
Cantika dan Ahmad tinggal di rumah orang tua Ahmad kurang lebih 2 Minggu, dan hari itu mau tak mau mereka harus pulang ke Semarang karena lusa Ahmad ada meeting penting dengan klien. Mereka naik kereta pagi, sampai di Semarang sekitar jam 12 siang. Ahmad mengajak Cantika pulang ke rumahnya namun sebelumnya mereka mampir ke rumah orang tua Cantika. Tiba di rumah mereka di sambut pak Pramu dan istrinya,mereka langsung menuju meja makan untuk makan siang.
Buk pak hari ini saya mau mengajak Cantika pulang ke rumah kami.
Lho memang kenapa nak Ahmad?
Tidak apa-apa Bu,di sana nanti Cantika kan di temani sama ART, dan sudah seharusnya kami tinggal di rumah kami.
Baiklah nak, kami tak dapat mencegah mu. kami hanya bisa berdoa' semoga kalian baik-baik saja.
Setelah makan siang Cantika dan Ahmad sholat dhuhur sebentar kemudian mereka pulang ke rumah mereka yang dulu pernah di tempati. Sesampainya di sana mereka langsung beristirahat.
Malam itu Ahmad tampak duduk di balkon sambil menikmati kopinya, Cantika yang baru saja terjaga dari tidurnya duduk di sebelah Ahmad.
Mas,,kenapa belum tidur?
Aku belum ngantuk, jawabnya singkat.
Cantika mengernyitkan alisnya,,, ada apa mas setelah pulang dari rumah mamah kamu tampak sedikit berubah?
Gak ada apa-apa,lebih baik kita tidur aku sudah mengantuk. Ahmad meninggalkan Cantika yang masih termenung melihat perlakuan Ahmad yang tak biasa padanya, namun dia menahan diri untuk tak bertanya lagi.
Pagi datang,Ahmad masih bersikap dingin pada istrinya. Dan karena tak tahan dengan semua ini akhirnya Cantika memberanikan diri untuk bertanya.
Mas, kenapa sikapmu dingin padaku? kalo aku melakukan kesalahan katakanlah, aku akan minta maaf dan memperbaiki kesalahanku jangan seperti ini.
Ahmad memandang istrinya sejenak kemudian menarik nafas dalam. Apa benar anak yang kamu kandung itu anakku?
Mas,,,,kenapa kamu bertanya seperti itu? kamu meragukan ku?
Bukankah Hendra menyukaimu, ada kemungkinan kan kalo itu perbuatannya.
__ADS_1
Plak,,,,satu tamparan mendarat di pipi Ahmad.
Darimana kamu dapat pemikiran seperti itu mas, jadi kamu meragukan ku? Terima kasih mas atas semuanya,dan kalo memang kamu tak menginginkan anak ini aku akan membawanya jauh darimu, Cantika bergegas masuk kedalam kamar dan menguncinya.
tok...tok...tok ... buka pintunya aku belum selesai bicara.
Pergilah mas,aku tak mau lagi bicara padamu. sudah cukup kamu meragukan cinta dan kesetiaan ku.
karena pintu tak juga terbuka, Ahmad segera berangkat kerja karena pagi ini dia memang ada meeting penting.
Cantika masih menangis, dia sedih karena suaminya sendiri tak mempercayainya lagi. kenapa kamu jahat mas sama aku? kenapa kamu tak percaya kalo ini adalah anakmu? Cantika kemudian mengemasi berapa bajunya dan membawa uang sedikit simpanannya dan segera pergi.
ART yang melihat Cantika akan pergi pun menahannya. mbak Cantik mau kemana?
mbak,,aku harus pergi karena mas Ahmad sudah tak percaya lagi padaku.
Terus mbak Cantik mau tinggal di mana?
Hati-hati di jalan mbak,,ART itu hanya bisa melihat kepergian Cantika dengan sedih, karena kondisi Cantika yang hamil.
Tak lama setelah kepergian Cantika Bernad datang ke rumah. mbak Sri sang ART menceritakan apa yang terjadi pada Cantika, kemudian Bernad meminta anak buahnya untuk membantu mencarinya.
Bernad pun mencari Cantika di terminal, dan seperti dugaannya dari jauh dia melihat Cantika yang akan menaiki sebuah bus. Bernad segera memarkirkan mobilnya dan segera menyusul bus yang di tumpangi Cantika. Bernad segera berlari karena bus itu akan segera pergi meninggalkan terminal. Bernad segera mencari Cantika dan menghentikan bus yang baru saja keluar dari terminal. Bernad mengajak Cantika turun,namun Cantika tak bergeming.
mas jadi turun gak,seru kernet bus nya.
Iya sebentar mas,maaf ibu hamil gak bisa cepat-cepat.
Ayo sayang kita turun.
Turun dulu mbak,selesaikan dulu masalahnya kasihan bayi yang di kandungannya lho seru salah seorang penumpang pada Cantika.
__ADS_1
karena tak mau jadi pusat perhatian orang dalam bis itu Cantika mengikuti Bernad turun dari bus.
Bernad mengajak Cantika menuju ke mobilnya.
Kenapa tadi kamu memanggilku sayang?
Maaf, itu karena agar aku bisa mengajakmu turun dari bus. emang kamu mau kemana princes?
Entahlah,,,,Cantika mengangkat bahunya.
matanya kembali berkaca-kaca.
Menangis lah kalo kamu ingin menangis, perintah Bernad.
Cantika pun akhirnya menumpahkan air mata kesedihannya. sebenarnya dia bingung mau pergi kemana,dia tak memiliki tujuan.
Princes,,,,, aku tau semua masalahmu, tapi apa tidak sebaiknya kamu bicarakan lagi dengan mas Ahmad?
Untuk apa bicara lagi Nad,,kakak mu sudah tak percaya lagi padaku. dia lebih mempercayai omongan orang lain daripada istrinya.
Baiklah kalo kamu mau menenangkan diri dulu, aku akan membawamu ke rumahku.
Ke rumahmu?
Tenang,,,tak ada yang tau rumahku itu dan aku tak akan memberitahukan pada mas Ahmad, biar dia juga introspeksi dulu.
Bernad melajukan mobilnya menuju ke rumah nya, perjalanan dari terminal kerumahnya sangat jauh hingga Cantika tertidur karena lelah.
maaf ya para reader sekalian yang masih menunggu ceritaku ini,,,aku up agak lama, karena tiba-tiba idenya hilang ....🤭🤭
dan terus beri dukungan buat author ya dengan memberikan like,vote,komen dan juga hadiahnya biar Author bisa menyelesaikan cerita ini.
__ADS_1
terima kasih🙏😘