
"tan,tau gak. bos aku itu orang sekampung kita loh. Itu anaknya pak H.subagyo yang kaya raya." suatu malam saat sofia dan yuli duduk di ruang tv.
"hemm,tau. kenapa??ganteng ya dia. Tapi sayang brondong kalo buat tante mah,buat kamu aja sanah hehee." idih tante apa apaan .
"heuh, baru dua minggu kerja sama dia udah kaya dua tahun tau gak. Seenaknya sendiri banget orangnya. Makasih deh suka sama orang kaya gitu mah." cemberut.
"hehe jangan begitu , nanti beneran naksir loh." yuli menyenggol lengan sofi. "tapi dia baik kok orangnya."
"udah ah tan, ayok tidur. besok talut telat." sofia mencium pipi yuli. "semalat tidur tante cantikku." yang dicium geleng kepala. "baiklah,selamat tidur gadis cantik."
Malam yang hangat untuk sofia. terlelap dalam mimpi indah.
**
sementara yang baru saja dibicarakan sedang asik menatap laptop. rupanya bekerja seharian di kantor bukan menjadi alasan ketika saat di rumah bisa bersantai. Bagus bergeming menarap laptopnya. mengecek beberapa file dan proyek yang ditangani dibawahnya langsung. bagi bagus, laporan sekecil apapun harus selalu sempurna diserahkan ke bos langsung.
Loyalitas bekerja diperusahaan sudah tidak diragukan lagi. makannya dengan cepat karirnya melesat naik diusia semuda ini.
Apartemen mewah yang ia tempati sekarang ini adalah bonus dari perusahaan untuk kerja kerasnya selama beberapa tahun ini. proyek besar yang bagus tangani langusng selalu saja menang. entah dari cara bicaranya yang memukau atau otanknya yang berfikir terlalu pintar. tidak hanya itu , beasiswa S2 di universitas ternama ibu kota pun dia capai. Bagus sangat pintar membagi waktu untuk mengerjakan keduanya.
Kopi yang sudah dingin dari tadi dia minum. matanya melirik jam dinding. jam satu gumamnya. sudah menjadi kebiasaan bagus tidur hanya beberapa jam saja dalam semalam. "baru sehari aku tinggal ke luar kota sudah merindukan bocah itu lagi." senyum samar dibibir bagus terlihat. memejamkan mata lalu bersandar dikursi kebesaran kerja.
_______
"pagi pak bagus." sapa sofia sopan.tidak lupa dengan senyum manisnya. percayalah ini bukan kemauan sofi , peraturan baru dari bagus untuk selalu menyapa dan tersenyum dipagi hari. geram hati sofi sebnarnya , peraturan tidak tertulis macam apa itu !.
setelah menjawab bagus langsung masuk keruangan kerja diikuti sofi , membacakan agenda hari ini.
"jam 9 nanti anda bertemu pak samsul di kantor dilanjut makan siang bersama pak mahmud dari jaya Candra Grup untuk membahas hotel yang ada di pulau XX pak."
"baiklah sof , kamu ikut aku makan siang nanti,dann.." sofi mendongakan wajahnya ketika sedang sibuk mencatat agenda . "apa pak?."
"kamu gapunya rok panjang dirumah?Nanti sore ikut aku ke mall ya."
__ADS_1
"Apa !." wajah tekejut dan malu sofia sudah tidak bisa ditutupi lagi. "tidak usah pak , saya pake ini aja gapapa kok. Trimakasih atas tawarannya."
"tapi aku gak suka kamu selalu pake rok pendek begitu. Dan ini bukan tawaran tapi perintah." Tegas Bagus.
Dasar laki laki aneh ! gumam gumam sofia.
"aku denger itu sof !"
"Ehh maaf pak , ia siap laksanakan !." Sofia pasrah.
***
Mall ternama di ibukota memang menjelang weekend cukup ramai dedatangi pasangan muda mudi. Begitu pula dengan pasangan satu ini. bukan ! dia Bos dan Asisten.
"pak , tapi disini mahal sekali , saya gak ada uang segitu.kita beli dipasar saja gimana?."
"pilih sesukamu sanah , jangan memuatku menunggu lama. dan jangan banyak bicara !" Astaga bisa tidak si bersikap lembut sedikit saja. batin sofi.
"Baiklah , bapak bisa potong gaji saya nanti." Pasrah , padahl gaji ini dia akan pakai untuk renovasi rumah dikampung.
Empat potong Rok resmi semata kaki dan dua potong rok plisket menjadi pilihan sofia. sudah ini saja cukup untuk awal pekan sampai alkhir,pikirnya.
Lah dia mau belanja juga , buat siapa itu. kenapa beli dress wanita !.
"buat pacarnya ya pak?." sofia mengedipkan mata. "
"buat calon istri." jawabnya acuh.
Hah , benarkan. mana mungkin pria setampan dia tidak punya pasangan.huh sudalah memang kamu berharap apa sofia. ! Ehh apa yang kupikirkan.
***
"Sepertinya sudah larut pak , bagaimana kalo kita pulang saja?".
__ADS_1
"kita makan dulu.aku lapar." Bagus menarik tangan sofia. ehh kenapa ini .Sofia.
bagus dan sofia makan malam dengan cangguh. Duduk berhadapan diroom semi privat. hanya ada tiga meja diruangan itu. dua meja disamping mereka tidak berpenghuni. makan dalam diam membuat Sofia benar benar salah tingkah. tatapan mata Bagus membuat jantung Sofia berdegup kencang.
"pak apa saya boleh bertanya?" ucap sofi pelan.
"apa?."
"kenapa bapak ga suka saya pakai pakaian begini? , ini kan pakaian standar kantor kita."
Bodoh! siapa yang rela kaki dan lutut mulus kamu jadi bahan cuci mata para karyawan sialan itu. Bagus .
"Sudahlah intinya aku tidak suka. Ayo pulang sudah malam."
Bagus mengantar Sofia ke apartemen yuli. Hening dalam mobil. sampai sofia terlelap pulas.
Mobil sudah menepi di depan Apartemen tapi sang pemgemudi masih asik menatap wajah tenang sofia.
pantas saja mereka para karyawan selalu membicarakanmu cantik , akupun ingin memilikimu sejak hari itu. Pertama ku melihatmu.
20 menit lamanya bagus tidak membangunkan sofia.masih asik memandangi wajah indah itu.
hoaammm
"Eh pak , dimana saya?." celingukan. "ya ampun pak bagus maaf saya ketiduran." Lagian kenapa ga bangunin aku si. gumama sofia.
"Sudah sana keluar. aku mau pulang."
"baik pak , terimakasih buat malam ini ya pak , selamat berlibur besok. hehe." Sofia turun dari mobil sudah mau beranjak pergi.
"Sofia tunggu."
"ia pak , kenapa?."
__ADS_1
"Kemarilah sebentar !." pintanya.
Bersambung.....