Cinta Pertama Maudy

Cinta Pertama Maudy
Bab 5


__ADS_3

Orang itu tidak jadi masuk, ia pun meninggalkan kamar  itu. 


"Lho, Sat, gak jadi masuk?" tanya Tante Tari heran. 


"Nggak Tan, ada yang ketinggalan," bohong Satria. 


"Oh," Tante Tari ber - oh ria tanpa bertanya lebih panjang lagi. 


Satria meninggalkan rumah itu, kembali ke rumahnya sendiri. 


Ia masuk ke kamarnya, merebahkan diri di ranjang dengan kasur yang empuk. 


Netranya menatap langit - langit kamar bercat putih itu. Menghela napas panjang, menopang kepala dengan kedua tangan di bantal. 


"Maafkan aku Dy, aku tidak bermaksud menyakiti kamu, aku tidak bisa menerima cintamu, karena cinta itu tidak bisa dipaksakan. Cintaku hanya untuk Anastasia," gumamnya pelan. 


***


Di kamar Robby, Maudy masih terisak , Robby berusaha menghibur Maudy dengan mengusap - ngusap punggung gadis imut itu. 


"Sudah! Sudah! Jangan nangis terus, jelek tahu! Kamu harus belajar menerima penolakan. Biarkan Satria bahagia dengan cintanya," ucap Robby dengan tangan masih setia menepuk - nepuk punggung Maudy. 


Setelah puas menangis dan berkeluh kesah pada Robby, dia pun mengakhiri drama tangisnya. 


" Udah nangisnya? " Robby bertanya setengah meledek. 


" Ih, Kakak! " Maudy memukul punggung Robby pelan. 

__ADS_1


"Kalau udah beres nangisnya lanjut lagi ya nontonnya," ucap Robby. 


Ia pun mengangguk sambil membersihkan sisa - sisa air mata di pipi dengan tisu.


Tangisan Maudy terdengar sampai ke kamar sebelah yang di tempati Keano, ia pun penasaran, keluar dari kamar dan mengupingnya. 


" Dasar cewek, cengeng, gitu aja nangis, "ia mencibir dalam hati lalu kembali ke kamarnya. 


Seminggu berlalu. 


Semenjak Satria memergoki Maudy menangis karena dirinya, ia pun menjadi canggung bila bertemu sahabat kecilnya itu. Ia pun membatasi diri untuk bertemu Maudy. 


Begitu juga Maudy, semenjak dirinya mengetahui Satria sudah memiliki pacar, dia enggan bertemu Satria. Berangkat sekolah pun ia memilih naik angkot ketimbang bareng Satria. 


Hubungan mereka semakin memburuk, dikala surat cinta Maudy untuk Satria, waktu itu tidak sengaja ditemukan oleh Anastasia, di buku matematika Satria yang dipinjam Anastasia. 


Ia pun memungut amplop tersebut, ia penasaran lalu membuka dan membacanya.


To: Satria


"Satria sahabatku sejak kecil, kamu adalah cowok yang pertama kali membuat aku bahagia , aku mengagumimu sejak kamu selalu menolongku saat seorang anak laki - laki menggangguku. Namun rasa kagum itu berubah menjadi rasa cinta. Satria maukah kamu menjadi pacarku? "


Maudy. 


Begitulah isi surat cinta tersebut. 


"Norak banget sih tuh cewek, gini hari masih buat surat cinta! " Anastasia bersungut - sungut. 

__ADS_1


Lalu ia meremas surat itu, dan melemparkan kepada Satria yang tengah duduk di teras rumahnya. 


Sungguh dia tidak tahu menahu tentang surat itu. Dia juga tidak menyadari jika Anastasia menemukan surat itu,ia sedang fokus pada buku pelajarannya saat itu. 


"Jadi cewek itu nembak kamu?" tanya Anastasia dengan sinis. 


Satria mengernyitkan dahi lalu memungut surat tersebut dan membacanya. 


Ia pun tersenyum tipis saat  membacanya. 


Anastasia tidak suka melihat Satria tersenyum seperti itu. 


"Seneng ya, ditembak Maudy?" 


"Ah, biasa aja, cuma lucu aja bacanya," Satria terkekeh. 


"Tuh, kaaan, seneng!" Anastasia memberengut. 


"Udah ah, kalau gitu aku pulang aja, nggak asyik!" Anastasia berdiri lalu menghentakkan kaki hendak mau pergi. 


"Eh, jangan gitu dong Nas, jangan marah! Sedikitpun aku tidak pernah ada rasa pada Maudy, aku hanya menganggap dia sebagai sahabat saja, tidak lebih!" ucap Satria tegas sambil menahan gadis cantik itu agar tidak pergi. 


"Tapi aku takut kalau kamu terus - terusan deket sama dia lama - lama kamu jatuh cinta sama dia," ucap Anastasia seraya kembali duduk. 


"Hahaha, ya nggak mungkin lah, aku jatuh cinta sama dia, aku kan sudah bilang Maudy itu sahabat aku sejak kecil, tidak lebih! Lagian dia itu bukan tipe aku, dia itu manja dan berisik, tidak seperti kamu Anggun," Satria meyakinkan Anastasia. 


Tanpa mereka sadari dari tadi di balik pagar yang sedikit terbuka Maudy menguping pembicaraan mereka. 

__ADS_1


Wajahnya terlihat sendu dan lesu ia pun berlalu dari kediaman Satria. 


__ADS_2