Cinta Masa Lalu

Cinta Masa Lalu
Dua tahun lalu 2


__ADS_3

Sofia berusaha bangun agar dia bisa duduk bersandar di ranjang Uks. kepalanya sudah mulai membaik saat tadi suster memberikan obat dan teh manis hangat.


sebetulnya dia sudah ingin kembali ke kelas tapi dua sahabtanya melarang agat tetap diam sampai benar benar pulih .


"mau ditanya dulu atau dijelaskan sekarang ri??." tanya septi yang sudah penasaran setengah mati . apa hubungan ria dan pak bagus tadi.


"ia aku jelasin. sebenarnya pak bagus itu om aku . saudara dari bapak . tapi aku ga tau kalo dia gantiin pak vian disini . cuma yang aku tau emang pak vian itu teman dekat om bagus dari kuliah dulu." penjelasan ria panjang lebar . dan kedua sahabatnya manggut manggut mengerti.


"ya ampun ria . kenapa ga bilang si kalo punya om seganteng itu dari dulu." naah kan septi dasar mata kranjang . gumam ria .


"yaelah sep , dia mana naksir sama anak bau kencur kaya kamu. seleranya jauh diatas rata rata cuy." jelas ria sambil tertawa . septi merengut.


"haha sabar sep . pepetin terus aja itu omnya ria . siapa tau bisa nglirik kamu. kamu kan cantik luar dalam." sofi menimpali .


"eh tapi tadi dia kelihatan khawatir banget tau sama kamu sof." ujar septi . "ya ia lah namanya juga guru ke murid." balas sofia . tapi ada yang berbeda dengan detak jantungnya .


tak terasa hari sudah sore . sofia dan kedua sahabatnya begegas untuk pulang . mereka menunggu angkutan umum dipinggir sekolahan. tiba tiba bunyi klakson mobil disamping mereka .


"pulang bareng om aja ria . udah sore bentar lagi hujan juga . ayo naik , ajak temenmu sekalian." pak bagus ternyata pemilik mobil itu.


"gimana beb , kalian mau?" tanya ria pada sofia dan septi .


"aku si mau aja . kamu gimana sof?". tanya septi.

__ADS_1


"ga enak aku ri , udah ngrepotin dari tadi siang. kalian aja dulu , aku gapapa kok." benar benar tidak enak . sudah di gendong ke uks ini malah mau dianterin pulang pula.


"hei ayolah sof , gausah ngerasa ga enak begitu .om bagus baik kok. kasian itu nungguin kita lama." ujar ria . septi pun menanggapi dengan anggukan kepala.


"Baiklah . ayo ." sofiapun mengalah dan mereka bertiga masuk dalam mobil.


***


mereka bertiga asik bercanda di dalam mobil. sambil sesekali melirik ke depan pengemudi. setelah perjalanna 20menit sampailah dirumah ria . dia pun keluar dan berpamitan dengan om bagus.


"eh kenapa kalian ikutan keluar . ayo biar aku antar sampai rumah masing masing. sudah tanggung pula ditengah jalan." ujar pak bagus sambil keluar mobilnya.


"trimakasih pak , tapi maaf merepotkan bapak nanti jadinya." ujar sofia sopan.


"ayo masuk cepetan , keburu sore nanti." ujar pak bagus lagi. "baiklah. ria kami pulang ya , thanks loh." seperti biasa . ketiga nya langsung berpamitan cipika cipiki. pak bagus geleng geleng kepala melihat kelakuan anak remaja itu.


* *


sesampainya di rumah septi . dia pun turun dan lagi lagi sofia ikutan mau turun. "eh sof , kamu saya anterin sampai rumah. tidak ada penolakan." ujar pak bagus tegas.


mati aku ! bakal lompat ini jantung lama lama deket pak bagus.


"baiklah pak. trimakasih sebelumnya ."

__ADS_1


"duduk di depan sof. temani saya ngobrol." lagi lagi merintah seenaknya. Apalagi ini?? geram sofiaa .


hening di dalam perjalanan . sofia tahu pak bagus sesekali melirik ke arahnya . namun sofia tetap bergeming. apa apaan si ??. sofia


"emm , sof ." ragu bagus bertanya . namun dia harus menanyakan langsung. entah kenapa bagus merasa ada yang aneh setelah pertemuan tadi pagi . emosional cinta mungkin namanya. sepanjang disekolah tadi dia menepis perasaan aneh di hatinya. namun enggan hilang .


"ia pak , ada apa?." sofia mendongak menatap bagus . degg . kenapa jantungku astaga. batin sofia.


gak salah lagi . ini bukan hanya sekedar emosi cinta sesaat . Bagus.


"Boleh minta nomer hp mu gak?, buat nanyain keadaan mu saja , takutnya kamu kenapanapa sampai rumah nanti." alasan klasih terlontar dari mulut bagus


"ehhh tapi saya sudah baikan pak , sungguh .tidak apa apa kok . bapak tidak usah khawatir." sofia pun kaget. bisa bisanya pak bagus minta nomer HP . padahal dia juga mau banget ngasih , tapi tidak ! sofi masih tahu diri.


"Oke baiklah , tapi kalo ada apa apa hubungi ria sajanya , nanti aku tanyakan sama dia." terlihat raut wajah bagus kecewa dan itu ditangkap jelas oleh sofia.


****


sejak saat itulah bagus mulai memikirkan gadis itu . mencoba melupakan dalam kesibukan kuliah dan kerjanya . namun hati tidak bisa berbohong.


menyempatkan waktu ketika dia pulang ke desa . hanya sekedar melihat wajahnya dan menguntit dari kejauhan . pengecut bukan ?? biarkan seperti ini . biarkan gadis itu fokus dengan sekolahnya . bagus hanya berharap takdir berpihak pada hatinya .


*****

__ADS_1


__ADS_2