
hari-hari Una terasa lebih berwarna, di banding dulu saat pertama pacaran dengan Regan, sepertinya setelah putus dan kembali menjadi sebuah hubungan yang lebih membuat Una bersemangat..
Una melihat proses syuting Regan yang sedang berlangsung, Una pun mampir sebentar untuk sekedar melihat saja karena saat ini dia sedang santai dan tidak ada jadwal..karena sudah kenal dengan para kru, Una bisa langsung membaur, beberapa menanyakan kabar ke Una...
Regan yang melihat Una terlihat begitu bersemangat, diam-diam saling mencuri pandang..tibalah di sebuah adegan yang mengharuskan Regan untuk mencium pasangan mainnya gina, Regan sedikit ragu-ragu akankah dia melakukannya dengan benar, dia takut Una merasa sedih saat melihatnya..tapi demi keprofesionalannya dalam bekerja, dia tetap harus melakukannya..
ponsel Una bergetar, ada pesan masuk, dari Regan
" aku menyempatkan ini saat istirahat sebentar..aku akan segera melakukan adegan dimana aku harus mencium lawan main ku..apa kamu gak masalah??aku akan mengatakan pada sutradara untuk menggunakan peran pengganti jika keberatan"
" lakukan saja..kamu bertanggung jawab dengan perannya..tak usah kau pikirkan aku..aku baik-baik saja"
Regan menatap Una dari jauh, Una pun membalas tatapannya dan tersenyum, menandakan kalau dia tidak apa-apa..
demi membuat Regan nyaman, Una memutuskan untuk pergi saja, karena dengan adanya dia di sana hanya akan membuat Regan canggung...
**
Una berjalan menuju halte, tak ada pesan atau panggilan dari Regan, setelah dia meminta ijin tadi...
di akui kalau hatinya sangat tidak rela saat Regan harus mencium orang lain, tapi memang itu adalah pekerjaannya..Una tidak bisa melarang nya..
tiba-tiba sebuah mobil berhenti di samping dia berjalan, saat kaca terbuka, di dalamnya ada Regan, mereka saling melempar senyum
" ayo masuk" ajak Regan
Una menoleh kanan kiri, memastikan tak ada orang yang melihat mereka, setelah di rasa aman,Una pun langsung masuk ke dalam mobil
" kenapa bisa pas ya"
"pas apanya??"
" pas aku mau ke halte, kamu lewat, hehehe"
" itu artinya kita jodoh"
Una memerah, wajahnya merona, seakan itu adalah sebuah kata-kata sakral yang membuat sang pendengar seperti sedang melayang-layang
" kita mau kemana?" tanya Regan
" mau keman lagi??tentu saja pulang"
" pulang?"
Una mengangguk " tak ada tempat aman buat kita berkencan,,,jadi lebih baik pulang saja"
" okey.."
mobil melaju dengan kencang, tapi sepertinya ini buka. arah ke rumah Una
" rumah ku lewat sana"
" rumahku lewat sini" jawab Regan " ayo ke rumah ku saja, seperti ya lebih aman dari pada rumah mu"
mereka pun menuju rumah Regan
" bagaiman kalau ada yang masuk, kak Zein misalnya..dia kan tau password rumah kamu"
" tenang saja..aku sudah menggantinya, kali ini hanya aku yang tau..dan juga kamu yang akan segera tau"
" kenapa aku harus tau..gak usah aja"
" akan lebih mudah saat kamu tau pasword rumahku..dengan begitu kamu bisa datang lebih dulu tanpa harus datang bersama-sama kan"
Una .mengangguk-angguk pertanda mengerti apa maksud Regan
setelah sampai di rumah Regan, Regan masuk lebih dulu, setelah beberapa saat baru Una menyusul, begitu sulit berkencan dengan selebritis, tidak seperti saat mereka berkencan dan Una masih sebagai asisten pribadi Regan, Una bebas keluar masuk tanpa takut di curigai, tapi sekarang dia harus masuk bak seperti wanita yang akan berselingkuh..hahaha
__ADS_1
Regan menarik tangan Una dan menyeret ke pangkuannya, seolah tidak sabar dengan kerinduan yang ia rasakan selama ini, tanpa basa basi lagi, Regan langsung mencium Una, seperti sudah tau, Una pun membalas ciuman itu dengan pasrah..ciuman hangat dengan penuh kelembutan
" aku benar kan..di sini lebih aman buat kita" kata Regan berbisik
" iya benar" ucap Una pelan sambil tersipu
kembali Regan mencium Una, Dunia serasa hanya milik mereka berdua seorang..mereka menikmati ciuman dengan hasrat yang berapi-api
di saat mereka sedang romantis-romantisnya, seperti tak ada lagi yang mereka hiraukan, tetapi seperti ada yang berbunyi..mereka acuh tak acuh..bel rumah Regan berbunyi, terus berbunyi..tapi mereka berdua seakan tak sadar tentang itu, ponsel Regan pun ikut berbunyi..merasa terganggu, akhirnya mereka berhenti sejenak dengan aktifitas vaccum memvacum nya..
bel rumah kembali berbunyi, mereka berdua menoleh, merasa panik..
" itu bang Zein"
mereka langsung berlari berusaha untuk bersembunyi, Una begitu panik, bagaiman kalau sampai ketahuan, kemarin saat di rumah nya ada Ranti, sekarang di rumah Regan ada Zein..
" bagaimana ini??"ucap Una ketakutan
" masuk ke kamarku"
" yakin kak Zein gak akan masuk ke sana??"
" dia gak akan berani masuk kamarku tanpa ijin"
Una pun segera berlari, Regan menutup pintunya...
