
Hari itu Cantika sudah menyelesaikan desain baju pengantin pesanan Ridwan, dia memandang i gambar itu dan tersenyum. Kapan aku juga akan mengenakan baju seperti ini gumamnya sambil tersenyum. Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu.
tok...tok .....tok.....
setelah mendapat jawaban dari dalam maka Luna masuk dengan seorang wanita.
Maaf mba,mengganggu.ini ada Bu...... Luna belum selesai bicara langsung terperanjat karena sang tamu sudah menyapa.
Princes.....kamu princes kan?
Wati kah?
mereka saling berpelukan,......
Udah lama kita gak ketemu ya Wati. Ayo kita duduk di sofa saja biar enak. oh iya mbak Luna silahkan kembali.
Iya mbak,saya permisi pamit Luna.
Kamu tambah cantik setelah berhijab ya princes.
Masih ingat aja panggilan itu,panggil namaku aja biar enak.
Gimana ya.....soalnya udah terbiasa panggil princes,,,,,,mereka berdua kemudian tertawa.
Sebentar ya Wati,,,,Cantika berjalan mendekati kulkas. Mau minum apa tawarnya?
Emang kalo aku minta sari kacang ijo ada?
__ADS_1
Em.....kebetulan ada,,,Cantika berjalan ke sofa dan meletakkan sari kacang ijo dan aqu di ajas meja.
Wah....wah sekarang kamu udah jadi bos ya rupanya.
Ah enggak kok Wati,di sini aku cuma karyawan. butik ini bukan punyaku tapi punya pak Ahmad. Oh iya kamu kesini ada perlu apa ya?
Aku ke sini mau liat desain baju pengantinku, kemarin yang ke temu kamu calon suamiku.
Cantika mengerutkan keningnya,,,Ridwan tebak nya.
Iya, gimana sudah selesai?
Sebentar aku ambilkan dulu gambarnya,minum lah dulu Wat.
Ternyata dunia ini sempit ya princes,gak di sangka kita ketemu di sini.
Iya ni gambarnya,kalo mau di revisi kalo udah gak ada besok langsung masuk ke penjahit.
Oke berarti fix ya,nanti sore aku langsung ke penjahitnya. Sini aku ukur dulu badan kamu.
sambil bekerja mereka terus bercerita, karena merasa kangen yang udah menumpuk.
Aku kemarin selesai ketemu calon suamimu ketemu sama Dewi Lo Wat, dia sepertinya sukses menjadi wanita karir. Aku sih belum sempat cerita apa-apa karena dia buru-buru.
Iya memang dia punya perusahaan sendiri, sukses dia. tunggu....tunggu tadi aku sempat denger kamu menyebut nama Ahmad, apa dia Ahmad Wirawan pemilik AB textile?
Iya,dan dia juga yang punya butik ini.
__ADS_1
Hai princes, apa kamu gak mengenalinya?
Maksudmu Wat?
Dia itu Antonius kita.
Apa.....dia An....Antonius?
Iya,dia menjadi mualaf dan kemudian mengganti namanya menjadi Ahmad. jangan bilang kamu juga gak tau akan hal ini?
Aku.... aku sungguh tak tau Wat, berarti selama ini kita.....agrh bodohnya aku Wat,sampai tak mengenalinya. Pantas saja wajahnya gak asing, tapi namanya beda sedikit dan aku gak menyadarinya. (pantas saja dia menanyakan bagaimana kalo tiba-tiba Antonius datang melamarmu,ternyata ini maksudnya batin Cantika).
Karena urusanku di sini sudah selesai aku pamit dulu ya princes, hai princes,jangan bengong dong.
Ah iya.....silahkan Wati, sering-sering lah main ke sini.
Beres,nanti aku akan sering makan di sini dan memalak mu tawanya sembari meninggal kan butik dengan di antar Cantika sampai di depan pintu.
Setelah kepergian Wati, Cantika bingung akan keadaannya sekarang. Haruskah dia bersedih atau bahagia akan lamaran Ahmad padanya. Di sisi lain dia bahagia akan di lamar orang yang pernah mengisi hatinya sejak dulu. di sisi lain dia juga kecewa kenapa Ahmad tak berterus terang padanya kalo dia sebenarnya Antonius.
Kenapa juga saat ketemu Dewi mereka gak saling menyapa,apa Dewi juga tak mengenalinya? Ya Allah,takdir apakah ini???
terbongkar juga akhirnya jati diri Ahmad, bagaimanakah kisah selanjutnya????
bersambung.......
Jangan lupa kasih suport buat author ya,
__ADS_1
kasih like,vote dan komennya....
🙏🙏😘😘