Cinta Masa Lalu

Cinta Masa Lalu
Bertemu kembali


__ADS_3

"mbak maaf saya mau masuk , mau dicatat dulu atau bagaimana ini?". sapaan seorang wanita paruh baya anggun menghentikan langkah sofia yang ingin menyusul septi.


"Ah ia maaf bu , silahkan tulis nama dan alamat disebelah sini". sofia menunjuk barisan kertas kosong pada wanita anggun tersebut, kemudian disusul tamu undangan lainnya. "Terimakasih mbak..." Ucapannya mengantung lalu segera dilanjutkan sofia "Sofia bu.." tersenyum dan mengangguk malu.


"gadis cantik".ucapnya lagi sambil mengedipkan mata kirinya dan berlalu.


huh! sepertinya malam ini akan sibuk lagi . eh tunggu aku melupakan sesuatu ternyata.


Dibukanya kertas pemberian septi tadi.mencoba mencerna sederet kalimat yang tertulis.


*Kita bertemu lagi gadis. hubungi aku secepatnya oke . (tertera nomer telefon).


bertemu??Siapa ? Ah sudahlah*.

__ADS_1


sofia menutup kembali kertas itu lalu ia masukan ke saku bajunya.tanpa dia sadari disebrang sana duduk segerombol pemuda marawis grup yang akan tampil selepas maghrib nanti dan ada sepasang mata yang tak berkedip memandangi wajah ayu sofia.


**


Selepas Magrib tadi sofia dan septi berbincang dan menggoda ria saat mereka berkumpul dikamar pengantin , suami ria bahkan berdecak dan mengelengkan kepala melihat tingkah tiga gadis itu. Dia memilih berkumpul bersama pemuda karang taruna didepan panggung dekorasi.


"Ri , nanti jangan nangis ya kalo mas bimo menyentuhmu".Septi tidak tahu malu mengatakan hal sevulgar itu. sofia melengos.


"Heei kalian kenapa si ? akukan masih bisa bertemu dan nongkrong bareng , sudahlah aku memang awalnya sedih bapak menjodohkanku secepat ini , tapi ketika aku kenal mas bimo di beberapa kejadian kita bertemu , aku nampak cocok dengannya. dia dewasa dan melindungi." Ria yang awalnya sok dewasa ingin berkata bijakpun tak kuasa menahan embun dimatanya.


Mereka berbincang layaknya gadis remaja sampai pada saat terdengar penyambutan acara malam itu lalu mereka bergegas keluar bersama.


**

__ADS_1


"Duduk disini saja yuk , biar bisa live mandangin cowo cowo ganteng itu." Si septi balik lagi deh pecicilannya , gumam sofia sambil pilih tempat duduk nyaman . "Sof , kamu gak tertarik apa sama mereka? liat itu coba , aaa gantengnyaa." septi berbisik dan merangkul lengan sofia. Yang di ajak bicara dari tadi hanya bengong entah apa yang dipikirkan.


"Eh ia mas mas itu juga ganteng sep , tengok deh itu yang pakai peci biru." Ria mulai nimbrung seakan lupa statusnya. "inget mas bimo woii." Sekarang septi dan sofia berteriak dan mendelik bareng kearah ria . orang disamping kanan kirinya lantas menoleh pada sumber keributan mereka. "Rasain tuh , malu kan jadinya." Ria bicara seperti tanpa dosa saja.


Disela Acara sambutan dari mempelai pengantin , kemudian di lanjutkan dengan pembukaan grup marawis karangtaruna setelah itu acara inti , yang biasa didesa disebut pengajian.


Disela ketenangan para jama'ah mendengarkan ceramah bapak ustadz . mata indah sofia tiba tiba bersitatap dengan sepasang mata yang sedari tadi memeperhatikannya. Dia tersenyum penuh arti.


Deg. Dia !


Sofia segera memalingkan pandanganya cepat.


Nextt...

__ADS_1


__ADS_2