Cinta Ku Terhalang Level

Cinta Ku Terhalang Level
episode 57 : si gadis bersinar


__ADS_3

ini adalah jadwal Maliq memulai syuting iklan..Una dan Alex adalah yang bertanggung jawab untuk proyek ini..sesekali pak Ferdi datang melihat..


tapi tak seperti biasanya..bos-bos besar ikutan datang melihat


" kenapa semua pada datang..ini membuat ku grogi saja" kata Alex


" apa biasanya mereka tidak datang?" tanya Una


" jangan kah datang, mereka hanya tau nya hasil..tapi ini seperti hari spesial..bagaimana bisa pak aji, pak Leo, semua datang melihat.."


mungkin hanya kebetulan saja mereka datang bersama


Una menoleh pada aji, aji sedang melihatnya..dia melempar senyum pada Una, Una membalasnya..


" kenapa ini terlihat canggung sekali" pikir Una


Una sepertinya tak nyama dengan situasi ini, bagaimana jika hasil nya TDK baik, dia akan merasa terbebani dengan hadirnya orang-orang itu


Una menoleh ke arah Leo, seperti biasa terlihat dingin, Leo membalas tatapan Una, tapi tak ada senyum yang tersirat di situ..


sampai kapan mereka berada di sini, bukankah mereka punya banyak pekerjaan, sejak kapan mereka jadi punya waktu luang bersama


" fokus" Alex mengingatkan


Una malu karena sepertinya Alex tau kalau pikirannya sedang mengarah kemana-mana, seperti tidak percaya diri


" kamu cukup melihat saja dan membantu ku..tak usah terlalu banyak berpikir, karena kamu masih dalam tanggung jawab ku" Alex berusaha menenangkan Una..benar sekali, ini adalah pekerjaan pertama yang Una kerjakan setelah bergabung di tempat ini, jadi masih waktunya dia untuk belajar, syukurlah dia punya partner yang hebat dan juga pengertian seperti alex..


sesi pertama pemotretan selesai, Maliq berjalan menuju ke arah Una dan Alex yang melihat hasil potonya..Maliq datang dan langsung mengalungkan tangannya ke Una..


" kenapa kakak selalu terlihat cantik setiap saat"


Una merasa geli dengan perlakuan Maliq, dia pun berusaha melepaskan nya


" kenapa kamu begini..orang akan salah paham melihatnya"


" aku gak apa-apa dengan itu"


Una berdelik, melotot ke arah Maliq..


" wah hasilnya keren sekali..benar kan??"


" kamu memang selalu keren" Una mengacungkan jempolnya


sedang ada yang terpantau cemburu..aji terlihat kesal dengan sikap Maliq yang seperti itu..kenapa Una juga terlihat santai dengan perlakuan Maliq..tanpa aji tau, sebenarnya Una pun sangat tak nyaman dengan itu..tapi bagi Una Maliq hanya seperti adik nya, layaknya septa, Maliq hanya anak kecil yang berusaha akrab dengan kakaknya, itu yang ada di pikiran Una..tapi sepertinya tidak dengan apa yang di lihat orang...


banyak yang cemburu dengan sikap yang di berikan Maliq pada Una, bahkan banyak yang berpikir jika Una memang sudah lama mengenal Maliq, karena itu dia gampang untuk langsung meminta kontrak dengannya..


" aku tak tau jika kalian sedekat ini" tiba-tiba Regan sudah berdiri di samping mereka


" oh.bos!!"


Una pun kaget dan segera melepas tangan Maliq


" sejak kapan kamu memanggil ku seperti itu"


" mulai sekarang aku akan memanggilmu seperti itu..bos..my bos" gaya bicara Maliq memang seperti ini, dia anak yang ceria dan juga cerah


Regan melihat ke arah Una, tapi Una sengaja untuk menghindari tatapan itu..


" apa hasilnya bagus"


" tentu saja pak..Maliq adalah orang yang profesional..ini sangat sesuai dengan konsep yang kami buat.."


" masih ada pemotretan lagi??"


" iya..masih ada 1 sesi lagi..kami istirahat sebentar "jawab alex


" oke..lanjutkan"


" tapi bos..kenapa kamu datang kesini??"


" apa tak boleh??artis ku sedang bekerja di sini"

__ADS_1


" kamu gak biasanya datang berkunjung" Maliq melirik ke arah Una " apa karena kak Una??" ucapnya setengah meledek


" apa itu terlalu kelihatan??"


" ooww..jadi benar karena kak Una??!"


Alex menoleh..Una tak berani berkomentar


" tentu saja tidak..aku punya kewajiban memantau hasil kerja artis ku..gak ada salahnya kan jika aku datang"


jawaban ini yang Una harapkan,,jangan sampai banyak yang salah paham lagi..


" oooww.."


" kenapa..masih kurang puas dengan jawabanku??"


" tentu saja tidak..syukurlah..karena aku tak mau bersaing dengan mu bos..hehehe"


" sudah waktunya" Una memotong..akan semakin panjang jika tidak di hentikan, Una tau arah perkataan. Maliq..meski itu hanya bercandaan akan tidak baik jika di dengar banyak orang


Regan mundur dan mendekat ke arah aji


" kenapa kamu datang??"


" nah ini lagi..apa salah jika aku datang untuk melihat artis ku bekerja??"


" ku dengar kamu bukan tipe atasan yang peduli dengan artis nya"


" apakah ada gosip seperti itu??"


" kamu juga seorang artis..tentunya kamu akan sangat sibuk dengan pekerjaan mu sendiri..tapi kamu meluangkan waktu mu untuk datang ke lokasi"


" benar..aku memang sangat sibuk..tapi sekarang aku sedang ada waktu..jadi ku putuskan untuk melihat".x bukan karena Una kan??"


