
"Ayo, Wima, Eri. Oma mau tiup lilin," kata Oma sambil berdiri dan melangkah mendekati kue ulang tahun tujuh tingkat itu dengan dua lilin kecil di atasnya. Sesuai dengan umur Oma Rahayu Tujuh puluh dua tahun.
"Wina, tolong ya," pinta mama dokter Eri penuh harap.
Sementara dokter Eri juga sudah berdiri dan menunggu Wina.
"Iya, Wina," ucap Tante Firda setengah memohon.
Perasaannya tambah ngga enak, apalagi dokter Eri sudah mengulurkan tangannya.
Akhirnya Wina menyambut uluran dokter Eri dan dengan menunduk dia mengikuti langkah dokter Eri yang menghampiri Oma Rahayu.
Oma Rahayu menatap Wina dengan pandangan senang dan puas karena Wina menuruti keinginannya.
"Pacar kamu ada di sini?" bisik dokter Eri yang merasa aneh melihat Wina begitu resah.
"Iya," kata Wina balas berbisik.
Mantan, tambahnya dalam hati.
"Ini siapa, Oma?" tanya MC pria sangat ramah.
"Do'akan. Semoga dia mau mutusin pacarnya dan jadi pacar cucu saya, dokter Eri Alexander," kata Oma dengan suara terdengar keras karena sang MC mendekatkan mic pada oma.
Kata kata Oma membuat para tamu tertawa heboh.
Untungnya Oma Rahayu tidak mengijinkan adanya kamera dan wartawan di pesta ulang tahunnya. Wina merasa sedikit aman dari publikasi.
Yang hadir pun hanya dari kalangan tertentu. Untuk dokter Lia, semoga saja bosnya bisa membujuknya untuk menjaga rahasianya.
Dokter Eri menatap Wina kasihan. Dia merasa Wina sangat tertekan.
Maaf Wina.
Ardan terkejut mendengar kata kata Oma Rahayu.
Mereka belum pacaran?
Ada secercah harapan di hati Ardan. Apalagi mendengar Oma Rahayu mengatakan kalo Wina belum putus dari pacarnya. Bibirnya pun mengulas senyum.
Papa Ardan sempat meliriknya dan merasa senang melihat senyum di wajah anak semata wayangnya. Udah seminggu lebih beliau kehilangan ekspresi ceria dan nakal Ardan.
Apa karena mendengar kata kata Oma Rahayu yang memgatakan Wina masih punya pacar?
Papa melrik wajah istrinya yang keruh. Terlihat memendam kekesalan yang amat sangat.
Oma pun meniup lilinnya dan disambut tepuk tangan para tamu yang hadir.
"Kalo ada yang berani ngaku sebagai pacar gadis cantik ini, silakan. Oma tunggu. Kita bisa negoisasi," kata Oma masih menggunakan mic MC.
Para tamu pun tertawa mendengar jokes dari Oma.Rahayu.
__ADS_1
"Udah Oma," bisik Eri.
"Biar aja. Oma pengin lihat siapa pacarmya. Akan oma bandingkan sama kamu," kata Oma masih menggunakan mic milik MC.
Kembali tamu tamu ada yang tertawa dan juga ada yang tersenyum simpul.
Wina sendiri sudah pengen kembali ke kursinya. Dia ngga tahan dengan tatapan para tamu padanya.
Stop nek, batinnya terus berharap.
Wina sendiri ngga berharap Ardan akan menunjukkan dirinya di depan para tamu. Dia ngga seberharga itu buat Ardan, batin Wina sedih.
"Nek, udah ya. Wina mau duduk," pamit Wina kecewa. Ardan ngga berani menunjukkan eksistensinya.
"Nanti dulu. Bantu Oma potong kue," bujuk Oma Rahayu manja.
Wina tersenyum kemudian membantu Oma memotong kue dan disambut tepuk tangan meria para tamu.
Eri merasa berterimakasih dengan Wina karena masih tetap mau melayani kemauan omanya dengan baik.
Dia gadis yang baik.
Dalam hati dokter Eri gondok juga karena pacarnya yang Wina bilang datamg tapi kenapa ngga menampakkan diri. Menghampiri omanya.
"Bener kamu ngga mau mutusin pacarmu demi cucu Oma?" bujuk Oma Rahayu sebelum Wina menyerahlan potongan kue itu untuknya.
Kembali terdengar tawa karena lagi lagi sang MC mendekatkan mic nya pada Oma.
