Cinta Masa Lalu

Cinta Masa Lalu
jawaban cantika


__ADS_3

Tiga bulan sudah berlalu setelah perceraian Cantika dan Ahmad dan selama itu pula Cantika tinggal di rumah kedua orang tua nya. Di rumah itu Cantika hanya mengurus bayi nya tanpa boleh bekerja, meski sekedar membantu melayani pembeli. Kedua orang tua nya pun merasa terhibur dengan adanya cucu mereka di sana, kadang mereka mengajak nya bermain di toko. Cery memang membawa kebahagiaan untuk mereka. Malam ini adalah malam yang di janjikan pada Cantika untuk memberikan jawaban atas lamaran yang di ajukan Yusuf. Mereka berdua pergi ke sebuah kafe yang lumayan ramai pengunjung saat itu. Mereka menikmati makanan sambil bercerita tentang perkembangan Cery, karena akhir-akhir ini Yusuf agak sibuk dengan pekerjaan nya hingga jarang bertemu dengan Cery. Setelah selesai makan, Cantika memandang lekat wajah Yusuf dan mengambil nafas dalam.


Bismillah ucap nya kemudian,,,, mas Yusuf apa mas benar-benar mau menerima keadaan ku dan akan menyayangi anakku nanti kalo kita benar-benar menikah.


Tentu aku akan menerima mu dan anak mu, aku akan membahagiakan kalian berdua dan juga anak-anak kita nanti jawab Yusuf dengan mantab. Jadi bagaimana jawabanmu tanya Yusuf balik pada Cantika.


In sha Allah aku menerima nya mas, semoga engkau akan menjadi imam ku untuk yang terakhir.


Yusuf menggenggam tangan Cantika kemudian menyematkan sebuah cincin di jari manis Cantika. Apakah kamu menginginkan pesta seperti pernikahan mu yang sebelum nya?


Cantika menggeleng, aku hanya menginginkan kita Syah di mata agama dan hukum mas. Mungkin aku akan mengundang tetangga dan saudara dekat saja, bagaimana dengan keluarga mas Yusuf?


Aku akan bicara pada ayah dan ibuku, seandainya mereka tak menyetujui nya aku akan tetap melanjutkan pernikahan ini.

__ADS_1


Tapi mas,,,,,,


Kamu gak usah memikirkan keluargaku yang terpenting kedua orang tuamu, dan untuk ayah dan ibuku yang terpenting kita tetap berbuat baik pada mereka itu bukan suatu masalah kan. Nanti kita tunjukkan pada mereka kalo kita bahagia dan kita akan membujuk agar mereka mau menerima mu untuk menjadi menantunya lagi kekeh Yusuf.


Ya sudah mas,,,nanti kita sama-sama hadapi kedua orang tuamu sambung Cantika yang membuat kelegaan di hati Yusuf. Di depan kafe mereka berpapasan dengan Ahmad yang menggandeng sahabat nya yang sudah menjadi istri siri nya. Sahabat yang telah menghancurkan rumah tangga nya bersama Ahmad. Ahmad menyapa Cantika dengan canggung, karena jauh di dalam hatinya masih memiliki perasaan pada Cantika.


Kalian kok bisa datang berdua?


Kenapa gak bisa bang dia ini calon istriku jawab Yusuf enteng.


Iya dan satu lagi bang namaku sekarang Yusuf bukan lagi Bernad,,,, assalamu 'alaikum pamit Yusuf pada Ahmad yang masih melongo tak percaya mendengar perkataan adik nya itu.


Yusuf menggandeng Cantika dan mengajak nya segera masuk ke mobil.

__ADS_1


Ahmad masih saja memandang kepergian adik dan juga mantan istrinya yang membuat istri nya cemburu.


Di dalam mobil Cantika hanya diam memandang ke luar jendela.


Sayang..... kenapa kamu diam saja setelah bertemu Abang ku? apa kamu masih mencintai nya? tanya Yusuf hati-hati.


Cantika kini memandang wajah Yusuf, mas... aku sudah tak mencintai nya namun aku tak bisa begitu saja melupakan nya, karena dia ayah dari Cery. Namun bagaimana pun juga nama mu juga sudah mendapatkan tempat di hati ku, bahkan aku selalu berdoa' agar pernikahan kita kelak langgeng dan bahagia dengan saling mencintai. Yusuf tersenyum mendapatkan jawaban dari Cantika dan menggenggam erat tangan nya.


Sayang kalo kita sudah menikah aku ingin hanya aku yang menjadi ayah Cery, dia tak perlu tau ayah nya yang sebenar nya.


Tapi mas.......


Biarkan waktu dan takdir Allah yang berbicara sayang, yang terpenting kita tak boleh mengungkapkan siapa ayah nya yang sebenar nya begitu juga dengan kakek dan nenek nya. Mereka juga harus menutup rapat semua ini, biarlah Cery tahu kalo aku lah ayah nya. Mereka saling pandang dan tersenyum.

__ADS_1


Terima kasih mas sudah mau menerima ku dan Cery.


bersambung.....


__ADS_2