Regan menoleh, dia tak menjawab pertanyaan aji


" jika itu karena Una, lebih baik jangan terlalu sering datang..hadir mu hanya akan merusak suasana hatinya"


" tidak kecuali Una..kamu tau dia seperti apa bagi ku"


" aahh..jadi itu masih juga berlanjut??kalau boleh aku kasih saran...jangan melibatkan masalah hati dalam pekerjaan mu..kamu hanya akan membuat orang lain tidak nyaman"


" ku rasa itu juga harus kamu pakai untuk dirimu sendiri..kau tau aku tak akan menyerah padanya"


" ayo kita hanya bicara masalah pekerjaan..aku tidak berminat untuk berdebat masalah hati dengan mu"


" aku hanya memperingatkan mu"


" jika adanya aku benar membuat Una tak nyaman..ah..tidak..sepertinya ini kamu yang tidak nyaman..aku akan pergi..tolong jaga artis ku"


Regan pun pergi..benarkah adanya dia membuat Una tidak nyaman, apa artinya kini Una sudah move on darinya??


akhirnya pekerjaan sudah selesai..uan menoleh ke belakang..sudah tak ada siapapun..orang-orang itu, seperti ya memang datang hanya untuk melihat pekerjaan mereka, kenapa Una berpikiran terlalu GR..ingat Una, kamu hanya lah karyawan, jangan berharap banyak meski kamu kenal dan pernah menjadi istimewa dengan mereka..pekerjaan adalah pekerjaan jadi tetaplah fokus dan jangan pedulikan apapun..


" kerja bagus" Alex memuji Una


Una tersenyum, senyumannya begitu cerah dan manis, Alex melihat ya dan terpesona..jika Maliq pernah berkata Una adalah gadis yang manis, seperti nya itu benar..Alex mengakuinya sekarang..


Alex menyentuh dadanya, ada yang aneh, detak jantung nya berdetak kencang..


dia melihat Una yang berjalan mendahuluinya..Alex berlari dan hendak mengejar Una


" tunggu!"


Una berhenti dan berbalik, seperti iklan shampo, rambut Una yang panjang tergerai seperti membius mata Alex..dia cantik sekali, begitu bersinar..


" iya mas?"


Alex tersadar ..


" ayo makan siang bareng"


" ayok..aku juga lapar" una tersenyum sambil memegang perutnya

__ADS_1


" apa yang lain juga sudah makan"


" tentu saja .ini sudah lewat jam makan siang..mereka pasti sudah duluan..ayo kita makan berdua saja" uan menggandeng tangan Alex..tanpa di sadari muka Alex memerah, hatinya tampak senang..


" mas Alex sakit??" tanpa basa basi Una menempelkan tangannya ke dahi Alex


" tidak panas..tapi kenapa wajah mu memerah?"


Alex hanya terbengong, seperti ya dia benar -benar sedang terhipnotis..baru kali ini dia menyadari kalau Una memang benar-benar memiliki pesona beda dari yang lain


" aku hanya kepanasan saja"


mereka menuju ke kantin di lantai bawah


" kita makan di sini saja ya..biar gak terlalu jauh, dan juga makanan di kantin juga enak"


" okey"


mereka duduk saling menghadap..bukan menikmati makan, Alex justru terus melihat ke arah Una, curi-curi pandang


tapi Una tidak menyadari apapun


" seperti nya Maliq sangat menyukai mu"


" aku juga menyukai nya"


jawaban Una seperti mematahkan hati Alex yang baru saja berkembang


" kamu juga suka dia??" tanya Alex lirih


" tentu saja..mas Alex juga tentunya suka sama dia kan??aku gak mungkin membenci orang yang bekerja dengan ku"


" ohhhh" Alex tersenyum tipis


" dia pria yang ceria, cerah dan menyenangkan..melihatnya mengingatkan aku pada adik ku di kampung .aku jadi ingin melindungi nya"


" kau benar..wajar jika dia banyak di idolakan meski belum lama ada di dunia hiburan"


" benar"


seorang bocah tiba-tiba saja menangis, tidak ada orang di dekatnya


" apa anak itu sendirian??"tanya Una


Alex menoleh, mereka melihat sekeliling, tidak ada yang peduli


" sepertinya tidak ada yang memperdulikannya


Una langsung berjalan menuju ke anak itu, sikapnya yang ramah, membuat anak itu berhenti menangis, Alex melihat ya dari jauh, semakin terlihat sisi spesial nya Una..dia bukan cuma cantik, tapi juga baik..


Una terus menemani anak itu, sampai akhirnya ibunya datang


Una berjalan kembali ke kursinya untuk melanjutkan makannya


" apa ibunya meninggalkannya??"


" ibunya pergi ke toilet sebentar..sepertinya dia ketakutan karena ternyata ibunya lama di dalam"


" bagaimana bisa dia di tinggal sendirian"


" itulah..jika itu anak ku..akan membawanya kemanapun aku pergi"


Alex menatap Una..hatinya terasa lebih hangat..


mereka kembali ke kantor, saat akn keluar lift, mereka berpapasan dengan Regan yang hendak masuk lift..Alex memberi salam, Una hanya terdiam melihatnya..Una dan Alex bergegas pergi..


" bisakah kita bicara??"


Regan melihat ke arah Una, Alex yang melihatnya bertanya-tanya dengan siapa Regan bicara, Una atau dia


" ayo kita bicara, Una"


Una terdiam..haruskah dia menerima nya, atau menolaknya..Alex yang melihatnya terlihat tidak suka dengan itu..

__ADS_1


__ADS_2