Itu pacarnya? batin dokter Eri menatap Wina ngga percaya.
Ngga nyangka standarnya tinggi sekali. Tentu saja dokter Eri tau, karena beberapa hari yang lalu Ardan masuk dalam jajaran 10 most wanted pengusaha muda berbakat dan sukses versi majalah bisnis luar negeri.
"Ardan," panggil mamanya kaget melihat anaknya berdiri. Begitu juga Dina dan keluarganya. Papa Ardan tersenyum melihat sikap yang akhirnya diambil putranya.
Dari tadi beliau melihat Ardan yang masih saja duduk diam padahal Oma Rahayu sudah beberapa kali menantangnya.
Bukannya Ardan ngga mau langsung mengaku sebagai pacar Wina. Tapi dia takut Wina akan menolaknya.
Andai saja dia tidak mekakukan kesalahan sampai Wina memutuskannya dan membuat hidupnya amburadul, pasti sudah dari tadi tadi Atdan menghampiri Wina.
Tapi melihat keseriusan Oma Rahayu ingin menjodohkannya dengan Winanya, akhirnya Ardan mengambil resiko mungkin nanti dipermalukan Wina. Yang penting dia sudah berusaha mendapatkan Wina kembali.
Sementara itu Tiara dan keluarganya pun terkejut menatap Ardan yang melangkah maju mendekati Wina.
Tiara benar benar memperhatikan sosok Wina, mencoba menbandingkannya dengan gadis yang melarikan diri saat melihatnya dan Ardan berciuman.
"Gadis itu pacar Ardan?" tanya Pak Zain kaget. Istrinya menatap wajah pias putri cantiknya.
Papa Gaga tersenyum puas melihat wajah menahan marah dari mama Ardan.
"Itu pacar Wina?" kaget dokter Lia benar benar di luar dugaannya.
__ADS_1
Gaga menatap malas.
"Jangan buat aku insecure, honey," bisiknya membuat dokter Lia tertawa.
"Ya engga lah. Kamu the best lah," kata dokter Lia balas berbisik membuat Gaga mengembangkan senyum senangnya.
Ardan tersenyum lembut melihat Wina yang terpana. Sepasang mata Wina mulai berkabut.
Oma menatap tajam laki laki tampan yang mendekati Wina.
Berat juga saingan cucunya, keluhnya membatin.
"Kamu siapa?" Kali ini Oma menepis mic sang MC.
"Saya Ardan Putra Pamungkas, Oma. Pacar Wina," kata Ardan sambil menatap Wina yang masih tertegun.
Oma menatap Ardan penuh selidik.
"Apa benar?" tanya Oma Wina.
"Saya saksinya," kata Gaga yang menarik perhatian para tamu.
Oma menatap Gaga kesal. Pemuda yang merupakan anak temannya, yang tadi ngobrol bersamanya.
Ardan trrsenyum melihat Gaga yang.membantu dirinya.
Terimakasih, Bro, serunya dalan hati.
"Mengapa baru sekarang muncul. Kenapa ngga dari tadi?" hardik Oma Rahayu kesal.
Ardan bingung sampai ngga bisa menjawab. Dia menatap Wina yang kini memejamkan mata, kelihatan pusing.
Drama ini terlalu panjang, keluhnya dalam hati.
"Oma, udah yuk. Kan, udah kenalan dengan pacarnya Wina," kata Eri membujuk.
"Iya, Ma, kita lanjutkan acaranya," kata mama Eri yang datang bersama suaminya. Memdekati mamanya yang bersikap kekanakan.
"Ayo, kamu ikut duduk sama Wina. Oma masih mau nanya nanya kamu," kata Oma Rahayu masih dalam mode galak san berjalan mengikuti anak dan mantunya.
Eri menepuk pundak Ardan.
"Gue akan nolong Lo karena Lo udah nolong masa depan gue juga," kata Eri sambil mengedipkan sebelah matanya pada Ardan.
"Thank's," balas Ardan kemudian tersenyum.
Ardan memberanikan diri meraih tangan Wina yang diam ngga menolak dan melangkah di belakang Eri.
"Kamu cantik banget," bisik Ardan memuji. Memang sangat cantik, batinnya lagi.
Semburat merah mewarnai pipi Wina. Hatinya rasanya bahagia, akhirnya Ardan berani tampil juga. Walau mungkin hanya sebentar kebersamaan mereka. Tapi itu sudah sangat berarti buat Wina.
__ADS_1