
Saat itu sekolah sedang mengadakan acara class meeting sesudah Ujian Akhir Nasional dilangsungkan. sudah menjadi agenda tahunan disetiap sekolahan bukan?.
sambil sesekali mereka mencuri pandang lawan jenis dari berbeda kelas . bahkan adik atau kaka kelas . begitulah masa remaja SMA .
"Ayo ke kantin beeb . lapar nih aku." ucap ria beranjak dari tempat duduk.
"oke ayo , aku juga belum sarapan tadi dirumah , nanti habis ini kitan nonton basket gimana?." kata septi bersemangat. dia memang mengincar salah satu tim basket favorit, sudah seperti cacing saja kalo melihat jagoannya sedang main basket.
"ayo , aku udah bayangin mie rebus telor dengan asap mengepul nih." Sofia juga beranjak dari duduknya "eh tapi aku ga ikut nonton ya , aku mau ke perpustakaan . pinjem buku.ya ya?." ucap sofia lagi.
"yaaah kok kamu gitu beeb.padahl ini hari bebas loh. masih aja belajar." ria langsung menekuk wajah cantiknya.
"ia nih tau sofi , ayolah sebntar saja . nanti kita temani kamu ke perpus beb." septi masih ngotot juga.
"yaa udah ia. ayo ah ."
* * *
setelah makan siang di kantin . mereka langsung pergi ke lapangan samping sekolahan . menonton basket niat mereka , tidak , tapi melihat fans idola. batin septi dan ria .
"Eh kok ramai banget si tumben . ada apa nih?." Ucap septi . septi tahu kalo lapangan basket selalu sepi . karena memang lapangannya terletak di luar sekolah , pastinya para wanita tidak mau kepanasan cuma cuma garag gara basket.
mereka menerobos masuk melalui siswa siswi yang sedang asik bersorak . ada apa nih , kenapa ramai sekali. sofia bergumam sambil mencoba masuk di kerumunan mereka. berhasil. batinnya .
"pengganti pak vian ganteng banget gila." salah satu sisiwi berteriak girang .
"ia , itu malaikat dari mana coba . ya Tuhan." ada lagi yang nyletuk begitu.
"wasit pengganti pak vian namanya siapa hei??. gak tahan asli. gantengnya diatas rata rata." ucap siswi yang lain juga.
Semakin penasaran mereka bertiga. mengamati dan mencari orang yang sedang digosipkan itu .
__ADS_1
"waaahhh , itu kan pak bagus . ketua karang taruna didesa beb. gila udah lama kaga balik kampung . sekali balik langsung tebar pesona begitu." septi berdecak kagum .
"lap ilermu sep . inget katanya mau liat mamas favoritmu." ria yang langsung duduk ternyata biasa saja .
sofia kagum dengan ketampanan pak bagus. ditambah saat ini sedang berperan sebagai wasit dan berkonsentrasi . sesekali tersenyum pada tim basket.
Ganteng si , tapi udah bapak bapak .
"mikir apa kamu hei.?" ria menuding kening sofi dengan tlunjuk.
"ish apa si beb , gapapa kok ." ucap sofia gelagapan.
saat sedang fokus menonton basket . bukan , fokus pada guru basket tepatnya.tiba tiba.
Bugggg . Bola basket meleset tepat di dahi sofia. semua berteriak kaget . termasuk para tim dan pelatih .
pusing .
" Ya Alloh sofia . lu gapapa??. hei tolong dong temen aku kenapa ini." ria dan septi sudah panik bukan main . kepanikan merka menjadi ketika tiba tiba sofia tak sadrkan diri .
"biar saya angkat ke UKS . kalian istirahat dulu sampai saya kembali." pak bagus menggendong sofia dengan cepat. di ikuti kedua sahabatnya .
setelah smpai di UKS . sofi mendapat penanganan dari suster jaga . pak bagus , septi dan ria menunggu diluar tirai gorden dengan cemas .
"itu temanmu ri?." pak bagus bertanya . septi kemudian bingung . kok tau nama ria. gumamnya.
"ia om , om ngapain kesini ?." jawaban ria sudah seperti kilatan petir di telinga septi .
Hah om?? maksudnya apa ini??
"Gantiin pak vian , minggu ini dia gak masuk .lagi ujian." jelas pak bagus.
__ADS_1
"ooh gituu , om pulang kapan? , cie yang bantar lagi wisudha. aku diundang ga nih??." tanya ria lagi.
" dasar anak kecil ." jawab pak bagus sambil mengacak rambut ria . ria pun mencebik dan menepis tangan pak bagus . " idih aku udah mau lulus yah, hellow. udah gede ."
septi yang dari tadi bengong sambil mencerna setiap kalimat manusia yang ada di depannya ini.
"eh suster sudah keluar tuh , ayo liat temanmu." ajak pak bagus . "gimana keadaanya suster?" tanyanya lagi. "baik baik saja pak , mungkin karena kaget . jadi dia pingsan . sudah sadar didalam kok. saya permisi dulu." ucap suster itu gugup . manusia atau malaikat pak bagus ini. gantengnya kelewatan ya Tuhan. batin suster tadi.
mereka segera masuk ke UKS untuk melihat sofia.
"sof kamu gapapa kan? masih sakit? mana yang sakit?." cecar ria saat masuk . "yaelah ri , satu satu kali nanyanya , sofia jadi pusing lagi kan tuh." jawab septi yang sekarang duduk di kursi dekat ranjang.
"kamu ga papa? apa masih sakit?." tanya pak bagus kemudian.
bengong sofia . ini mimpi kah??
"sofiaa." septi menyenggol lengan sofi .
"eh ia pak. anu.. ma-maksud saya sudah baikan. terimakasih pak." menjawab gugup . sudah tidak tahu semerah apa wajahnya sekarang menahan malu .
"ya sudah kalo begitu istirahat saja disini , saya mau balik lagi ke lapangan . ria , jagaim temanmu ya. kalo masih sakit nanti om anterin pulang." ucap pak bagus .
Om ? . Sofi.
nah kan pasti sofi lagi mikir kaya aku. Septi.
"ia om . thanks ya ." balas ria santai .
Bersambung....
Haiii readersss..salam kenal author pemula nihh..mohon kritik dan sarannya yah . supaya aku memeperbaiki menulisnya .
__ADS_1
ayoo promokan karyamu jugaa , biar kita saling membaca yaah.
bantu like dan vote nya teman teman tersayang 😘❤️