..seperti ada sesuatu yang mendebarkan saat kita takut ketahuan"
" sepertinya begitu"
" ya sudah..selamat tidur"
"kamu juga..selamat tidur"
pesan teks mereka berakhir, dan mereka pun tertidur..sama bermimpi indah..
__ADS_1