Cinta Pertama Maudy

Cinta Pertama Maudy
Bab 12


__ADS_3

Setelah terjadinya tragedi jatuhnya Maudy dari pohon mangga, hubungan Keano dan Maudy semakin akrab. Mereka nampak sering mengobrol berdua, bahkan Keano sering bermain ke rumah Maudy. 


Sedangkan Satria dia memberi kesempatan kepada Anastasia untuk menjadi kekasihnya lagi. Karena Satria bisa merasakan kesungguhan dan kegigihan  Anastasia dalam merebut hatinya. Ia pun menjadi luluh. 


****


Sepulang sekolah, Maudy pikir Satria menunggu dirinya. Namun, ia cukup terkejut karena sebelum dirinya mendekat pada Satria, Anastasia sudah mendahuluinya duduk di jok belakang sepeda matic Satria. 


Dua sejoli yang nampak bahagia itu pun meninggalkan gerbang sekolah dengan Maudy yang berdiri mematung di sana. 


Berusaha ikhlas, sudah! Berusaha menerima, sudah! Namun , hati tidak bisa dibohongi, tetap sesak memenuhi rongga dadanya dikala melihat pemandangan barusan. 


Ia menghela napas, menghirup oksigen banyak agar sesak di dadanya hilang. Saat netranya memandang lurus ke depan, ia melihat sosok tegap nan tampan sedang memandangnya dan tersenyum lebar kepadanya seraya melambaikan tangan dari seberang sana. 


"Maudy!" panggil orang itu, seraya menyeberang, mendekat pada Maudy. 


"Kak Keano?" gumam Maudy heran. Tidak seperti biasanya cowok itu berada di sekitar sekolahnya. 


"Kakak, ngapain di sini?" tanya Maudy setelah Keano tepat berada di hadapannya. 


"Sengaja jemput kamu," ucap Keano santai. 


"Yuk!" lalu Keano menarik tangan Maudy dan menuntunnya mengajak pergi dari sana, dan Maudy pun hanya menurut. 


Mereka pun menuju ke sebuah mobil yang terparkir cantik di seberang sana. 


Keano membuka pintu mobil depan, lalu mempersilahkan Maudy untuk masuk. 


"Silahkan, tuan putri!" ucap Keano sembari tersenyum manis kepada Maudy. 


"Terimakasih!" ucap Maudy kikuk seraya mendudukan bokongnya di kursi tersebut. 

__ADS_1


Setelah menutup pintu mobil, Keano pun melajukan mobil sedan merah itu meninggalkan  gedung sekolah bertingkat tiga itu. 


Sedikit info, sekolah Maudy termasuk sekolah favorit dan juara adiwiyata jadi jangan  membayangkan banyak penjual jajanan seperti cilok, sosis telur bakso dan lain - lain ya, meskipun ada, para siswa tidak ada yang berani jajan di luar sekolah karena sudah peraturan sekolah dilarang jajan di luar, kalau melanggar akan kena sanksi. 


****


Di dalam mobil, Maudy duduk dengan tenang tanpa mengeluarkan sepatah katapun, Entahlah ia lagi tidak berselera untuk mengeluarkan kata sepatahpun. Tatapannya fokus kedepan. 


"Jalan - jalan dulu yuk!" ucap Keano memecah keheningan di dalam mobil. 


"Kemana?" tanya Maudy seraya menoleh. 


"Kamu maunya kemana?" Keano balik tanya menoleh sesaat lalu fokus ke depan lagi. 


"Nggak tahu!" jawab Maudy. 


"Baiklah! Makan bakso dulu yuk? Kata Kak Robby kamu paling suka bakso," 


"Hmmm, boleh juga!" ucap Maudy sembari tersenyum tipis. 


"Di mana pun, menurutku bakso itu enak," sahut Maudy. 


"Jadi, menurutmu kita makan di mana?" tanya Keano. 


"Bakso Viral aja, baksonya enak, besar - besar, kuahnya gurih dan seger," ucap Maudy sambil membayangkan kuah bakso yang diberi sambal, kecap dan sedikit cuka. Membayangkannya saja sudah membuat air liurnya hampir menetes. 


Tak berapa lama pun, sesuai petunjuk Maudy, mobil yang dikendarai Keano telah mendarat dengan sempurna di kedai bakso viral itu. 


Maudy pun memesan bakso porsi jumbo, ia paling suka bakso jumbo karena isinya penuh sesak dengan daging. Sedangkan Keano, ia tidak begitu suka bakso jadi, ia  memesan mie ayam. 


Tak berapa lama pesanan pun datang, satu mangkok bakso porsi jumbo, mie ayam dan dua gelas jus strawberry. 

__ADS_1


Mereka berdua pun menikmati pesanan dengan lahap dan nikmat. 


Bakso yang dilengkapi dengan sayur sawi, mie kuning dan tauge itu benar - benar menggugah selera. 


Maudy menambahkan kecap, sambal, dan sedikit cuka ke dalam kuah bakso tersebut, sampai kuah tersebut  berwarna hitam. 


"Kamu suka kuah bakso hitam seperti itu?" tanya Keano sambil menyuapkan mie ayam ke dalam mulutnya. 


Maudy mengangguk. 


"Emang enak?" tanya Keano heran. 


"Enak!" sahut Maudy dengan mulut penuh bakso. 


"Nih, cobain dikit aja!"  ucap Maudy seraya menyodorkan sendok berisi kuah dan bakso kecil. 


Keano menatap sendok itu dengan ragu. 


"Ayolah! nggak apa - apa cobain dikit aja biar tahu rasanya," Maudy sedikit memaksa. 


Akhirnya Keano pun membuka mulutnya dan menerima suapan Maudy. 


Ia pun mengernyitkan dahinya. 


"Enak?" tanya Maudy. 


"Aneh!" sahut Keano. 


"Aneh gimana?" tanya Maudy. 


"Rasanya nano - nano, manis, asam dan pedas!" jawab Keano. 

__ADS_1


"Hahahahaha, bukan kamu aja yang bilang aneh, teman - temanku juga bilang aneh, tapi aku suka kuahnya seperti ini," ucap Maudy sambil tergelak. 


Keano tersenyum tipis. Tadi di sekolah dia melihat Maudy sedang tidak dalam keadaan baik - baik saja, tapi hanya karena kuah bakso, gadis di depannya ini berubah kembali ceria. 


__ADS_2