
Setelah selesai berbelanja Yusuf mengemudikan mobilnya dengan sedikit kencang sehingga membuat Cantika sedikit mengernyitkan kening nya. Di dalam mobil pun tak ada pembicaraan seperti biasa nya. Cantika menatap wajah suaminya yang nampak fokus menatap jalanan yang sudah mulai malam. Mas....Cantika mencoba memanggil suami nya namun, tak ada sahutan dari suami nya itu. Mas ulang Cantika sedikit keras agar terdengar suaminya, Yusuf hanya berdehem menyahut panggilan istrinya. Hentikan mobil nya teriak Cantika, Cherry seketika menggeliat karena kaget. Cantika segera menepuk-nepuk Cherry agar tertidur lagi. Seketika Yusuf menepikan mobilnya dan berhenti, dia menoleh pada istri nya dan menatap kebingungan. Kenapa mas dari tadi diem aja? Apa aku ada salah mas? Yusuf hanya menggeleng. Terus kenapa gak seperti biasa nya? Biasa nya kalo aku panggil mas selalu tersenyum dan menjawab panggilan ku, kenapa sekarang hanya berdehem? Yusuf masih diam dan hendak melanjutkan mobilnya kembali. Berhenti dulu, jawab pertanyaan ku mas. Gak ada apa-apa, aku hanya lagi konsentrasi sama jalan. Gak mungkin, apa kamu cemburu sama pak Hendra mas tebak Cantika. Sejenak Yusuf menatap wajah istri nya dan mengangguk membuat Cantika tertawa seketika. Apa nya yang lucu sih sayang, orang lagi cemburu di ketawain. Oh jadi begitu to kalo lagi cemburu, kalo gitu aku minta maaf ya mas. Aku kan gak ada niat membuatmu cemburu mas, percaya deh di hati ku hanya ada namamu. Yusuf tersenyum dan mengecup kening istri nya. Aku janji akan akan memberitahu mu siapa pak Hendra ,jadi besok lagi lebih baik kamu marahin aku deh mas tapi jangan diem in aku kayak gini. Aku paling gak bisa kalo kamu diem in aku mas. Baik lah sayang aku juga minta maaf ya sudah cemburu sama kamu, seharus nya aku lebih percaya sama kamu. Yusuf melajukan kembali mobil nya menuju rumah baru mereka. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam mereka sampai di sebuah perumahan yang sederhana dan hanya memiliki 1 lantai, rumah itu tampak asri meski terlihat temaram di malam hari. Yusuf memarkirkan mobilnya dan membukakan pintu buat istrinya dan membantu nya turun. Tak lupa dia juga membawa tas belanja mereka tadi, dengan mengucap basmalah dan mengucap salam mereka masuk ke dalam rumah. Yusuf bergegas menyalakan lampu untuk menerangi seluruh rumah, Cantika melihat sekeliling nya dan merasa takjub. Kapan kamu siapin semua ini mas? Yusuf tersenyum, sudah lama kamu senang sayang? Cantika mengangguk dan memeluk suami nya, serta berterima kasih pada suami nya. Yusuf membalas pelukan istri nya dan mencium kening dan seluruh wajah istri tercinta nya. Aku harap kita bisa selalu bersama dan membesarkan anak-anak hingga kita menua nanti. In sha Allah mas, semoga saja Allah ijabah doa' mu. Doa' kita sayang ulang Yusuf. Yusuf mengantar istrinya ke kamar utama dan meletakkan Cherry di dalam boks yang ditaruh di dekat tempat tidur mereka. Yusuf membersihkan dirinya kemudian membaringkan dirinya di kasur sembari menunggu istrinya yang bergantian untuk membersihkan diri. Malam itu mereka benar-benar tidur tanpa melakukan kegiatan malam yang panas karena mereka merasa lelah lahir dan batin, lelah berbelanja di swalayan dan lelah dengan kecemburuan Yusuf yang tanpa alasan.
Pagi yang cerah, Cantika sudah bangun dan menyusui Cherry aktivitas pagi hari nya. Karena di rumah belum ada pembantu maka setelah menyusui dan menidurkan lagi Cherry di samping yusuf Cantika bergegas pergi ke dapur untuk membuat sarapan. Di dalam kamar karena Cherry tak mau tidur lagi dan mengoceh mengusik Yusuf yang masih tertidur, dia membuka mata nya dan tersenyum melihat bayi cantik yang sedang bermain sendiri di sampingnya. Yusuf mengecup gemas pipi Cherry dan mengajak nya bermain. Setelah 1 jam berkutat di dapur Cantika kembali ke kamar berniat akan memandikan Cherry, dia tersenyum melihat pemandangan suami dan putrinya yang tertawa-tawa dengan bahagia. Hei cayang,,, udah ya ketawanya kita mandi dulu papa juga mandi dulu ya kan sebentar lagi berangkat kerja. Sebelum Cantika mengangkat Cherry lebih dulu Yusuf memeluknya dan memberikan kecupan selamat pagi pada istri tercinta. Hari ini papa di rumah nemenin kalian dulu sayang, nanti kalo kita udah dapat pembantu baru papa baru akan bekerja. Lho kok gitu pa protes Cantika? Ya iya dong papa kan gak tega ninggalin kalian berdua di rumah, lagian kan papa masih dapat cuti udah papa mau mandi dulu. Yusuf bergegas mandi, karena hari itu dia akan menghabiskan waktu bersama sebelum dia kembali di sibukkan dengan pekerjaan nya.