
Pagi itu setelah mandi besar dan sholat berjamaah, Cantika segera menuju dapur untuk membuat sarapan. Cantika belum selesai membuat sarapan ketika ibu datang membawa Cery yang menangis, ibu memberikan Cery pada nya dan ibu melanjutkan membuat sarapan yang tadi belum selesai di buat putri nya itu. Cantika membawa Cery ke kamar untuk menyusui nya dan memandikan nya. Yusuf yang melihat Cery menyusu ibu nya seketika ingin menjahili nya. Wah asyik ya Cer bisa nyusu pagi-pagi gini, kamu haus ya nak kata Yusuf sembari meremas susu sebelah yang tidak di susu Cery. Mas..... pekik Cantika karena terkejut dengan apa yang di lakukan suami nya itu. Apa sih sayang kekeh Yusuf menggoda nya. Mas jangan gitu dong tadi malam kan mas juga udah puas. He...he ...he .. kalo itu aku gak ada puas nya sayang mau nya lagi dan lagi.
Itu mau mas Yusuf tapi kan ada Cery yang juga membutuhkanku mas. Iya sayang Yusuf mengecup kening istri nya. Setelah Cery kenyang Cantika menitipkan nya pada Yusuf karena dia harus menyiapkan perlengkapan mandi untuk Cery. Dengan setia Yusuf menemani dan membantu istri nya untuk mengurus Cery, Yusuf juga membantu membereskan baju-baju Cery dan juga Cantika karena siang itu mereka akan pulang ke rumah mereka. Mereka sarapan bersama dan mengobrol sebelum Yusuf benar-benar membawa Cantika dan Cery pulang.
Nak Yusuf, apa kalian akan pulang kerumah orang tua nak Yusuf?
Gak yah, saya akan mengajak anak dan istriku pulang ke rumah kami. Dan kebetulan rumah itu hanya kami yang tau, kedua orang tua dan juga kakak saya tak mengetahui keberadaan rumah itu.
Ayah tampak menganggukkan kepalanya, tapi setelah ini kedua orang tua dan juga kakak mu harus mengetahui tempat tinggal kalian.
Tidak yah,,,aku tak akan memberitahukan mereka, aku akan katakan pada mereka akan membawa Cery dan ibu nya untuk datang ke rumah jika mama dan papa merindukan mereka.
__ADS_1
Ya sudah tak apa-apa yang terpenting kalo ada apa-apa segera beri kabar pada kami, meski kami tak bisa memberikan bantuan materi setidaknya kami tau keadaan yang menimpa kalian.
Yusuf menggenggam tangan ayah untuk menenangkan nya, ayah jangan khawatir aku akan menjaga mereka dengan baik yang terpenting doa' dari kalian agar kami hidup bahagia.
Ayah memeluk Yusuf, ayah percayakan mereka pada mu nak Yusuf semoga kalian selalu dalam lindungan Gusti Allah.
Kok jadi sedih-sedihan sih yah, kami gak kemana-mana kok kami akan berusaha untuk sesering mungkin untuk datang ke sini.
Akhirnya sekitar jam 4 sore mereka baru bisa pulang ke rumah setelah beberapa drama keluarga terjadi, dengan berat hati pak Pramu dan istri nya melepas kepergian anak dan menantu nya itu. Dari rumah kedua orang tua Cantika mereka tak langsung pulang ke rumah, mereka mampir ke sebuah swalayan untuk membeli beberapa pakaian untuk Cery dan perlengkapan rumah tangga lain nya. Ketika mereka sedang asyik memilih barang tiba-tiba ada yang memanggil Cantika, seketika itu juga dia menoleh.
Mas Hendra gumam Cantika yang masih bisa di dengar Yusuf.
__ADS_1
Assalamu 'alaikum mbak Cantika? gimana kabarnya? wah rupanya mbak sudah punya anak to, selamat ya mbak semoga nanti anak nya jadi anak yang Sholeh Sholehah.
Wa 'alaikumussalam,,,, iya pak Hendra, Cantika pun memperkenalkannya pada suaminya.
Loh bukan nya suamimu pak Ahmad ya mbak Cantika? ini.....?
Kami sudah bercerai 4 bulan yang lalu pak, dan ini adik ipar saya yang juga suami saya.
Pertemuan yang tak sengaja itu membuat Yusuf sedikit cemburu karena mereka tampak sekali akrab. Cantika dan Yusuf mengajak Hendra untuk mampir ke rumah mereka, namun karena kesibukan nya Hendra menolak dengan halus ajakan sepasang suami istri itu.
bersambung.......
__ADS_1