
Tujuh hari sudah Cantika tinggal di rumah kedua orang tua nya, malam itu mereka mengadakan syukuran untuk pemberian nama bayi Cantika sekaligus Bernad yang ingin bersahadad untuk memeluk agama Islam. Selama ini meski Bernad belum bersahadad tapi dia telah mempelajari ajaran Islam dan saat ini dia sudah benar-benar mantab untuk memeluk agama Islam. Rumah kedua orang tua Cantika sudah mulai ramai, para tetangga datang memenuhi undangan Pak Pramu sebagai tuan rumah. Bernad pun sudah ikut mempersiapkan diri di sana. Tak lama acara syukuran di mulai, Cantika duduk memangku putri cantik nya yang sedang tertidur saat itu. Bernad duduk di sebelah pak Pramu dan pak ustadz yang memimpin doa' dalam acara tersebut. Setelah acara tasyakuran para tetangga hendak pulang namun mereka di hentikan oleh pak ustadz membuat para hadirin kebingungan. Pak ustadz pun memberikan penjelasan pada mereka kalau ada seseorang yang ingin memeluk agama Islam dan mereka di harapkan untuk menjadi saksi atas sahadat yang akan di ucapkan. Mereka pun menyaksikan Bernad yang membaca 2 kalimat syahadat yang merupakan syarat seseorang menjadi seorang muslim. Cantika dan kedua orang tua nya juga para hadirin merasakan ketegangan menyaksikan 2 kalimat syahadat yang di ucapkan Bernad dan mereka pun terpukau mendengar kefasihan Bernad dalam bersyahadat. Bernad pun menarik nafas lega dan mengeluarkan sedikit air mata karena haru. Pak ustadz pun menepuk pundak Bernad.
Nak Bernad karena engkau telah bersyahadat maka semua kewajiban sebagai seorang muslim harus kamu lakukan, dan kalo kamu tak keberatan saya akan memberimu nama Yusuf. Apakah kamu tak keberatan kalau nama Bernad berganti Yusuf?
Alhamdulillah terima kasih pak ustadz saya menerima nama yang anda berikan kepada saya, Yusuf..... nama yang bagus pak ustadz.
Ya Yusuf adalah salah satu nama nabi yang tampan dan tidak mudah tergoda oleh rayuan wanita manapun, semoga engkau akan bisa meneladani dan menjadi seperti beliau. Aaamiiin Yusuf dan semua para hadirin serentak mengucapkan nya, kemudian mereka pulang ke rumah masing-masing. Sebelum pulang mereka sedikit menanyakan siapa itu Bernad alias Yusuf dan apa hubungannya dengan keluarga pak Pramu. Pak Pramu menjawab jika Bernad atau Yusuf adalah saudaranya. Mereka pun mengangguk dan segera berpamitan. Setelah semua pulang pak Pramu beserta sang istri dan juga Cantika memberikan ucapan selamat pada Yusuf dan memberikan semangat pada Yusuf untuk memperdalam ajaran agama nya. Yusuf pun mengangguk dan tersenyum,,,, Cantik aku pengen gendong Cery. Cantika kemudian memberikan bayi nya pada Yusuf.
__ADS_1
Assalamu 'alaikum baby Cery,,,,,, ini ayah Yusuf yang akan selalu temani kamu dan bunda mu, Cery jadi anak Sholehah ya.
Dih Pe De banget mas,,, yakin banget kalo aku akan menerima mu, sanggah Cantika.
Ya pe de dong, nama mu kan selalu ku sebut dalam doa' ku dan mulai malam ini nama mu akan selalu kusebut dalam sepertiga malam ku, jawab Yusuf sambil tersenyum yang membuat Cantika tak bisa berkata-kata lagi.
Doa' kan ayah agar bisa meluluhkan hati bunda mu ya nak bisik Yusuf pada baby Cery.
__ADS_1
Dih mau tau aja,,,,ini kan rahasia aku sama Cery, ya kan Cer Yusuf kemudian menciumi kedua pipi dan kening Cery. Ayah pulang dulu sayang, bobok sama bunda dulu ya besok ayah ke sini lagi pamit Yusuf pada Cery. Yusuf memberikan Cery pada Cantika namun di minta sang nenek, kemudian dia berpamitan untuk pulang pada kedua orang tua Cantika. Yusuf di antar Cantika sampai ke depan gerbang....
Aku pulang dulu,,,kamu masuk dan segera lah tidur dan mimpikan aku ya.
Hem... hati-hati di jalan, kamu juga segera istirahat jangan lupa nanti malam mulai sholat tahajud.
Tolong bangunin aku ya nanti malam, aku kan belum terbiasa jawab Yusuf.
__ADS_1
Iya..... Yusuf melambaikan tangan nya dan segera melajukan motornya untuk segera pulang.
bersambung........