Cinta Pertama Maudy

Cinta Pertama Maudy
Yang Petammma!


__ADS_3

45


Buukk!


Satria menjatuhkan tubuh Maudy di ranjang dengan pelan. 


Ditatapnya wajah cantik itu dengan lekat. Ditatap seperti itu Maudy jadi salah tingkah. Jantungnya mulai meletup - letup tidak Karuan. 


Suaminya itu semakin mendekat, semakin memanaslah pipi Maudy. 


Satria mengunci dan menguasai tubuh gadis itu. 


Menenggelamkan wajahnya di bahu seputih  keju itu. Menghirup aroma yang memabukkan. 


Semua mengalir begitu saja, padahal keduanya tidak berpengalaman. Ini adalah yang pertama untuk keduanya. 


Pada awalnya Maudy ingin menolak, masa Iya, tidak ada cinta mau berhubungan in**tim? Tapi Satria sudah sah menjadi suaminya. Dosa banget kalau sampai menolak. 


Pertentangan batin tidak berlangsung lama. Maudy tidak sempat berpikir jernih lagi. Satria sudah memancing api ga*irah dalam dirinya. 


Mereka mengayun di udara, bekerjasama agar sampai di puncak. 


Memabukan, melenakan dan sekaligus menyakitkan. 


Kegiatan menyenangkan barusan membuat keduanya terkulai lemah di kasur dengan selimut yang sama sebagai penutup. 


Cupp! Cupp! Cupp


Satria mengecupp seluruh wajah Maudy secara bertubi - tubi. 


"Terima kasih!" ucapnya seraya menarik mantan gadis itu ke dalam dekapannya. 


Maudy hanya tersenyum tipis tanpa berkata apapun. Maudy masih lemas dan merasakan perih dan ngilu di bagian sensitifnya. 


"Sakit banget yah?" tanya Satria seraya tersenyum lebar. Tidak sedikitpun merasa bersalah. Malah ia bangga akhirnya bisa juga membuka segelnya seorang gadis yang halal untuknya. 

__ADS_1


Masih hangat dalam ingatannya, betapa susahnya menembus segel itu, harus berdarah - darah dulu di bagian punggung karena Maudy mencakarnya, sampai harus dicoba berulang - ulang, hampir saja putus asa, tapi akhirnya berhasil. 


Satria bahagia, karena Maudy menjaga kehormatannya dengan baik. 


Satria juga ingat, tadi Maudy berteriak cukup kencang, saat dirinya berhasil menerobos. Di sprei pun masih tertinggal noda merah. 


Satria senyum - senyum sendiri demi mengingat kegiatan menyenangkan barusan. 


Mereka sudah menyatu. Sudah menyempurnakan hubungan mereka sebagai suami istri. 


Dulu, tidak pernah terbesit sedikitpun untuk menikahi sahabatnya itu. 


Namun, takdir berkata lain. Ia dengan terpaksa harus menikahi gadis yang semenjak kecil menjadi sahabatnya. 


Tapi dia sudah memutuskan,  akan mengarungi rumah tangga ini dengan baik. Ia akan jadi imam idaman untuk istrinya itu. Satria berjanji dalam hati, ia akan berusaha menghadirkan banyak cinta di antara mereka. 


Maudy


Kegiatan  barusan membuat seluruh tubuhnya terasa remuk. Sakit, perih dan ngilu. 


Ia pun tak tahu di mana keberadaan pakaiannya, karena Satria melemparnya dengan sembarangan. 


Akhirnya Maudy memberanikan diri meminta tolong kepada Satria, untuk mengambilkan handuk. 


"Sat!" Maudy memanggil Satria seraya menggoyang - goyang tubuh Satria. 


"Iya! " sahut Satria seraya membuka matanya. 


"Aku mau mandi, boleh minta tolong, ambilkan handuk?" 


"iya?" 


Satria pun beranjak hendak keluar mengambilkan handuk untuk istrinya. 


"Eh, jangan begitu, pakai sesuatu dulu!" seru Maudy yang merasa canggung melihat Satria tanpa sehelai kain. Ia pun melengos. 

__ADS_1


"Emangnya kenapa?" goda Satria. 


"Ah, malu tahuu! Aku risih melihat kamu seperti ituu," ucap Maudy tanpa melihat ke arah Satria. 


"Ngapain malu? Tadi sudah melihat semuanya, bahkan kamu menikmatinya," goda Satria. 


"Ish, Satriaaa!!! Udah ah, cepetan sanaa , ambilkan handuk!" rengek Maudy. Lalu ia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. 


Satria gemas dengan tingkah Maudy itu, ia ingin mengerjai Maudy. 


Setttt 


Satria menarik selimut yang menutupi tubuh Maudy dan melemparnya ke lantai. 


"Satriaaa!" Maudy berteriak. 


"Ayo mandi bersama! Eh, tapi sebelum mandi ,ayo kita  mengulang kembali kegiatan yang menyenangkan ituu!" 


Brukk! 


Aww! 


"Satriaaa!" pekik Maudy. 


"Iya, sayang l" sahut Satria dengan suara parau. 


Maksud hati ingin menggoda istrinya, malah dia yang tergoda. Ah, sejak kapan dirinya menjadi semecummm ini? 


Dasar emang laki - laki tidak akan pernah cukup satu kali.  sekali saja merasakan kelegitan surabi hangat, akan terus ketagihan. 


Bersiap - siaplah kamu, Maudy! untuk begadang setiap hari. 


Maaf, jika first nightnya, tidak sesuai ekspektasi,mungkin kurang ada feelnya, sengaja disamarkan kata2nya.  Takut yang baca belom nikah.. Kan kasiaaann!! Xixixi. 


Makasih ya, udah mampir dan ngelike. Aku hanya ingin menghibur diri tidak lebih. Syukur2 ada yang ikut baca juga. Heheh. 

__ADS_1


__ADS_2