Cinta Masa Lalu

Cinta Masa Lalu
pernyataan Ahmad


__ADS_3

Cantika dan Ahmad masih ngobrol di kafe setelah bertemu dengan Ridwan. Tiba-tiba ada yang memanggil Cantika,dan mereka pun menoleh.


Cantika.....kamu Cantika kan?


Cantika mengernyitkan dahinya berusaha mengingat siapa cewek cantik yang berada di depannya,sedang Ahmad hanya tersenyum.


Masa kamu gak ingat sama aku Can?


Wajahnya familiar sih tapi maaf aku lupa,bisa minta tolong ingatkan saya?


Ini aku Dewi temen kecilmu di Pekalongan.


Dewi Ningsih?


kemudian mereka saling berpelukan,


ya Allah maaf ya Wi aku gak ngenalin aku,pantas aja kayaknya sering liat wajahnya


Iya gak pa pa aku maklum kok,karena kita udah lama,,,,lama banget gak ketemu,terakhir kali kita ketemu pas SMP ya kan? kamu tambah cantik, pangling aku.kan dulu kamu gak berhijab sekarang berhijab.


Kamu bisa aja,kamu juga cantik kok Wi. iya aku pake hijab awal SMA. kamu sendiri kapan mau berhijab?


He....he.... Dewi menggaruk tengkuknya yang gak gatal. ya udah aku minta no hpmu dong, nanti kita telponan karena aku buru-buru.

__ADS_1


Dewi memberikan hp nya,dan dengan cepat Dewi miscall setelah Cantika menuliskan nomernya di hp Dewi. Dan Dewi pun langsung berpamitan tanpa bicara sepatah kata pun pada Ahmad hanya tersenyum dan berlalu. Ahmad hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Maafin temenku ya mas dia buru-buru,nanti lain waktu ku kenalin dengannya. dia temen kecilku mas dari Pekalongan.


Ah gak pa pa kok Can,kata Ahmad sambil tersenyum.( aku malah bersyukur dia gak mengajakku bicara my princes,aku justru takut dia membongkar jati diriku batin Ahmad). Oh iya gimana kalo kita nonton?


Nonton? sebaiknya jangan deh mas,ini hari pertamaku kerja di butik gak enak sama yang lain. Lagian apa gak ada yang marah kalo kita jalan mas?


Gak ada kok,apa jangan-jangan kamu sendiri ada yang cemburu?


Ha...ha...ha... kalo aku mah jomblo mas,siapa juga yang mau sama aku yang cuma kerja di pabrik.


Aku mau,jawab Ahmad spontan. ekhem maksudku mau pegawai pabrik,mau direktur toh kita sama-sama manusia di hadapan Allah.


oh iya teman kecilmu yang mirip aku,Antonius itu jika tiba-tiba dia datang dan melamarmu apa akan kamu terima?


Kalau seandainya dia sudah menjadi mualaf gimana?


Kok tiba-tiba mas Ahmad nanya kayak gitu?


Ya aku cuma penasaran aja sih Can,kamu tinggal jawab aja apa susahnya sih?


Em kalau dia mualaf aku pikir-pikir dulu,jawab nya jujur sambil tersenyum manis.

__ADS_1


Kalo misal aku yang melamarmu,apa kamu mau terima? tiba-tiba pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulutnya(haduh kenapa sih ni mulut malah nanya gitu,aku jadi takut dengan jawabannya,batin Ahmad).


deg......Cantika terdiam.....(kenapa jantungku langsung maraton begini sih,batin Cantika)


Kok kamu diam Can? apa aku terlalu cepat mengatakan hal ini padamu atau kamu masih mengharapkan Antonius mu itu?


Ah bukan begitu, jawabnya terbata.


Lalu,......Ahmad terus mengejar jawaban dari Cantika karena dia sudah terlanjur mengatakan ke inginannya. Apapun jawabanmu aku terima dengan lapang dada.


Aku bukan dari keluarga kaya seperti mas,apa gak akan jadi masalah?


Aku tak mempermasalahkannya Can, aku sudah jatuh cinta sama kamu(sejak kita kecil, batin Ahmad).


Baiklah kalo begitu datanglah ke rumah, bicaralah dengan kedua orang tuaku mas.


Baiklah kalo begitu,aku akan ke rumahmu Minggu depan bersama kedua orang tuaku. Sekarang aku antar kamu ke butik lagi.


Mereka berdua kemudian kembali ke butik dengan perasaan yang berbeda,karena di hati keduanya sudah ada getar-getar cinta. namun ketika di dalam mobil Cantika sempat bertanya lagi pada Ahmad,dia gak mau kalo sampai Ahmad kecewa di kemudian hari karena keadaan ekonomi keluarganya yang pas-pas an.


bersambung.........


jangan lupa terus dukung author ya para reader semua,biar Author semangat untuk menyelesaikan cerita ini.

__ADS_1


Kasih like,vote dan komennya ya


😘😘😘


__ADS_2