Cinta Masa Lalu

Cinta Masa Lalu
ke rumah ibu


__ADS_3

Setelah 2 hari berada di rumah sakit akhirnya dokter mengizinkan Cantika pulang, karena memang kondisi ibu dan bayi nya baik-baik saja. Bernad membawa tas yang berisi pakaian Cantika dan menggendong Cery, sedang Cantika berjalan perlahan di sebelahnya. Sesampainya di mobil Bernad membukakan pintu untuk Cantika kemudian memberikan Cery di pangkuan ibu nya, setelah itu Bernad menaruh tas di kursi penumpang dan dia berputar menuju kemudi. Mobil perlahan meninggalkan rumah sakit, tak lama mereka sudah sampai di rumah yang selama ini mereka tinggali di sambut asisten rumah tangga nya yang sudah menunggu kedatangan mereka. Bernad pun sudah menyiapkan sebuah kamar untuk Cery meski untuk saat ini dia masih tidur bersama ibu nya. Inces,,,,,, apa boleh aku mengabari kedua orang tua mu? Cantika yang baru selesai menyusui Cery terkejut mendengar pertanyaan Bernad. Gak usah Nad besok mungkin 2 hari lagi aku akan datang mengunjungi mereka. Oh ya sudah kalo kamu berencana seperti itu. Rumah yang dulu sepi kini terasa ramai dengan kedatangan bayi mungil, Bernad pun tak pernah pulang malam. Dia akan segera menyelesaikan pekerjaan nya dan langsung pulang untuk bermain dengan Cery. Surat perceraian Cantika pun sudah berada di tangan nya, saat ini dia sudah Syah menjadi seorang janda.


Hari Minggu telah tiba, mereka bersiap-siap akan pergi ke rumah kedua orang tua Cantika. Bernad sudah mempersiapkan oleh-oleh untuk kedua orang tua Cantika. Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 1 setengah jam mereka sampai. Ayah yang sudah hafal dengan mobil Bernad bergegas menyambut kedatangan mereka, karena sebelum sampai di rumah Cantika sudah memberi kabar ayah nya kalo mereka dalam perjalanan ke sana. Ayah langsung membuka pintu mobil dan menggendong cucu nya dengan perasaan gembira. Bernard sibuk menurunkan oleh-oleh yang tadi sudah di siapkan nya di bantu Cantika. Ibu memeluk putrinya dan menangis haru. Sudah Bu, aku gak apa-apa sekarang ini aku bahagia ada Bernad yang selalu menemaniku. Setelah mereka duduk di ruang tamu, dan melepas kerinduan Bernad pun langsung meminta izin pada kedua orang tua Cantika. Mereka begitu terkejut mendengar permintaan yang di ajukan Bernad dan saling pandang. Nak Bernad bukan kami tak menerima niat baik darimu, kami hanya cemas bila terjadi masalah baru karena Cantika ini kan iparmu. Bernad tersenyum,,,,,, pak Cantika sekarang ini sudah bukan ipar ku, mereka sudah resmi bercerai beberapa hari yang lalu dan masalah keluarga ku terutama bang Ahmad aku akan mengatasinya. Ayah dan ibu tak perlu khawatir karena bagaimanapun aku akan membahagiakan dan melindungi Cantika sampai ajak memisahkan kami. Ayah dan ibu beralih memandang Cantika, bagaimana dengan mu nduk?

__ADS_1


Aku....aku akan menjawab permintaan Bernad setelah masa idah ku selesai yah. Ayah terlihat menarik nafas nya panjang dan menghembuskan nya perlahan.


Kalo begitu ayah dan ibu menyerahkan semua padamu nduk, ayah yakin kamu sudah bisa memilih mana yang terbaik buat mu. Jangan lupa istikharoh nya nduk, biar Allah memberikan yang terbaik buatmu timpal ibu.

__ADS_1


Em.... belum tau, tapi yang jelas aku tak ingin tinggal di sini karena aku gak mau kalo abang mu datang kemari. Bernad tertawa mendengar alasan Cantika yang tak mau tinggal bersama ke dua orang tua nya.


Maaf ya yah, Bu bukan nya aku tak mau tinggal dengan kalian tapi sungguh aku tak ingin lagi jika bertemu Ahmad. Aku janji akan sering mengunjungi kalian kata Cantika sambil memeluk ibu nya. Ndak apa-apa nduk yang penting kamu bahagia, dimana pun kamu tinggal kami akan selalu mendoa' kan kebahagiaan mu.

__ADS_1


bersambung.......


__ADS_2