Cinta Masa Lalu

Cinta Masa Lalu
kelahiran bayi mungil


__ADS_3

Selama di rumah Bernad Cantika terus saja merenung dan setiap kali Bernad pulang ke rumah dia selalu menghibur Cantika dengan berbagai cara. Cantika yang nafsu makan nya berkurang pun jadi semangat ketika dia makan bersama Bernad. Bernad benar-benar menjaga Cantika dan kandungan nya tanpa memberitahu keberadaan Cantika pada Kakak nya. Padahal Bernad tau kakak nya masih uring-uringan karena tak dapat menemukan keberadaan istrinya, pernah suatu hari Bernad menasehati kakak nya untuk introspeksi diri dan menyelidiki tentang kebenaran hamil nya Cantika. Namun Ahmad langsung marah dan tetap menyalahkan Cantika, karena Cantika langsung pergi setelah mendapatkan tuduhan dari nya menambah keyakinan nya bahwa anak yang di kandung istrinya bukan lah benihnya. Bernad hanya tersenyum miring, dia mengepalkan tangan nya mendengar tuduhan kakak nya yang belum tentu benar itu. Dia akan bersabar menunggu kelahiran anak yang di kandung Cantika dan dia akan berusaha agar Cantika jatuh cinta padanya. Namun dengan berjalan nya waktu Ahmad tak pernah lagi memikirkan tentang istri nya yang tengah hamil. Cantika pun tak lagi bersedih dengan keadaan yang telah menimpa nya karena ada Bernad yang selalu menyemangati nya dan menjaganya. Sampai saat kelahirannya tiba,,, saat itu Bernad masih tertidur karena jam menunjukkan jam 1 malam dan baru saja dia memejamkan matanya.

__ADS_1


Nad,,, bangun perutku udah terasa sakit kata Cantika memanggil namanya, seketika itu juga Bernad langsung terbangun meski matanya masih terkantuk. Bernad berusaha mengumpulkan nyawanya dan bertanya pada Cantika karena di lihatnya Cantika yang terduduk di depan pintu kamarnya. Bernad segera berlari dan menyambar kunci mobil nya, kamu udah mau lahiran ya princes? Cantika hanya mengangguk, Bernad segera menggendong dan membawa Cantika ke mobil. Sabar ya princes tahan, Bernad membuka pintu gerbangnya. Nad tolong ambil tas di kamarku, isi nya baju gantiku dan perlengkapan lairan. Bernad dengan cepat masuk ke kamar Cantika mengambil tas kemudian mengunci rumah dan segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat. Bernad semakin panik melihat wajah Cantika yang pucat menahan sakit namun Cantika masih bisa tersenyum pada nya. Hati-hati Nad aku masih bisa menahan nya kok, Bernad hanya mengangguk tanda dia mengerti apa yang di katakan Cantika. Bernad tak lagi membabi buta membawa mobil nya, dia mengurangi kecepatan mobil nya meski kecepatan masih di atas rata-rata. Untung rumah sakit tak terlalu jauh dari rumahnya, setengah jam kemudian mereka sudah tiba di rumah sakit. Bernad berlari meminta tolong pada perawat untuk membawakan brankar setelah dia turun dari mobil. Kembali Bernad membopong Cantika dan menidurkannya di brankar yang segera di dorong oleh beberapa perawat untuk menuju ruang persalinan. Dokter meminta Bernad agar menemani persalinan istrinya, tanpa memperdulikan prasangka dokter dan perawat di sana Bernad melakukan apa yang di perintahkan dokter padanya. Cantika terlihat sedikit canggung dengan keberadaan Bernad yang menemaninya selama persalinannya, namun karena sakit sudah mendera nya dia tak memperdulikannya. Bernad memberikan semangat pada Cantika untuk melahirkan anaknya. Cantika menggenggam erat tangan Bernad, dia merintih merasakan sakit yang luar biasa. Bernad tersenyum,,,,ayo princes kamu pasti bisa melahirkan baby nya, keluarkan semua yang kamu rasakan ada aku di sini bisik Bernad. Cantika menangis seharusnya Ahmad yang ada disisinya memberikan doa' dan semangat pada nya bukan Bernad. Kurang lebih setengah jam Bernad menyaksikan perjuangan Cantika untuk melahirkan anak nya, dan seketika Bernad menangis haru melihat seorang bayi mungil yang begitu cantik mengangis dengan keras nya. Sebenarnya ingin sekali Bernad menghujani Cantika dengan ciuman namun dia sadar bahwa Cantika masih menjadi istri kakak nya meski sudah lama mereka berpisah. Bernad hanya memberikan senyuman dan ucapan selamat pada Cantika yang terlihat masih lemas setelah melahirkan. Suster memberikan bayi itu pada Bernad,, ini pak kalo bapak mau mengadzani putri nya. Maaf sus, saya Nasrani jawab Bernad. Suster pun memberikan bayi itu pada Cantika, dengan lembut Cantika menyerukan adzan di telinga putrinya dan memberikan lagi bayi nya pada suster untuk di bersihkan. Bernad tertegun mendengar adzan yang di bacakan Cantika untuk putrinya, meski pelan mampu menggetarkan hati dan jiwa nya. Dia merasakan kedamaian yang luar biasa.

__ADS_1


bersambung.....

__ADS_1


kasih dukungannya ya, berikan like, vote dan komennya

__ADS_1


🙏

__ADS_1


__ADS_2