Regan bergegas membuka pintu
" ngapain aja sih??"
" mandi aku bang..kenapa ke sini lagi??"
" aku lupa ngasih ini ke kamu" Zein melempar sebuah naskah ke meja
" naskah lagi??"
"ok..ok..sudah kan??"
"memang ada lagi?" tanya Zein
" ya kalau sudah Abang bisa pulang sekarang"
" kenapa kamu buru-buru ngusir aku??aku mau istirahat dulu sebentar,,pinggang ku sakit banget ini"
" Abang kan bisa istirahat di rumah"
Zein tetap saja berbaring di sofa, dia berusaha untuk memejamkan matanya, ingin tidur sejenak, tapi Regan terus mengganggunya
" bang..tidur di rumah mu lah sana"
" hey..pelit kali kamu ini,,biasanya kan juga aku suka nginep di sini...kenapa sekarang malah di usir-usir..itu juga kenapa pasword rumah jadi di ganti-ganti??"
" aku kan sudah dewasa bang..butuh privasi lah aku"
" privasi-privasi apaan..aku bertanggung jawab dengan privasi mu..kasih tau buru paswordnya"
Zein terus memaksa, regan merasa kasian dengan Una yang ada di dalam kalau Zein gak pulang-pulang juga
" kamu gak sedang bawa wanita ke rumah kan?" tanya Zein
Regan seperti sedang kepergok nih
" enggak lah..emang bawa siapa..Abang kan tau gina juga sedang sibuk"
Zein tiba-tiba beranjak duduk
" ahh ya..kamu ingetin..bicara soal gina..jadi beneran kamu pacaran sama dia kan??"
__ADS_1
Regan terdiam, kenap Zein tiba-tiba tanya begini
" aku lihat kamu gak ada romantis-romantisnya sama dia, beda pas waktu kamu sama Una..kamu gak lagi ngedrama lagi kan??"
" enggak lah bang..kok Abang sampai punya pikiran begitu sih"
" aku lihat kalian gak pernah lho jalan bareng..kencan gitu"
"ya kan kami udah tiap hari ketemu bang..ngapain harus kencan-kencan..sibuk kita bang..Abang kan lebih tau aktifitas ku..bisa pulang istirahat aja sudah syukur aku bang"
Zein mengangguk, seperti sedang curiga, Zein merasa sangsi dengan hubungan Regan dan gina, Regan memang tak memberi tau apapun perihal hubungannya dengan gina,..
sebagai manager utama tentu Zein adalah yang paling bertanggung jawab dengan karir Regan, wajar jika dia terus menanyai regan dengan pertanyaan-pertanyaan seperti itu..
" mana sini password nya.."
" setelah ku kasih tau Abang pulang ya"
" iya..iya..pelit amat sih.."
" aku mau istirahat bang..capek aku"
" istirahat ya tinggal istirahat aja kayak biasanya juga kamu istirahat maen istirahat aja"
Regan pun memberi tau paswordnya, dan segera setelah itu Zein pamit untuk pulang
Regan mematikan kalau Zein sudah pulang dan keluar dari rumahnya..setelah di rasa jauh, Regan pun segera masuk ke rumah ya, dia menuju ke kamar..Regan melihat Una sedang tertidur pulas di atas kasur, wanita cantik ini, sepertinya sangat lelah, Samapi dia tertidur begitu pulas, Regan mendekatinya, menatap wajah Una yang sedang tertidur
" dia tetap cantik meski sedang tertidur" Regan menggumam lirih..
Regan melirik ke arah jam, benar saja ini sudah jam 10 malam, sudah larut..Regan tak berani membangunkan Una..dia pun berbaring di samping Una, berada di bawah satu selimut dengan orang yang dia cintai, membuat otak Regan jadi traveling kemana-mana..Regan merasa gerah..
Regan pun keluar dan mengambil air dingin, meneguknya..
setelah merasa lebih baik, Regan berniat kembali ke kamarnya, tapi Una sudah keluar lebih dulu..
" kenapa gak membangunkan ku??aku harus pulang"
" tidur di sini saja"
Una yang mendengar itu langsung diam, Regan sadar kalau kata-katanya pasti terdengar seperti cabul
" maksud ku kamu tidur di kamar, dan aku akan tidur di sini" Regan menunjuk sofa
"gak apa-apa..jam segini masih ada bis kok"
" di sini saja gak apa-apa..ini sudah malam banget"
" enggak usah ah..gak tenang aku kalau di sini"
" gak tenang kenapa?karena aku??"
" selama itu cuma kamu tentu aku lebih merasa senang..aku mengatakan jika itu kak Zein atau staff mu yang lain..mereka bisa saja masuk kapan saja"
" oohh ya..kamu benar..dan aku sudah memberikan pasword rumah ini tadi ke bang Zein"
" ya udah aku pulang sekarang..kamu langsung istirahat saja"
Regan kembali menarik Una, memeluknya dengan erat, seperti tak ingin berpisah
" pasti berat ya buat mu..maafin aku ya"
Una menggeleng
" kita sudah pernah seperti ini sebelumnya..hanya bedanya sekarang kita harus lebih hati-hati kepada semuanya..aku sudah tau resikonya sejak memutuskan menerima mu kembali"
" berjanjilah untuk tidak kabur lagi dari ku..meski aku meminta mu pergi, tetaplah bertahan di samping ku...ini gak akan lama"
__ADS_1
mereka saling memeluk, seperti inikah rasanya di cintai dan mencintai..meski berat, tapi ini adalah pilihan mereka berdua, komitmen yang harus mereka jaga..