
34
Sontak Satria terkejut mendengar Maudy minta tolong. Ia bergegas mendekat dan mengetuk pintu kamar mandi.
Tok! TokTok!
"Dy! Dy!" panggil Satria panik.
"Dy! Kamu kenapa?"
Ia pun memberanikan diri membuka pintu kamar mandi, beruntung Maudy tidak menguncinya. Karena sudah kebiasaan Maudy, jika mandi tidak pernah mengunci pintunya. Dia merasa aman di kamarnya sendiri. Tapi, malam ini sepertinya Maudy lupa atau kurang fokus kalau di kamarnya ada Satria? Tapi untunglah dia tidak mengunci pintunya, sehingga memudahkan Satria menemukan dirinya dalam keadaan yang memprihatinkan.
"Ya ampun, Dy! seru Satria. Terkejut melihat Maudy yang tergolek setengan meringkuk di lantai kamar mandi.
Tanpa pikir panjang, Satria mengangkat tubuh polos Maudy dan merebahkannya di sofa, lalu dengan segera menutupnya dengan selimut.
" Dy! Dy! " panggil Satria seraya menepuk - nepuk lembut pipi Maudy yang dingin dan pucat.
Namun, Maudy masih enggan membuka matanya.
Satria mencari minyak kayu putih di meja rias yang ada di kamar Maudy. Setelah menemukannya, ia pun mengoleskan minyak itu di sekitar hidung Maudy.
Tapi, Maudy bergeming. Maudy masih kerasan memejamkan mata.
"Aduuh.. Gimana nih? Maudy kok nggak mau bangun - bangun," keluh Satria bingung.
Malam sudah larut, mungkin penghuni rumah ini sudah terlelap semua. Satria sungkan jika harus membangunkan penghuni rumah ini.
Akhirnya Satria memutuskan untuk mencari baju di lemari dan memakaikannya pada Maudy.
__ADS_1
Setelah menemukan dress tidur selutut dengan gambar SpongeBob milik Maudy ia malah bimbang.
Dia canggung kalau harus melihat tubuh polos Maudy. Tapi bagaimana lagi, kasihan jika Maudy terlalu lama tanpa busana.
"Ah, Sudahlah! Maudy kan sekarang sudah menjadi istriku, kenapa juga harus malu," gumamnya pelan.
Srak…!
Satria membuka selimut yang dari tadi menutup tubuh Maudy.
Glek!
Melihat pemandangan terpampang indah di hadapannya membuat Satria menelan ludah berulang - ulang.
" Ya ampun! Kotor banget sih otaku ini! " umpatnya.
Hufht!
"Akhirnya selesai juga!" ucapnya lega.
"Tidak apa - apalah terbalik juga, yang penting Maudy berpakaian meskipun tanpa pakaian dalam," gumamnya lagi.
Kemudian Satria memindahkan Maudy ke ranjang, dengan perlahan ia memasangkan selimut di tubuh Maudy. Untung di kamar itu selimutnya ada dua, karena yang satunya basah.
" Dy.. Dy..! "
Satria berusaha mengembalikan kesadaran Maudy. Satria memijat - mijat kaki Maudy.
Maudy menggerak - gerakan matanya.
__ADS_1
"Dy.. Ayo bangun Dy! Jangan buat aku khawatir!"
Jangan!
Jangan pergi!
"Kak, kamu jahat!" pekik Maudy.
"Dy.. Bangun Dy!" Satria semakin panik Karena Maudy berteriak cukup keras.
Dengan mata terpejam, Maudy menarik - narik kerah kemeja Satria.
"Kak jangan tinggalin aku!" rengek Maudy.
Lalu Maudy menarik tubuh Satria dan memeluknya dengan erat.
Satria tidak nyaman saling menempel begitu dekat, Maudy juga memeluk erat lehernya sampai ia merasa tercekik.
Satria berusaha, melepaskan diri dari pelukan Maudy. Namun, sangat sulit, Maudy begitu erat memeluknya.
Akhirnya Satria menyerah, ia pun mencari posisi yang nyaman dan merebahkan diri di kasur dengan Maudy memeluk dirinya.
Kini posisi mereka berhadapan dengan Maudy memeluk dirinya.
"Kasihan, sekali kamu, Dy! Kamu pasti stress memikirkan Si Breng*sek itu!" batin Satria.
Satria sangat lelah, ia pun tidak sempat mandi. Matanya tidak bisa diajak kompromi. Perlahan tapi pasti, manik berbulu lebat lentik itu akhirnya terpejam.
Alhamdulliah udah nyampe eps 34, tidak berharap banyak, cuma seneng2nya aja bikin cerita untuk menghibur diri, syukur2 ada yang suka. Nge like, vote, dan saling suport.
__ADS_1