
Sampai di tempat administrasi Hendra pun bingung karena tak tau identitas wanita cantik yang sudah di tolong nya tadi. Maaf pak Hendra biar saya saja yang mendaftarkan perawatan Cantik. Hendra pun menurut dia berdiri di belakang suami Bu Mila dan mendengarkan dengan seksama siapa nama wanita tersebut. Sebelum mereka pergi Hendra sempat berkata pada perawat untuk memberikan ruang kelas l agar dia bisa beristirahat dengan tenang meski hanya semalam. Setelah selesai mereka menuju ke IGD dan bersama-sama menuju ruang perawatan.
Setelah berada di ruangan perlahan Cantika membuka matanya dan melihat sekelilingnya.
Kamu sudah sadar nak,apa yang kamu inginkan? Kamu mau minum?
Cantika segera minum karena memang dia merasa sangat haus.
Terima kasih buk,,,,,apa yang terjadi padaku buk? kenapa aku bisa berada di rumah sakit.
Tadi kamu pingsan nak dan untung kita di tolong pak Hendra,beliau segera membawamu ke rumah sakit ini.
pak Hendra,,,siapa buk.
Hendra pun mendekat, maaf perkenalkan saya Hendra direktur di pertambangan. Maaf juga tadi saya sudah lancang menggendongmu.
Cantika terdiam sejenak namun kemudian.....
terima kasih anda telah menolong saya.
Mereka saling pandang namun kemudian Cantika memalingkan mukanya karena malu mendapat tatapan Hendra,sedang Hendra merasa berdebar saat pandangan mereka tadi bertemu meski hanya sebentar.
Oh iya kalo begitu saya pamit dulu, beristirahatlah jangan berfikiran yang tidak-tidak. Bu Mila besok hubungi saya lagi kalo mau pulang biar saya jemput.
Terima kasih pak, biar kami naik taxi saja. mohon maaf sudah merepotkan pak Hendra sahut Cantika.
Pokoknya besok saya jemput tak ada penolakan kata Hendra sambil berlalu pergi.
Setelah kepergian Hendra Cantika mulai bertanya lagi penyebab dia harus di rawat di rumah sakit itu.
__ADS_1
Buk,kenapa kita gak langsung pulang emang aku sakit apa?
Kamu hanya kecapek an nak,dan....... Bu Mila tak melanjutkan kata-katanya membuat Cantika penasaran.
Dan apa buk,katakanlah aku akan menerimanya apa yang akan ibu sampaikan.
Bu Mila tersenyum, dan kamu hamil nak usia kandunganku sudah 5 Minggu.
Cantika tersenyum,dan mengelus perutnya yang masih rata. Sudah ada buah cintaku dengan mas Ahmad di sini, sayang kita berjuang bersama-sama ya di sini sampai suatu saat kita bisa bertemu lagi dengan ayahmu.
Bu Mila memeluk Cantika, kamu tak sendiri nak ada ibu dan suami ibu yang akan menjagamu. kamu jangan sungkan lagi ya,kami sudah menganggap mu seperti anak kami sendiri. Bu Mila menangkup wajah Cantika, kamu adalah anugrah yang indah yang di kirim Allah untuk keluarga ibuk. terima kasih sudah hadir di tengah keluarga ibuk,Bu Mila mencium seluruh wajah Cantika dengan berurai air mata dan Cantika pun ikut meneteskan air mata bahagia karena di pertemukan dengan orang-orang yang baik setelah dia di culik dan di buang.
Mulai besok nak Cantik gak boleh capek-capek lagi biar ibuk yang memasak untuk di jual,nak Cantik cukup memberikan perintah pada ibu kata suami Bu Mila sambil menggenggam tangan Cantika. Cantika hanya tersenyum dan mengangguk.
Terima kasih pak,,,,
Malam itu mereka bertiga bermalam di rumah sakit bersama. dan pagi harinya Dokter datang untuk memeriksa keadaan Cantika.
Ibu Cantika, bagaimana perasaan ibu?
Alhamdulillah saya sehat Dok dan bahagia karena kehadiran calon buah hati saya.
Syukurlah kalo begitu setelah ini ibu boleh pulang, segera kabari suaminya untuk segera menjemput ya Bu Cantika. saya permisi...
Setelah kepergian dokter tadi Cantika merasa bingung.
Itu nak dokter menyangka kalo pak Hendra adalah suamimu,karena kemarin pak Hendra kemarin tampak sangat khawatir dengan keadaanmu. Bu Mila memberitahukannya sebelum Cantika bertanya.
Kok bisa ya dokter langsung menyimpulkan kalo dia suamiku ya buk....he....he..... ada-ada saja.
__ADS_1
Tak berapa lama suster datang untuk melepas selang infus yang terpasang di tangan Cantika dari semalam. Selamat atas kehamilannya ya buk jaga kesehatan dan jangan lupa untuk kontrol. ini kartu untuk kontrol dan ini resep yang harus di tebus di apotek.
Biar saya yang tebus resepnya sus.....
semua mata langsung tertuju pada asal suara.
Hendra pun hanya tersenyum, ini bisa di tebus di luar kan sus?
Bisa pak,,,,saya permisi kata suster sambil berlalu pergi setelah memberikan resep pada Hendra.
Ayo pak,buk kita bawa Cantika pulang.
Kok bapak tau saya pulang pagi ini? dan kami pun belum menyelesaikan administrasi rumah sakit.
Administrasi sudah beres kita tinggal pulang, kamu gak usah berfikiran yang macem-macem dan satu hal jangan panggil saya pak. Apa perlu saya gendong sampai mobil goda Hendra karena Cantika tak juga beranjak dari tempat tidur pasien.
Tidak,terima kasih saya bisa jalan sendiri jawab Cantika sambil turun dari bed pasien.
mereka berjalan beriringan menuju mobil dan pulang ke rumah Bu Mila, tak lupa Hendra berhenti di apotik untuk menebus resep dari rumah sakit.
Sesampainya di rumah Hendra segera pamit untuk berangkat ke kantor.(kalo begini berasa punya istri dan keluarga batin Hendra).
bersambung.........
terima kasih para pembaca yang masih setia menunggu ceritaku ini....🙏🙏🙏
terus beri dukungan ada author ya dengan cara memberikan like,vote,komen dan hadiahnya ya..
😘😘😘
__ADS_1