
Setelah Yusuf meminta restu pada kedua orang tuanya, selang 2 hari dia mengajak Cantika dan Cery berkunjung ke rumah orang tua nya. Yusuf meminta izin pada orang tua Cantika untuk membawa nya dan Cery ke rumah orang tuanya. Yusuf meyakinkan pada calon mertuanya bahwa dia akan menjaga Cantika dan anaknya dengan baik karena melihat keraguan di wajah mereka untuk melepas mereka pergi ke rumah mantan besan nya. Cantika pun membantu Yusuf meyakinkan kedua orang tua nya, akhirnya dengan berat hati mereka mengizinkan mereka pergi. Cantika mempersiapkan barang bawaan untuk Cery sementara Cery berada dalam pangkuan sang nenek. Beberapa saat kemudian mereka sudah siap dan segera menuju ke rumah orang tua Yusuf.
Mas,,,, kenapa tiba-tiba aku merasa gak yakin ya mau nemuin keluarga mu?
Kamu tenang saja sayang, kita akan hadapi semua bersama. Aku akan selalu melindungi mu.
Tapi aku takut sama mama mu yang seperti nya sangat membenciku setelah tau kehamilanku.
Tenang,,,, kamu jangan takut, mama mungkin hanya kecewa saja waktu itu, sudah kamu tenang saja kata Yusuf sambil menggenggam tangan Cantika untuk memberikan kekuatan. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam akhirnya mereka sampai, Yusuf membantu membawakan tas yang berisi perlengkapan Cery. Ayo sayang Yusuf membukakan pintu untuk Cantika namun dia tak juga mau turun. Yusuf melongok ke dalam, mendapati Cantika yang menutup mata nya karena takut untuk bertemu kembali dengan mantan mertua nya.
__ADS_1
Sayang,,,, Yusuf mengelus puncak kepala Cantika dan berjongkok di sebelahnya. Percayalah pada ku tak akan terjadi apa-apa pada mu dan Cery, ayo kita turun.
Perlahan Cantika membuka mata nya dan menghembuskan nafas nya perlahan.
Yusuf menggenggam erat tangan Cantika, kemudian Cantika pun turun dari mobil. Mereka sudah di sambut di depan pintu oleh kedua orang tua Yusuf dan juga Abang nya beserta istri nya. Mereka melangkah dengan saling bergandengan, kemudian mengucapkan salam dan mencium punggung tangan kedua orang tua Yusuf.
Namanya Cery mah.
Nama yang pas buat nya, dia memiliki bibir yang merah seperti buah ceri kata ayah. Wah dia seperti nya mau nangis mah, kasihkan ibu nya mungkin dia haus. Dan benar saja Cery langsung menangis karena kehausan, mama mengajak Cantika ke sebuah kamar agar dia leluasa menyusui bayi nya. Sementara Cantika menyusui Cery mamah mempersiapkan makan malam untuk mereka di bantu menantu dan asisten rumah tangga nya. Para lelaki bercengkerama yang sesekali tertawa bersama. Semua sudah siap dan kebetulan Cantika juga sudah menyelesaikan memberikan asi nya pada Cery. Mereka makan malam bersama dengan Cery yang di letakkan di stroler yang sudah di siapkan Yusuf. Di sela makan pak Wirawan menanyakan tentang kesediaan nya untuk menjadi istri Yusuf yang adalah adik dari manta suami nya.
__ADS_1
Bagaimana Cantika, kamu benar-benar akan menikah dengan adek nya Ahmad?
Iya om,,, saya sudah berulang kali memikirkan nya dan sudah istikharoh dan hasil nya saya bersedia menjadi istri mas Yusuf.
Syukur lah, kalo begitu semoga pernikahan kalian bisa langgeng sampai kaki Nini. Aaamiiin jawab cantika dan Yusuf mengaminkan doa' dari papa Yusuf. Ahmad dan istri nya hanya terdiam mendengarkan obrolan keluarga nya. Selesai makan kedua orang tua Yusuf mengajak Cery untuk bermain sebentar. Karena hari sudah malam dan Cery sudah tertidur kembali setelah lelah di ajak bercanda kakek dan nenek nya. Yusuf dan Cantika memohon izin untuk pulang.
bersambung......
Dukung author ya teman-teman dan berikan suport agar author lebih semangat untuk menyelesaikan cerita ini.
__ADS_1