Cinta Masa Lalu

Cinta Masa Lalu
kedatangan Bernad


__ADS_3

Pagi setelah sarapan bersama Ahmad segera berangkat ke kantor,sedang ayah membuka toko kelontongnya yang berada di depan rumah. Toko kelontong itu di buatkan Ahmad agar ayah tak lagi bekerja diluar,sehingga bisa ikut mengawasi istrinya.


Sayang mas pergi dulu ya,,,,,Cantika segera mencium tangan suaminya dan Ahmad memberikan kecupan di kening dan perut istrinya yang sudah kelihatan membuncit. tak lupa Ahmad berpamitan dengan kedua mertuanya.


Setelah kepergian suaminya Cantika segera menuju ke meja makan membantu ibunya membereskan meja dan mencuci piring. Meski ibu telah melarangnya tapi Cantika tetap melakukan pekerjaan dengan catatan dia harus istirahat ketika sudah merasa lelah.


Saat Cantika beristirahat di kursi tiba-tiba datang seorang tamu. Tamu itu langsung memeluk Cantika,dan Cantika hanya bisa diam mematung.


Puji Tuhan kamu masih hidup princes,aku sangat bahagia.


Bernad tolong lepaskan pelukanmu,perutku sakit kata Cantika setengah berbisik.


Bernad segera melepaskan pelukannya dan memandangi perut Cantik.Kamu hamil? aku mau punya ponakan princes?


Cantika mengangguk dan tersenyum.


Tanpa ragu Bernad mengelus perut Cantika, Cantika merasa risih dan sedikit mundur kebelakang.


Menghilang kemana saja kamu princes,aku mencari mu namun tak ketemu.


Duduklah dulu Bernad,,,,,setelah duduk Cantika pun menceritakan peristiwa penculikan atas dirinya.


Bernad dengan setia mendengarkan. Syukurlah kamu bertemu dengan orang yang baik inces.


Iya,Alhamdulillah Nad. Oh iya bagaimana kabar mama sama papa di sana?

__ADS_1


Mama sama papa baik-baik saja,mama sempat sakit sebentar setelah mendengar berita tentang penculikan mu. Kapan kamu mau ke rumah?


Nanti nunggu kerjaan mas Ahmad agak longgar kamu tau darimana kalo aku sudah kembali?


Maaf aku mengirim seseorang untuk selalu memantau rumah ini semenjak kamu di culik.


Oh....pantesan.


Aku ada sesuatu buatmu inces, Bernad menyerahkan sebuah ponsel baru untuk Cantika.


Cantika hanya diam,dia bingung harus menolak atau menerimanya karena dia harus menjaga perasaan suaminya meski Bernad adalah adik dari suaminya.


Ayolah inces, Bernad menarik tangan Cantika dan meletakkan ponsel di tangannya. Di dalam sudah ada nomerku,jadi kita bisa berhubungan. kalo ada apa-apa segera kabari aku, aku pamit dulu ya inces. semoga kamu dan calon bayimu selalu sehat.


Aaamiiin jawab Cantika sambil berdiri mengantar Bernad sampai di depan toko.


Iya in sha Allah nanti ku sampaikan,hati-hati di jalan dan jangan ngebut Nad.


Oke,Bernad segera melajukan motornya meninggalkan rumah orang tua Cantika.


Cantika kembali masuk ke dalam rumah dan beristirahat di kamarnya karena merasa lelah.


Cantika terbangun saat ada yang mencium bibirnya.


Astaghfirulloh haladzim,,,,jam berapa ini mas? kok mas sudah pulang.

__ADS_1


Sebentar lagi dhuhur sayang,aku sengaja pulang karena pengen makan siang bareng kamu.


Maaf mas,tapi aku belum menyiapkan makan siangnya.


Gak pa pa sayang,mas sudah beli makanan untuk kita. ayo kita makan mas sudah lapar.


Cantika menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya.


Sayang ini hp siapa? masih baru lagi,,,tanya Ahmad setelah di lihatnya Cantika keluar dari kamar mandi.


Oh itu hp untukku pemberian Bernad jawab Cantika dengan takut.


Tadi anak itu ke sini?


Iya mas,dia menanyakan kabarku dan memberikan hp baru itu. Tapi belum aku apa-apa in kok mas,,mas gak marah kan?


Ahmad tersenyum dan mencium pipi Cantika,, mas gak marah sayang. pakailah hp itu ternyata mas kalah cepat sama si Bernad....ha....ha.., tawa Ahmad.


Dia juga tanya kapan kita jenguk mamah sama papah mas.


Em....oke mungkin weekend ini kita bisa pergi ke sana,makanya kamu jaga kesehatan dan jangan terlalu capek. Ayok kita makan, tangan Ahmad menggandeng istrinya menuju meja makan.


bersambung........


Jangan lupa terus beri dukungan buat author ya teman-teman dengan memberikan like,vote, komen dan juga hadiahnya ya......

__ADS_1


terima kasih para readers semua.


😘🙏😘


__ADS_2