Cinta Pertama Maudy

Cinta Pertama Maudy
Kangeeeen!


__ADS_3

62


Ingaat! Lebih baik bacanya malam - malam jangan siang!.


Pukul 06 : 00, Hari Senin


Tok!


Tok!


Tok!


Seseorang mengetuk pintu rumahnya Maudy. 


Maudy yang sedang membaca Al - Quran tersebut, menghentikan kegiatannya. Ia menutup Al - Quran tersebut, lalu bergegas untuk melihat siapa tamu yang mengetuk pintu rumahnya di pagi buta. 


Masih mengenakan mukena lengkap, ia mengintip dari balik tirai. Setelah mengetahui siapa yang datang, ia pun membuka pintu itu. 


"Lho, kok?" Maudy tertegun sesaat. 


Plukk


Orang yang berada di ambang pintu itu langsung menerobos masuk dan langsung memeluk Maudy. 


"Kangeeennn!" serunya seraya memeluk Maudy dengan erat. 


'Eh, iya." Maudy balas memeluk orang itu. 



" Kok, - "


Belum sempat melanjutkan perkataannya orang itu seketika menggendong Maudy dan masuk ke kamar. Di dalam kamar ia menurunkan Maudy. Dengan tidak sabaran, orang itu membantu Maudy membuka mukena yang dikenakannya dan meletakkannya dengan asal di kursi. 


Setelah mukena itu terlepas, orang itu mendorong Maudy ke ranjang. 


Bukk! 


"Aduh!" rintih Maudy terkejut. 

__ADS_1


Orang itu menghimpit tubuh Maudy. 


"Kangeenn!" terdengar seperti merengek. 


Maudy tersenyum. "Aku juga!" balasnya. 


Orang itu dengan tidak sabaran membuka kancing depan dress santainya Maudy. 


'Kangen ini! " ucapnya seraya mengelus dan mengecup gunung kembar milik Maudy. 


" Ini juga!' ucapnya seraya mengecup dan menyesap bibir Maudy. 


'Ini juga!" 


"Ini juga!" 


"Ini juga!" ucapnya seraya mengabsend seluruh tubuh Maudy. 


Maudy hanya mendesis senang mendapatkan perlakuan manis dari orang itu. 


Beberapa saat kemudian, di pagi yang sejuk itu, di sebuah kamar terdengar suara - suara indah khas percintaan. 


#Flashback on#


Setelah dirinya merasa baikan dan gejolak - gejolak itu telah mereda. Satria pun melanjutkannya dengan membersihkan diri. 


Selesai membersihkan diri ia pun mengenakan handuk kimono. 


Satria mengintip dari kamar mandi. Ia ingin memastikan apakah bosnya itu sudah pergi? 


Setelah yakin jika di kamar itu tidak ada siapa - siapa, ia pun keluar dari kamar mandi. 


Ia memindai seluruh ruangan kamar hotel itu. 


"Berantakan sekali," batinnya. Lalu ia berjalan menuju pintu dan menguncinya. Ia takut bosnya itu kembali. 


Ia pun membereskan kekacauan dalam kamar itu. 


Satria memasukan seluruh  pakaiannya dalam koper termasuk oleh - oleh yang tadi malam ia beli. 

__ADS_1


Malam itu juga Satria bergegas pergi meninggalkan hotel itu. Ia tidak ingin bertemu lagi dengan bosnya itu. 


Satria memesan taksi online, dengan tujuan  statsiun kereta api.


Beruntung jarak stasiun dari hotel cukup dekat. Hanya membutuhkan waktu lima belas menit. 


Dewi fortuna masih menghinggapi Satria. Ia masih bisa mendapatkan tiket ke Bandung malam itu. 


#Flashback Off #


Dua pasang kaki menyembul dari balik selimut halus, lembut, tebal dan hangat. 


Nampak sepasang manusia sedang bermanjaan di kasur dalam keadaan masih polos. 


Sang pria memeluk erat sang wanitanya seraya mengecup pucuk kepalanya secara bertubi - tubi. 


Sang wanita terlihat nyaman berada dalam pelukan pria itu. 


"Udah ya, aku harus siap - siap ke kantor," ucap sang wanita. 


"Ijin saja!" rengek sang pria. 


"Kalau kebanyakan ijin, nanti aku dipecat!" ucap Sang wanita seraya mengerucutkan bibirnya. 


'Biarin saja, tinggal cari kerja yang baru," sahut sang pria enteng. 


"Ish! Gampangin! Cari kerja itu susah tahu!" rengek Sang wanita sambil mencubit perut prianya. 


"Aww sakit tahu!" pekik sang pria. 


"Minta dikasih pelajaran ya?!" ujar sang pria lembut penuh penekanan. Dengan cekatan membalikan tubuh, kembali menghimpit dan menekan wanitanya. 


"Satriaaaa!!!" pekik sang wanita yang tiada lain adalah Maudy. 


"Iya sayaang?!" sahut Satria. Serak - serak menggoda.


Lagi dan lagi di kamar itu kembali memanas. 


" jika diluar sana kamu tertarik melihat seorang wanita, maka datangilah istrimu. Karena apa yang dimiliki wanita itu, juga ada pada istrimu. Dan istri jangan pernah menolak keinginan suami agar suami tidak tergoda oleh wanita di luar sana."  nasihat kemeruh dariku (sok tahu xixixi). 

__ADS_1


__ADS_2